KOSP ESLADA
KURIKULUM OPERASIONAL
SMP NEGERI 2 SLAHUNG
MODEL 6
TAHUN PELAJARAN 2022/2023
PEMERINTAH
KABUPATEN PONOROGO
DINAS
PENDIDIKAN
SMP NEGERI 2
SLAHUNG
Jl. Raya Ponorogo-Pacitan Km 27 Desa Wates Kec Slahung
Ponorogo 63463
Email: Smpn2slahung@gmail.com
LEMBAR
PENGESAHAN
Berdasarkan hasil rapat dewan pendidik bersama Komite
Sekolah, Kurikulum Operasional SMPN 2 Slahung ditetapkan, disahkan dan dilaksanakan di SMPN 2 Slahung pada Tahun Pelajaran 2022/2023
Disahkan :
di Ponorogo
Pada Tanggal :
|
Menyetujui Ketua Komite Sekolah SARIYANTO |
Kepala SMPN 2 Slahung MOHAMMAD THOYIB, S.Pd. M.Pd NIP. 19670305 199203 1 010 |
Mengetahui,
Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo
Drs. H. NURHADI HANURI,
MM
Pembina Tingkat I
NIP. 19670331 199203 1 005
LEMBAR VALIDASI DAN
PENGESAHAN PENGAWAS
Setelah dibaca
dan dikoreksi secara teliti, Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan SMPN 2
Slahung telah sesuai dengan ketentuan
dan format yang berlaku dan dapat dipergunakan sebagai acuan pelaksanaan proses
Pembelajaran Tahun Pelajaran 2022/2023
Ponorogo, ….
Juli 2022
Pengawas
Pembina
Drs. M. MAKSUM,
M.Si
NIP: 19670104
199703 1
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat,
taufik dan hidayah-Nya sehingga Kurikulum Operasional SMPN 2 Slahung Tahun Pelajaran 2022/2023 dapat
tersusun. Kurikulum Operasional SMPN 2 Slahung adalah kurikulum operasional
yang disusun dan dilaksanakan oleh SMPN 2 Slahung. Secara khusus kurikulum
operasional SMPN 2 Slahung Tahun Ajaran 2022/2023 adalah sebagai perwujudan
dari kurikulum pendidikan dasar dan
menengah yang dikembangkan sesuai dengan kondisi SMPN 2 Slahung serta saran
Komite Sekolah dibawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan.
Kurikulum
Operasional Sekolah ini diberlakukan pada Tahun Pelajaran 2022/2023 yang
mencerminkan merdeka belajar dan pengimplementasian profil pelajar Pancasila.
Kurikulum ini memuat karakteristik satuan pendidikan, profil pembelajar,
struktur kurikulum dan rancangan pembelajaran.
Pengembangan
Kurikulum Operasional SMPN 2 Slahung Tahun Pelajaran 2022/2023 ini mengacu
pada Standar Nasional Pendidikan, konsep merdeka belajar, dan
pengimplementasian profil pelajar Pancasila. Di samping itu juga Kurikulum
Operasional SMPN 2 Slahung ini merupakan pegangan bagi pengembangan lingkungan
SMPN 2 Slahung. Dari mulai budaya pengelolaan lingkungan bersih, suasana
rindang, bersih berseri dengan unsur edukasi dan destinasi atas dasar
nilai-nilai spiritual untuk menanamkan Pendidikan Akhlaqul Karimah yang
cerdas.
Kurikulum ini
dapat terselesaikan berkat dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu kami
menyampaikan ucapan terima kasih, kepada :
1. Kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten Ponorogo
2. Kepala Bidang Kurikulum
Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo
3. Pengawas Pembina SMP yang
telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan dokumen;
4. Pendidik dan Tenaga
kependidikan SMPN 2 Slahung, yang telah secara proaktif memberi masukan dan
kelengkapan data;
5. Ketua Komite yang telah
memberi dukungan terhadap terselenggaranya pendidikan SMPN 2 Slahung.
6.
Stake holder di lingkungan sekolah, Kepala Desa Wates
Slahung dan Kepala Desa Tugurejo yang secara komunikatif memberikan dukungan
penuh dalam mensosialisasikan dan mobilisasi terhadap eksistensi sekolah kami.
