KOSP ESLADA

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


KURIKULUM OPERASIONAL

SMP NEGERI 2 SLAHUNG

MODEL 6

TAHUN PELAJARAN 2022/2023

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 NPSN 20510732

 

 

 

 

PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO

DINAS PENDIDIKAN

SMP NEGERI 2 SLAHUNG

 

Jl. Raya Ponorogo-Pacitan Km 27 Desa Wates Kec Slahung Ponorogo 63463

Email: Smpn2slahung@gmail.com


 

 

 

LEMBAR PENGESAHAN

 

Berdasarkan hasil rapat dewan pendidik bersama Komite Sekolah, Kurikulum Operasional SMPN 2 Slahung ditetapkan, disahkan dan dilaksanakan di SMPN 2 Slahung pada Tahun Pelajaran 2022/2023

 

 

 

Disahkan                                                                      : di Ponorogo

Pada Tanggal                                                              : 

 

 

Menyetujui Ketua Komite Sekolah

 

 

 

SARIYANTO

Kepala SMPN 2 Slahung

 

 

 

MOHAMMAD THOYIB, S.Pd. M.Pd

NIP. 19670305 199203 1 010

 

 

 

Mengetahui,

Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo

 

 

 

Drs. H. NURHADI HANURI, MM

Pembina Tingkat I

NIP. 19670331 199203 1 005


 

 

LEMBAR VALIDASI DAN PENGESAHAN PENGAWAS

 

 

Setelah dibaca dan dikoreksi secara teliti, Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan SMPN 2 Slahung  telah sesuai dengan ketentuan dan format yang berlaku dan dapat dipergunakan sebagai acuan pelaksanaan proses Pembelajaran Tahun Pelajaran 2022/2023

 

 

 

 

 

 

Ponorogo,    ….  Juli    2022

Pengawas Pembina

 

 

 

Drs.  M. MAKSUM, M.Si

NIP: 19670104 199703 1


 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga Kurikulum Operasional SMPN 2 Slahung Tahun Pelajaran 2022/2023 dapat tersusun. Kurikulum Operasional SMPN 2 Slahung adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh SMPN 2 Slahung. Secara khusus kurikulum operasional SMPN 2 Slahung Tahun Ajaran 2022/2023 adalah sebagai perwujudan dari kurikulum      pendidikan dasar dan menengah yang dikembangkan sesuai dengan kondisi SMPN 2 Slahung serta saran Komite Sekolah dibawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan.

Kurikulum Operasional Sekolah ini diberlakukan pada Tahun Pelajaran 2022/2023 yang mencerminkan merdeka belajar dan pengimplementasian profil pelajar Pancasila. Kurikulum ini memuat karakteristik satuan pendidikan, profil pembelajar, struktur kurikulum dan rancangan pembelajaran.

Pengembangan Kurikulum Operasional SMPN 2 Slahung Tahun Pelajaran 2022/2023 ini mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, konsep merdeka belajar, dan pengimplementasian profil pelajar Pancasila. Di samping itu juga Kurikulum Operasional SMPN 2 Slahung ini merupakan pegangan bagi pengembangan lingkungan SMPN 2 Slahung. Dari mulai budaya pengelolaan lingkungan bersih, suasana rindang, bersih berseri dengan unsur edukasi dan destinasi atas dasar nilai-nilai spiritual untuk menanamkan Pendidikan Akhlaqul Karimah yang cerdas.

Kurikulum ini dapat terselesaikan berkat dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu kami menyampaikan ucapan terima kasih, kepada :

1.     Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo

2.     Kepala Bidang Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo

3.     Pengawas Pembina SMP yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan dokumen;

4.     Pendidik dan Tenaga kependidikan SMPN 2 Slahung, yang telah secara proaktif memberi masukan dan kelengkapan data;

5.     Ketua Komite yang telah memberi dukungan terhadap terselenggaranya pendidikan SMPN 2 Slahung.

6.     Stake holder di lingkungan sekolah, Kepala Desa Wates Slahung dan Kepala Desa Tugurejo yang secara komunikatif memberikan dukungan penuh dalam mensosialisasikan dan mobilisasi terhadap eksistensi sekolah kami.

            Kami menyadari bahwa Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan  yang telah kami susun ini memiliki kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu, segala kritik, saran, dan masukan yang konstruktif dari berbagai pihak yang kompeten sangat kami harapkan.

            Kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu penyelesaian Kurikulum ini.

 

Tim penyusun


 

DAFTAR ISI

 

Halaman

HALAMAN  JUDUL

i

LEMBAR PENGESAHAN  …………………………………………………………

ii

LEMBAR VALIDASI DAN PENGESAHAN PENGAWAS ………………………..

 

iii

DAFTAR ISI………………………………………………………………………….

 

iv

DAFTAR LAMPIRAN ………………………..……………………………………..

 

v

BAB I

KARAKTERISTIK SEKOLAH ……………………………………

 

 

BAB II

MISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH…………………………...

 

 

 

Visi Sekolah ………………………………………………………

 

 

 

Misi Sekolah……………………………………………………….

 

 

 

Tujuan Sekolah……………………………………………………

 

 

BAB III

PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN DAN RENCANA PEMBELAJARAN

 

A.   Pengorganisasian Pembelajaran .......................................

 

 

1.      Struktur Kurikulum Merdeka.........................................

 

 

 

a.   Pembelajaran Intrakurikuler……………………………

 

 

 

b.    Proyek Profil Pelajar Pancasila……………………….

 

 

 

2.       Muatan Kurikulum Merdeka ........................................

 

 

 

a.    Muatan intrakurikuler………………………………………

 

 

 

b.    Muatan proyek profil pelajar Pancasila…………………

 

 

 

c.     Muatan Ekstra kurikuler…………………………………

 

 

 

3.      Penilaian Kurikulum Merdeka.......................................

 

 

 

a.    Penilaian Muatan intrakurikuler…………………………

 

 

 

b.    Penilaian Muatan proyek profil pelajar Pncasila………

 

 

 

c.     Penilaian Muatan Ekstra kurikuler………………………

 

 

 

4.      Beban Belajar Kurikulum Merdeka...............................

 

 

 

5.      Kriteria Kenaikan Kelas………………………………….

 

 

 

6.      Kriteria Kelulusan…………………………………………

 

 

 

7.      Literasi dan Numerasi……………………………………

 

 

 

8.      Bimbingan Konseling……………………………………

 

 

 

9.      Pendidikan Inklusi………………………………………

 

 

 

B   Perencana Pembelajaran ...................................................

 

 

 

C.  Program Prioritas ……………………………………………

 

 

 

D. Pendampingan, pengembangan professional dan Evaluasi 

 

 

 

E. Kalender…………………………………………………………

 

 

BAB IV

PENUTUP...............................................................................

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA .................................................................

 

 

LAMPIRAN     ..................................................................................................

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

KARAKTERISTIK SEKOLAH

 

Kurikulum Operasional SMPN 2 Slahung disusun sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Kurikulum Operasional Sekolah (KOS) ini dikembangkan dengan mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP) yang sudah disusun secara Nasional kemudian diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran berdasar Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang sudah disusun. Penyusunan Kurikulum Operasional SMPN 2 Slahung ini mengakomodir kebutuhan para pelajar mengembangkan kemampuan ketrampilan abad 21 yang meliputi integrasi PPK, literasi, 4C (Creative, Critical thinking, communicative, dan Collaborative), dan HOTS (Higher Order Thinking Skill).

Berdasarkan analisis konteks yang dilakukan, SMPN 2 Slahung sebagai satuan pendidikan yang diminati mayoritas penduduk di desa sekitar, dengan potensi wilayah/letak yang strategis di pinggir jalan jalur nasional, memiliki beberapa kekuatan diantaranya: 1) input peserta didik berasal dari keluarga yang peduli terhadap kepentingan pendidikan; 2) lingkungan Sekola Dasar yang mengelilingi medan sekolah, meskipun medan lereng gunung, ngarai dan jurang di pinggiran kota, namun memudahkan sekolah untuk melakukan koordinasi dan komunikasi; 3) kultur masyarakat Ponorogo yang bernuansa tradisional Jawa; 4) sarana pendukung alam, sebagai modal layanan proses pembelajaran yang memadai; 5) merupakan salah satu sekolah rujukan yang terletak di ujung Kota perbatasan dengan lingkungan yang asri dan rindang; dan  6) letak sekolah  sangat strategis karena akses yang mudah.

Selain kekuatan/ kelebihan sebagaimana tersebut di atas, SMPN 2 Slahung juga mempunyai beberapa kelemahan yaitu: 1) sarana pendukung untuk pengembangan potensi/skill yang terbatas (tidak memiliki lapangan olahraga yang kurang sesuai standar SNP); dan 2) laboratorium IPA yang kurang representatif; namun hal tersebut tidak mengurangi semangat warga sekolah dalam belajar. Hal ini dibuktikan dengan prestasi yang pernah diperoleh baik itu akademik maupun non-akademik.

Masyarakat di sekitar SMPN 2 Slahung sebagian kecil adalah pegawai  pemerintahan, pegawai swasta dan sebagian lain adalah pedagang, petani, pekebun, peladang serta wiraswasta, bahkan banyak juga yang masyarakatnya adalah merantau hingga di luar negeri sebagai tenaga kerja.  Sebagai sekolah yang berada pada lingkungan pedesaan dan input peserta didik yang mayoritas dari dalam desa, serta kondisi desa yang begitu luas dengan  tidak memiliki sumber daya alam yang luas pula, maka profil pelajar yang dihasilkan adalah pelajar yang memiliki potensi mengkreasi ide dan keterampilan untuk mewujudkan daerahnya menjadi destinasi wisata wirausaha dengan tetap bersifat edukatif.  Wisata wirausaha tersebut diantaranya adalah memanfaatkan lingkungan dan sekolah dan dengan taman buatan destinatif. Dalam rangka meningkatkan potensi tersebut, SMPN 2 Slahung mengadakan kerjasama dengan dunia usaha dan Sumber daya alam/lingkungan lain seperti yang ada di Kota.

Pemberian  layanan kebutuhan dan tuntutan masa depan peserta didik yang bertujuan menciptakan insan yang memiliki kemampuan daya saing di era generasi 4.0, dengan tetap menjunjung tinggi nilai luhur bangsa yang tersirat dalam sila-sila Pancasila serta mengembangkan cinta budaya daerah dan bangsa, maka SMPN 2 Slahung menyusun Kurikulum Operasional sesuai dengan karakteristik peserta didik dan budaya lokal daerah setempat.

Peserta didik SMPN 2 Slahung diharapkan mempunyai life skill yang berguna dan  mampu mengaplikasikannya dalam masyarakat dan dunia Pendidikan. Sehingga harapan dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk mencetak generasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan jaman akan terwujud. Salah satu upaya untuk mencapai harapan tersebut dilakukan melalui kreasi budaya literasi pada peserta didik. Pada dasarnya gerakan literasi nasional yang dicanangkan pemerintah kini tengah dilaksanakan di berbagai sektor kehidupan. Gerakan literasi tidak sebatas gerakan membaca dan menulis saja, tetap terkait erat dengan gerakan bersama dalam memahami informasi dan ilmu pengetahuan secara komprehensif sehingga setiap orang bisa memiliki pemahaman analitis dan kritis yang baik. Literasi dalam memahami informasi dan ilmu pengetahuan dapat meningkatkan derajat hidup dan kesejahteraan seseorang. Literasi bersifat kompleks dan komprehensif karena menjadi kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seseorang dalam konteks kehidupannya. Untuk itu, Pendidikan literasi dalam ruang keluarga, sekolah, masyarakat, dan berbangsa-bernegara menjadi hal penting yang harus ditumbuhkan dan dibudayakan. Dengan berkembangnya wawasan literasi  memperkaya wacana Pendidikan literasi itu sendiri dalam membangun budaya belajar, profesionalisme pendidik, dan budaya kewirausahaan untuk mewujudkan marwah bangsa.

Memahami konsep pemikiran literasi, maka peserta didik minimal mampu menghasilkan salah satu karya yang mencerminkan profil pelajar Pancasila yang bernalar kritis dan berkebhinekaan global. Capaian pembelajaran yang diharapkan adalah terciptanya profil pelajar yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhak mulia, yang mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong dan berkebhinekaan global.

Secara yuridis, Kurikulum Operasional SMPN 2 Slahung disusun dengan mengacu pada peraturan perundangan terkait pendidikan yang berlaku baik itu dari pusat ataupun dari daerah. Sedangkan secara pedagogis, kurikulum Operasional SMPN 2 Slahung mengacu pada kemampuan guru sebagai tenaga professional dalam pembelajaran dan penilaian.

Peningkatan profesionalisme guru, dilakukan dalam bentuk pelatihan bersifat praktik secara berkesinambungan. Hal tersebut merupakan komitmen untuk menjadi professional dalam layanan pada peserta didik.

Dengan mengambil salah satu nilai pendidikan dari Ki Hajar Dewantara yaitu 3N: NITENI (mengamati dengan teliti), NIROKKE (mencoba dengan cara meniru), NAMBAHI (mengembangkan dari yang sudah ditiru/yang sudah ada), dan dengan mempertimbangkan tuntutan di era 4.0, maka ditambahlah N yang keempat yaitu NGGAWE (mencipta/ membuat/ menghasilkan/ menemukan hal baru). 4N tersebut merupakan ciri khas pembelajaran yang akan dilakukan oleh peserta didik bersama guru  di SMPN 2 Slahung.

Hal lain, dari perspektif pedagogis, yang dijadikan pertimbangan adalah Undang- Undang Guru dan Dosen yang menyebutkan bahwa guru memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat. Dari landasan pedagogis dalam konteks merdeka belajar, proses belajar di SMP Model 6 berorientasi pada peserta didik dan bentuknya beragam, Pembelajaran sebagai aktivitas tim yang bersifat kolaboratif.

Dasar hukum terbaru Kepmendikbudristek No. 56 Tahun 2022 Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran (Kurikulum Merdeka) sebagai penyempurna kurikulum sebelumnya. Surat Keputusan Menteri ini menetapkan keputusan-keputusan, yaitu

1.    Satuan Pendidikan perlu mengembangkan kurikulum dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.

2.    Pengembangan Kurikulum mengacu pada 3 rujukan yaitu Kurikulum 2013, Kurikulum 2013 yang disederhanakan dan Kurikulum Merdeka

3.    Kurikulum mengacu pada SNP untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional

4.    Kurikulum 2013 dilaksanakan sesuai perundangan-undangan

5.    Kurikulum 2013 yang disederhanakan ditetapkan oleh pimpinan unit utama yang membidangi kurikulum, Asesmen, dan perbukuan.

6.    Kurikulum Merdeka diatur di lampiran SK Mendikbudristek.

7.    Pemenuhan beban kerja dan penataan Linieritas guru bersertifikat dalam implementasi kurikulum 2013 dan kurikulum 2013 yang disederhanakan dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan.

8.    Pemenuhan beban kerja dan penataan Linieritas guru bersertifikat dalam implementasi kurikulum merdeka diatur di lampiran II SK Mendikbudristek

9.    Peserta program sekolah penggerak menggunakan kurikulum merdeka dan pemenuhan beban kerja dan Linieritas sesuai kedua  lampiran SK Mendikbudristek.

10. Kurikulum 2013 yang disederhanakan dapat diberlakukan mulai kelas 1 sd kelas XII

11. Kurikulum Merdeka dilaksanakan secara bertahap dengan ketentuan sebagai berikut:

ahun ke-1 : Umur 5 & 6, kelas 1, 4, 7, dan 10

Tahun ke-2 : Umur 4 sd 6 tahun, kelas 1, 2, 4, 5, 7, 8, 10, dan 11.

Tahun ke-3 : Umur 3 sd 6, dan kelas 1 sd kelas 12.

12. Pelaksanaan Kurikulum menggunakan buku teks utama yang ditetapkan oleh pusbuk

13. Kurikulum Merdeka mulai berlaku pada tahun pelajaran 2022/2023

14. Keputusan ini mencabut 2 aturan, yaitu

15. SK Mendikbud No. 719/P/2020 tentang pedoman pelaksanaan kurikulum pada suatu

pendidikan dalam kondisi khusus

16. Ketentuan kurikulum dan beban kerja dan Linieritas pada program sekolah penggerak dan program SMK Pusat Keunggulan.

 

Pembelajaran di SMPN 2 Slahung yang terintegrasi dengan Profil Pelajar Pancasila secara umum bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik yang yang bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bernalar kritis, bergotong royong dan kreatif, inovatif yang mampu mengkreasikan ide/ gagasan  berdasarkan kekhasan daerah yang tetap berakar pada budaya bangsa.


BAB II

VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH

 

a.      Visi

Kurikulum Operasional Sekolah disusun oleh Satuan Pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di sekolah. Sekolah sebagai unit penyelenggara pendidikan juga harus memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan diantaranya adalah:perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, globalisasi yang memungkinkan sangat cepatnya arus perubahan dan mobilitas antar dan lintas sektor serta tempat, era informasi, pengaruh globalisasi terhadap perubahan perilaku dan moral manusia, berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan, era perdagangan bebas

Tantangan dan peluang itu harus direspon oleh SMPN 2 Slahung, sehingga visi sekolah diharapkan sesuai dengan arah perkembangan tersebut. Visi tidak lain merupakan cita-cita moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang. Adapun visi SMPN 2 Slahung adalah BANGGA, yaitu: “Berbudaya, Agamis, Nasionalis, Unggul, Antusias”

Dengan Indikator:

1.         Terwujudnya insan yang berbudaya,  berbudi pekerti luhur, memiliki sikap dan perilaku  ramah terhadap lingkungan

2.         Memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

3.         Memiliki jiwa nasionalis (jiwa kebangsaan, bela negara, cinta tanah air

4.         Memiliki keunggulan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, berprestasi, baik  individu maupun kelompok.

5.         Memiliki semangat yang bersifat progresif (bergerak menuju kemajuan),  lulusan berkualitas,  berdaya saing nasional dan internasional.

 

b.     Misi

Berdasarkan visi yang telah dirumuskan, untuk mewujudkannya diperlukan suatu misi berupa kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan. Adapun Misi yang dirumuskan berdasar visi adalah sebagai berikut:

1.    Mewujudkan perilaku Berbudaya, Agamis, Nasionalis, Unggul, Antusias

2.    Mengembangkan program Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif dan Menyenangkan

3.    Melaksanakan pengembangan kompetensi lulusan

4.    Meningkatkan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan

5.    Menciptakan lingkungan sekolah yang Hijau, Elok, Bersih, Asri, Tertib

6.    Menjalin hubungan yang harmonis dan sinergis antara warga sekolah , masyarakat, instansi lain dan  pemerintah

7.    Melaksanakan program Pendidikan Anti Korupsi

8.    Memberikan pelayanan sekolah Ramah Anak

9.    Menerapakan sekolah aman bencana.

 

Jika di deskripsikan maka misi SMPN 2 Slahung berusaha mampu untuk mewujudkan harapan besar mendatang dengan menciptakan profil pelajar yang berakhlak mulia dan rajin beribadah, menciptakan pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan berkarakter yang mampu memfasilitasi pelajar sesuai bakat dan minatnya, meningkatkan manajemen satuan pendidikan yang adaftif, berkarakter, dan menjamin mutu, menciptakan lingkungan sekolah sebagai tempat perkembangan intelektual, sosial, emosional, ketrampilan, dan pengembangan budaya lokal dalam kebhinekaan global, menciptakan profil pelajar yang berakhak mulia, mandiri, bernalar kritis dan kreatif sehingga mampu mengatasi ide dan keterampilan yang inovatif, menjamin hak belajar setiap anak tanpa terkecuali termasuk anak yang berkebutuhan khusus (inklusi) dalam proses pembelajaran yang menjunjung tinggi nilai gotong-royong, menciptakan partisipasi aktif orang tua dan masyarakat dalam keberagaman yang mewadahi kreatifitas pelajar yang berjiwa kompetitif.

