PENGEMBANGAN DIRI GURU

 

 

 

 


LAPORAN PENGEMBANGAN DIRI

 

 

 

 

 

 

IN HOUSE TRAINING TEKNIK PENILAIAN PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI 1 SAWOO

 

Tanggal 14-16 Mei 2019

 

 

 

 

 

Oleh:

Mohammad Thoyib

NIP. 19670305 199203 1 010

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO

DINAS PENDIDIKAN

SMP NEGERI 1 KECAMATAN SAWOO

Ds. Prayungan Kecamatan Sawoo Kab. Ponorogo

2019

 

 

 

IDENTITAS GURU

 

 

1.

Nama Sekolah

:

SMPN 1 Sawoo

2.

Nama Guru

:

Mohammad Thoyib

3.

NIP

:

19670305 199203 1 010

4.

Jabatan/Golongan Guru

:

Pembina Tk. I/IV b

5.

Alamat Sekolah

  • Desa
  • kecamatan
  • Kabupaten
  • Provinsi
  • Telpon/Fax

 

:

:

:

:

:

 

Prayungan

Sawoo

Ponorogo

Jawa Timur

0352 311014

6.

Mengajar Mata Pelajaran

:

SENI  BUDAYA

7.

SK Pengangkatan

 

a.       Sebagai CPNS

  • Pejabat yang mengangkat
  • Nomor SK
  • Tanggal SK

b.      Pangkat Terakhir

  • Pejabat yang mengangkat
  • Nomor SK
  • Tanggal SK

 

:

:

:

 

:

:

:

 

Mendikbud republik Indonesia

4647/I04/C/1992/SK

23 Juli 1992

 

GUBERNUR JAWA TIMUR

823.4/208/212/2010

10 Pebruari 2010

8.

Alamat Rumah

  • Jalan

 

  • Kabupaten
  • Provinsi
  • Telpon/Fax

 

:

 

:

:

:

 

 

Perum Kertosari Indah Blok C1 No.3 Kel. Kertosari Kec. Babadan

Ponorogo

Jawa Timur

HP. 081335751835

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGESAHAN

 

LAPORAN PENGEMBANGAN DIRI

 

 

IN HOUSE TRAINING TEKNIK PENILAIAN PEMBELAJARAN

DI SMP NEGERI 1 SAWOO

 

Tanggal 14-16 Mei 2019

 

 

 

 

 

 

Oleh:

Mohammad Thoyib

NIP. 19670305 199203 1 010

 

 

 

 

 

 

 

Ponorogo,  Juni 2016

Kepala Sekolah,                                                                      Koordinator PKB,

 

 

 

Sutrisno, M.Pd                                                            Mohammad Thoyib, S.pd.M.Pd

NIP. 19652004 198903 1 015                                     NIP. 19670305 199203 1 010

 

KATA PENGANTAR

 

              Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulisan laporan hasil pengembangan diri tahun 2018/2019 ini dapat diselesaikan dengan baik.

              Penulisan laporan ini dimaksudkan untuk melaporkan  pelaksanaan kegiatan Pengembangan diri,  tujuan pengembangan diri, materi kegiatan, dampak kegiatan, dan tindak lanjut.

Kegiatan pengembangan diri ini masih banyak kekurangan. Saran yang bersifat membangun dan pengembangan lanjutan guna menyempurnakan hasil peneltian ini sangat diharapkan. Semoga kegiatan penelitian ini membawa manfaat bagi peningkatan mutu pembelajaran.

 

 

                                                                                                Ngrayun,   Juni 2016

                                                                                 Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

 

 

1.     Lembar Sampul ………………………………………………..

2.     Lembar Identitas ……………………………………………….

3.     Lembar Pengesahan ………………………………………….

4.     Kata Pengantar …………………………………………………

5.     Daftar Isi ………………………………………………………...

6.     Laporan Pengembangan Diri …………………………………

a.      Pendahuluan …………………………………………….

b.     Pengembangan Diri I ……………………………………

c.      Pengembangan Diri II …………………………………..

d.     Penutup …………………………………………………..