Kami menyadari bahwa Kurikulum Operasional Satuan
Pendidikan yang telah kami susun ini
memiliki kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu, segala kritik,
saran, dan masukan yang konstruktif dari berbagai pihak yang kompeten sangat
kami harapkan.
Kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih
kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu penyelesaian Kurikulum
ini.
Tim penyusun
DAFTAR ISI
|
|
Halaman |
||
|
HALAMAN JUDUL |
i |
||
|
LEMBAR PENGESAHAN ………………………………………………………… |
ii |
||
|
LEMBAR VALIDASI DAN PENGESAHAN PENGAWAS ……………………….. |
|
iii |
|
|
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………. |
|
iv |
|
|
DAFTAR LAMPIRAN ………………………..…………………………………….. |
|
v |
|
|
BAB I |
KARAKTERISTIK SEKOLAH …………………………………… |
|
|
|
BAB II |
MISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH…………………………... |
|
|
|
|
Visi Sekolah ……………………………………………………… |
|
|
|
|
Misi Sekolah………………………………………………………. |
|
|
|
|
Tujuan Sekolah…………………………………………………… |
|
|
|
BAB III |
PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN DAN RENCANA
PEMBELAJARAN |
||
|
|
A.
Pengorganisasian Pembelajaran ....................................... |
|
|
|
|
1. Struktur Kurikulum
Merdeka......................................... |
|
|
|
|
a. Pembelajaran Intrakurikuler…………………………… |
|
|
|
|
b. Proyek Profil Pelajar Pancasila………………………. |
|
|
|
|
2. Muatan
Kurikulum Merdeka ........................................ |
|
|
|
|
a. Muatan intrakurikuler……………………………………… |
|
|
|
|
b. Muatan proyek profil pelajar
Pancasila………………… |
|
|
|
|
c. Muatan Ekstra kurikuler………………………………… |
|
|
|
|
3. Penilaian Kurikulum
Merdeka....................................... |
|
|
|
|
a. Penilaian Muatan intrakurikuler………………………… |
|
|
|
|
b. Penilaian Muatan proyek profil
pelajar Pncasila……… |
|
|
|
|
c. Penilaian Muatan Ekstra kurikuler……………………… |
|
|
|
|
4. Beban Belajar Kurikulum
Merdeka............................... |
|
|
|
|
5. Kriteria Kenaikan Kelas…………………………………. |
|
|
|
|
6. Kriteria Kelulusan………………………………………… |
|
|
|
|
7. Literasi dan Numerasi…………………………………… |
|
|
|
|
8. Bimbingan Konseling…………………………………… |
|
|
|
|
9. Pendidikan Inklusi……………………………………… |
|
|
|
|
B
Perencana Pembelajaran ................................................... |
|
|
|
|
C.
Program Prioritas …………………………………………… |
|
|
|
|
D. Pendampingan, pengembangan professional
dan Evaluasi |
|
|
|
|
E. Kalender………………………………………………………… |
|
|
|
BAB IV |
PENUTUP............................................................................... |
|
|
|
|
DAFTAR PUSTAKA ................................................................. |
|
|
|
LAMPIRAN .................................................................................................. |
|
|
|
BAB I
KARAKTERISTIK SEKOLAH
Kurikulum
Operasional SMPN 2 Slahung disusun sebagai pedoman dalam penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran. Kurikulum Operasional Sekolah (KOS) ini dikembangkan
dengan mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP) yang sudah disusun secara
Nasional kemudian diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran berdasar Alur
Tujuan Pembelajaran (ATP) yang sudah disusun. Penyusunan Kurikulum Operasional
SMPN 2 Slahung ini mengakomodir kebutuhan para pelajar mengembangkan kemampuan
ketrampilan abad 21 yang meliputi integrasi PPK, literasi, 4C (Creative, Critical thinking, communicative,
dan Collaborative), dan HOTS (Higher
Order Thinking Skill).