 

c.      Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai SMPN 2 Slahung dalam implementasi visi dan misi sekolah telah ditetapkan adalah sebagai berikut:

1)  Tujuan Jangka Pendek (1 tahun)

a)     Menanamkan kreativitas budaya belajar, budaya senyum salam sapa sopan dan santun serta ramah lingkungan baik secara lisan, tulisan maupun sikap perbuatan yang berakar dari kearifan budaya lokal.

b)     Membentuk peserta didik yang beriman dan bertaqwa serta berakhlak mulia tercermin dalam kehidupann sehari-hari di dalam dan luar sekolah.

c)      Menyelenggarakan proses pembelajaran yang memacu peserta didik bernalar kritis, kreatif dan inovatif dalam mengembangkan ide dan gagasan.

d)     Mengoptimalkan sarana prasarana sekolah yang menunjang peseta didik dalam mengkreasikan ide/gagasan yang berakar pada nilai budaya lokal.

e)     Menciptakan peserta didik yang mampu bernalar kritis dalam pelaksanaan kegiatan berbasis proyek yang mengedepankan jiwa kegotong-royongan

f)       Mencanangkan pilot project 3 unit produksi catur wulan dalam program penguatan profil pelajar Pancasila yaitu:

(1)    Project produksi keterampilan batik sibori dan atau ecoprint (lifeskill) bertujuan awal untuk menunjang program”seragam sehari berbusana muslim batik kita” dan RTL marketing commerciality

(2)    Project produksi makanan ringan tradisional yakni Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) atau Pendekatan Pengembangan Sekolah Berbasis Aset (PPSBA) merupakan suatu pengembangan yang berfokus pada kekuatan atau potensi yang dimiliki oleh sekolah pemanfaatan potensi lingkungan sekitar (life skill)

(3)    Project program tahlil dan yasinan  bertujuan  meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada TYME, meyakini dan mengamalkan aqidah dan syariah Islam, serta menjadikan murid bisa berkontribusi berani tampil menjadi pemimpin masyarakat.

 

2)  Tujuan Jangka Panjang (4 tahun )

       i.       Merancang pembelajaran yang mengedepankan ciri khas sekolah dan daerah dalam nuansa kebhinekaan global yang harmonis;

      ii.      Membentuk peserta didik yang memiliki kemampuan daya saing, berkarakter, berprestasi dan memiliki pribadi yang beriman, rajin dan taat beribadah serta saling menghargai perbedaan dan mencintai lingkungan dan bangsanya;

     iii.      Menghasilkan lulusan yang mampu mengimplementasikan Profil Pelajar Pancasila dalam kehidupan nyata;

     iv.      Menjadi pemimpin bagi diri dan temannya untuk menjadi pribadi yang bernalar kritis, tangguh, percaya diri dan bangga dalam kegotong - royongan.

      v.       Menguasai kecakapan dalam berkomunikasi sosial dan berjiwa kompetitif, kreatif dan mandiri yang tetap menjunjung budaya lokal

     vi.      Mempunyai life skill yang mampu berdapatasi dengan perkembangan jaman.

    vii.       Mampu mengkreasikan ide/ gagasan yang dituangkan dalam tindakan atau karya yang berakar dari budaya lokal dalam kebhinekaan global

   viii.       Mempunyai karakter yang sopan, santun dan dan mandiri, kreatif yang mampu bersaing sesuai perkembangan jaman.

     ix.      Menjadikan sekolah sebagai tempat untuk mengembangkan proses perkembangan intelektual, emosional, sosial, ketrampilan dan tumbuh kembang peserta didik sesuai tingkat kemampuan dan kondisi masing masing peserta didik yang mengedepankan nilai gotong royong.

      x.       Menjadikan masyarakat dan orang tua sebagai mitra bersama dalam menjalankan penyelenggaraan pendidikan sekolah.


BAB III

 

PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN DAN RENCANA PEMBELAJARAN

 

A.     PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN

1.      STRUKTUR KURIKULUM MERDEKA

Struktur Kurikulum pada pendidikan di SMPN 2 Slahung dibagi menjadi 2 (dua) kegiatan utama, dan 1 (satu) kegiatan tambahan berupa Ekstrakurikuler.

Kegiatan utama meliputi :

1. Pembelajaran intrakurikuler; dan

2. Projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Kegiatan pembelajaran intrakurikuler untuk setiap mata pelajaran mengacu pada capaian pembelajaran. Kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila ditujukan untuk  memperkuat upaya pencapaian profil pelajar Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan. Beban belajar untuk setiap muatan atau mata pelajaran dalam Jam Pelajaran (JP) per tahun. Sekolah mengatur alokasi waktu setiap minggunya secara fleksibel dalam 1(satu) tahun ajaran. Sekolah menambahkan muatan lokal pelajaran bahasa Jawa yang ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan karakteristik daerah dan mengacu pada peraturan gubernur. Muatan lokal bahasa Jawa merupakan mata pelajaran yang berdiri sendiri.

Projek penguatan profil pelajar Pancasila dialokasikan sekitar 25% (dua puluh lima persen) total JP per tahun. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, baik secara muatan maupun secara waktu pelaksanaan. Secara muatan, kegiatan projek mengacu pada capaian profil pelajar Pancasila sesuai dengan fase peserta didik, yaitu fase D dan tidak dikaitkan dengan capaian pembelajaran pada mata pelajaran. Secara pengelolaan waktu, projek dilaksanakan dengan menjumlah alokasi jam pelajaran projek dari semua mata pelajaran dengan jumlah total waktu pelaksanaan masing-masing projek disesuaikan dengan kegiatan tema, topik dan kegiatan projek.

Kurikulum di SMPN 2 Slahung dikembangkan dengan memperhatikan empat ranah yaitu sosial-emosional, intelektual, ketrampilan, dan perilaku dengan kompetensi spiritual sebagai payungnya, Pelaksanaan proses pembelajaran dilaksanakan dalam dua macam bentuk kegiatan, yaitu pembelajaran regular dan blok. Pembelajaran regular adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan dikelas secara rutin sedangkan sistem blok dilaksanakan sesuai event tertentu pada kegiatan projeknya. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dalam waktu 6 hari masuk sekolah.

Muatan kurikulum, sesuai struktur kurikululum memuat beberapa komponen antara lain muatan pembelajaran intrakurikuler, proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila dan ekstrakurikuler.

a.     Pembelajaran Intrakurikuler

Kegiatan pembelajaran intrakurikuler dirancang agar anak dapat mencapai kemampuan yang tertuang di dalam capaian pembelajaran. Intrakurikuler dituangkan dalam bentuk mata pembelajaran yang ditempuh peserta didik. Adapun mata pelajaran yang diselenggarakan SMP Negeri 2 Slahung adalah Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (PABP), Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa Inggris, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Informatika, Mapel Pilihan (Seni Budaya dan Prakarya) serta Mata Pelajaran muatan lokal (Bahasa Daerah).

Muatan lokal merupakan bahan kajian pada satuan pendidikan yang berisi muatan dan proses pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal yang dimaksud untuk membentuk pemahaman peserta didik terhadap potensi di daerah tempat tinggalnya. Muatan lokal di SMP Negeri 2 Slahung sesuai dengan peraturan Gubernur adalah Bahasa Jawa.

Strategi pelaksanaan pembelajaran Bahasa Jawa sesuai dengan peraturan Gubernur Jawa Timur yaitu 2 jam pelajaran per minggu dengan berbasis pada budaya, tata nilai, dan kearifan lokal yang berkembang di lingkungan masyarakat untuk menciptakan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Pembelajaran bahasa daerah di ajarkan dengan memperhatikan aspek pragmatik, atraktif, rekreatif, dan komunikatif. Pembelajaran bahasa Jawa diarahkan supaya peserta didik memiliki kemampuan dan keterampilan berkomunikasi menggunakan bahasa tersebut dengan baik dan benar, secara lisan maupun tulisan serta menumbuhkembangkan apresiasi terhadap hasil karya sastra dan budaya daerah.

Pembelajaran di SMP Negeri 2 Slahung menekankan pada pembelajaran berbasis literasi dan numerasi.  Dalam pembelajaran berbasis literasi numerasi ini peserta didik diharapkan mampu untuk mengkreasikan ide/gagasan untuk memperoleh sebuah karya. Pada akhirnya karya ini akan didokumentasikan dalam berbagai bentuk contohnya buku, artikel, atau publikasi digital.  di era teknologi ini menuntut peserta didik untuk menguasai beragam informasi dan materi pengetahuan. Oleh karena itu, kecakapan membaca tentu berperan penting. Kecakapan membaca mencakup kemampuan memahami makna yang tersurat dan tersirat dari kalimat, paragraf, dan keseluruhan teks sebagai satu kesatuan. Hal itu menunjukkan bahwa membaca adalah proses yang kompleks dan menantang. Oleh karena itu, peserta didik di SMP perlu menguasai strategi untuk meningkatkan keterampilan membaca di semua mata pelajaran untuk memahami materi pembelajaran.

 

Selain literasi SMP Negeri 2 Slahung juga menekankan pembelajaran pada Numerasi, disebut juga literasi numerasi dan literasi matematika, dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengaplikasikan konsep dan keterampilan matematika untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai ragam konteks kehidupan sehari- hari, misalnya, di rumah, pekerjaan, dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat dan sebagai warga negara. Selain itu, numerasi juga termasuk kemampuan untuk menganalisis dan menginterpretasi informasi kuantitatif yang terdapat di sekeliling kita yang ditampilkan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, dan sebagainya.) lalu menggunakan interpretasi hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan.

Numerasi merupakan kunci bagi peserta didik untuk mengakses dan memahami dunia dan membekali peserta didik dengan kesadaran dan pemahaman tentang peran penting matematika di dunia modern. Penekanan pada aplikasi dari matematika yang berhubungan dengan kehidupan memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dan kepercayaan diri untuk berpikir secara numerik, spasial, dan data untuk menafsirkan dan menganalisis secara kritis situasi sehari-hari dan untuk memecahkan masalah.

Dengan program pembelajaran numeratif diharapkan peserta didik SMP Negeri 2 Slahung menjadi numerat, yaitu memiliki keterampilan numerasi yang baik, melibatkan lebih dari sekadar menguasai matematika dasar saja, tetapi dapat menghubungkan matematika yang dipelajari di sekolah dengan situasi di luar sekolah yang juga membutuhkan pemecahan masalah dan penilaian kritis dalam non matematika.

 

Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran berbasis literasi ini tetap harus mengimplementasikan model dan sintak pembelajaran yang sudah ada diantaranya Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning(PJBL), Discovery Learning, Inquiry Based Learning, dan model pembelajaran lain yang relevan.Adapun muatan kurikulum dan beban belajar pada kegiatan intrakurikuler diuraikan pada tabel 1.

Tabel 3.1.a :Struktur Kurikulum dan Beban Belajar SMP Negeri 2 Slahung

 

 

 

NO.

 

 

MATA PELAJARAN

 

KEGIATAN REGULER

PROJECT PENGUATAN PROFIL

PANCASILA

 

TOTAL JP PER TAHUN

PER

TAHUN

PER

MGG

PER

TAHUN

PER

MGG

1

Pendidikan Agama dan

Budi Pekerti (PABP)

72

2 JP

36

1 JP

108

2

Pendidikan Pancasila

72

2 JP

36

1 JP

108

3

Bahasa Indonesia

180

5 JP

36

1 JP

216

4

Matematika

144

4 JP

36

1 JP

180

5

IPA

144

4 JP

36

1 JP

180

6

IPS

108

3 JP

36

1 JP

144

7

Bahasa Inggris

108

3 JP

36

1 JP

144

8

PJOK

72

2 JP

36

1 JP

108

9

Informatika

72

2 JP

36

1 JP

108

10

Mapel Pilihan (Seni Budaya dan Prakarya)

72

2 JP

36

1 JP

108

11

Mulok (Bahasa Jawa)

72

2 JP

36

 

72

12

BTQ/Tahfidzul Quran

*

*

-

-

-

 

JUMLAH

1.116 JP

31 JP

396 JP

10 JP

1.512 JP

 

Keterangan : * Setara dengan 2 Jam Pelajaran dengan penilaian berupa deskripsi yang terlampir dalam rapor.

 

b.     Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila prjek di SMPN 2 Slahung merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler. Kegitan projek ini dilakukan secara kelompok dengan pendampingan oleh tim yang terdiri dari koordinator dan fasilitator.

Pelaksanaan kegiatan proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMPN 2 Slahung dilaksanakan pada 3 periode waktu yang diatur oleh tim berkoordinasi dengan kepala satuan pendidikan. Peserta didik harus menyelesaikan  3 projek dengan 3 tema yang berbeda dalam satu tahun, dengan pelaksanaan 1 tema setiap 4 bulan (caturwulan) dengan alokasi waktu menyesuaikan rancangan projek. Tema yang diambil mengacu pada Profil Pelajar Pancasila dan penentuan pemilihan tema ditentukan oleh Team yang dibentuk oleh sekolah. Masing-masing tema minimal mencantumkan 2 dimensi dari Profil Pelajar Pancasila. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam penilaian. Perencanaan , pelaksanaan, pendampingan  dan penilaian projek dilakukan oleh koordinator dan fasilitator yang merupakan kolaborasi antara guru beberapa mata pelajaran. Dalam pelaksanaan dan  pendampingan tim akan berkolaborasi dengan orang tua  baik secara langsung maupun tidak langsung, maupun dengan pihak ke 3 yang sesuai dengan tema tersebut,  Pihak sekolah mengadakan pemantauan terkait kegiatan proyek  yang dilakukan melalui Koordinator yang ditunjuk sekolah.

Prinsip Proyek Profil Pelajar Pancasila adalah 1) Berpikir Terbuka; Satuan pendidikan diharapkan dapat menghidupkan budaya senang menerima masukan, terbuka terhadap perbedaan, serta berkomitmen terhadap setiap upaya perbaikan untuk perubahan ke arah yang lebih baik; 2) Senang mempelajari hal baru; Kemampuan memelihara rasa ingin tahu dan menemukan kepuasan saat menemukan hal baru adalah bagian dari budaya yang perlu dihidupkan di lingkungan SMP Negeri 2 Slahung. Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang merupakan program projek akan berjalan secara optimal jika setiap individu memiliki kesenangan untuk mempelajari hal baru dan mengembangkan diri secara terus-menerus. Harapannya, kegiatan projek ini pada akhirnya dapat membantu tercapainya karakter pelajar sepanjang hayat pada setiap individu yang terlibat di dalamnya. 3) Kolaboratif ; Kegiatan pembelajaran berbasis projek yang dinamis membutuhkan lingkar sosial yang mendukung dalam pelaksanaannya. Dalam hal ini budaya kolaboratif menjadi hal yang penting untuk dibangun dibandingkan dengan budaya kompetitif. Diharapkan budaya kolaboratif dapat mendorong semangat senang bekerja sama, saling mengapresiasi, dan saling memberikan dukungan satu sama lain. Lebih jauh, upaya kolaboratif juga perlu dilakukan antar berbagai elemen kunci dalam tri sentra pendidikan (keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat) sehingga pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila akan berlangsung secara menyeluruh dan optimal.

Alur /tahapan pembuatan projek di sekolah tahap awal (baru Klas VII yang menggunakan Kurikulum Merdeka) adalah sebagai berikut: 1) Penentuan tema proyek Profil Pelajar Pancasila ditentukan oleh sekolah melaui tim projek, ; 2) Pemberian opsi tema, sekolah menelaah isu yang sama untuk semua kelas  3) Penentuan topik ditentukan oleh sekolah; 4) Capaian projek mengacu  pada sub elemen sesuai dengan fase D ; 5) Fasilitator melakukan pendampingan dan penilaian untuk dilaporkan ke koordinator. Berikut adalah Kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang dirancang SMPN 2 Slahung.

SMP Negeri 2 Slahung mengatur jadwal belajar yang membuka ruang untuk kolaborasi mengajar antara pendidik dari mata pelajaran yang berbeda dalam menangani Proyek Profil pelajar Pancasila. Ada tiga cara menentukan alokasi waktu.

(1)           Menentukan satu atau 2  hari dalam seminggu untuk pelaksanaan projek (misalnya hari  jumat dan Sabtu). Seluruh jam belajar pada hari itu digunakan untuk projek.

(2)           Mengalokasikan 1—2 jam pelajaran di akhir hari khusus untuk mengerjakan projek. Bisa digunakan untuk eksplorasi di sekitar satuan pendidikan sebelum peserta didik pulang.

(3)           Mengumpulkan dan memadatkan pelaksanaan tema dalam satu periode waktu (misalnya 2 minggu atau 1 bulan), di mana semua pendidik berkolaborasi mengajar projek setiap hari selama durasi waktu yang ditentukan.

 

SMP Negeri 2 Slahung mengatur jadwal belajar dengan menggunakan pilihan (1) yaitu menentukan  dua  hari dalam seminggu untuk pelaksanaan proyek. Seluruh jam belajar pada hari itu digunakan untuk proyek. Jadwal seperti pada tabel berikut :

 

Tabel 3.b.1 : Model Alokasi Waktu Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SMP Negeri 2 Slahung

Hari dan jadwal kegiatan

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

 

 

 

 

 

Pelaksanaan

Projek

Penguatan

Profil Pelajar

Pancasila

intra-

intra-

intra-

intra-

intra-

kurikuler, Pelaksanaan  P-5

 

kurikuler

kurikuler

kurikuler

kurikuler

dan ekstra-

dan ekstra-

dan ekstra-

dan ekstra-

kurikuler

kurikuler

kurikuler

kurikuler

 

SMP Negeri 2 Slahung menentukan program Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan mempertimbangkan pengembangan komunitas berbasis aset yang dimiliki baik dari segi sarana, sumber dana, sumber daya, dan pengembangan visi misi sekolah yang diperkuat dengan school branding yang ditetapkan. Pengembangan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini tidak lepas dari pengembangan bakat siswa sesuai semangat school branding “BANGGA” (Berbudaya, Agamis, Nasionalis, Unggul dan Antusias) Berikut adalah Kegiatan Proyek Profil Pelajar Pancasila yang dirancang SMP Negeri 2 Slahung.


 

Tabel 3.b.2 : Program Proyek Profil Penguatan Pelajar Pancasila SMP Negeri 2 Slahung

 

 

 

No

 

 

Tema

 

Bentuk Kegiatan

 

Dimens PPP

 

Sub-Elemen/ Sub-Sub-Elemen

 

 

Target Capaian

Mapel Terintegrasi

 

 

Waktu

7A

7B

 

1.

Kewira

usahaan

Unjuk Karya membuat batik sibori dan  ecoprint

Gotong Royong

Kerja sama

Menyelaraskan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar, serta memberi semangat kepada orang lain untuk bekerja efektif dan mencapai tujuan

bersama

PPKn, PJOK,

Matematika, Prakarya,BIG,

SB

IPS, IPA,

Pendiikan Agama, Bahasa Jawa, BIN

Setiap hari Jumat dan  Sabtu selama bulan Juli sampai Oktober 2022

Koordinasi sosial

Membagi peran dan menyelaraskan tindakan dalam kelompok serta menjaga tindakan agar selaras untuk mencapai tujuan

bersama.

Kreatif

Menghasilkan gagasan         yang orisinal

Menghubungkan gagasan yang ia miliki dengan informasi atau


 

 

 

No

 

 

Tema

 

Bentuk Kegiatan

 

Dimens PPP

 

Sub-Elemen/ Sub-Sub-Elemen

 

 

Target Capaian

Mapel Terintegrasi

 

 

Waktu

7A

  7B

 

 

 

 

 

 

gagasan baru untuk menghasilkan kombinasi gagasan baru dan imajinatif untuk mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya.

 

 

 

Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal

Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain


 

 

 

No

 

 

Tema

 

Bentuk Kegiatan

 

 Dimensi PPP

 

Sub-Elemen/ Sub-Sub-Elemen

 

 

Target Capaian

Mapel Terintegrasi

 

 

Waktu

7A

7B

 

2

Bangunlah Jiwa dan Raganya

Tahlil , yasinan, dan hadrah

Berkebinekaan Global

mengenal dan menghargai budaya

 

*mengeksplorasi dan

membandingkan

pengetahuan

budaya,

kepercayaan, serta

praktiknya

Memahami dinamika

budaya yang mencakup

pemahaman,

kepercayaan, dan

praktik keseharian

dalam konteks personal

dan sosiali.

 

 

Setiap hari Jumat dan  Sabtu selama bulan November  2022 sampai Februari 2023

Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia

akhlak beragama

Pelaksanaan

Ritual Ibadah

 

.

Melaksanakan ibadah

secara rutin dan mandiri

sesuai dengan tuntunan

agama/kepercayaan,

serta berpartisipasi pada

perayaan hari-hari besar

 

 


 

 

 

No

 

 

Tema

 

Bentuk Kegiatan

 

 Dimensi PPP

 

Sub-Elemen/ Sub-Sub-Elemen

 

 

Target Capaian

Mapel Terintegrasi

 

 

Waktu

7A

7B

 

 

 

 

Berkebhinekaan global

Mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama,

refleksi dan

Memahami dinamika budaya yang mencakup pemahaman, kepercayaan, dan praktik keseharian dalam konteks personal dan sosial.

 

 

 


 

 

 

No

 

 

Tema

 

Bentuk  Kegiatan

 

Dimensi i PPP

 

Sub-Elemen/ Sub-Sub-Elemen

 

 

Target Capaian

Mapel Terintegrasi

 

 

Waktu

7A

7B

 

3

Kewirausahaaan

Pengolahan kripik singkong dan pisang

Kreatif

Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.

Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampaknya bagi

orang lain

PPKn,

Bahasa Indonesi a, Matemati

-ka, Prakarya Bahasa Inggris,

IPS, IPA,

Pendi- dikan Agama, Bahasa Jawa, Seni Budaya PJOK,

Setiap hari Jumat dan  Sabtu selama bulan Maret sampai Juni 2023

 

 

 

Gotong Royong

Koordinasi Sosial

Membagi peran dan menyelaraskan tindakan dalam kelompok serta menjaga tindakan agar selaras untuk mencapai tujuan

bersama.

 

 


 

 

 

No

 

 

Tema

 

Bentuk  Kegiatan

 

Dimensi  PPP

 

Sub-Elemen/ Sub-Sub-Elemen

 

 

Target Capaian

Mapel Terintegrasi

 

 

Waktu

7A

7B

 

 

 

Mandiri

Percaya diri, tangguh (resilient), dan adaptif

Membuat rencana baru dengan mengadaptasi, dan memodifikasi strategi yang sudah dibuat ketika upaya sebelumnya tidak berhasil, serta menjalankan kembali tugasnya dengan

keyakinan baru.

 

 

 


     Pembagian Peran Proyek Penguatan Profil pelajar Pancasila Satuan Pendidikan sebagai berikut : (1) Menyiapkan sistem dari perencanaan hingga evaluasi dan refleksi projek di skala satuan pendidikan, termasuk sistem pendokumentasian projek. Sistem ini juga dapat digunakan sebagai portofolio satuan pendidikan.;(2) Membuka pintu kolaborasi dengan narasumber untuk memperkaya materi projek: masyarakat, komunitas, universitas, praktisi. Satuan pendidikan dapat mengidentifikasi orang tua yang potensial sebagai narasumber dari daftar pekerjaan orang tua atau narasumber ahli di lingkungan sekitar satuan pendidikan; (3) Mengomunikasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila kepada warga satuan pendidikan, orang tua peserta didik, dan mitra (narasumber dan organisasi terkait); (4) Memastikan beban kerja pendidik tetap dipertahankan (tidak dikurangi) sehingga alokasi waktu 1 mata pelajaran “terbagi” 2, intrakurikuler dan projek (projek penguatan Profil Pelajar Pancasila); (5) Melibatkan pendidik bimbingan dan konseling atau mentor untuk memfasilitasi proses berjalannya projek dengan memberikan dukungan baik dalam bidang akademis maupun kebutuhan emosional peserta didik; (6) Menyediakan kebutuhan sumber daya serta dana yang diperlukan untuk kelangsungan projek.

       Koordinator Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Tugas koordinator proyek Profil Pelajar Pancasila adalah sebagai berikut:  (1) Koordinator bisa dari wakil kepala satuan pendidikan atau pendidik yang memiliki pengalaman dan mengembangkan dan mengelola projek; (2) Mengembangkan kemampuan kepemimpinan dalam mengelola projek di satuan pendidikan; (3) Mengelola sistem yang dibutuhkan tim pendidik/fasilitator dan peserta didik untuk menyelesaikan projek dengan sukses, dengan dukungan dan kolaborasi dari koordinator dan tim kepemimpinan satuan pendidikan; (4) Memastikan kolaborasi pengajaran terjadi di antara para pendidik dari berbagai mata pelajaran; (4) Memastikan asesmen yang diberikan sesuai dengan kriteria kesuksesan yang sudah ditetapkan.

Tugas sebagaimana dimaksud di atas dibuktikan dengan: (1) Surat tugas sebagai koordinator projek penguatan profil pelajar Pancasila dari kepala sekolah; (2) Program dan jadwal kegiatan koordinator projek penguatan profil pelajar Pancasila yang ditandatangani oleh kepala satuan pendidikan; (3) Laporan hasil kegiatan koordinator projek penguatan profil pelajar Pancasila yang ditandatangani oleh kepala pendidikan                       

  Adapun Tugas Guru Mata Pelajaran atau fasilitator adalah sebagai berikut : (1) Memperhatikan kebutuhan dan minat belajar setiap peserta didik agar dapat memberikan stimulan atau tantangan yang berbeda (diferensiasi) bagi setiap peserta didik, sesuai dengan gaya belajar, daya imajinasi, kreasi dan inovasi, serta perminatan terhadap tema projek; (2) Mengumpulkan kebutuhan sumber belajar yang dibutuhkan oleh peserta didik secara proporsional (contoh dalam tahapan belajarnya, peserta didik perlu dibantu dalam penyediaan hal ini: surat kabar, majalah, jurnal, dan sumber-sumber pembelajaran lain yang berhubungan dengan projek,, narasumber yang memperkaya proses pelaksanaan projek. Berkolaborasi dengan seluruh pihak terkait projek (orang tua, mitra, warga satuan pendidikan, dll dalam pencapaian tujuan pembelajaran dari setiap tema projek; (3) Melakukan penilaian dengan mengacu pada standar asesmen yang sudah ditentukan dalam memonitor perkembangan Profil Pelajar Pancasila yang menjadi fokus sasaran; (4) Mengajarkan keterampilan proses inkuiri peserta didik dan mendampingi peserta didik untuk mencari referensi sumber pembelajaran yang dibutuhkan, seperti buku, artikel, tulisan pada surat kabar/majalah, praktisi atau ahli bidang tertentu dan sumber belajar lainnya.

            Alur Perencanaan Proyek Profil Pelajar Pancasila sebagai berikut : Pengenalan ; Mengenali dan membangun kesadaran peserta didik terhadap tema yang sedang dipelajari; Kontekstualisasi ; Menggali permasalahan di lingkungan sekitar yang terkait dengan topik ; Aksi pembahasan. Merumuskan peran yang dapat dilakukan melalui aksi nyata ; Refleksi, Menggenapi proses dengan berbagi karya serta melakukan evaluasi dan refleksi. Tindak lanjut, Komponen Modul Proyek Profil Pelajar Pancasila : Informasi Umum , Identitas penulis modul, Sarana dan prasarana, Target peserta didik, Relevansi tema dan topik projek untuk satuan pendidikan

Komponen Inti

o   Deskripsi singkat projek

o   Dimensi dan subelemen dari Profil Pelajar Pancasila yang berkaitan

o   Tujuan spesifik untuk fase tersebut

o   Alur kegiatan projek secara umum

o   Assessmen

o   Pertanyaan pemantik

o   Pengayaan dan remedial

o   Refleksi peserta didik dan pendidik

c.  Lampiran

o   Lembar kerja peserta didik

o   Bahan bacaan pendidik dan peserta didik

o   Glosarium

o   Daftar pustaka

 

 

 

2.      MUATAN KURIKULUM MERDEKA

a.  MUATAN INTRAKURIKULER

1)  Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP)

a)  Capaian Pembelajaran Umum

Pada akhir Fase D, pada elemen Al-Qur’an Hadis peserta didik memahami definisi Al-Qur’an dan Hadis Nabi dan posisinya sebagai sumber ajaran agama Islam. Peserta didik memahami pentingnya pelestarian alam dan lingkungan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam ajaran islam, mampu menjelaskan pemahamannya tentang sikap moderat dalam beragama serta mampu memahami tingginya semangat keilmuan beberapa intelektual besar Islam. Dalam elemen akidah, peserta didik mendalami enam rukun Iman. Dalam elemen akhlak, peserta didik mendalami peran aktivitas salat sebagai bentuk penjagaan atas diri sendiri dari keburukan, memahami pentingnya verifikasi (tabayyun) informasi sehingga terhindar dari kebohongan dan berita palsu serta memahami definisi toleransi dalam tradisi Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis Nabi. Peserta didik juga mulai mengenal dimensi keindahan dan seni dalam Islam termasuk ekspresi-ekspresinya. Dalam elemen ibadah, peserta didik memahami internalisasi nilai-nilai dalam sujud dan ibadah salat, memahami konsep mu‘āmalah, riba, rukhsah, serta mengenal beberapa mazhab fikih, dan ketentuan mengenai ibadah qurban. Dalam elemen sejarah, peserta didik mampu menghayati penerapan akhlak mulia dari kisah-kisah penting dari Bani Umayyah, Abbasiyyah, Turki Usmani, Syafawi dan Mughal sebagai pengantar untuk memahami alur sejarah masuknya Islam ke Indonesia.

b)  Capaian Pembelajaran per Elemen

(1) Al-Qur’an dan Hadis

Peserta didik memahami definisi Al-Qur’an dan Hadis Nabi dan posisinya sebagai sumber ajaran agama Islam. Peserta didik juga memahami pentingnya pelestarian alam dan lingkungan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam ajaran Islam. Peserta didik juga mampu menjelaskan pemahamannya tentang sikap moderat dalam beragama. Peserta didik juga memahami tingginya semangat keilmuan beberapa intelektual besar Islam.

(2) Aqidah

Peserta didik mendalami enam rukun Iman.

(3) Akhlak

Peserta didik mendalami peran aktivitas salat sebagai bentuk penjagaan atas diri sendiri dari keburukan. Peserta didik juga memahami pentingnya verifikasi (tabayyun) informasi sehingga dia terhindar dari kebohongan dan berita palsu. Peserta didik juga memahami definisi toleransi dalam tradisi Islam berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis-Hadis Nabi. Peserta didik juga mulai mengenal dimensi keindahan dan seni dalam Islam termasuk ekspresi- ekspresinya.

 

(4) Fikih

Peserta didik memahami internalisasi nilai-nilai dalam sujud dan ibadah salat, memahami konsep muʿāmalah, riba, rukhsah, serta mengenal beberapa mazhab fikih, dan ketentuan mengenai ibadah qurban.

(5) Sejarah Peradaban Islam

Peserta didik mampu menghayati penerapan akhlak mulia dari kisah- kisah penting dari Bani Umayyah, Abbasiyyah, Turki Usmani, Syafawi dan Mughal sebagai pengantar untuk memahami alur sejarah masuknya Islam ke Indonesia

 

2)  Pendidikan Pancasila

a)      Capaian Pembelajaran Umum

Pada akhir fase D, peserta didik dapat menjelaskan perubahan budaya seiring waktu dan sesuai konteks, baik dalam skala lokal, regional, dan nasional; menganggap keragaman dan perubahan sebagai suatu kenyataan yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat; memahami pentingnya melestarikan dan menjaga tradisi budaya dan kearifan lokal

untuk mengembangkan identitas pribadi, sosial, dan bangsa Indonesia; berperan aktif menjaga dan melestarikan praktik-praktik kearifan lokal di tengah-tengah masyarakat global. Peserta didik juga dapat menyelaraskan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan kelompok; memberi semangat kepada orang lain untuk bekerja efektif dan mencapai tujuan bersama; mendemonstrasikan kegiatan kelompok yang menunjukkan bahwa anggota kelompok dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing perlu dan dapat saling membantu memenuhi kebutuhan mereka; menanggapi secara memadai terhadap kondisi dan keadaan yang ada di lingkungan sesuai dengan peran dan kebutuhan yang ada di masyarakat; serta mengupayakan memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada orang-orang di masyarakat tempat tinggal yang membutuhkan bantuan. Peserta didik juga mengkaji norma dan aturan, hak dan kewajiban sebagai warga negara yang diatur dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945; menyadari pentingnya mematuhi norma dan aturan, menyeimbangkan hak dan kewajiban; mensintesiskan beberapa pendapat yang berbeda untuk menjadi kesepakatan bersama; menyadari bahwa proses lahirnya kesepakatan harus dilakukan secara demokratis; mensimulasikan musyawarah para pendiri bangsa yang melahirkan Sumpah Pemuda, Pancasila dan, pembukaan UUD Tahun 1945, yang dilangsungkan secara demokratis; memahami tata urutan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia; dan dapat menghubungkan kaitan satu regulasi dengan regulasi turunannya. Peserta didik juga memahami wilayah Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh dan berpartisipasi secara aktif untuk turut serta menjaga kedaulatan wilayah; mengkaji dasar dan alasan mengapa Indonesia memilih negara kesatuan sebagai acuan sikap dan tindakan peserta didik dalam membangun keutuhan NKRI dan kerukunan bangsa; mengidentifikasi peran Indonesia di Asia di masa mendatang dalam bingkai NKRI; serta memahami sistem penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan NKRI sebagai satu kesatuan. Peserta didik juga mengkaji secara kritis implementasi Pancasila dalam kehidupan bernegara dari masa ke masa; menjelaskan secara kronologis sejarah lahirnya Pancasila; memahami fungsi dan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa dan ideologi negara; serta menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kesehariannya sesuai dengan perkembangan dan konteks peserta didik.

 

b)      Capaian Pembelajaran per Elemen

(1)  Pancasila

Peserta didik dapat menjelaskan secara kronologis sejarah lahirnya Pancasila; memahami fungsi dan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa dan ideologi negara; serta mengkaji implementasi Pancasila dalam kehidupan bernegara dari masa ke masa. Peserta didik dapat menyelaraskan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan kelompok; memberi semangat kepada orang lain untuk bekerja efektif dan mencapai tujuan bersama; dan mendemonstrasikan kegiatan kelompok yang menunjukkan bahwa anggota kelompok dengan kelebihan dan kekurangannya masing- masing dapat saling membantu memenuhi kebutuhan mereka. Peserta didik juga dapat mengupayakan memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada orang-orang di masyarakat tempat tinggal yang membutuhkan bantuan; dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kesehariannya sesuai dengan perkembangan dan konteks peserta didik.

 

 

(2)  Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Peserta didik dapat mengkaji norma dan aturan, hak dan kewajiban sebagai warga negara yang diatur dalam UUD NRI Tahun 1945; menyadari pentingnya mematuhi        norma  da aturan; menyeimbangkan hak dan kewajiban; mensintesiskan beberapa pendapat yang berbeda untuk menjadi kesepakatan bersama; serta menyadari bahwa proses lahirnya kesepakatan harus dilakukan secara demokratis. Peserta didik juga dapat mensimulasikan musyawarah para pendiri bangsa yang melahirkan Sumpah Pemuda, Pancasila, dan UUD 1945, yang dilangsungkan secara demokratis; memahami tata urutan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia; dan menghubungkan kaitan satu regulasi dengan regulasi turunannya.

(3)  Bhinneka Tunggal Ika

Peserta didik dapat menjelaskan perubahan budaya seiring waktu dan sesuai konteks, baik dalam skala lokal, regional dan nasional; menganggap keragaman dan perubahan sebagai suatu kenyataan

yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat; dan menanggapi secara memadai terhadap kondisi dan keadaan yang ada di lingkungan sesuai dengan peran dan kebutuhan yang ada di masyarakat. Peserta didik juga dapat memahami pentingnya melestarikan dan menjaga tradisi budaya dan kearifan lokal untuk mengembangkan identitas pribadi, sosial, dan bangsa Indonesia, dan berperan aktif menjaga dan melestarikan praktik-praktik kearifan lokal di tengah-tengah masyarakat global.

(1)  Negara Kesatuan Republik Indonesia

Peserta didik dapat memahami wilayah Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh dan berpartisipasi secara aktif untuk turut serta menjaga kedaulatan wilayah; dan mengkaji dasar dan alasan mengapa Indonesia memilih negara kesatuan sebagai acuan sikap dan tindakan peserta didik dalam membangun keutuhan NKRI dan kerukunan bangsa. Peserta didik juga dapat memahami sistem penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan NKRI sebagai satu kesatuan; dan mengidentifikasi peran Indonesia di Asia di masa mendatang dalam bingkai NKRI.


 

3)  Bahasa Indonesia

a)    Capaian Pembelajaran Umum

Pada akhir fase D, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial, dan akademis. Peserta didik mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi informasi paparan tentang topik yang beragam dan karya sastra. Peserta didik mampu berpartisipasi aktif dalam diskusi, mempresentasikan, dan menanggapi informasi nonfiksi dan fiksi yang dipaparkan; Peserta didik menulis berbagai teks untuk menyampaikan pengamatan dan pengalamannya dengan lebih terstruktur, dan menuliskan tanggapannya terhadap paparan dan bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuannya. Peserta didik mengembangkan kompetensi diri melalui pajanan berbagai teks penguatan karakter.

b)    Capaian Pembelajaran per Elemen

(1)  Menyimak

Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari berbagai tipe teks (nonfiksi dan fiksi) audiovisual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar.

(2)  Membaca dan Memirsa

Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari teks deskripsi, narasi, puisi, eksplanasi dan eksposisi dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, kepedulian, empati atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik menggunakan sumber informasi lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan informasi pada teks. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual yang dibaca dan dipirsa.

(3)  Berbicara dan Mempresentasikan

Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan untuk tujuan pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan dalam bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik mampu menggunakan dan mengembangkan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk berbicara dan mempresentasikan. Peserta didik mampu menggunakan ungkapan sesuai dengan norma kesopanan dalam berkomunikasi. Peserta didik mampu berdiskusi secara aktif, kontributif, efektif, dan santun. Peserta didik mampu menuturkan dan menyajikan ungkapan simpati, empati, peduli, perasaan, dan penghargaan dalam bentuk teks informasional dan fiksi melalui teks multimodal. Peserta didik mampu mengungkapkan dan mempresentasikan berbagai topik aktual secara kritis.

(4)  Menulis

Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik juga menuliskan hasil penelitian menggunakan metodologi sederhana dengan mengutip sumber rujukan secara etis. Menyampaikan ungkapan rasa simpati, empati, peduli, dan pendapat pro/kontra secara etis dalam memberikan penghargaan secara tertulis dalam teks multimodal. Peserta didik mampu menggunakan dan mengembangkan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk menulis. Peserta didik menyampaikan tulisan berdasarkan fakta, pengalaman, dan imajinasi secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosa kata secara kreatif.

 

4)  Matematika

a) Capaian Pembelajaran Umum

Pada akhir fase D, peserta didik dapat menyelesaikan masalah kontekstual peserta didik dengan menggunakan konsep-konsep dan keterampilan matematika yang dpelajari pada fase ini. Mereka mampu mengoperasikan secara efisien pecahan desimal dan bilangan berpangkat serta akar pangkatnya, bilangan sangat besar dan bilangan sangat kecil; melakukan pemfaktoran bilangan prima, menggunakan faktor skala, proporsi dan laju perubahan, menggunakan pengertian himpunan dan melakukan operasi binier pada himpunan. Peserta didik dapat menyajikan dan menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel dan sistem persamaan linier dengan dua variabel dengan berbagai cara, mengerjakan operasi aritmatika pada pecahan aljabar, menyajikan dan menyelesaikan persamaan kuadrat dengan berbagai cara. Peserta didik dapat menerapkan faktor skala terhadap perubahan keliling, luas, dan volume pada prisma, silinder, limas, kerucut, dan bola. Peserta didik dapat membuktikan dan menggunakan teorema yang terkait dengan garis transversal, segitiga dan segiempat kongruen, serta segitiga dan segiempat sebangun, serta teorema Phytagoras. Peserta didik dapat melakukan transformasi geometri tunggal di bidang koordinat Kartesian. Peserta didik juga dapat membuat dan menginterpretasi histogram dan grafik lingkaran, menggunakan pengertian mean, median, modus, jangkauan, dan kuartil; menyajikan data dalam bentuk boxplots untuk mengajukan dan menjawab pertanyaan. Mereka mampu memperkirakan kemunculan suatu kejadian pada percobaan sederhana dengan menggunakan konsep peluang. Peserta didik mampu memperkirakan kemunculan dua kejadian pada percobaan sederhana dengan menggunakan konsep peluang, mengorganisasikan dan menyajikan data dalam bentuk scatterplots untuk mengajukan dan menjawab pertanyaan.

b). Capaian Pembelajaran per Elemen

(1)    Bilangan

Di akhir fase D, peserta didik dapat membaca, menuliskan, dan membandingkan bilangan bulat, bilangan rasional, bilangan desimal, bilangan berpangkat dan bilangan berpangkat tak sebenarnya, bilangan dengan menggunakan notasi ilmiah. Mereka dapat melakukan operasi aritmetika pada ragam bilangan tersebut dengan beberapa cara dan menggunakannya dalam menyelesaikan masalah Mereka dapat mengklasifikasi himpunan bilangan real dengan menggunakan diagram Venn. Mereka dapat memberikan estimasi/perkiraan hasil operasi aritmetika pada bilangan real dengan mengajukan alasan yang masuk akal (argumentasi). Mereka dapat menggunakan faktorisasi prima dan pengertian rasio (skala, proporsi, dan laju perubahan) dalam penyelesaian masalah

(2)    Aljabar

Di akhir fase D peserta didik dapat menggunakan pola dalam bentuk konfigurasi objek dan bilangan untuk membuat prediksi. Mereka dapat menemukan sifat-sifat komutatif, asosiatif, dan distributif operasi aritmetika pada himpunan bilangan real dengan menggunakan pengertian “sama dengan”, mengenali pola, dan menggeneralisasikannya dalam persamaan aljabar. Mereka dapat menggunakan “variabel” dalam menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. Mereka dapat menyajikan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah dengan menggunakan relasi, fungsi linear, persamaan linear, gradien garis lurus di bidang koordinat Kartesius. Mereka dapat menyelesaikan sistem persaman linear dua variabel melalui beberapa cara. Mereka dapat menggunakan sifat-sifat operasi aritmetika dan “variabel” dalam menyelesaikan persamaan kuadrat dengan berberapa cara, termasuk faktorisasi dan melengkapkan kuadrat sempurna.