7.     Lampiran-lampiran

a.      Rekapitulasi Pengembangan diri

b.     Foto Copy sertifikat/surat keterangan

c.      Foto copy surat tugas

d.     Makalah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAPORAN PENGEMBANGAN DIRI

 

 

A.    PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003,tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 51 ayat (1) ditegaskan bahwa pengelolaan satuan pendidikan anak usai dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah. Untuk itu kepala sekolah, tidak hanya dituntut dapat mengelola sekolah secara baik, akan tetapi juga harus mampu mengembangkan dan memberdayakan seluruh sumber daya sekolah secara optimal, mandiri dan akuntabel sesuai karakteristik yang dimiliki sekolah dan masyarakat.

Sementara Permen Diknas no. 13 tahun 2007 tentang standar Kepala Sekolah mensyaratkan untuk menjadi kepala sekolah professional harus kompeten dalam menyusun perencanaan pengembangan sekolah secara sistemik, kompeten dalam mengkoordinasikan semua komponen system sehingga secara terpadu dapat membentuk sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang efektif dan kompeten dalam mengerahkan seluruh personil sekolah sehingga mereka secara tulus bekerja keras demi pencapaian tujuan institusional sekolah, kompeten dalam pembinaan kemampuan professional guru sehingga mereka semakin terampil dalam mengelola proses pembelajaran dan kompeten dalam melakukan monitoring dan evaluasi.

            Sejalan dengan perkembangan yang ada, kompetensi kepala sekolah juga perlu senantiasa ditingkatkan. Dalam Permendiknas no. 28 tahun 2010, pasal 11, kepala sekolah perlu senantiasa melaksanakan pengembangan keprofeian berkelanjutan

            Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Bersama nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, yang mewajibkan guru meningkatkan karier untuk mencapai pangkat lebih tinggi, salah satunya harus memenuhi pengembangan profesi meliputi, pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif. Dengan demikian diharapkan kepala sekolah menguasai dan mempunyai kemampuan dalam pengembangan sekolah, terutama pengembangan fisik maupun pengembangan sumber daya manusia, untuk menulis, menguasai dan merekomendasi serta memperbaiki karya tulis guru, selanjutnya mengkonversikan ke dalam penilaian angka kredit. Berdasarkan landasan tersebut maka kegiatan pengembangan diri kepala sekolah dilaksanakan.

2.      Tujuan Umum

Meningkatkan Kompetensi Kepala Sekolah dalam melaksanakan fungsi manajerial, kepemimpinan, dan supervise pembelajaran dalam rangka mengimplementasikan kebijakan pendidikan.

 

B.     PENGEMBANGAN DIRI (1)

1.      Waktu Pelaksanaan dan Penyelenggara Kegiatan

Kegiatan Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2013 dilaksanakan pada:

Hari                                         : Rabu s/d jumat

Tanggal                                   : 22 s/d 25 Mei 2013

Tempat                                    : Hotel “SELECTA” Kota Batu

Penyelenggara Kegiatan         : Bidang Tenaga Pendidik dan Kependidikan

                                                  Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur

2.      Jenis Kegiatan

Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP)                     

3.      Tujuan PD

a.       Memahami mengenai tuntutsn abad 21 dalam pengembangan sekolah

b.      Memberikan ketrampilan menyusun Rencana Pengembangan Sekolah (RPS), Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM), Rencana Kerja Tahunan (RKT), Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS), Program Kerja Kepala Sekolah dan laporan-laporan kegiatan (tanpa copy paste dari dokumen sebelumnya yang belum tentu benar)

c.       Memberikan ketrampilan dalam melaksanakan Pengembangan Diri untuk diri sendiri dan gurunya.

d.      Memberikan ketrampilan dalam menulis, mempubilkasikan karyanya dan merekomendasi karya-karya gurunya.

e.       Memahami dalam melakukan penilaian kinerja guru dan penilaian kinerja kepala sekolah (dapat mengurus karier guru dan dirinya)

4.      Uraian Materi Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah SMP

a.       Pengembangan Diri (PD)

Pengembangan diri wajib dilakukan oleh semua guru karena tiga hal, yaitu (1) Pelaksana profesi, (2)Pengembangan diri perlu di Praktekkan agar Kompetensinya meningkat, dan (3) Pengembangan diri diharapkan dapat menunjang pembentukan karakter anak bangsa.