Berdasarkan
analisis konteks yang dilakukan, SMPN 2 Slahung sebagai satuan pendidikan yang
diminati mayoritas penduduk di desa sekitar, dengan potensi wilayah/letak yang
strategis di pinggir jalan jalur nasional, memiliki beberapa kekuatan
diantaranya: 1) input peserta didik berasal dari keluarga yang peduli terhadap
kepentingan pendidikan; 2) lingkungan Sekola Dasar yang mengelilingi medan
sekolah, meskipun medan lereng gunung, ngarai dan jurang di pinggiran kota, namun
memudahkan sekolah untuk melakukan koordinasi dan komunikasi; 3) kultur
masyarakat Ponorogo yang bernuansa tradisional Jawa; 4) sarana pendukung alam,
sebagai modal layanan proses pembelajaran yang memadai; 5) merupakan salah satu
sekolah rujukan yang terletak di ujung Kota perbatasan dengan lingkungan yang
asri dan rindang; dan 6) letak
sekolah sangat strategis karena akses
yang mudah.
Selain
kekuatan/ kelebihan sebagaimana tersebut di atas, SMPN 2 Slahung juga mempunyai
beberapa kelemahan yaitu: 1) sarana pendukung untuk pengembangan potensi/skill yang terbatas (tidak memiliki
lapangan olahraga yang kurang sesuai standar SNP); dan 2) laboratorium IPA yang
kurang representatif; namun hal tersebut tidak mengurangi semangat warga
sekolah dalam belajar. Hal ini dibuktikan dengan prestasi yang pernah diperoleh
baik itu akademik maupun non-akademik.
Masyarakat di
sekitar SMPN 2 Slahung sebagian kecil adalah pegawai pemerintahan, pegawai swasta dan sebagian
lain adalah pedagang, petani, pekebun, peladang serta wiraswasta, bahkan banyak
juga yang masyarakatnya adalah merantau hingga di luar negeri sebagai tenaga
kerja. Sebagai sekolah yang berada pada
lingkungan pedesaan dan input peserta didik yang mayoritas dari dalam desa,
serta kondisi desa yang begitu luas dengan
tidak memiliki sumber daya alam yang luas pula, maka profil pelajar yang
dihasilkan adalah pelajar yang memiliki potensi mengkreasi ide dan keterampilan
untuk mewujudkan daerahnya menjadi destinasi wisata wirausaha dengan tetap
bersifat edukatif. Wisata wirausaha
tersebut diantaranya adalah memanfaatkan lingkungan dan sekolah dan dengan
taman buatan destinatif. Dalam rangka meningkatkan potensi tersebut, SMPN 2
Slahung mengadakan kerjasama dengan dunia usaha dan Sumber daya alam/lingkungan
lain seperti yang ada di Kota.
Pemberian layanan kebutuhan dan tuntutan masa depan
peserta didik yang bertujuan menciptakan insan yang memiliki kemampuan daya
saing di era generasi 4.0, dengan tetap menjunjung tinggi nilai luhur bangsa
yang tersirat dalam sila-sila Pancasila serta mengembangkan cinta budaya daerah
dan bangsa, maka SMPN 2 Slahung menyusun Kurikulum Operasional sesuai dengan
karakteristik peserta didik dan budaya lokal daerah setempat.
Peserta didik
SMPN 2 Slahung diharapkan mempunyai life
skill yang berguna dan mampu
mengaplikasikannya dalam masyarakat dan dunia Pendidikan. Sehingga harapan dari
Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk mencetak generasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan
jaman akan terwujud. Salah satu upaya untuk mencapai harapan tersebut dilakukan
melalui kreasi budaya literasi pada peserta didik. Pada dasarnya gerakan
literasi nasional yang dicanangkan pemerintah kini tengah dilaksanakan di
berbagai sektor kehidupan. Gerakan literasi
tidak sebatas gerakan membaca dan menulis saja, tetap terkait erat dengan
gerakan bersama dalam memahami informasi dan ilmu pengetahuan secara
komprehensif sehingga setiap orang bisa memiliki pemahaman analitis dan kritis
yang baik. Literasi dalam memahami informasi dan ilmu pengetahuan dapat
meningkatkan derajat hidup dan kesejahteraan seseorang. Literasi bersifat
kompleks dan komprehensif karena menjadi kemampuan dasar yang harus dimiliki
oleh seseorang dalam konteks kehidupannya. Untuk itu, Pendidikan literasi dalam
ruang keluarga, sekolah, masyarakat, dan berbangsa-bernegara menjadi hal
penting yang harus ditumbuhkan dan dibudayakan. Dengan berkembangnya wawasan
literasi memperkaya wacana Pendidikan
literasi itu sendiri dalam membangun budaya belajar, profesionalisme pendidik,
dan budaya kewirausahaan untuk mewujudkan marwah bangsa.