 

(3)    Pengukuran

Di akhir fase D peserta didik dapat menemukan cara untuk menentukan luas permukaan dan volume bangun berdimensi tiga (prisma, tabung, bola, limas dan kerucut) dan menggunakan rumus tersebut untuk menyelesaikan masalah. Mereka dapat menerapkan rasio pada pengukuran dalam berbagai konteks antara lain: perubahan ukuran (faktor skala) unsur-unsur suatu bangun terhadap panjang busur, keliling, luas dan volume; konversi satuan pengukuran dan skala pada gambar.

(4)    Geometri

Di akhir fase D peserta didik dapat membuktikan teorema yang terkait dengan sudut pada garis transversal, segitiga dan segiempat kongruen, serta segitiga dan segiempat sebangun. Mereka dapat menggunakan teorema tersebut dalam menyelesaikan masalah (termasuk menentukan jumlah besar sudut pada sebuah segitiga, menentukan besar sudut yang belum diketahui pada sebuah segitiga, menghitung tinggi dan jarak). Mereka dapat membuktikan keabsahan teorema Pythagoras dengan berbagai cara dan menggunakannya dalam perhitungan jarak antar dua titik pada bidang koordinat Kartesius. Mereka dapat menggunakan transformasi geometri tunggal (refleksi, translasi, rotasi, dan dilatasi) pada titik, garis, dan bidang datar di koordinat Kartesius untuk menyelesaikan masalah

(5)    Analisis Data dan Peluang

Di akhir fase D, peserta didik dapat merumuskan pertanyaan, mengumpulkan, menyajikan, dan menganalisis data untuk menjawab pertanyaan. Mereka dapat mengunakan proporsi untuk membuat dugaan terkait suatu populasi berdasarkan sampel yang digunakan. Mereka dapat menggunakan histogram dan diagram lingkaran untuk menyajikan dan menginterpretasi data. Mereka dapat menggunakan konsep sampel, rerata (mean), median, modus, dan jangkauan (range) untuk memaknai dan membandingkan beberapa himpunan data yang terkait dengan peserta didik dan lingkungannya. Mereka dapat menginvestigasi kemungkinan adanya perubahan pengukuran pusat tersebut akibat perubahan data. Mereka dapat menyatakan rangkuman statistika dengan menggunakan boxplot (box-and- whisker plots). Mereka dapat menjelaskan dan menggunakan pengertian peluang (probabilitas) dan proporsi (frekuensi relatif) untuk memperkirakan terjadinya satu dan dua kejadian pada suatu percobaan sederhana (semua hasil percobaan dapat muncul secara merata).

 

5)  Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

a)    Capaian Pembelajaran Umum

  Di fase ini, peserta didik 1) menggunakan berbagai alat bantu dalam melakukan pengukuran dan pengamatan serta memperhatikan detail yang relevan dari objek yang diamati; 2) secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah; 3) merencanakan dan melakukan langkah-langkah operasional berdasarkan referensi yang benar untuk menjawab pertanyaan. Dalam penyelidikan yang dilakukan, peserta didik menggunakan berbagai jenis variabel untuk membuktikan prediksi, menyajikan data dalam bentuk tabel, grafik, dan model, serta menjelaskan hasil pengamatan dan pola atau hubungan pada data secara digital atau non digital; 4) mengumpulkan data dari penyelidikan yang dilakukannya, menggunakan data sekunder, serta menggunakan pemahaman sains untuk mengidentifikasi hubungan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti ilmiah; 5) mengevaluasi kesimpulan melalui perbandingan dengan teori yang ada, menunjukkan kelebihan dan kekurangan proses penyelidikan dan efeknya pada data serta menunjukkan permasalahan pada metodologi; 6) mengomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh yang ditunjang dengan argumen, bahasa serta konvensi sains yang sesuai konteks penyelidikan dan menunjukkan pola berpikir sistematis sesuai format yang ditentukan; 7) melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik dan sifat asam-basa yang diamati; 8) mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat, membedakan perubahan fisika dan kimia serta memisahkan campuran sederhana; 9) mendeskripsikan atom dan senyawa sebagai unit terkecil penyusun materi serta sel sebagai unit terkecil penyusun makhluk hidup; 10) mengidentifikasi sistem organisasi kehidupan serta melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tersebut (sistem pencernaan,sistem peredaran darah, sistem pernafasan dan sistem reproduksi); 11) mengidentifikasi pewarisan sifat dan penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari; 12) memiliki keteguhan dalam mengambil keputusan yang benar untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan; 13) mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force), usaha dan energi, suhu dan kalor (termasuk isolator dan konduktor), gerak dan gaya, pesawat sederhana, tekanan, getaran dan gelombang, pemantulan dan pembiasan (alat-alat optik), rangkain listrik dan kemagnetan untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari; 14) mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari, sistem tata surya, struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi; 15) mengenal pH sebagai ukuran sifat keasaman suatu zat serta menggunakannya untuk mengelompokkan materi (asam-basa) berdasarkan pH nya). Dengan pemahaman ini peserta didik mengenali sifat fisika dan kimia tanah serta hubungannya dengan organisme serta pelestarian lingkungan.

 

b)     Capaian Pembelajaran per Elemen

(1)    Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati, mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat, membedakan perubahan fisik dan kimia serta memisahkan campuran sederhana. Peserta didik dapat mendeskripsikan atom dan senyawa sebagai unit terkecil penyusun materi serta sel sebagai unit terkecil penyusun makhluk hidup, mengidentifikasi sistem organisasi kehidupan serta melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tersebut. Peserta didik mengidentifikasi pewarisan sifat dan penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force), memahami hubungan konsep usaha dan energi, mengukur besaran suhu yang diakibatkan oleh energi kalor yang diberikan, sekaligus dapat membedakan isolator dan konduktor kalor. Peserta didik memahami gerak, gaya dan tekanan, termasuk pesawat sederhana. Peserta didik memahami getaran dan gelombang, pemantulan dan pembiasan cahaya termasuk alat-alat optik sederhana yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari Peserta didik dapat membuat rangkaian listrik sederhana, memahami gejala kemagnetan dan kelistrikan untuk menye- lesaikan tantangan atau masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari- hari. Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi.

Peserta didik mengenal pH sebagai ukuran sifat keasaman suatu zat serta menggunakannya untuk mengelompokkan materi (asam-basa) berdasarkan pH nya). Dengan pemahaman ini peserta didik mengenali sifat fisika dan kimia tanah serta hubungannya dengan organisme serta pelestarian lingkungan. Peserta didik memiliki keteguhan dalam mengambil keputusan yang benar untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan.

(2)    Keterampilan proses

Keterampilan proses meliputi : 1) mengamati Menggunakan berbagai alat bantu dalam melakukan pengukuran dan pengamatan. Memperhatikan detail yang relevan dari obyek yang diamati; 2) mempertanyakan dan memprediksi secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah; 3) merencanakan dan melakukan penyelidikan dengan langkah-langkah operasional berdasarkan referensi yang benar untuk menjawab pertanyaan. Dalam penyelidikan, peserta didik menggunakan berbagai jenis variabel untuk membuktikan prediksi; 4) memproses, menganalisis data dan informasi, menyajikan data dalam bentuk tabel, grafik, dan model serta menjelaskan hasil pengamatan dan pola atau hubungan pada data secara digital atau non digital. Mengum- pulkan data dari penyelidikan yang dilakukannya, menggunakan data sekunder, serta menggunakan pemahaman sains untuk mengidentifikasi hubungan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti ilmiah; 5) mengevaluasi dan refleksi

 

6)  Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

a)    Capaian Pembelajaran Umum

Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban- jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan teknik pengumpulan informasi lainnya. Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif.

 

b)    Capaian Pembelajaran per Elemen

(1)    Pemahaman Konsep

Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkem- bangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif.

(2)    Keterampilan Proses

Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban-jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, wawancara, observasi, kuesioner, dan teknik pengumpulan informasi lainnya. merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif.

 

7)  Bahasa Inggris

a)   Capaian Pembelajaran Umum

Pada akhir fase D, peserta didik menggunakan teks lisan, tulisan dan visual dalam bahasa Inggris untuk berinteraksi dan berkomunikasi dalam konteks yang lebih beragam dan dalam situasi formal dan informal, berbagai jenis teks seperti narasi, deskripsi, prosedur, teks khusus (pesan singkat, iklan) dan teks asli menjadi rujukan utama dalam mempelajari bahasa Inggris di fase ini. Peserta didik menggunakan bahasa Inggris untuk berdiskusi dan menyampaikan keinginan/perasaan. Pemahaman mereka terhadap teks tulisan semakin berkembang dan keterampilan inferensi mulai tampak ketika memahami informasi tersirat. Mereka memproduksi teks tulisan dan visual dalam bahasa Inggris yang terstruktur dengan kosa kata yang lebih beragam. Mereka memahami tujuan dan pemirsa ketika memproduksi teks tulisan dan visual dalam bahasa Inggris.

b)   Capaian Pembelajaran per Elemen

(1)  Menyimak – Berbicara

Pada akhir fase D, peserta didik menggunakan bahasa Inggris untuk berinteraksi dan saling bertukar ide, pengalaman, minat, pendapat dan pandangan dengan guru, teman sebaya dan orang lain dalam berbagai macam konteks familiar yang formal dan informal. Dengan pengulangan dan penggantian kosa kata, peserta didik memahami ide utama dan detil yang relevan dari diskusi atau presentasi mengenai berbagai macam topik yang telah familiar dan dalam konteks kehidupan di sekolah dan di rumah. Mereka terlibat dalam diskusi, misalnya memberikan pendapat, membuat perbandingan dan menyampaikan preferensi. Mereka menjelaskan dan memperjelas jawaban mereka menggunakan struktur kalimat dan kata kerja sederhana.

 

 

(2)       Membaca – Memirsa

Pada akhir fase D, peserta didik membaca dan merespon teks familiar dan tidak familiar yang mengandung struktur yang telah dipelajari dan kosakata yang familiar secara mandiri. Mereka mencari dan mengevaluasi ide utama dan informasi spesifik dalam berbagai jenis teks. Teks ini dapat berbentuk cetak atau digital, termasuk diantaranya teks visual, multimodal atau interaktif. Mereka mengidentifikasi tujuan teks dan mulai melakukan inferensi untuk memahami informasi tersirat dalam sebuah teks.

(3)    Menulis – Mempresentasikan

Pada akhir fase D, peserta didik mengomunikasikan ide dan pengalaman mereka melalui paragraf sederhana dan terstruktur, menunjukkan perkembangan dalam penggunaan kosa kata spesifik dan struktur kalimat sederhana. Menggunakan contoh, mereka membuat perencanaan, menulis, dan menyajikan teks informasi, imajinasi dan persuasi dengan menggunakan kalimat sederhana dan majemuk untuk menyusun argumen dan menjelaskan atau mempertahankan suatu pendapat.

8)  Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan (PJOK)

a)    Capaian Pembelajaran Umum                    

Pada akhir fase D, peserta didik dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan keterampilan gerak spesifik sebagai hasil analisis pengetahuan yang benar, melakukan latihan aktivitas jasmani dan kebugaran untuk kesehatan sesuai dengan prinsip latihan, menunjukkan perilaku tanggung jawab personal dan sosial serta memonitornya secara mandiri, selain itu juga dapat mempertahankan nilai-nilai aktivitas jasmani.

 

b)    Capaian Pembelajaran per Elemen

(1)    Keterampilan Gerak

Pada akhir fase ini peserta didik dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan hasil analisis keterampilan gerak spesifik berupa permainan dan olahraga, aktivitas senam, aktivitas gerak berirama, dan aktivitas permainan dan olahraga air (kondisional).

(2)    Pengetahuan Gerak

      Pada akhir fase ini peserta didik dapat menganalisis fakta, konsep, dan prosedur dalam melakukan berbagai keterampilan gerak spesifik berupa permainan dan olahraga, aktivitas senam, aktivitas gerak berirama, dan aktivitas permainan dan olahraga air (kondisional).

(3)    Pemanfaatan Gerak

Pada akhir fase ini peserta didik dapat menganalisis fakta, konsep, dan prosedur serta mempraktikkan latihan pengembangan kebugaran jasmani terkait kesehatan (physicsl fittness related health) dan kebugaran jasmani terkait keterampilan (physicsl fittness related skills), berdasarkan prinsip latihan (Frequency, Intensity, Time, Type/FITT) untuk mendapatkan kebugaran dengan status baik. Peserta didik juga dapat menunjukkan kemampuan dalam mengembangkan pola perilaku hidup sehat berupa melakukan pencegahan bahaya pergaulan bebas dan memahami peran aktivitas jasmani terhadap pencegahan penyakit tidak menular disebabkan kurangnya aktivitas jasmani.

(4)    Pengembangan Karakter dan Internalisasi Nilai-nilai Gerak

Pada akhir fase ini peserta didik proaktif melakukan dan mengajak untuk memelihara dan memonitor peningkatan derajat kebugaran jasmani dan kemampuan aktivitas jasmani lainnya, serta menunjukkan keterampilan bekerja sama dengan merujuk peraturan dan pedoman untuk menyelesaikan perbedaan dan konflik antarm individu. Peserta didik juga dapat mempertahankan adanya interaksi sosial yang baik dalam aktivitas jasmani.

 

9)  Informatika

a)    Capaian Pembelajaran Umum

Pada akhir fase D, peserta didik: a) mampu menyadari keberadaan perangkat TIK, dirinya dan orang lain dalam sebuah lingkungan digital serta mampu beretika sebagai warga digital, mampu menjelaskan komponen utama dan fungsi dari sebuah komputer dan bagaimana data dikodifikasi dan disimpan dalam sistem komputer, jaringan komputer, dan internet; b) mampu mengakses, mengolah, dan mengelola data secara efisien, terstruktur, dan sistematis, menganalisis, menginterpretasi, dan melakukan prediksi berdasarkan data dengan menggunakan perkakas atau secara manual; c) mampu menerapkan berpikir komputasional secara mandiri untuk menyelesaikan persoalan dengan data diskrit bervolume kecil dan mendisposisikan berpikir komputasional dalam bidang lain; dan d) mampu mengembangkan atau menyempurnakan program dalam bahasa blok (visual) dan mampu menggunakan berbagai aplikasi untuk berkomunikasi, mencari, dan mengelola konten informasi, serta bergotong royong untuk menciptakan produk dan menjelaskan karakteristik serta fungsi produk dalam laporan dan presentasi yang menggunakan aplikasi.

b)    Capaian Pembelajaran per Elemen

(1)    Berpikir komputasional (BK)

Pada akhir fase D, peserta didik mampu menerapkan berpikir komputa- sional untuk menghasilkan beberapa solusi dari persoalan dengan data diskrit bervolume kecil serta mendisposisikan berpikir komputasional dalam bidang lain terutama dalam literasi, numerasi, dan literasi sains (computationally literate)

(2)    Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Pada akhir fase D, peserta didik mampu memanfaatkan aplikasi surel dalam berkomunikasi, aplikasi peramban dalam pencarian informasi di internet, CMS dalam pengelolaan konten digital, dan memanfaatkan perkakas TIK untuk mendukung pembuatan laporan, presentasi serta analisis dan interpretasi data

(3)    Sistem komputer (SK)

Pada akhir fase D, peserta didik mampu mendeskripsikan komponen, fungsi, dan cara kerja komputer yang membentuk sebuah sistem komputasi, serta menjelaskan proses dan penggunaan kodifikasi untuk penyimpanan data dalam memori komputer.

(4).    Jaringan Komputer dan Internet (JKI)

Pada akhir fase D, peserta didik menjelaskan Internet dan jaringan lokal, komunikasi data via ponsel, konektivitas internet melalui jaringan kabel dan nirkabel (bluetooth, wifi, internet), dan memahami enkripsi untuk memproteksi data, serta mampu melakukan koneksi perangkat ke jaringan lokal maupun internet yang tersedia.

 

(4)    Analisis data (AD)

Pada akhir fase D, peserta didik mampu mengakses, mengolah, mengelola, dan menganalisis data secara efisien, terstruktur, dan sistematis untuk menginterpretasi dan memprediksi sekumpulan data dari situasi konkret sehari-hari dengan menggunakan perkakas TIK atau manual.

(5)      Algoritma dan Pemrograman (AP)

Pada akhir fase D, peserta didik mampu mengenali objek-objek dan memahami perintah atau instruksi dalam sebuah lingkungan pemrograman blok/visual untuk mengembangkan program visual sederhana berdasarkan contoh-contoh yang diberikan dan mengembangkan karya digital kreatif (game, animasi, atau presentasi), menerapkan aturan translasi konsep dari satu bahasa visual ke bahasa visual lainnya, serta mengenal pemrograman tekstual sederhana.

(6)     Dampak Sosial Informatika (DSI)

Pada akhir fase D, peserta didik menyadari keberadaan dunia digital disekitarnya, ketersediaan data dan informasi lewat aplikasi media sosial, serta memahami keterbukaan informasi, memilih informasi yang bersifat publik atau privat, menjaga keamanan dirinya dalam masyarakat digital dan menerapkan etika dunia maya.

(7)    Praktik Lintas Bidang (PLB)

Pada akhir fase D, peserta didik mampu bergotong royong untuk mengidentifikasi persoalan, merancang, mengimplementasi, menguji, dan menyempurnakan artefak komputasional yang merupakan solusi dari persoalan tersebut, serta mengomunikasikan secara lisan maupun tertulis produk dan proses pengembangan solusinya dalam bentuk karya kreatif yang menyenangkan.

 

10.1). Seni Tari

a). Capaian Pembelajaran Umum

Pada akhir fase, peserta didik mampu mengukur hasil pencapaian karya tari dalam menggali latar belakang tari tradisi berdasarkan jenis, fungsi, dan nilai sebagai inspirasi dalam membuat gerak tari kreasi dengan mempertimbangkan unsur utama dan unsur pendukung tari sebagai wujud ekspresi untuk mengajak orang lain atau penonton bangga terhadap warisan budaya indonesia. Peserta didik mampu mengembangkan tari kreasi untuk membuat karya tari yang berpijak dari tari tradisi.

b). Capaian Pembelajaran per Elemen

(1) Mengalami (Experiencing)

Pada akhir fase ini, peserta didik mampu mempertunjukkan hasil gerak tari kreasi berdasarkan nilai, jenis dan fungsi dari tari tradisi dalam berbagai bentuk penyajian baik individu ataupun kelompok menggunakan unsur utama dan pendukung tari.

(2)Merefleksikan (Reflecting)

Pada akhir fase ini, peserta didik mampu menggali latar belakang nilai, jenis dan fungsi tari dalam konteks budaya.

(3)Berpikir dan Bekerja Secara Artistik (Thinking and Working Artistically)

Pada akhir fase ini, peserta didik mampu membuat gerak tari kreasi yang merefleksikan nilai, jenis dan fungsi dari tari tradisi dengan mempertimbangkan unsur utama dan pendukung tari.

(4)Menciptakan (Creating)

Pada akhir fase ini, peserta didik mampu mengukur hasil pencapaian karya tari dengan mempraktekkan tari tradisi berdasarkan nilai, jenis dan fungsi.

(5)Berdampak (Impacting) bagi diri sendiri dan orang lain

Pada akhir fase ini, peserta didik mampu mengajak orang lain untuk mencintai dan merasa bangga atas warisan budaya Indonesia khususnya tari tradisi melalui proses kreatif yang dilakukannya.