Dalam Permenpan no. 16 tahun 2009 setiap kenaikan pangkat dan jabatan guru diperlukan angka kredit yang berasal dari Penilaian Kinerja Guru (PKG), Pengembangan Keprofesian berkelanjutan (PKB), dan penunjang. PKB terdiri atas pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovatif.

Hasil kegiatan pengembangan diri wajib dilaporkan secara periodic setiap tahun ke tim PKB di sekolah seabagai bahan pengajuan angka kredit guru. Laporan pengembangan diri wajib dilampiri surat keterangan/sertifikat, surat tugas atau atau surat ijin dari kepala sekolah.

                  Sistematika laporan pengembangan diri setidaknya memuat: halaman judul, halaman identitas, halaman pengesahan, daftar isi dan isi laporan. Isi laporan pengembangan diri memuat latar belakang, tujuan, waktu dan jenis kegiatan, penyelengara kegiatan, uraian materi kegiatan dan penutup.

                  Kebutuhan angka kredit pengembangan diri pada setiap jabatan guru seperti pada table di bawah ini:

Dari  pangkat

Ke pangkat

Jumlah angka kredit minimal dari sub unsur

pengembangan diri

publikasi ilmiah dan atau karya inovatif

Penata Pertama golongan IIIa

Guru Pertama golongan IIIb

3 (tiga)

--

Guru Pertama golongan IIIb

Guru Muda golongan IIIc

3 (tiga)

4 (empat)

Guru Muda golongan IIIc

Guru Muda golongan IIId

3 (tiga)

6 (enam)

Guru Muda golongan IIId

Guru Madya

golongan IVa

4 (empat)

8 (delapan)

Guru Madya

golongan IVa

Guru Madya

golongan IVb

4 (empat)

12 (duabelas)

Guru Madya

golongan IVb

Guru Madya

golongan IVc

4 (empat)

12 (duabelas)

Guru Madya

golongan IVc

Guru Utama (*

golongan IVd

5 (lima)

14 (empatbelas)

Guru Utama

golongan IVd

Guru Utama

golongan IVe

5 (lima)

20 (duapuluh)

b.      Pubilkasi Ilmiah

Hakikat Karya Ilmiah

karya ilmiah adalah tulisan/karya tulis ilmiah merupakan karya seseorang didasarkan atas kebenaran logika rasional dan kebenaran ilmiah. Berupa karya ilmiah hasil peneltian lapangan atau laboraturium dan karya ilmiah hasil ide atau inovasi baru, seperti berupa skripsi, tesis, desertasi, dan hasil penelitian lainnya serta artikel, jurnal, makalah, buku ajar, dan sejenisnya.

Konsep dan Karakteristik Karya Ilmiah

o  Karya Ilmiah merupakan pernyataan empiris yang paling tinggi dari empat jenis kebenaran ilmiah sbb.

o  1.Kebenaran otoriter yaitu kebenaran pengetahuan yang diambil/berasal dari pernyataan tokoh yang berkuasa seperti raja, uskup, kepala adat, dan sejenisnya.

o  2.Kebenaran mistik yaitu kebenaran pengetahuan yang diambil/berasal dari pernyataan yang terkait dengan kepercayaan dengan hal-hal gaib seperti kepercayaan terhadap para dewa.

o  3.Kebenaran logika rasional yaitu kebenaran pengetahuan yang diambil/berasal dari kaidah dan prosedur logika formal atau pola pikir (rasional) manusia.

o  4.Kebenaran ilmiah yaitu kebenaran pengetahuan yang berasal dari gabungan dari suatu anggapan terhadap suatu permasalahan yang kemudian diuji datanya untuk menghasilkan pernyataan ilmiah dengan menggunakan prosedur atau metode ilmiah baik secara deduktif maupun induktif.