Memahami
konsep pemikiran literasi, maka peserta didik minimal mampu menghasilkan salah satu
karya yang mencerminkan profil pelajar Pancasila yang bernalar kritis dan
berkebhinekaan global. Capaian pembelajaran yang diharapkan adalah terciptanya
profil pelajar yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhak mulia, yang
mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong dan berkebhinekaan global.
Secara
yuridis, Kurikulum Operasional SMPN 2 Slahung disusun dengan mengacu pada
peraturan perundangan terkait pendidikan yang berlaku baik itu dari pusat
ataupun dari daerah. Sedangkan secara pedagogis, kurikulum Operasional SMPN 2
Slahung mengacu pada kemampuan guru sebagai tenaga professional dalam
pembelajaran dan penilaian.
Peningkatan
profesionalisme guru, dilakukan dalam bentuk pelatihan bersifat praktik secara
berkesinambungan. Hal tersebut merupakan komitmen untuk menjadi professional
dalam layanan pada peserta didik.
Dengan
mengambil salah satu nilai pendidikan dari Ki Hajar Dewantara yaitu 3N: NITENI
(mengamati dengan teliti), NIROKKE (mencoba dengan cara meniru), NAMBAHI (mengembangkan
dari yang sudah ditiru/yang sudah ada), dan dengan mempertimbangkan tuntutan di
era 4.0, maka ditambahlah N yang keempat yaitu NGGAWE (mencipta/ membuat/
menghasilkan/ menemukan hal baru). 4N tersebut merupakan ciri khas pembelajaran
yang akan dilakukan oleh peserta didik bersama guru di SMPN 2 Slahung.
Hal lain,
dari perspektif pedagogis, yang dijadikan pertimbangan adalah Undang- Undang
Guru dan Dosen yang menyebutkan bahwa guru memiliki kesempatan untuk
mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang
hayat. Dari landasan pedagogis dalam konteks merdeka belajar, proses belajar di
SMP Model 6 berorientasi pada peserta didik dan bentuknya beragam, Pembelajaran
sebagai aktivitas tim yang bersifat kolaboratif.
Dasar hukum terbaru Kepmendikbudristek No. 56
Tahun 2022 Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran
(Kurikulum Merdeka) sebagai penyempurna kurikulum sebelumnya. Surat Keputusan
Menteri ini menetapkan keputusan-keputusan, yaitu
1.
Satuan
Pendidikan perlu mengembangkan kurikulum dengan prinsip diversifikasi sesuai
dengan kondisi satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.
2.
Pengembangan
Kurikulum mengacu pada 3 rujukan yaitu Kurikulum 2013, Kurikulum 2013 yang
disederhanakan dan Kurikulum Merdeka
3.
Kurikulum
mengacu pada SNP untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional
4.
Kurikulum
2013 dilaksanakan sesuai perundangan-undangan
5.
Kurikulum
2013 yang disederhanakan ditetapkan oleh pimpinan unit utama yang membidangi
kurikulum, Asesmen, dan perbukuan.
6.
Kurikulum
Merdeka diatur di lampiran SK Mendikbudristek.
7.
Pemenuhan
beban kerja dan penataan Linieritas guru bersertifikat dalam implementasi
kurikulum 2013 dan kurikulum 2013 yang disederhanakan dilaksanakan sesuai
peraturan perundang-undangan.
8.
Pemenuhan
beban kerja dan penataan Linieritas guru bersertifikat dalam implementasi
kurikulum merdeka diatur di lampiran II SK Mendikbudristek
9. Peserta program sekolah penggerak menggunakan
kurikulum merdeka dan pemenuhan beban kerja dan Linieritas sesuai kedua
lampiran SK Mendikbudristek.