 

10.2). Seni Musik

a). Capaian Pembelajaran Umum

Pada akhir Fase D, peserta didik mampu menyimak dengan baik, serta  mampu melibatkan diri secara aktif dalam pengalaman atas bunyi-musik. Peserta didik menunjukkan kepekaannya terhadap unsur-unsur bunyi- musik dan konteks sederhana dari sajian musik seperti: lirik lagu, kegunaan musik yang dimainkan, budaya, era, dan style. Peserta didik menghasilkan gagasan yang kemudian ditindaklanjuti hingga menjadi karya musik yang otentik dalam sebuah sajian sebagai perwujudan kepekaan akan unsur- unsur bunyi-musik dengan menunjukkan pengetahuan dan keluasan ragam konteks, baik secara terencana maupun situasional sesuai dan sadar akan kaidah tata bunyi-musik. Peserta didik mampu memberi kesan, dan merekam beragam praktik bermusik baik sendiri maupun bersama-sama yang berfungsi sebagai dokumentasi maupun alat komunikasi secara lebih umum serta menyadari hubungannya dengan konteks dan praktik-praktik lain (di luar musik) yang lebih luas. Peserta didik mampu menjalani kebiasaan praktik musik yang baik dan rutin. Mulai persiapan, saat penyajian, maupun setelah praktik musik untuk perkembangan dan perbaikan kelancaran serta keluwesan dalam melakukan praktik musik. Peserta didik memiliki kemampuan dalam memilih, memainkan, menghasilkan, dan menganalisa karya-karya musik secara aktif, kreatif, artistik, musikal yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal dan global serta mendapatkan pengalaman dan kesan baik dan berharga bagi perbaikan dan kemajuan diri sendiri secara utuh dan bagi kemajuan bersama.

b). Capaian Pembelajaran per Elemen

(1) Mengalami (Experiencing)

Pada akhir fase ini, peserta didik menyimak, melibatkan diri secara aktif dalam pengalaman atas bunyi-musik, menunjukkan kepekaan akan konteks serta mampu secara aktif berpartisipasi dalam sajian music

(2) Merefleksikan (Reflecting)

Pada akhir fase ini, peserta didik mampu menyimak, melibatkan diri secara aktif dalam pengalaman atas bunyi-musik, menunjukkan kepekaan akan konteks serta mampu secara aktif berpartisipasi dalam sajian musik.

(3). Berpikir dan Bekerja Secara Artistik (Thinking and Working Artistically)

Pada akhir fase ini, peserta didik mampu menjalani kebiasaan baik dan rutin dalam berpraktik musik sejak dari persiapan, saat, maupun usai berpraktik musik untuk perkembangan dan perbaikan kelancaran serta keluwesan bermusik, serta memilih, memainkan, menghasilkan, dan menganalisa karya-karya musik secara aktif, kreatif, artistik, musikal, dan mengandung nilai-nilai kearifan lokal baik secara individu maupun secara berkelompok.

                    (4). Menciptakan (Creating)

Pada akhir fase ini, peserta didik mampu menghasilkan gagasan hingga menjadi karya musik yang otentik dalam sebuah sajian dengan kepekaan akan unsur-unsur bunyi-musik baik intrinsik maupun ekstrinsik, keragaman konteks, baik secara terencana maupun situasional sesuai dan sadar akan kaidah tata bunyi/musik.

                   (5). Berdampak (Impacting) bagi diri sendiri dan orang lain

Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu menjalani kebiasaan baik dan rutin dalam berpraktik musik dan aktif dalam kegiatan-kegiatan bermusik lewat bernyanyi, memainkan media bunyi-musik dan memperluas ragam praktik musiknya serta terus mengusahakan mendapatkan pengalaman dan kesan baik dan berharga bagi perbaikan dan kemajuan diri sendiri secara utuh dan bersama.

 

10.3)     Seni Rupa

a). Capaian Pembelajaran Umum

Pada akhir Fase D (Kelas VII, VIII, dan IX SMP) diharapkan peserta didik mampu bekerja mandiri dan/atau berkelompok dalam menghasilkan sebuah karya, mengapresiasi berdasarkan perasaan, empati dan penilaian pada karya seni rupa. Fase D masuk ke dalam masa Naturalisme Semu (Pseudo Naturalistic) yang ditandai kemampuan peserta didik dalam berpikir abstrak. Di samping itu, peserta didik diharapkan mulai memiliki kemampuan proporsi (rasa perbandingan) dan gesture (gerak tubuh obyek) sebagai respon kemampuan perkembangan sosial peserta didik yang semakin berkembang. Di akhir fase D, peserta didik mampu menuangkan pengalamannya melalui visual sebagai ekspresi kreatif secara rinci, ditandai penguasaan ruang, proporsi dan gesture dalam bekerja mandiri dan/atau berkelompok. Diharapkan pada akhir fase ini, proses kreatif dan kegiatan apresiasi peserta didik telah mencerminkan penguasaan terhadap bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang mewakili perasaan dan empati peserta didik. Selain itu, peserta didik juga dapat menyampaikan pesan lisan atau tertulis tentang karya seni rupa berdasarkan pada pengamatannya terhadap karya seni rupa tersebut.

 

 

b). Capaian Pembelajaran per Elemen

(1). Mengalami (Experiencing)

Pada akhir fase D, peserta didik mampu mengamati, mengenal, merekam dan menuangkan pengalaman dan pengamatannya terhadap lingkungan, perasaan atau empatinya secara visual dengan menggunakan proporsi, gestur dan ruang. Karya peserta didik mencerminkan penguasaan terhadap bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang sesuai dengan karyanya.

                  (2). Merefleksikan (Reflecting)

Pada akhir fase D, peserta didik mampu menciptakan karya seni dengan menggunakan dan menggabungkan pengetahuan elemen seni rupa atau prinsip desain dan keterampilan yang telah dipelajari sebelumnya, dalam konteks ekspresi pribadi atau sesuai topik tertentu.

(3). Berpikir dan Bekerja Secara Artistik (Thinking and Working Artistically)

Pada akhir fase D, peserta didik mampu mengevaluasi dan menganalisa efektivitas pesan dan penggunaan medium sebuah karya pribadi maupun orang lain, serta menggunakan informasi tersebut untuk merencanakan langkah pembelajaran selanjutnya.

(4). Menciptakan (Creating)

Pada akhir fase D, peserta didik mampu berkarya dan mengapresiasi berdasarkan perasaan, empati dan penilaian pada karya seni secara ekspresif, produktif, inventif dan inovatif. Peserta didik mampu menggu- nakan kreativitasnya, mengajukan pertanyaan yang bermakna dan mengembangkan gagasan untuk memecahkan masalah, menjawab tantangan dan peluang yang ada di lingkungan sekitarnya. Peserta didik mampu melihat keterhubungan dengan bidang keilmuan lainnya.

                 (5). Berdampak (Impacting) bagi diri sendiri dan orang lain

        Pada akhir fase D, peserta didik mampu membuat karya sendiri atas dasar perasaan, minat, dan sesuai akar budaya sehari-hari

 

11). Bahasa Jawa

a). Capaian Pembelajaran Umum

Pada akhir fase D, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial, dan akademis. Peserta didik mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi informasi paparan tentang topik yang beragam dan karya sastra. Peserta didik mampu berpartisipasi aktif dalam diskusi, mempresentasikan, dan menanggapi informasi nonfiksi dan fiksi yang dipaparkan; Peserta didik menulis berbagai teks untuk menyampaikan pengamatan dan pengalamannya dengan lebih terstruktur, dan menuliskan tanggapannya terhadap paparan dan bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuannya. Peserta didik mengembangkan kompetensi diri melalui pajanan berbagai teks penguatan karakter.

 

b). Capaian Pembelajaran per Elemen

(1). Menyimak

Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari berbagai tipe teks (nonfiksi dan fiksi) audiovisual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar.

 

(2). Membaca dan Memirsa

Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari teks deskripsi, narasi, puisi, eksplanasi dan eksposisi dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, kepedulian, empati atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik menggunakan sumber informasi lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan informasi pada teks. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual yang dibaca dan dipirsa.

(3). Berbicara dan Mempresentasikan

Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan untuk tujuan pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan dalam bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik mampu menggunakan dan mengembangkan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk berbicara dan mempresentasikan. Peserta didik mampu menggunakan ungkapan sesuai dengan norma kesopanan dalam berkomunikasi. Peserta didik mampu berdiskusi secara aktif, kontributif, efektif, dan santun. Peserta didik mampu menuturkan dan menyajikan ungkapan simpati, empati, peduli, perasaan, dan penghargaan dalam bentuk teks informasional dan fiksi melalui teks multimodal. Peserta didik mampu mengungkapkan dan mempresentasikan berbagai topik aktual secara kritis.

(4). Menulis

Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik juga menuliskan hasil penelitian menggunakan metodologi sederhana dengan mengutip sumber rujukan secara etis. Menyampaikan ungkapan rasa simpati, empati, peduli, dan pendapat pro/kontra secara etis dalam memberikan penghargaan secara tertulis dalam teks multimodal. Peserta didik mampu menggunakan dan mengembangkan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk menulis. Peserta didik menyampaikan tulisan berdasarkan fakta, pengalaman, dan imajinasi secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosa kata secara kreatif.

 

b.        MUATAN PROYEK PROFIL PELAJAR PANCASILA

Tema Proyek Profil Pelajar Pancasila

(1)          Gaya Hidup Berkelanjutan

(2)          Kearifan lokal

(3)          Bhinneka Tunggal Ika

(4)          Bangunlah Jiwa dan Raganya

(5)          Suara Demokrasi

(6)          Berekayasa dan Berteknologi untuk Membanguan NKRI

(7)          Kewirausahaan

 

Dimensi, Elemen, dan subelemen Proyek Profil Pelajar Pancasila

a)            Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia

Pelajar Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ia memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. 

 

Ada lima elemen kunci beriman, bertakwa kepada Tuhan YME  dan berakhlak mulia:

(1)    Akhlak Beragama;

Mengenal dan Mencintai Tuhan Yang Maha Esa

o   Memahami kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari serta mengaitkan pemahamannya tentang kualitas atau sifat-sifat Tuhan dengan konsep peran manusia di bumi sebagai makhluk Tuhan yang bertanggung jawab.

Pemahaman Agama/Kepercayaan.

o   Memahami makna dan fungsi, unsur-unsur utama agama /kepercayaan dalam konteks Indonesia, membaca kitab suci, serta memahami ajaran agama/ kepercayaan terkait hubungan sesama manusia dan alam semesta.

Pelaksanaan Ritual Ibadah

o   Melaksanakan ibadah secara rutin dan mandiri sesuai dengan tuntunan agama/kepercayaan, serta berpartisipasi pada perayaan hari-hari besar.

(2)    Akhlak Pribadi;

     Integritas

o   Berani dan konsisten menyampaikan kebenaran atau fakta serta memahami konsekuensi-konsekuensinya untuk diri sendiri dan orang lain

     Merawat Diri secara Fisik, Mental, dan Spiritual

o   Mengidentifikasi pentingnya menjaga keseimbangan kesehatan jasmani, mental, dan rohani serta berupaya menyeimbangkan aktivitas fisik, sosial dan ibadah.

(3)    Akhlak kepada Manusia

       Mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan.

o   Mengenal perspektif dan emosi/perasaan dari sudut pandang orang atau kelompok lain yang tidak pernah dijumpai atau dikenalnya. Mengutamakan persamaan dan menghargai perbedaan sebagai alat pemersatu dalam keadaan konflik atau perdebatan.

     Berempati kepada orang lain 

 

o   Memahami perasaan dan sudut pandang orang dan/atau kelompok lain yang tidak pernah dikenalnya.

(4)    Akhlak kepada Alam

        Memahami Keterhubungan Ekosistem Bumi

o   Memahami konsep sebab akibat di antara berbagai ciptaan Tuhan dan mengidentifikasi berbagai sebab yang mempunyai dampak baik atau buruk, langsung maupun tidak langsung, terhadap alam semesta.

Menjaga Lingkungan Alam Sekitar

o   Mewujudkan rasa syukur dengan berinisiatif untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan alam sekitarnya dengan mengajukan alternatif solusi dan mulai menerapkan solusi tersebut.

 

(5)    Akhlak Bernegara.

        Melaksanakan Hak dan Kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia

o   Menganalisis peran, hak, dan kewajiban sebagai warga negara, memahami perlunya mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi sebagai wujud dari keimanannya kepada Tuhan YME.

 

b)  Berkebinekaan global

Pelajar Indonesia mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya dengan budaya luhur yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa.

Elemen dan kunci kebinekaan global meliputi:

(1)    Mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan.

        Mendalami budaya dan identitas budaya

o   Memahami perubahan budaya seiring waktu dan sesuai konteks, baik dalam skala lokal, regional, dan nasional.

o   Menjelaskan identitas diri yang terbentuk dari budaya  bangsa

Mengeksplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya, kepercayaan, serta praktiknya

o   Memahami dinamika budaya yang mencakupemahaman, kepercayaan, dan praktik keseharian dalam konteks personal dan sosial.

Menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya

o   Memahami pentingnya melestarikan dan merayakan tradisi budaya untuk mengembangkan identitas pribadi, sosial, dan bangsa Indonesia serta mulai berupaya melestarikan budaya dalam kehidupan sehari-hari.

(2)    Komunikasi dan interaksi antar budaya.

          Berkomunikasi antar budaya

o   Mengeksplorasi pengaruh budaya terhadap penggunaan bahasa serta dapat mengenali risiko dalam berkomunikasi antarbudaya.

            Mempertimbangkan dan menumbuhkan berbagai perspektif

o   Menjelaskan asumsi-asumsi yang mendasari perspektif tertentu.

o   Memperkirakan dan mendeskripsikan perasaan serta motivasi

o   Komunitas yang berbeda dengan dirinya yang berada  dalam situasi yang sulit.

 

(3)    Refleksi    dan      bertanggung    jawab   terhadap          pengalaman kebinekaan

         Refleksi terhadap pengalaman kebinekaan.

o   Merefleksikan secara kritis gambaran berbagai kelompok budaya yang ditemui dan cara meresponnya.

          Menghilangkan stereotip dan prasangka

o   Mengkonfirmasi, mengklarifikasi dan menunjukkan sikap menolak stereotip serta prasangka tentang gambaran identitas kelompok dan suku bangsa.

           Menyelaraskan perbedaan budaya

o   Mengidentifikasi          dan      menyampaikan           isu-isu  tentang penghargaan terhadap keragaman dan kesetaraan budaya.


(4)    Berkeadilan Sosial

         Aktif membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan berkelanjutan

o   Mengidentifikasi masalah yang ada di sekitarnya sebagai akibat dari pilihan yang dilakukan oleh manusia, serta dampak masalah tersebut terhadap sistem ekonomi, sosial dan lingkungan, serta mencari solusi yang memperhatikan prinsip- prinsip keadilan terhadap manusia, alam dan masyarakat

             Berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan bersama

o   Berpartisipasi dalam menentukan kriteria dan metode yang disepakati bersama untuk menentukan pilihan dan keputusan untuk kepentingan bersama melalui proses bertukar pikiran secara cermat dan terbuka dengan panduan pendidik

             Memahami peran individu dalam demokrasi

o   Memahami konsep hakdan kewajiban serta implikasinya terhadap ekspresi dan perilakunya. Mulai aktif mengambil sikap dan langkah untuk melindungi hak orang/kelompok lain.

 

c)            Bergotong royong

Pelajar Indonesia memiliki kemampuan bergotong-royong, yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan.

   Elemen-elemen dari bergotong royong adalah:

Kolaborasi

Kerja sama

o    Menyelaraskan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar, serta memberi semangat kepada orang lain untuk bekerja efektif dan mencapai tujuan bersama.

      Komunikasi untuk mencapai tujuan bersama

o   Memahami informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan keprihatinan yang diungkapkan oleh orang lain menggunakan berbagai simbol dan media secara efektif, serta memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas hubungan interpersonal guna mencapai tujuan bersama.

       ketergantungan positif

o  Mendemonstrasikan kegiatan kelompok yang menunjukkan bahwa anggota kelompok dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing perlu dan dapat saling membantu memenuhi kebutuhan.

       Koordinasi Sosial

o    Membagi peran dan menyelaraskan tindakan dalam kelompok serta menjaga tindakan agar selaras untuk mencapai tujuan bersama.

 

        Kepedulian

       Tanggap terhadap lingkungan Sosial

o   Tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya dan berkontribusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

       Persepsi sosial

o   Menggunakan pengetahuan tentang sebab dan alasan orang lain menampilkan reaksi tertentu untuk menentukan tindakan yang tepat agar orang lain menampilkan respon yang diharapkan.

       Berbagi.

o   Mengupayakan memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada yang membutuhkan bantuan di sekitar tempat tinggal.

 

d)            Mandiri

Pelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya.

Elemen kunci dari mandiri terdiri dari:

o   Kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi

o   Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi

o   Membuat penilaian yang realistis terhadap kemampuan dan minat, serta prioritas pengembangan diri berdasarkan pengalaman belajar dan aktivitas lain yang dilakukannya.

o   Mengembangkan refleksi diri

o   Memonitor kemajuan belajar yang dicapai serta memprediksi tantangan pribadi dan akademik yang akan muncul berlandaskan pada pengalamannya untuk mempertimbangkan strategi belajar yang sesuai.

           Regulasi diri.

            Regulasi emosi

o   Memahami dan memprediksi konsekuensi dari emosi dan pengekspresiannya dan menyusun langkah-langkah untuk mengelola emosinya dalam pelaksanaan belajar dan berinteraksi dengan orang la


Menunjukkan inisiatif dan bekerja secara mandiri

o   Mengkritisi efektivitas dirinya dalam bekerja secara mandiri dengan mengidentifikasi hal-hal yang menunjang maupun menghambat dalam mencapai tujuan.

            Mengembangkan pengendalian dan disiplin diri

o   Berkomitmen dan menjaga konsistensi pencapaian tujuan yang telah direncanakannya untuk mencapai tujuan belajar dan pengembangan diri yang diharapkannya

            Percaya diri, tangguh (resilient), dan adaptif

o   Membuat rencana baru dengan mengadaptasi, dan memodifikasi strategi yang sudah dibuat ketika upaya sebelumnya tidak berhasil, serta menjalankan kembali tugasnya dengan keyakinan baru.

 

e)      Bernalar kritis

Pelajar yang bernalar kritis mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya.

elemen dari bernalar kritis adalah:

(1) memperoleh dan memproses informasi dan gagasan

o   Mengajukan pertanyaan

o Mengajukan pertanyaan untuk klarifikasi dan interpretasi informasi, serta

   mencari tahu

     penyebab dan konsekuensi dari informasi tersebut.

o   Mengidentifikasi mengklarifikasi,dan mengolah informasi dan gagasan

o   Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan

    serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu.

(2) menganalisis dan mengevaluasi penalaran,

     Elemen menganalisis dan mengevaluasi penalaran dan prosedurnya

o   Menalar dengan berbagai argumen dalam mengambil suatu simpulan atau

     keputusan.

(3) merefleksi pemikiran dan proses berpikir,

     Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri Menjelaskan asumsi yang digunakan, menyadari kecenderungan dan konsekuensi bias pada pemikirannya, serta berusaha mempertimbangkan perspektif yang berbeda


 

f)      Kreatif

Pelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak.

Elemen kunci dari kreatif terdiri atas:

(1)          menghasilkan gagasan yang orisinal

o   Menghubungkan gagasan yang ia miliki dengan informasi atau gagasan baru untuk menghasilkan kombinasi gagasan baru dan imajinatif untuk mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya.

(2)          menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.

o   Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain.

 

c.     Muatan Ekstra kurikuler SMP Negeri 2 Slahung

1).     Pengertian

a)     Ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kurikulum standar sebagai perluasan dari kegiatan kurikulum dan dilakukan di bawah bimbingan sekolah dengan tujuan untuk mengembangkan kepribadian, bakat, minat, dan kemampuan peserta didik yang lebih luas atau di luar minat yang dikembangkan oleh kurikulum.

b)     Ekstrakurikuler wajib merupakan program ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik, terkecuali bagi peserta didik dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkannya untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

c)     Ekstrakurikuler pilihan merupakan program ekstrakurikuler yang dapat diikuti oleh peserta didik sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing.

 

2). Fungsi dan Tujuan

a)  Fungsi

(1)      Fungsi pengembangan, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mendukung perkembangan personal peserta didik melalui perluasan minat, pengembangan potensi, dan pemberian kesempatan untuk pembentukan karakter dan pelatihan kepemimpinan.

(2)      Fungsi sosial, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik.

(3)      Fungsi rekreatif, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dilakukan dalam suasana rileks, menggembirakan, dan menyenangkan sehingga menunjang proses perkembangan peserta didik.

(4)      Fungsi persiapan karir, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik melalui pengembangan kapasitas.

 

b)  Tujuan

(1)      Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik.

(2)      Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan

 

3)     Visi dan Misi

a)     Visi

Visi kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan adalah berkembangnya potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, dan kemandirian peserta didik secara optimal melalui kegiatan kegiatan di luar kegiatan intrakurikuler.

 

b)     Misi

Misi kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan adalah sebagai berikut:

(1)      Menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih dan diikuti sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat peserta didik.