       Karya tulis ilmiah ialah karya tulis yang berasal dari hasil penelitian dan bukan hasil penelitian. Karya tulis ilmiah itu meliputi skripsi, tesis, desertasi, dan hasil penelitian lainnya serta artikel, jurnal, makalah, buku ajar, dan sejenisnya (Universitas Negeri Malang, 2000). Melalui penulisan karya ilmiah diharapkan penulis dapat mengkomunikasikan informasi baru, gagasan, kajian, dah atau hasil penelitian kepada orang lain

Ada 10 macam jenis publikasi ilmiah yang dapat dinilaikan angka kreditnya:

1.      presentasi di forum ilmiah

2.      hasil penelitian

3.      tinjauan ilmiah

4.      tulisan ilmiah populer

5.      artikel ilmiah

6.      buku pelajaran

7.      modul/diktat

8.      buku dalam bidang pendidikan

9.      karya terjemahan

10.  bukupedoman guru

 

c.       Penelitian Tindakan Kelas

o   PTK mempunyai karakteristik khusus yang berbeda dengan penelitian pada umumnya.

o   Penelitian reflektif dilakukan guru untuk perbaikan praktik mengajar: pengembangan sekolah, PBM, prestasi belajar, keahlian mengajar,  metode mengajar, & sejenisnya.

o   Dilakukan secara kolaboratif dg sesamanya

o   Menjembati kesenjangan teori dan praktik pendidikan: dirancang, dilakukan dikelas, dilaksanakan, dan dievaluasi  sendiri (guru) dg melibatkan siswa & guru lainnya.

o   Terkait dengan pelaksanaan PBM sehari-hari yang dialami guru.

o   Terkait dengan permasalahan sesungguhnya yg dihadapi guru di kelas.

o   Riset bersifat reflektif pertisipatif, kolaboratif, berulang secara spiral, bersifat kontekstual, untuk perbaikan PBM dan hasilnya (misalnya: nilai).

o   Tahapan/spiral itu meliputi: perencanaan, tindakan/aksi, melakukan observasi dan evaluasi proses+hasil tindakan, dan melakukan refleksi  ---à perbaikan rencana tindakan yg akan datang, tindakan/aksi, melakukan observasi dan evaluasi proses+hasil tindakan, dan melakukan refleksi, …… dst.

o   PTK harus menghasilkan ke arah yang lebih baik, termasuk nilai hasil belajar siswa, jika tidak, PTK-nya yang salah atau dianggap gagal

 

5.      Tindak Lanjut

Melaksanakan pengelolaan manajemen sekolah di SMP 5 Ngrayun berdasarkan masukan-masukan dari hasil diklat

 

6.      Dampak PD

Peningkatan kemampuan manajemen kepala sekolah

 

C.    PENGEMBANGAN DIRI (2)

1.      Waktu Pelaksanaan dan Penyelenggara Kegiatan

Waktu dan penyelenggaraan kegiatan TOT Diseminasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dilaksanakan pada:

Hari                             : Senin s/d Rabu

Tanggal                       :21 s/d 23 Oktober 2013

Tempat                        : Hotel Victory, Batu Malang

Penyelenggara : Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur

2.      Jenis Kegiatan

TOT Diseminasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) untuk SD dan SMP dalam rangka Peningkatan Mutu Tata Kelola untuk Kab. Magetan, Kab. Ponorogo, dan Kab. Pacitan di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Tahun 2013

3.      Tujuan PD

-       Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan sekolah

-       Meningkatkan kepemimpinan kepala sekolah

-       Meningkatkan dukungan orang tua dan masyarakat terhadap pendidikan

-       Meningkatkan system pembinaan professional di sekolah dan kelompok kerja professional

 

4.      Uraian Materi PD

a.       Pembelajaran PAKEM

Merupakan pembelajaran yang dirancang agar mengaktifkan anak, mengembangkan kreatifitas sehingga efektif namun tetap menyenangkan.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM:

-       Memahami sifat dasar anak

-       Mengenal perbedaan setiap anak

-       Memahami anak sebagai mahluk social

-       Mengembangkan kemampuan berfikir kritis, kreatif dan kemampuan memecahkan masalah.