(2)      Menyelenggarakan sejumlah kegiatan yang memberikan kesem- patan kepada peserta didik untuk dapat mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri secara optimal melalui kegiatan mandiri dan atau berkelompok.

 

4)     Jenis

Jenis ekstrakurikuler yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Slahung ada dua jenis yaitu ekstrakurikuler wajib dan ekstrakurikuler pilihan. Dua jenis ekstrakurikuler ini ditujukan untuk mendukung aktualisasi penguatan Profil Pelajar Pancasila.

SMP Negeri 2 Slahung menetapkan pendidikan kepramukaan  dan program tahfidz ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib.

 

Hal ini mengandung makna bahwa ekstrakurikuler wajib tersebut merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang secara sistemik diperankan sebagai wahana penguatan Profil Pelajar Pancasila yang secara psikopedagogis koheren dengan pengembangan sikap dan kecakapan dalam pendidikan kepramukaan dan program tahfidz.

Ekstrakurikuler pilihan adalah Kegiatan Ekstrakurikuler yang dapat dikembangkan dan diselenggarakan oleh satuan pendidikan dan dapat diikuti oleh peserta didik sesuai bakat dan minatnya masing-masing.


Peserta didik SMP Negeri 2 Slahung diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler wajib dan satu ekstrakurikuler pilihan.

Kegiatan ekstrakurikuler pilihan meliputi kegiatan :

Tabel 3.2.a

 

KEGIATAN

JENIS

 

 

Keagamaan

 BTQ, Muhadlarah, Khitobah dan Hadrah.

Kegiatan Krida

Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), Drumband, DG Pramuka

Latihan Kebakatan

Olimpiade IPA, olimpiade  Matematika, olimpiade IPS, olimpiade PAI, Engglish  olimpiade and story telling,  bola volly, futsal, sepak bola, paduan suara, Seni tari, Seni musik, karawitan

Kegiatan Ilmiah

Karya Ilmiah Remaja (KIR).

Kegiatan kebahasaan

Literasi dan English Olympiade, and Story Telling, Mading

Pengembangan Prestasi

Bina prestasi akademik : IPA,  Matematika, IPS

Bina prestasi olah raga

Pembiasaan

Salat  dhuha dan dzuhur, hafalan surat pendek, Gerakan Baksos, Sabtu Sehat, ceria, bersih berseri


 

Program Kegiatan Ekstrakurikuler

Tabel. 3.3  Kegiatan Ekstrakurikuler SMPN 2 Slahung

No

Kegiatan

Tujuan dan Indikator

Keberhasilan

Sasaran

Pihak

Terkait

A.

Wajib

1

Pramuka

·         Mempersiapkan peserta didik agar memiliki sikap Dimensi Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak MuliaAkhlak Beragama

·         Berkebinekaan Global

·         Gotong Royong

·         Mandiri

·         Bernalar

·         Kreatif

 

 

Kelas VII, VIII,IX

 

 

Kwarcab, Kwaran,

Pelatih, Masyarakat

 

 

2

 Tahfidz Alqur’an (Jus’ama,  

  juz 1,dan 2 )

 

Kelas VII, VIII, IX

.(Pelatih, guru pendamping)

 

B.

Pilihan

1

Olimpiade Matematika

Menyiapkan peserta didik untuk mampu berfikir kritis dalam menghadapi olimpiade dan kompetisi dalam rangka menjadi yang terbaik di tiap tingkatan dengan karakter berfikir

kritis dan mandiri

 

 

 

Kelas VII, VIII

 

 

 

Pembina

2

Olimpiade IPA

3

Olimpiade IPS

4

KIR

5

Bola Voli

 

Menyiapkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dalam bidang olah raga dan memperoleh juara dalam kejuaraan olah raga dengan mengacu pada karakter mandiri maupun gotong royong

 

 

 

 

 

 

Kelas VII, VIII

 

 

 

 

 

Pelatih dan Pembina

6

Tenis Meja

7

Sepak Bola

8

Cipta/ Baca Puisi, Cerpen

Menyiapkan peserta didik untukmengembangkan kemampuan dalam literasi dan memperoleh kejuaraan dalam lomba dengan

mengacu pada karakter kreatif

 

 

 

 

 

 

 

Kelas VII, VIII

 

 

 

 

 

 

 

Dinas Pendidikan, Pelatih

9

Jurnalistik/ Majalah Sekolah

 

10

 

English Club

11

Paduan Suara/ Vocal Group

Menyiapkan dan melatih peserta didik agar dapat mengembangkan potensinya dalam bidang seni secara maksimal dan dapat mengapreasikan, sehingga dapat meraih kejuaraan dalam olimpiade/kejuaraan seni dengan karakter jreatif, mandiri dan gotong-royong

12

Band, Menyanyi Solo, Cipta Lagu

13

Seni Tari

14

Seni Lukis

 

15

Batik

16

Karawitan

 

17

 

BTQ

Menyiapkan dan melatih peserta didik dalam mengembangkan bakat minatnya dalam bidang keagamaan dan memperoleh juara pada lomba dengan berkarakter beriman, bertqwa kepada Tuhan YME dan berakhkak

Mulia

 

 

 

Kelas VII, VIII

 

 

 

Pembina dan Pelatih

18

Khitabah

 

 

19

 

 

Samproh/ Hadroh

 

 

3.      PENILAIAN KURIKULUM MERDEKA SMP NEGERI 2 SLAHUNG

 

a.     PENILAIAN INTRAKURIKULER

1)     Prinsip Penilaian (Asesmen) pada Intrakurikuler

Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, dan menyediakan informasi yang holistik sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua, agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya.

Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran.

Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar dan menentukan keputusan tentang langkah selanjutnya.

Laporn kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai serta strategi tindak lanjutnya. Dalam hal ini kompetensi bersifat utuh tidak dipecah ke dalam tiga ranah; pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

 

2) Jenis, Fungsi, Teknik, dan Dokumen

Secara umum penilaian dibedakan menjadi tiga

a)     Asesmen sebagai proses pembelajaran (assessment as Learning),

Asesmen untuk refleksi proses pembelajaran

Berfungsi sebagai asesmen formatiif

b)     Asesmen untuk proses pembelajaran (assessment for Learning),

Asesmen untuk perbaikan proses pembelajaran

Berfungsi sebagai asesmen formatif

c)      Asesmen pada akhir proses pembelajaran (assessment of learning).

 Asesmen untuk evaluasi pada akhir proses pembelajaran

 Berfungsi sebagai asesmen sumatif

Catatan:

a)            Perbedaan assessment as dan for learning adalah assessment as learning lebih melibatkan peserta didik secara aktif dalam kegiatan asesmen tersebut. Peserta didik diberi pengalaman untuk belajar menjadi penilai bagi diri sendiri dan temannya. Penilaian diri (self assessment) dan penilaian antar teman merupakan contoh assessment as learning.

b)            Dalam assessment as learning peserta didik sebaiknya dilibatkan dalam merumuskan prosedur, kriteria, maupun rubrik/pedoman asesmen sehingga mereka mengetahui dengan pasti apa yang harus dilakukan agar memperoleh capaian belajar yang maksimal.

Secara spesifik penilaian yang dilakukan dalam kurikulum merdeka belajar adalah sebagai berikut.

 

Tabel 3.3

Jenis, Fungsi, Teknik, dan Dokumen Penilaian

Jenis

Fungsi

Teknik

Dokumen

Formatif

(as and for learning)

o Mendiagnosis kemampuan awal dan kebutuhan belajar peserta didik.

o Umpan balik bagi pendidik untuk memperbaiki proses pembelajaran agar menjadi lebih bermakna.

o Umpan balik bagi peserta didik untuk memperbaiki strategi pembelajaran.

o Mendiagnosis daya serap materi peserta didik dalam aktivitas pembelajaran di kelas.

o Memacu perubahan suasana kelas sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik dengan program- program pembelajaran yang positif, suportif, dan

o bermakna

Berbagai teknik asesmen (praktik, produk, proyek, portofolio, tes tertulis/lisan)

o Produk hasil belajar

o Jurnal refleksi peserta didik

o Rencana tindak lanjut atas hasil asesmen

o Catatan hasil observasi

o Catatan

o Anecdotal

o Nilai berupa angka

Sumatif di akhir lingkup materi

(for and of learning)

o   Alat ukur untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik dalam satu lingkup materi.

o   Refleksi pembelajaran dalam satu lingkup materi.

o   Umpan balik untuk merancang /perbaikan proses pembelajaran berikutnya.

o   Melihat kekuatan dan kelemahan belajar pada peserta didik selama pembelajaran satu lingkup materi.

Berbagai teknik asesmen (praktik, produk, proyek, portofolio, tertulis, tes lisan)

o Produk hasil belajar.

o Nilai berupa angka.


 

*Sumatif semester

(of learning) Merupakan pilihan. Satuan pendidikan dapat melakukan sumatif pada akhir semester

jika satuan

o   Alat ukur untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik pada periode tertentu.

o   Mendapatkan nilai capaian hasil belajar untuk dibandingkan dengan kriteria capaian yang telah ditetapkan.umpan balik untuk merancang/perbaikan

o   proses pembelajaran

Praktik, produk, proyek, portofolio, tertulis.

o Produk hasil belajar.

o Nilai berupa angka.

pendidikan merasa perlu mengkonfirmasi hasil sumatif akhir lingkup materi untuk mendapatkan data yang

lebih lengkap.

o   semester/tahun ajaran berikutnya (sama seperti fungsi penilaian formatif)

o   d. Melihat kekuatan dan kelemahan belajar pada peserta didik (sama seperti fungsi pada asesmen diagnostik)

 

o  



 

 

5)     Pengolahan Nilai

Pengolahan hasil asesmen dilakukan dengan memanfaatkan hasil formatif dan sumatif. Terdapat 2 jenis data yaitu data hasil asesmen yang berupa angka (kuantitatif) serta data hasil asesmen yang berupa narasi (kualitatif).

Tujuan pengolahan data:

o  Memperoleh informasi hasil belajar yang telah dicapai oleh peserta didik dalam kurun waktu tertentu yang akan disajikan pada laporan kemajuan belajar.

o  Memetakan kekuatan dan kelemahan peserta didik untuk selanjutnya digunakan sebagai dasar pemberian umpan balik.

Ada tiga alternatif pengolahan hasil asesmen yang dapat dijadikan inspirasi       

satuan pendidikan, antara lain:

o  Seluruh hasil asesmen formatif dan sumatif berupa angka diolah menjadi nilai akhir.

o  Hasil formatif berupa angka dan hasil sumatif diolah menjadi nilai akhir.

Data berupa narasi (kualitatif) digunakan sebagai pertimbangan deskripsi Capaian Kompetensi dalam rapor.

o  Hasil asesmen sumatif diolah menjadi nilai akhir.

 

Hasil asesmen formatif digunakan sebagai pertimbangan deskripsi Capaian Kompetensi dalam rapor.

 

SMP Negeri 2 Slahung melaksanakan penilaian formatif, sumatif lingkup materi, dan sumatif akhir semester dengan pongolahan nilai alternatif 1 dengan pembobotan yang sama yaitu:

 

a)           
Penilaian kualitatif

 

 

Keterangan:

NR: Nilai Rapor

NRF : Nilai Rata-rata Formatif

NRSL : Nilai Rata-rata Sumatif Lingkup Materi

NSA : Nilai Sumatif Akhir Semester



 

b)        Penilaian kuantitatif (Narasi)

Narasi didasarkan pada nilai tertinggi dan terendah angka pada penilaian formatif dari seluruh tujuan pembelajaran masing-masing siswa pada setiap mata pelajaran dengan deskripsi:

(1)      Tertinggi                             : sangat menguasai

(2)      Terendah                             : perlu bimbingan

Contoh :  Nilai 84: Ananda  Diva sangat menguasai dalam memperkirakan dan membulatkan bilangan ke nilai tempat terdekat. Nilai 75: Ananda  Diva  perlu bimbingan dalam operasional bilangan bulat.

 

1.         Format Daftar Nilai

Format Daftar Penilaian yang digunakan guru dalam penilaian adalah sebagai berikut.


 

Kelas                                       :

Wali Kelas

 

 

No.

 

 

Nama

 

Formatif

 

 

NRF

Sumatif Lingkup Materi

(SL)

 

NR SL

 

Sumatif Akhir Semester

 

Nilai Rapor

TP1

TP2

TP3

dst

SL

SL

SL

1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mata pelajaran                        :


Daftar Nilai


 

2.         Rapor

Format rapor kurikulum merdeka yang digunakan SMP Negeri 2 Slahung

Ponorogo adalah sebagai berikut.

 

 

Nama Peserta Didik                            : Diva

Kelas                                                   : 7 (Tujuh)

NISN                                                      00310073

Fase                                                    : D

Sekolah                                               : SMP Negeri 2 Slahung

Alamat                                                 : Jl. Ponorogo-Pacitan, Km.27 , Wates . Slahung

Tahun Pelajaran                                  : 2022/2023

 

No.

 

Mata Pelajaran

Nilai Akhir

 

Capaian Kompetensi

1.

Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

80

...

2.

Pendidikan Pancasila

85

Ananda Diva sangat menguasai Pancasila dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari

Ananda  Diva  perlu bimbingan dalam membedakan hak dan kewajiban

 

 


 

b.     PENILAIAN PROYEK PROFIL PELAJAR PANCASILA SMP NEGERI 2 SLAHUNG

 

Penilaian Proyek Profil Pelajar Pancasila

a)   Penilaian Diagnostik, Formatif, dan Sumatif dalam Proyek Profi Pelajar

     Pancasila

Tabel 3.3.b

Aspek

Asesmen

Diagnostik

Asesmen Formatif

Asesmen

Sumatif

Waktu penggunaan

Pada awal perencanaan projek (identifikasi kesiapan satuan pendidikan), jika membuat sendiri modul projek Pada saat penentuan dimensi, elemen, dan sub-elemen, jika menggunakan modul

projek sudah ada

Berkala, berkelanjutan selama projek

oBiasanya dilakukan pada akhir projek

oDapat dilakukan di akhir tahap kegiatan jika diperlukan (terutama di projek dengan jangka waktu yang panjang)

Pihak yang memberikan asesmen

Pendidik

Pendidik, peserta didik secara pribadi (selfassessment), sesama peserta didik (peerassessment), mitra satuan pendidikan dalam

projek (misalnya: orang tua, narasumber projek)

Pendidik

Contoh

bentuk

Rubrik, observasi, kuesioner, refleksi,

Rubrik, umpan balik (dari pendidik dan sesama

Rubrik, presentasi,


 

asesmen

esai

peserta didik) baik secara lisan maupun tertulis, observasi, diskusi, presentasi, jurnal,

refleksi, esai

poster, diorama, produk teknologi atau seni, esai, kolase, drama

Manfaat untuk tim fasilitasi projek

      Menciptakan baseline (garis dasar) untuk menilai kemampuan awal peserta didik.

      Informasi ini dipakai untuk

merencanakan kegiatan projek yang efektif dan bermakna untuk peserta didik,

untuk mencapai konsep learning at the right level

      Menentukan subelemen yang sesuai dengan fasenya

      Mengetahui perkembangan peserta didik di

akhir projek.

oMengawasi pembelajaran peserta didik selama projek

oMemastikan perkembangan kompetensi peserta didik sesuai dengan sub-elemen Profil Pelajar Pancasila yang disasar

oMengecek pemahaman peserta didik mengenai isu projek

oMengukur apakah peserta didik sudah mengembang kan kompetensi dari subelemen dari elemen dan dimensi Profil Pelajar Pancasila sesuai fase yang disasar

oMenyusun

projek selanjutnya

Manfaat untuk peserta didik

Memahami performa

di awal projek

o   Membantu peserta didik memperbaiki dan mengembangkan diri

o   Membantu peserta didik mendapatkan hasil belajar yang lebih baik dalam asesmen sumatif di akhir

o   Mengoptimalkan dampak projek

o  Memahami performa di akhir projek

o  Memahami apakah mereka sudah memenuhi capaian projek dan sejauh mana

o  sudah mencap ai fase perkembangan subelemen dari dimensi Profil Pelajar Pancasila yang

disasar

 

b)     Mendokumentasikan dan Melaporkan Hasil Proyek Pelajar Pancasila

1.      Jurnal

Jurnal adalah praktik mendokumentasikan kumpulan pemikiran, pemahaman, dan penjelasan tentang

ide atau konsep secara tertulis dan biasanya dituangkan dalam sebuah buku.

Jurnal dapat merekam proses pembelajaran projek peserta didik secara berkelanjutan dalam suatu wadah. Jurnal dapat mendorong pendidik melakukan refleksi kritis terhadap proses pelaksanaan projek sehingga pendidik dapat memahami hal-hal yang perlu ia kembangkan di kegiatan projek untuk mengoptimalkan pengalaman belajar peserta didik.

Prinsip-prinsip penyusunan jurnal

o   Menunjukkan perkembangan.         Jurnal  berisi    catatan yangmenunjukkan perkembangan individu peserta didik

o   Menjadi alat refleksi secara berkala. Jurnal dapat diperiksa dan dimodifikasi secara berkala.

o   Observasi berkelanjutan.     Pendidik          melakukan observasi perkembangan kompetensi peserta didik secara berkelanjutan

 

2.      Portofolio

Portofolio merupakan kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya peserta didik dalam bidang tertentu yang mencerminkan perkembangan (reflektifkritis) dalam kurun waktu tertentu. Pada akhir periode, portofolio menjadi referensi diskusi oleh pendidik bersama dengan peserta didik dan selanjutnya diserahkan kepada pendidik pada kelas berikutnya dan dilaporkan kepada orang tua sebagai bukti autentik perkembangan peserta didik.

 

3.      Rapor Proyek Profil Pelajar Pancasila

Rapor terdiri atas hasil penilaian terhadap performa peserta didik dalam projek. Meskipun ada beberapa disiplin ilmu terintegrasi dalam projek, namun bagian projek fokus pada keterpaduan pembelajaran dan perkembangan karakter dan kompetensi sesuai Profil Pelajar Pancasila.

Penilaian dalam rapor projek memadukan pengetahuan,sikap, dan keterampilan sebagai satu komponen. Deskripsi juga disampaikan secara utuh tanpa membedakan aspek tersebut.

 

Beberapa hal yang perlu dicermati dalam rapor yang digunakan di  SMP Negeri 2 Slahung adalah sebagai berikut.

o    Rapor mendeskripsikan skenario masing-masing proyek yang telah direncanakan oleh sekolah.

 

Rapor proyek Profil Pelajar Pancasila menggunakan penilaian berdasarkan dimensi, sub-elemen dan target capaian dengan rentang:

o   SB              : Sangat Berkembang

o   BSH           : Berkembang Sesuai Harapan

o   MB             : Mulai berkembang

o   BB              : Belum Berkembang

 

Rentang ini digunakan untuk mengukur target capaian setiap proyek sesuai dengan dimensi dan sub-elemen yang ada dalam proyek.

c)     Evaluasi dan Tindak Lanjut Proyek Profil pelajar Pancasila

 

Hal yang harus diperhatikan dalam evaluasi implementasi projek:

(1)    Evaluasi implementasi projek bersifat menyeluruh.

Evaluasi ini bukan hanya terhadap pembelajaran peserta didik, tetapi juga terhadap proses pembelajaran pendidik dalam menyiapkan aktivitas projek juga kesiapan satuan pendidikan dan warga satuan pendidikan lain dalam menjalankan projek.

(2)    Evaluasi implementasi projek fokus kepada proses dan bukan hasil akhir.

Jadi, tolok ukur dari evaluasi adalah perkembangan dan pertumbuhan diri peserta didik, pendidik, dan satuan pendidikan. Misalnya: yang dievaluasi bukanlah berapa banyak peserta didik mendapatkan nilai akhir yang tinggi atau kualitas produk, tetapi yang dievaluasi adalah bagaimana dan seberapa jauh peserta didik mengalami pembelajaran dan berkembang sebagai individu selama projek berjalan. Untuk pendidik, perkembangan yang bisa diukur adalah kemampuan pendidik dalam merancang aktivitas pembelajaran berbasis projek. Untuk satuan pendidikan, perkembangan yang bisa diukur adalah tingkat kesiapan satuan pendidikan dan kesinambungan pelaksanaan pembelajaran berbasis projek, serta kerja sama tim fasilitasi projek.

 

 

c.     PENILAIAN EKSTRAKURIKULER KURIKULUM MERDEKA SMP NEGERI 2 SLAHUNG

Penilaian ekstrakurikuler dilaksanakan dengan menggunakan alat penilaian rubrik, kuesioner, atau observasi. Hasil penilaian tersebut dituangkan dalam bentuk penilaian kualitatif dengan deskriptif. Adapun rentang penilaian kualitatif yang dimaksud adalah sebagai berikut:

o    Sangat berkembang

o    Berkembang

o    Cukup Berkembang

o    Mulai Berkembang

Deskripsi rentang disesuaikan dengan perkembangan kompetensi esensial pada setiap ekstrakurikuler.

 

 

 

4.      Pengaturan Beban Belajar

            Kurikulum di SMPN 2 Slahung dikembangkan dengan memperhatikan empat ranah yaitu sosial-emosional, intelektual, ketrampilan, dan perilaku dengan kompetensi spiritual sebagai payungnya, yang dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran intrakurikuler, projek, dan ekstrakurikuler. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dalam waktu 6 hari masuk sekolah.

Selain jam pelajarn untuk pembelajaran intrakurikuler, SMP Negeri 2 Slahung menambah 1 jam pelajaran untuk Projek Profil Pelajar Pancasila. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dilaksanakan dengan melatih peserta didik untuk menggali isu nyata di lingkungan sekitar dan berkolaborasi untuk memecahkan masalah tersebut. Oleh karena itu, alokasi waktu tersendiri sangat dibutuhkan guna memastikan projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dapat berjalan dengan baik. Dalam kurikulum Merdeka ketuntasan hasil belajar tidak lagi diukur dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang berupa nilai kuantitatif melainkan dilakukan baik nilai kualitatif maupun kuantitatif.           

Pengaturan beban belajar dan muatan pembelajarannya di SMPN 2 Slahung diatur sebagai berikut:

Tabel 3.4 Beban belajar dan muatan pembelajaran

No

Muatan Pembelajaran

Beban Belajar (Alokasi Waktu)

Pengaturan

1.

Intrakurikuler

 

 

Wajib

1044 JP/Tahun

(29/Minggu)

a.           Beban belajar ini memuat semua mata pelajaran yang bersifat nasional.

b.          Materi pembelajaran setiap mata pelajaran mengacu pada Capaian Pembelajaran.

c.           Diatur dalam kegiatan regular.

 

Tambahan (Mulok)

72 JP/Tahun (2 JP/Minggu)

a.           Memuat mata pelajaran Bahasa Daerah (Bahasa Jawa) yang sesuai karakterisrik Provinsi Jawa Timur.

b.          Diatur dalam kegiatan reguler.

2.

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

 

Wajib

360 JP/Tahun

a.           Muatan pembelajaran mengacu pada 6 Dimensi projek Profil Pelajar Pancasila.

b.          Diatur dalam kegiatan projek.

3

 

Ekstrakurikuler

Wajib

Sesuai Program

a.           Pramuka,

b.          Tahfiz Alquran

 

Pilihan

Sesuai Program

c.           Memiliki muatan yang menjadi kebutuhan dan karakteristik SMPN 2 Slahung

d.          Diatur dalam kegiatan di luar kegiatan regular dan proyek PPP

 

Sedangkan pembagian alokasi waktu lengkap per tahun bisa dilihat pada tabel 3.1. Pengaturan alokasi waktu perminggu sesuai dengan Permendikbud tentang Prinsip Dasar Kurikulum Operasional Sekolah adalah total 31 jam pelajaran tatap muka tiap minggu sudah termasuk mata pelajaran muatan lokal 2 jam pelajaran sesuai dengan Peraturan Gubernur. Adapun pelaksanaan proyek Profil Pelajar Pancasila dilaksanakan sekitar 24% dari total waktu pembelajaran yang ada, sebanyak 360 JP perta


 

                                     Tabel 3.4.a. Beban Belajar Kurikulum Merdeka SMP Negeri 2 Slahung

 

 

No.

 

Mata Pelajaran

Juli 2022

Agustus 2022

September 2022

Oktober 2022

November 2022

Desember 2022

Smt. Gasal

M1

M2

M3

M4

M1

M2

M3

M4

M1

M2

M3

M4

M5

M1

M2

M3

M4

M1

M2

M3

M4

M1

M2

M3

M4

M5

Intra

Proyek

Jml

 

 

 

1

2

 

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

 

 

 

 

 

 

1

Pend. Agama dan

Budi Pekerti

 

 

 

2

 

2

 

 

2

 

2

 

2

 

2

 

2

 

2

 

2

 

 

2

 

2

 

2

 

2

 

2

 

2

 

2

 

2

 

 

2

 

2

 

 

 

30

 

8

 

38

2

Pendidikan Pancasila

 

 

2

2

 

2

2

2

2

2

2

2

 

2

2

2

2

2

2

2

2

 

2

2

 

 

30

8

38

3

Bahasa

Indonesia

 

 

5

5

 

5

5

5

5

5

5

5

 

5

5

5

5

5

5

5

5

 

5

5

 

 

75

20

95

4

Matematika

 

 

4

4

 

4

4

4

4

4

4

4

 

4

4

4

4

4

4

4

4

 

4

4

 

 

60

16

76

5

IPA

 

 

4

4

 

4

4

4

4

4

4

4

 

4

4

4

4

4

4

4

4

 

4

4

 

 

60

16

76

6

IPS

 

 

3

3

 

3

3

3

3

3

3

3

 

3

3

3

3

3

3

3

3

 

3

3

 

 

45

12

57

7

Bahasa Inggris

 

 

3

3

 

3

3

3

3

3

3

3

 

3

3

3

3

3

3

3

3

 

3

3

 

 

45

12

57

8

PJOK

 

 

2

2

 

2

2

2

2

2

2

2

 

2

2

2

2

2

2

2

2

 

2

2

 

 

30

8

38

9

Informatika

 

 

2

2

 

2

2

2

2

2

2

2

 

2

2

2

2

2

2

2

2

 

2

2

 

 

30

8

38

10

MapelPilihan

 

 

2

2

 

2

2

2

2

2

2

2

 

2

2

2

2

2

2

2

2

 

2

2

 

 

30

8

38

 

11

Mulok

(Bahasa Jawa)

 

 

 

2

 

2

 

 

2

 

2

 

2

 

2

 

2

 

2

 

2

 

 

2

 

2

 

2

 

2

 

2

 

2

 

2

 

2

 

 

2

 

2

 

 

 

30

 

8

 

38

Jumlah

465

124

589

 


 

5.      KRITERIA KENAIKAN LEVEL/KELAS

 

      Peserta didik SMP Negeri 2 Slahung dinyatakan naik level/kelas apabila memenuhi

      syarat:

1)      Menyelesaikan Capaian Pembelajaran Intrakurikuler pada levelyang diduduki.

2)      Capaian Proyek Profil Pelajar Pancasila pada level yang diduduki minimal

3)      berkembang sesuai harapan.

4)      Capaian ekstrakurikuler pendidikan kepramukaan dan pillihan pada level yang diduduki minimal cukup berkembang.

5)      Ketidakhadiran tanpa izin (ALPA) maksimal 5% dari jumlah hari efektif dalam satu tahun. Jumlah hari efektif atahun 2022/2023; 255. Maksimal ketidakhadiran 13 hari.

6)      Ketidakhadiran dengan Izin maksimal 5% dari jumlah hari efektif dalam satu tahun. Jumlah hari efektif tahun 2022/2023; 255. Maksimal ketidakhadiran 13 hari.

7)      Ketidakhadiran karena sakit tidak dijadikan pertimbangan dalam penghitungan minimal kehadiran pada kenaikan kecuali pada kasus khusus misalnya sakit yang akut yang membutuhkan perawatan lebih dari 2 minggu yang diperkuat dengan surat keterangan dokter yang berwenang.

 

6.      KRITERIA KELULUSAN

 

Peserta didik SMP Negeri 2 Slahung dinyatakan lulus apabila memenuhi syarat:

1)      Menyelesaikan Capaian Pembelajaran Intrakurikuler pada Fase D dengan kategori minimal baik.

2)      Menyelesaikan Capaian Proyek Profil Pelajar Pancasila pada Fase D

minimal berkembang sesuai harapan.

3)      Mengikuti ujian akhir semester yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan

4)      Mengikuti kegiatan projek penguatan profil pelajar pancasila yang dilaksanakan satuan pendidikan , dibuktikan dengan dokumen portofolio projek.

5)      Nilai kompetensi sikap minimal B/baik.

6)      Memiliki nilai ekstrakurikuler wajib dan pilihan minimal baik

7)      Ketidakhadiran tanpa izin (ALPA) maksimal 5% dari jumlah hari efektif dalam satu tahun. Jumlah hari efektif atahun 2022/2023; 255. Maksimal ketidakhadiran 13 hari.

8)      Ketidakhadiran dengan Izin maksimal 5% dari jumlah hari efektif dalam satu tahun. Jumlah hari efektif tahun 2022/2023; 255. Maksimal ketidakhadiran 13 hari

9)      Berdasarkan rapat pleno dewan guru.


 

 

7.   PENGUATAN LITERASI DAN NUMERASI UNTUK ASESMEN KOMPETENSI MINIMAL

a)      Penguatan Literasi

Kecakapan membaca peserta didik di SMP Negeri 2 Slahung perlu ditingkatkan untuk memahami dan menganalisis khazanah pengetahuan baru. Jeane Chall (1983) menjenjangkan kemampuan membaca sebagai berikut.

0.         Pramembaca (Prasekolah)

1.         Membaca permulaan (Prasekolah)

2.         Membaca dengan fasih dan memahami teks pada konteks yang diakrabi (Sekolah Dasar)

3.         Membaca untuk mempelajari khazanah pengetahuan baru dan informasi yang lebih kaya (SMP).

4.         Membaca analitis mempertimbangkan perspektif yang berbeda.

5.         Membaca analitis dan kritis untuk mengonstruksi dan mendekonstruksi pengetahuan (SMA).

Penjenjangan ini senada dengan taksonomi Barrett yang memetakan pemahaman membaca dalam lima jenjang, yaitu pemahaman literal, reorganisasi, pemahaman inferensial, evaluasi, dan apresiasi.

Penjenjangan kemampuan membaca ini menegaskan bahwa keterampilan membaca perlu diajarkan di jenjang SMP. Tanpa menguasai keterampilan membaca pada jenjangnya, peserta didik tidak akan mampu mengakses pengetahuan. Oleh karena itu, kemampuan membaca ini menjadi tolok ukur kompetensi kecakapan literasi membaca peserta didik SMP Negeri 2 Slahung.

AKM mengukur membaca sebagai proses kognitif. Level kognisi pada AKM adalah sebagai berikut.

Tabel 3.7. a.1 Proses Kognitif pada AKM

 

Proses Kognisi

Kerangka Literasi Membaca pada AKM

 

1

Menemukan Informasi

         Mengakses dan mencari informasi dalam teks

         Mencari dan memilih informasi yang relevan

 

2

Mengintegrasi dan Menginterpretasi

         Memahami teks secara literal

         Menyusun inferensi, membuat koneksi dan prediksi baik teks tunggal maupun teks jamak

 

 

3

Mengevaluasi dan Merefleksi

         Menilai format penyajian dalam teks

         Merefleksi    isi     teks     untuk     mengambil     keputusan, menetapkan pilihan, serta mengaitkan isi teks dengan

pengalaman pribadi

 

a)     Curah Gagasan untuk Mengaktifkan Pengetahuan Latar

Melakukan curah gagasan melatih peserta didik untuk melontarkan ide terkait apa, mengapa, bagaimana, siapa secara seluas-luasnya. Dengan melakukan curah gagasan, peserta didik diajak untuk memikirkan materi bacaan dan mengaktifkan pengetahuan latarnya sebelum membaca.

b)     Membuat dan Mengklarifikasi Prediksi

Strategi ini dilakukan dengan meminta peserta didik mengamati gambar dan judul, mereka berlatih membuat prediksi tentang materi bacaan. Prediksi tentang materi bacaan membantu peserta didik menetapkan tujuan dalam membaca.

 

Sedangkan jenis teks yang digunakan pada AKM adalah sebagai berikut.

 

Aspek

Teks pada Asesmen Kompetensi Minimum

Sumber

Teks tunggal Teks jamak

Format

Kontinu Nonkontinu

Campuran

Tipe

Fiksi

Nonfiksi (tidak menyebutkan tipe teks, namun bank soal menunjukkan variasi semua jenis tipe teks sebagaimana halnya teks PISA)

Konteks

Personal Sains

Sosial budaya

Tabel 3.7.a.2. Jenis Teks pada AKM

 

Hal yang harus dilakukan dalam rangka peningkatan dan penguatan literasi di SMP Negeri 2 Slahung adalah sebagai berikut.

1)        Guru memodifikasi bahan ajar dan modul untuk memungkinkan peserta didik membaca.

2)        Guru dalam pembelajaran menggunakan beberapa strategi membaca sebagai berikut.

a)     Membaca Pemahaman dengan Pendekatan Konstruktivisme

Pendekatan konstruktivisme memandang kegiatan membaca sebagai proses mengonstruksi makna yang dinamis. Keberhasilan proses membangun makna ini ditentukan oleh sikap aktif peserta didik menanya, melakukan inferensi, visualisasi, dan mengaktifkan pengetahuan

 

b)     Membaca Terpandu

Strategi ini perlu dilatihkan dengan dampingan guru, teman kelompok, atau tutor. Peserta didik dapat diminta untuk duduk dalam kelompok selama membaca, melatih strategi membaca, serta mendiskusikan simpulannya terhadap bacaan dengan merujuk pada pertanyaan pemantik yang disiapkan oleh guru.

c)     Memodelkan Berpikir Nyaring

Model berpikir nyaring (thinking aloud) adalah sebuah pendekatan metakognitif yang memverbalkan proses berpikir sehingga dapat didengar sendiri dan didengar oleh orang lain.

3)        Asesmen diharapkan menggunakan alat ukur yang memancing berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif/ HOTS (Higher Order Thinking Skill).

 

b)    Penguatan Numerasi

Salah satu kompetensi hasil belajar peserta didik yang di ukur pada asesmen nasional mulai tahun 2021 adalah literasi membaca dan numerasi, yang disebut sebagai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) (Kemendikbud, 2020). Kompetensi mendasar numerasi yang diukur mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep dan pengetahuan matematika yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi kuantitatif dan spasial.

Komponen AKM numerasi selain mencakup konten (bilangan, pengukuran dan geometri, data dan ketidakpastian, dan aljabar) juga melibatkan proses kognitif, yaitu pemahaman, penerapan, dan penalaran. Peserta didik diharapkan memahami fakta, prosedur serta alat matematika yang dapat digunakan di dalam penyelesaian masalah. Selain itu, mereka mampu menerapkan dan bernalar dengan konsep matematika dalam situasi nyata, baik yang bersifat rutin maupun nonrutin, dalam berbagai ragam konteks (personal, sosial budaya, dan saintifik). Seperti pada tabel berikut.

 

 

Tabel 3.7.b. Elemen Numerasi

Elemen

Tes AKM

Konten

                 Aljabar

                 Geometri dan Pengukuran

                 Bilangan

                 Data dan Ketidakpastian

Level atau Proses Kognitif

                 Personal

                 Sosial budaya

                 Saintifik

 

Hal yang harus dilakukan dalam rangka peningkatan dan penguatan numerasi di SMP Negeri 2 Slahung adalah sebagai berikut.

o  Guru memodifikasi bahan ajar dan modul untuk memungkinkan peserta didik belajar numerasi pada setiap mata pelajaran..

o  Guru dalam pembelajaran menggunakan beberapa strategi numerasi dalam pembelajaran

 

8.      BIMBINGAN KONSELING KURIKULUM MERDEKA

1)     Pengertian

Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP diselenggarakan untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik/konseli agar mampu mengaktualisasikan potensi dirinya atau mencapai perkembangan secara optimal. Fasilitasi dimaksudkan sebagai upaya memperlancar proses perkembangan peserta didik/konseli, karena secara kodrati setiap manusia berpotensi tumbuh dan berkembang untuk mencapai kemandirian secara optimal.

Kegiatan layanan dilaksanakan oleh Guru Bimbingan dan Konseling/konselor di SMP secara sistematis, logis, objektif, berkelanjutan dan terprogram. Kegiatan- kegiatan ini untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik SMP dalam mencapai tugas perkembangan kemandirian yang optimal. Kegiatan yang dilaksanakan dalam layanan Bimbingan dan Konseling mengacu pada Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling.

2)     Capaian Layanan Bimbingan

Guru Bimbingan dan Konseling/konselor dalam menyusun rancangan kegiatan layanan Bimbingan dan Konseling mengacu pada alur Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling seperti yang tercantum dalam tabel berikut.

 

 

 

 Tabel 3.8. Alur Capaian Layanan Bimbingan Konseling

 

 

 

No.

 

Aspek Perkembangan

Tatanan

Internal Tujuan

 

Fase D (SMP)

1.

Landasan Hidup Religius

Pengenalan

Mengaitkan nilai nilai agama yang telah dipelajari dengan aktivitas

sehari hari.

Akomodasi

Menghargai berbagai bentuk tata cara ibadah yang dijalankan olehnya maupun

orang lain.

Tindakan

Memperbaiki kebiasaan sehari-hari

yang kurang esuai dengan ajaran yang diyakininya.

2.

Landasan

Pengenalan

Mengaitkan norma dan etika kewajiban atas dasar rasa kasih sayang

 

3.

Kesadaran Gender

Pengenalan

Menjelaskan fungsi peran sosial antara laki-laki dan perempuan sesuai dengan budaya dan nilai-nilai yang

berlaku.

Akomodasi

Menghargai fungsi dan peran sebagai laki-laki atau perempuan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan budaya dan nilai-

nilai yang berlaku.

Tindakan

Menampilkan perilaku yang sesuai dengan fungsi dan peran sebagai laki-laki atau perempuan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan budaya dan nilai-

nilai yang berlaku.

4

Pengembangan Pribadi

Pengenalan

Mengidentifikasi berbagai aktivitas keseharian untuk mengembangkan potensi dan

hobi yang dimilikinya.

Akomodasi

Bersikap positif terhadap aktivitas keseharian untuk

mengembangkan potensi dan hobi yang dimilikinya.

Tindakan

Melakukan aktivitas keseharian untuk mengembangkan potensi dan hobi yang dimilikinya.

5

Perilaku Kewirausahaan

/ Kemandirian Perilaku Ekonomis

Pengenalan

Mengidentifikasi perilaku hemat, ulet, dan kompetitif

dengan karakteristik jiwa kewirausahaan

Akomodasi

Menyadari manfaat perilaku hemat, ulet, kompetitif, dan kolaboratif dengan karakteristik

wirausaha.

Tindakan

Menampilkan contoh perilaku hemat, ulet, kompetitif,

dan kolaboratif dalam karakteristik jiwa kewirausahaan.

6

Wawasan Kesiapan Karir

Pengenalan

Memilih alternatif pendidikan SLTA yang sesuai dengan kemampuan diri dalam

rangka merencanakan karier.

Akomodasi

Meyakini alternatif pendidikan

SLTA yang sesuai dengan kemampuan diri.

Tindakan

Menentukan pilihan pendidikan

SLTA dan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan diri

7

Kematangan Hubungan dengan TemanSebaya

Pengenalan

 

 

 

Mengidentifikasi keterkaitan antara norma diri sendiri

dengan fenomena pergaulan di lingkungan teman sebaya

 

 

Akomodasi

Menghargai perbedaan norma

yang dianut oleh lingkungan teman sebaya

 

 

Tindakan

Menyelaraskan norma-norma pergaulan dengan teman sebaya

yang lebih beragam latar belakang

 

Alur Capaian Layanan Bimbingan Konseling ini kemudian dikembangkan atau dijabrkan sesuai tahapan yang ada.

1)            Dokumen Bimbingan Konseling Kurikulum Merdeka

 

Dokumen perencanaan program bimbingan dan konseling sebaiknya terdiri atas:

(a)          Rasional;

(b)          Visi dan Misi;

(c)           Deskripsi Kebutuhan;

(d)          Tujuan;

(e)          Komponen Program;

(f)            Bidang layanan;

(g)          Rencana Operasional (Action Plan);

(h)          Pengembangan Tema/Topik;

(i)            Rencana Evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut;

(j)            Anggaran biaya.

 

2)            Evaluasi, Pelaporan, dan Tindak Lanjut

(a)       Evaluasi

Secara umum kegiatan evaluasi ditujukan untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan kegiatan dan ketercapaian tujuan program yang telah ditetapkan. Kegiatan tersebut dilakukan dengan cara menelaah program Bimbingan dan Konseling yang telah dan sedang dilaksanakan yang hasilnya dapat menjadi dasar bagi Guru Bimbingan dan Konseling/konselor untuk mengembangkan dan memperbaiki program selanjutnya. Selain itu hasil evaluasi dapat digunakan untuk kepentingan penyediaan umpan balik bagi pelaksana program Bimbingan dan Konseling dalam rangka perbaikan atau peningkatan implementasi program selanjutnya.