-       Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menyenangkan

-       Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar

-       Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar

-       Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental

b.      Manajemen Berbasis Sekolah

Merupakan penyerasian sumber daya yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah dengan melibatkan semua pemangku kepentingan terkait dengan sekolah secara langsung dalam proses pengambilan keputusan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan mutu sekolah atau untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

Ciri -ciri MBS bisa dilihat dari sudut sejauh mana sekolah tersebut dapat mengoptimalkan kinerja organisasi sekolah, pengelolaan sumber daya manusia (SDM), proses belajarmengajar

dan sumber daya

MBS yang akan dikembangkan merupakan bentuk alternatif pengelolaan sekolah dalam program desentralisasi bidang pendidikan, yang ditandai dengan adanya otonomi luas di tingkat sekolah, partisipasi masyarakat yang tinggi namun masih dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional. MBS harus menghasilkan peningkatan proses belajar mengajar sehingga hasil belajar pun meningkat. Sekolah yang menerapkan prinsip-prinsip MBS adalah sekolah yang harus lebih bertanggung jawab, kreatif dalam bertindak, dan mempunyai wewenang serta dapat dituntut pertanggungjawabannya (seperti berikut) oleh pemangku kepentingan:

-       Menyusun dan melaksanakan program sekolah yang mengutamakan kepentingan proses belajar mengajar (pelaksanaan kurikulum), bukan kepentingan administratif saja

-       Menerapkan prinsip efektivitas dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya sekolah (anggaran, personil, dan fasilitas)

-       Mampu mengambil keputusan yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan kondisi lingkungan sekolah walau berbeda dari pola umum atau kebiasaan

-       Menjamin terpeliharanya fasilitas dan sumber daya yang ada di sekolah dan bertanggung jawab kepada masyarakat

-       Meningkatkan profesionalisme personil sekolah

-       Meningkatnya kemandirian sekolah di segala bidang

-       Adanya keterlibatan semua unsur terkait dalam perencanaan program sekolah (misal: Kepala Sekolah, guru, Komite Sekolah, tokoh masyarakat, dll)

-       Adanya keterbukaan dalam pengelolaan anggaran pendidikan sekolah

c.       Manfaat, Jenis, dan Cara Mendorong Peran Serta Masyarakat

Manfaat, Jenis-Jenis, dan Cara Mendorong PSM

-       Keterlibatan masyarakat (orang tua siswa, anggota Komite Sekolah, Tokoh Masyarakat, dsb) hanya dalam bentuk dukungan dana atau sumbangan non-dana berupa waktu, tenaga, dan material.

-       Saat ini, PSM sudah dapat dianggap baik jika dapat masuk dalam bidang pengelolaan sekolah, misalnya: ikut merencanakan kegiatan sekolah dan kemungkinan pendanaannya.

-       Masyarakat juga dimungkinkan ikut memikirkan penambahan guru yang tidak ada atau kurang, dan bahkan menjadi “guru” pengganti, misalnya guru Agama, Kesenian, dan Pramuka sampai pada mengganti guru mata pelajaran lainnya. Berdasarkan hal tersebut, Komite Sekolah dan Tokoh Masyarakat benarbenar merupakan mitra sejajar Kepala Sekolah dan para guru. Sayang hal tersebut belum menjadi bagian di sekolah- sekolah kita

Jenis-jenis PSM

-       Peran serta dengan menggunakan jasa pelayanan yang tersedia

-       Peran serta dengan memberikan kontribusi dana, bahan, dan tenaga

-       Peran serta secara pasif

-       Peran serta melalui konsultasi

-       Peran serta dalam pelayanan

-       Peran serta sebagai pelaksana kegiatan yang didelegasikan/ dilimpahkan

-       Peran serta dalam pengambilan keputusan

Cara mendorong PSM

-       Orang tua /perwakilan kelas dilibatkan dalam pertemuan rutin

-       Komite Sekolah mengikuti MUSRENBANG Desa

-       dll

d.      Kreatifitas Menghimpun berbagai Sumber Daya dan Dana

Beberapa cara menghimpun dana dan daya untuk sekolah

-       Mencari donator tetap (individu, DUDI, CSR)

-       Mengadakan bazaar

-       Ikut Musrembang desa

-       Melibatkan orangtua sebagai narasumber

-       Melibatkan orang tua dalam mengajar membaca di kelas awal (utk kls 1 SD)

e.        Transparansi Akuntabilitas Publik

-       Sekolah sebagai lembaga publik perlu terbuka kepada pemangku kepentingan (siswa, orang tua, masyarakat, dll.) sehingga perlu disampaikan informasi mengenai perencanaan (RKS/RKT), pelaksanaan kegiatan, dan tanggung jawab penggunaan anggaran (RKAS).

-       Tiap pekerjaan mutlak memerlukan adanya pertanggungjawaban dan akuntabilitas. Sekolah sampai sekarang hanya merasa bertanggung jawab kepada Pemerintah atau Yayasan yang memberi uang dan kewenangan, tetapi kurang ada yang merasa bertanggung jawab kepada masyarakat.

-       Pada kenyataannya, sebagaian besar pembiayaan pendidikan saat ini berasal dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang asalnya adalah dari uang pajak. Oleh karena itu, sekolah harus bertanggung jawab kepada masyarakat – bagaimana sekolah melaksanakan tugasnya, apa yang belum terlaksana, kekurangan ataupun kelebihannya, serta bagaimana sekolah mengharapkan bantuan dan dukungan masyarakat untuk mendidik anak secara bersama dan berkesinambungan.

-       Di negara yang telah maju di mana MBS telah dilaksanakan dengan baik, sekolah bertanggung jawab juga kepada masyarakat, walaupun mungkin keuangannya sebagian besar berasal dari Pemerintah atau Yayasan. Masyarakat melalui Komite Sekolah mempunyai kekuatan dan tidak bisa dianggap remeh oleh Kepala Sekolah.

-       Saat ini keterbukaan dan akuntabilitas sekolah bisa dilakukan melalui berbagai pertemuan dan rapat dengan Komite Sekolah atau perwakilan masyarakat dan membeberkan secara terbuka semua persoalan sekolah – dari masalah guru ke masalah keuangan sekolah – berapa yang diterima, dari siapa, digunakan untuk apa, berapa yang sebetulnya diperlukan sekolah agar bisa beroperasi dengan layak dan baik dsb. Makin ada keterbukaan, akan makin baik, dan kemungkinan sekolah mendapat bantuan lagi dari masyarakat akan lebih besar.

-       Dalam program BOS, sekolah yang menerima dana BOS wajib untuk mengumumkan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (Formulir BOS-K1), rencana penggunaan dana BOS tiga bulanan (Formulir BOS-03) dan laporan penggunaan dana BOS tiga bulanan (Formulir BOS-04) dengan cara memajang di papan pengumuman sekolah.

f.        Rencana Kerja Sekolah

Prinsip-prinsip Penyusunan RKS/M dan RKT

-       Sistematis, seluruh program disusun secara runtut berdasarkan skala prioritas;

-       Terpadu, mencakup perencanaan keseluruhan program yang akan dilaksanakan oleh sekolah/madrasah;

-       Multi-tahun, mencakup periode empat tahun;

-       Multi-sumber, mengindikasikan jumlah dan sumber dana masing-masing program. Misalnya dari BOS, APBD Kabupaten/Kota, sumbangan dari masyarakat atau sumber dana lainnya;