Tahapan evaluasi antara lain sebagai berikut:

(1)       Persiapan, meliputi:

o   Menentukan metode evaluasi (angket, wawancara, observasi dan lainlain).

o   Menyusun instrumen evaluasi sesuai dengan metode evaluasi.

o   Menentukan sasaran, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.

(2)       Pelaksanaan:

Evaluasi dilaksanakan dengan menggunakan instrumen yang telah disusun. Evaluasi layanan Bimbingan dan Konseling terdiri atas evaluasi proses dan evaluasi hasil. Evaluasi proses dilaksanakan setelah selesai pemberian layanan Bimbingan dan Konseling. Sedangkan evaluasi hasil dilaksanakan di akhir semester atau di akhir tahun pelajaran.

(3)       Rekomendasi:

o   Menganalisis hasil pelaksanaan evaluasi:

o   Menetapkan rekomendasi dan tindak lanjut hasil evaluasi.

 

(b)       Pelaporan

Pelaporan merupakan langkah lanjutan setelah evaluasi. Isi dalam pelaporanlebih bersifat mendeskripsikan dan memberi uraian analisis terhadap hasil- hasil yang telah dicapai dalam kegiatan evaluasi sebelumnya.

 

(c)       Tindak Lanjut

Tindak lanjut dalam pelaksanaan layanan dapat dimunculkan sebagai bentuk respon cepat terhadap refleksi yang dilakukan oleh Guru Bimbingan dan Konseling/konselor atau konselor atas permasalahan-permasalahan yang teridentifikasi selama proses pemberian layanan.

 

 

9.      PROGRAM INKLUSIF

 

Program Inklusif adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikanatau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan secara bersama- sama dengan peserta didik pada umumnya.

SMP Negeri 2 Slahung berusaha mewadahi keadilan dalam pendidik- an dengan menerima peserta didik dengan berbagai latar belakang kemampuan diri. Dalam memfasilitasi program tersebut SMP Negeri 2 Slahung merencanakan program inklusif dengan cara pembimbingan individu pada peserta didik yang berkebutuhan khusus,baik akademik maupun non- akademik dengan melibatkan berbagai pihak. Pihak tersebut diantaranya orang tua dan psikolog.

Diharapkan peserta didik yang berkebutuha khusus mampu mengembangkan kemampuan yang mereka miliki. Evaluasi dari kegiatan ini


direncanakan tiap trimester oleh dewan guru dan pihak-pihak yang berkompeten.

 

B.     PERENCANAAN PEMBELAJARAN

Rencana pembelajaran disusun untuk merencanakan proses pembelajaran dengan terperinci. Rencana pembelajaran disusun oleh guru sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. Rencana pembelajaran disusun supaya proses pembelajaran lebih tertata sesuai dengan alur pembelajaran yang sudah direncanakan. Kegiatan pembelajaran intrakurikuler di setiap mata pelajaran mengacu pada capaian pembelajaran. Capaian Pembelajaran diatur oleh SK Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) No. 57 Tahun 2022.

Rencana pembelajaran SMPN 2 Slahung  terdiri dari Silabus dan modul ajar / Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun sesuai ketentuan, yang mudah dipahami.

Silabus SMPN 2 Slahung  disusun dalam bentuk matriks yang memuat alur tujuan pembelajaran, materi ajar, kegiatan pembelajaran, penilaian dan sumber belajar.

1.      Alur tujuan pembelajaran berfungsi mengarahkan guru dalam merencanakan, mengimplementasi dan mengevaluasi pembelajaran secara keseluruhan sehingga capaian pembelajaran diperoleh secara sistematis, konsisten, terarah dan terukur.

2.      Materi ajar merupakan materi pokok yang telah disusun pada alur tujuan pembelajaran.

3.      Kegiatan pembelajaran dikemas secara umum sebagai acuan untuk menyusun rencana pelaksaanaan pembelajaran.

4.      Penilaian merupakan penilaian otentik yang memadukan dimensi sikap, pengetahuan dan keterampilan selama dan setelah proses pembelajaran. Sumber belajar dipilah sesuai kebutuhan peserta didik dan merupakan sumber belajar yang mudah digunakan, berbasis lingkungan, dan mendukung pembelajaran yang kontekstial dan menyenangkan.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) SMPN 2 Slahung  disusun sesuai dengan aturan terbaru yang sudah ditetapkan oleh pusat. Ada tiga unsur utama yang termuat dalam Modul Ajar/ RPP yaitu: 1) Tujuan pembelajaran; 2) Langkah-langkah pembelajaran; dan 3 ) Penilaian. Tujuan pembelajaran merupakan penerjemahan tujuan capaian pembelajaran yang dapat terukur pencapaian dan keberhasilannya. Langkah kegiatan pembelajaran menggambarkan keseluruhan aktivitas yang akan dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran pun diintegrasikan penumbuhan dan penguatan Profil Pelajar Pancasila, Penilaian merupakan proses mengukur ketercapaiac selama proses pembelajaran. Penilaian ini mencakup aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan.

 

C.     Pendampingan, Evaluasi, Dan Pengembangan Profesional

Evaluasi dibutuhkan untuk melihat sejauh mana ketercapaian, kesesuaian tujuan, dan keselarasan di dalam pelaksanaan pembelajaran dengan kondisi yang berkembang SMPN 2 Slahung menempuh kegiatan yang tertuang dalam tabel berikut:

 

Bentuk Pendampingan dan

Pengembangan Profesional

Teknis Pendampingan dan Pengembangan Profesional

 

 

Waktu

 

SDM yang terlibat

 

 

Keterangan

Pendampingan

Coaching bagi guru pemula

Per tahun

Guru pemula, Guru yang ditunjuk, KS

 

 

Coaching                    program- program terbaru

Menyesuaika n

Guru    Mapel, KS

Dinas   terkait sebagai

penyelenggara

 

Supervisi Kelas

Per semester

Guru, KS

Sebagai Penilaian

Kinerja Guru

 

Pengembangan Profesi

Pelatihan

Pengembangan Keprofesian

Per tahun

Semuaguru, pengawas, KS

Rutinitas

 

Pelatihan-pelatihan

Menyesuaika n

Guru, KS

Mandiri, Dinas terkait

Bentuk Evaluasi

Strategi dalam Evaluasi

Waktu

SDM yang terlibat

Keterangan

Evaluasi Pembelajaran dan

Evaluasi urikulum Operasional Sekolah

Menggunakan jurnal harian, dan penilaian sikap

Per hari

Guru,peserta didik,orang

tuaBK,

lingkungan

Daricapaian pembelajaran, angket peserta

didik

 

Mengaktifkan Paguyuban Kelas

Per bulan

Guru, peserta didik, Orang tua, KS

Evaluasi Programdan

pelaksanaan Pembelajaran

 

Assesmen formatif

Per      unit belajar

Guru, peserta didik, orang tua

Daricapaian pembelajaran, angket murid

 

Assesmen formatif, portofolio

Per semester

Guru,peserta didik,    orang

tua,        BK, lingkungan

Daricapaian pembelajaran,

angket peserta didik

 

Assesmen formatif, portofolio, Evaluasi Diri Sekolah

Per tahun

Guru,peserta didik,    orang

tua       ,BK, lingkungan, komite

Daricapaian pembelajaran, angket peserta didik, kuisioner orang tua

Evaluasi Program- Program Sekolah

Monitoring kegiatan dari pelaksanaan, pelaporan, tindak lanjut kegiatan

Setiap selesai kegiatan

Guru, Komite, KS, Pengawas

Pelaksanaan Program digilir dengan harapan adanya pemerataan

peran


 

PROGRAM PRIORITAS

 PROFIL KEUNGGULAN SMP NEGERI 2 SLAHUNG

 

NO

ASPEK KEUNGGULAN

URAIAN

1.

Penanaman Karakter

1.       Membudayakan 5S, Doa Asmaul Husna,

2.       Tahfidzul Quran dan Hafalan Ayat Pendek Harian dengan    

        membuka kelas Tahfidz dan BTQ

3.       Salat duha dan dzuhur berjamaah.

4.       Pengintegrasian dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran dan aktivitas di sekolah.

2.

Kreativitas Literasi

1.      Kegiatan Intrakurikuler (Tugas Mapel dan lain-lain)

2.      Budaya Literasi ( Komunitas Gemar Baca Perpustakaa)

3.      Kegiatan Ekstrakurikuler ( Jurnalistik)

4.      Kegiatan Majalah (Cerita Eslada)

3.

Pembinaan Intensif Akademik

 

1.       Pembinaan KSN (Kompetisi Sains Nasional)

4.

Pembinaan Intensif Nonakademik

1.       Pembinaan KOSN (Kompetisi Olahraga Siswa Nasional)

2.       Pembinaan Kompetensi Seni


                                                                        MEMBANGUN PUSAT KEUNGGULAN SEKOLAH

 

Nama Sekolah             : SMP NEGERI 2 SLAHUNG

Kabupaten/Kota          : PONOROGO

School Branding        : …..

 

NO

KEGIATAN *)

TUJUAN

SASARAN

PENANGGUNG

JAWAB

WAKTU

SUMBER

DANA

ALOKASI

DANA

1.

Penguatan Sikap Relegius

Meningkatkan karater siswa dalam:

-         Aktivitas doa dan asmaul khusna

-         Salat duha berjamaah

-         Salah Dzuhur berjamaah

-         Peduli sesama

-         Peduli lingkungan

-         Iman dan taqwa

Siswa

Tim PABP

Mariatul Jamilah,M.pd.I

1 tahun

Bos dan dana sumbangan

Rp.

Intensifikasi Tahfidzul Quran

Siswa

Tim Tahfidzul Mariatul Jamilah,M.pd.I

1 tahun

Bos dan dana sumbangan

Rp

2.

Literasi

Memotivasi siswa untuk dapat berkaya menghasilkan kumpulan puisi

Siswa

Tim Literasi Sekolah Syahari,M.Pd

1 tahun

Pendamping Bos, dan Mandiri

Rp.


 

D. PENDAMPINGAN, PENGEMBANGAN KALENDER PENDIDIKAN

Setiap permulaan tahun pelajaran, tim penyusun program sekolah menyusunkalender pendidikan untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran, minggu efektif belajarr, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Pengaturan waktu belajar di sekolah mengacu kepada standar isi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, serta ketentuan daripemerintah daerah.

Kalender Pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran,minggu efektif belajar, wajtu pembelajaran efektif dan hari libur.

Penetapan Kalender Pendidikan SMPN 2 Slahung Tahun Ajaran 2022/2023 adalah sebagai berikut:

a.     Permulaan tahun ajaran 2022/2023 dimulai bulan Juli 2021 dan berakhir bulanJuni tahun 2023.

b.     Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Agama dalam hal yang berkait dengan hari raya keagamaandan Walikota Madiun.

c.      Pemerintah Pusat/ Provinsi/ Kota dapat menetapkan hari libur serentak untuksatuan- satuan pendidikan.

d.     Kalender pendidikan SMP Model 6 disusun berdasarkan kebutuhan dan kegiatan- kegiatan sekolah dipadukan dengan kalender pendidikan yang disusun Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur serta memperhatikan peraturan dan kalender kegiatan pemerintah daerah kota Madiun.

e.     Kalender pendidikan setiap tahun berubah mengikuti peraturan/kalender pendidikan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, maka dari itu kalenderpendidikan disajikan dalam bentuk lampiran, sedangkan di sini hanya dipaparkan secara umum atau garis besarnya saja.

 

Alokasi waktu minggu efektif belajar, waktu libur, dan kegiatan lainnya terterapada Tabel berikut ini.

No.

Kegiatan

Alokasi Waktu

Keterangan

1.

Minggu efektif belajar reguler setiap tahun

(Kelas VII-VIII)

Minimal 36 minggu

maksimal 40 minggu

Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiapsatuan pendidikan

2.

Minggu efektif semester ganjil tahun terakhir setiap satuan

pendidikan (Kelas IX)

Minimal 18 minggu

3.

Minggu efektif semester

genap tahun terakhir setiap satuan

pendidikan (Kelas IX

Minimal 14 minggu

 

Jeda tengah semester

Maksimal 2 minggu

Satu minggu setiap

semester

 

Jeda antar semester

Maksimal 2 minggu

Antara semester I dan II

 

Libur akhir tahun ajaran

Maksimal 3 minggu

Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhirdan awal tahun ajaran, serta

PPDB

 

Hari libur keagamaan

Maksimal 4 minggu

Disesuaikan dengan

peraturanpemerintah

 

Hari libur umum/ nasional

Maksimal 2 minggu

Disesuaikan dengan peraturan

pemerintah

 

Kegiatan Akhir Semester

Maksimum 1 minggu

Memberi kesempatan kepadapeserta didik untuk menampilkan hasil

pengembangan diri (Ekskul).

 

 

 

 



KALENDER AKADEMIK SMP NEGERI 2 SLAHUNG TAHUN AJARAN 2022/2023

 

 

Smt

 

Kegiatan

Juli 2022

Agustus 2022

September 2022

Oktober 2022

November 2022

Desember 2022

M 1

M 2

M 3

M 4

M 1

M 2

M 3

M 4

M 1

M 2

M 3

M 4

M 5

M 1

M 2

M 3

M 4

M 1

M 2

M 3

M 4

M 1

M 2

M 3

M 4

M 5

 

 

1

2

 

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

 

 

GASAL

Minggu efektif belajar reguler semester

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PSLM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PSAS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Project PPP

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Libur akhir tahun

ajaran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

smt

 

Kegiatan

Jan 2023

Feb 2023

Mar 2023

Apr 2023

Mei 2023

Juni 2023

M1

M2

M3

M4

M1

M2

M3

M4

M1

M2

M3

M4

M5

M1

M2

M3

M4

M1

M2

M3

M4

M1

M2

M3

M4

M5

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

 

33

34

 

35

36

37

 

 

38

39

40

 

 

 

GENAP

Minggu efektif belajar regulersemester

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PSLM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PSAS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Project PPP

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Libur akhir tahun ajaran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

                               RINCIAN KALENDER AKADEMIK

 

No

Kalender Akademik

Agenda Kegiatan

 

 

 

 

1

1-8 Juli              : LS 1

9 Juli                 : Hari Raya Idul Adha

11 Juli

 

12-14 Juli

:  Penyembelihan Binatang 

    Kurban

:   MPLS

:   Kegiatan Kepramukaan

:   Hari Raya Idul Adha

15-16 Juli

20 Juli

23 Juli             :    Hari Anak Nasional

29 Juli               :   Grebeg Sura

   30 Juli                :     Tahun Baru Hidriyah 1444 H

Jumat dan Sabtu

:   Project PPP

 

 

 

 

 

2

 

10 Agustus

 

 

  11 Agustus          :     

:Tahun Baru Hijriyah ( 1   

   Muharam)

: Hari Jadi Ponorogo

12 Agustus      :   Hari Remaja Internasional

14 Agustus         : Hari Pramuka

17 Agustus

:   HUT RI

21 Agustus      :    Hari Maritim

Jumat dan Sabtu : Project PPP

 

 

 

 

 

3

 

3 September    :    Hari PMI

8September     :    Hari Aksara Internasional

9 September    :   Hari Olahraga Nasional

14 September  :    Hari Kunjung Perpustakaan

16 September  :    Hari Ozon Internasional

17 September  :    Hari Palang MerahNasional

27-28 September :     PTS Gasal

Jumat dan Sabtu : Project PPP

 

 

 

 

4

 

1 Oktober        :    Hari Kesaktian Pancasila

2 Oktober        :    Hari Batik Nasional dan dunia

5 Oktober        :    Hari TNI

5 Oktober        :    Hari Guru Sedunia

16 Oktober      :    Hari Pangan Sedunia

19 Oktober      :    Maulid Nabi Muhammad

8 Oktober        :    Terima Rapor

Jumat dan Sabtu : Project PPP

5

 

10 November           : Hari Pahlawan

12 November           : Hari Kesehatan  Nas

12 November           : Hari Ayah Nasional

20 November           : Hari Anak Inter

21 November           : Hari Pohon Internasional

21 November           : Hari Televisi Sedunia

25 November           : Hari Guru (PGRI)

28 November           : Hari Menanam Pohon Indonesia

30 November           : PAS Gasal

Jumat dan Sabtu      : Project PPP

6

 

1 Desember     : Hari AIDS sedunia

 10 Desember  : Hari HAM

13 Desember   : Hari Nusantara

1-7 Desember  : PAS Gasal

17 Desember   : Terima Rapor

22 Desember   : Hari Ibu Nasional

23-30 Desember : LS 2

Jumat dan Sabtu : Project PPP

7

25 De

     Jumat dan Sabtu : Project PPP

8

 

 

1 Februari         :Tahun Baru Imlek

2 Februari         :Hari Lahan Basah   

                         Sedunia

9 Februari         :Hari Pers Nasional

28 Februari      : Hari Gizi Nasional

28 Februari      :Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW

 

9

 

22 Maret          :Hari Raya Nyepi

21-24                : LPP

10

 

15-18 April   : Efektif Fakultatif

19-27 April    : LHR

11

1 Mei   : Hari Buruh Internasional

2 Mei     : Hari Pendidikan Nasional

6 Mei        : Hari Waisak

18 Mei      : Kenaikan Isa Almasih

 

 

12

1 Juni               : Hari Lahir Pancasila

 2-7 Juni       : PAS Genap

17 Juni              : terima rapot

22-30 Juni         : LS1

 

 


                                                 BAB IV

                                                PENUTUP

 

Penyusunan Kurikulum Operasional SMP Negeri 2 Slahung ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Dengan tersusunnya kurikulum ini, SMP Negeri 2 Slahung telah mempunyai pedoman penyelenggaraan pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan isi, proses, penilaian, dan pelaporan pembelajaran. Kurikulum ini mengikat seluruh gerak langkah seluruh warga SMP Negeri 2 Slahung. Oleh karena itu, konsistensi warga SMP Negeri 2 Slahung terhadap implementasi kurikulum ini sangat menentukan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di SMP Negeri 2 Slahung.

Kurikulum ini bukan bersifat abadi. Evaluasi terhadap keefektifan kurikulum ini akan dilakukan secara terus-menerus sesuai dengan kondisi dan kebutuhan SMP Negeri 2 Slahung. Kritik dan saran sangat diharapkan demi kesempurnaan kurikulum ini.


DAFTAR PUSTAKA

 

1.      Direktorat Pendidikan SMP.2021. Inspirasi Pembelajaran yang Menguatkan Numerasi Pada Mata Pelajaran Matematika untuk Jenjang Sekolah Menengah Pertama, Jakarta

2.      Direktorat Pendidikan SMP.2021. Inspirasi Pembelajaran yang Menguatkan Numerasi Pada Mata Pelajaran Non Matematika untuk Jenjang Sekolah Menengah Pertama, Jakarta

3.      Direktorat Pendidikan SMP.2021. Inspirasi Pembelajaran yang Menguatkan Literasi Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Jenjang Sekolah Menengah Pertama, Jakarta

4.      Direktorat Pendidikan SMP.2021. Inspirasi Pembelajaran yang Menguatkan Literasi Pada Mata Pelajaran Non Bahasa Indonesia untuk Jenjang Sekolah Menengah Pertama, Jakarta

5.      Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi

6.      Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Standar Isi Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah

7.      Purba, Mariati, Nina Purnamasari, dkk.2022.Prinsip Pengembangan Pembelajaran Berdiferensiasi Differentiated Instruction) Pada Kurikulum Fleksibel Sebagai Wujud Merdeka Belajar. Jakarta; Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi

8.      Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi

9.      Republik Indonesia Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran

10.   Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 008/H/Kr/2022     tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka

11.   Kepala Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2021. Panduan Pembelajaran dan Asesmen Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah (SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA). Jakarta; Kemenristek.

12.   Kepala Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2021. Panduan Pengembangan Penguatan Projek Profil Pelajar Pancasila (SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA). Jakarta; Kemenristek.

13.   Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 009/H/Kr/2022 Tentang Dimensi, Elemen, Dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila Pada Kurikulum Merdeka

14.   Keputusan Kepala Badan Penelitian Dan Pengembangan Dan Perbukuan Nomor 028/H/Ku/2021          tentang Capaian Pembelajaran          Paud, SD, SMP, SMA, SDLB, SMPLB, dan SMALB Pada Program Sekolah Penggerak

15.   Kemenristek.2021. Model Inspiratif Layanan Bimbingan Dan Konseling Sekolah Menengah Pertama (Smp), Jakarta; Pusat Kurikulum dan Perbukuan

16.   Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 371/M/2021 tentang Program Sekolah Penggerak


LAMPIRAN


 


 



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RAMALAN JAYABAYA

ESLADA KRIDA ROMANTIKA