-       Disusun secara partisipatif oleh kepala sekolah/madrasah, komite sekolah/madrasah dan dewan pendidik dengan melibatkan pemangku-kepentingan lainnya;

-       Pelaksanaannya dimonitor dan dievaluasi oleh komite sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya;

-       Sensitif terhadap Isu Gender;

-       Tanggap dengan keadaan darurat

Alur Penyusunan RKS/M dan RKT

PERSIAPAN:

1. Pembentukan Kelompok Kerja RKS/M dan RKT

2. Pembekalan/ Orientasi Tim Penyusun RKS dan RKT

 

PENYUSUNAN RKS/M dan RKT:

1. Menentukan Kondisi Sekolah/ Madrasah Saat ini;

2. Menentukan Kondisi Sekolah/ Madrasah yang Diharapkan

3. Perumusan Program, Indikator Kinerja, dan Kegiatan.

4. Perumusan Rencana Anggaran Sekolah/Madrasah;

5. Perumusan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKASM/ RAPBS-M).

 

PENYETUJUAN,

PENGESAHAN, DAN

SOSIALISASI RKS/M

dan RKT:

1. Penyetujuan oleh rapat dewan pendidik; setelah memper-hatikan pertimbangan Komite Sekolah/Madrasah;

2. Pengesahan oleh pihak yang berwenang;

3. Sosialisasi kepada pemangku kepentingan

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 


5.      Tindak Lanjut

-       Sekolah menyusun RKAS berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan, didasarkan dari EDS sekolah, program prioritas dan rekomendasi. Penyusunan melibatkan seluruh unsur sekolah. Melaporkan seluruh kegiatan sekolah ke seluruh stake holder dengan membuat pengumuman di tempat yang strategis baik laporan peningkatan mutu maupun laporan keuangan.

-       Meningkatkan peran serta orang tua terhadap pendidikan dengan pemantauan siswa bersama-sama

-        

 

6.      Dampak PD

Peningkatan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan sekolah

Peningkatan kepemimpinan kepala sekolah

Peningkatan dukungan orang tua dan masyarakat terhadap pendidikan

Peningkatan system pembinaan professional di sekolah dan kelompok kerja professional

 

D.     PENUTUP

Peningkatan kepala sekolah dengan megikuti kegiatan pengembangan diri peningkatan kapasitas kepala sekolah dan MBS mampu membekali kompetensi kepala sekolah sehingga kepala sekolah dalam melaksanakan tugas pengelolaan sekolah selalu berpedoman pada prinsip-prinsip yang telah dibakukan pemerintah. Dengan meningkatkanya kompetensi kepala sekolah ini sekolah menjadi terkelola dengan baik sehingga mampu meningkatkan layanan pendidikan di sekolahnya.

 

 

 

LAMPIRAN-LAMPIRAN

  1. Rekap  Pengembangan diri 2013/2014
  2. Surat tugas/surat ijin
  3. Sertifikat /surat keterangan keikutsertaan
  4.  

 

 

 

 


Nama Kegiatan

Peran Guru (Sebagai Peserta/ Pemalakah/Pembahas

Institusi Penyelanggara

Tempat Kegiatan

Waktu Kegiatan

Nama-Nama Fasilitator /Pemakalah/Pembahas

 

 

Dampak*)

Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Peserta

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur

 

Hotel ”Selecta” Batu

22-25 Mei 2013

Dr.  Zainudin, MPd

Dra. Supari Kustiarini, MPd

Dr. Moch. Jamari, MPd

 

Meningkatnya kompetensi manajerial Kepala sekolah

TOT Diseminasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)

Peserta

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur

Hotel ”Victory” Batu

21-23 Oktober 2013

Drs. Kustiono, MPd

Drs. Amir Mahmudi, MPd

Dra. Indra Mawarti, MPd

Meningkatnya kemampuan pengelolaan sekolah berbasisi MBS


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RAMALAN JAYABAYA

ESLADA KRIDA ROMANTIKA