10. Kurikulum 2013 yang disederhanakan dapat
diberlakukan mulai kelas 1 sd kelas XII
11. Kurikulum Merdeka dilaksanakan secara
bertahap dengan ketentuan sebagai berikut:
ahun ke-1 : Umur 5 & 6, kelas 1,
4, 7, dan 10
Tahun ke-2 : Umur
4 sd 6 tahun, kelas 1, 2, 4, 5, 7, 8, 10, dan 11.
Tahun ke-3 : Umur 3 sd 6, dan kelas 1
sd kelas 12.
12. Pelaksanaan Kurikulum menggunakan buku teks
utama yang ditetapkan oleh pusbuk
13. Kurikulum Merdeka mulai berlaku pada tahun
pelajaran 2022/2023
14. Keputusan ini mencabut 2 aturan, yaitu
15. SK Mendikbud No. 719/P/2020 tentang pedoman
pelaksanaan kurikulum pada suatu
pendidikan
dalam kondisi khusus
16. Ketentuan kurikulum dan beban kerja dan
Linieritas pada program sekolah penggerak dan program SMK Pusat Keunggulan.
Pembelajaran
di SMPN 2 Slahung yang terintegrasi dengan Profil Pelajar Pancasila secara umum
bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik yang yang bertaqwa kepada
Tuhan YME dan berakhak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bernalar kritis,
bergotong royong dan kreatif, inovatif yang mampu mengkreasikan ide/
gagasan berdasarkan kekhasan daerah yang
tetap berakar pada budaya bangsa.
BAB II
VISI, MISI
DAN TUJUAN SEKOLAH
a.
Visi
Kurikulum Operasional
Sekolah disusun oleh Satuan Pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program
pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di sekolah. Sekolah sebagai
unit penyelenggara pendidikan juga harus memperhatikan perkembangan dan
tantangan masa depan diantaranya adalah:perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi, globalisasi yang memungkinkan sangat cepatnya arus perubahan dan
mobilitas antar dan lintas sektor serta tempat, era informasi, pengaruh globalisasi
terhadap perubahan perilaku dan moral manusia, berubahnya kesadaran masyarakat
dan orang tua terhadap pendidikan, era perdagangan bebas
Tantangan dan
peluang itu harus direspon oleh SMPN 2 Slahung, sehingga visi sekolah
diharapkan sesuai dengan arah perkembangan tersebut. Visi tidak lain merupakan
cita-cita moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa
datang. Adapun visi SMPN 2 Slahung adalah BANGGA, yaitu: “Berbudaya, Agamis, Nasionalis, Unggul, Antusias”
Dengan Indikator:
1.
Terwujudnya insan yang berbudaya, berbudi pekerti luhur, memiliki sikap dan
perilaku ramah terhadap lingkungan
2.
Memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan
keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3.
Memiliki jiwa nasionalis (jiwa kebangsaan,
bela negara, cinta tanah air
4.
Memiliki keunggulan dalam penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi, berprestasi, baik
individu maupun kelompok.
5.
Memiliki semangat yang bersifat progresif
(bergerak menuju kemajuan),
lulusan berkualitas, berdaya
saing nasional dan internasional.
b.
Misi
Berdasarkan
visi yang telah dirumuskan, untuk mewujudkannya diperlukan suatu misi berupa
kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan. Adapun Misi yang dirumuskan berdasar visi
adalah sebagai berikut:
1.
Mewujudkan perilaku Berbudaya, Agamis,
Nasionalis, Unggul, Antusias
2.
Mengembangkan program Pembelajaran Aktif
Inovatif Kreatif dan Menyenangkan
3.
Melaksanakan pengembangan kompetensi lulusan
4.
Meningkatkan kualifikasi pendidik dan tenaga
kependidikan
5.
Menciptakan lingkungan sekolah yang Hijau,
Elok, Bersih, Asri, Tertib
6.
Menjalin hubungan yang harmonis dan sinergis
antara warga sekolah , masyarakat, instansi lain dan pemerintah
7.
Melaksanakan program Pendidikan Anti Korupsi
8.
Memberikan pelayanan sekolah Ramah Anak
9.
Menerapakan sekolah aman bencana.
Jika di deskripsikan maka misi SMPN 2 Slahung
berusaha mampu untuk mewujudkan harapan besar mendatang dengan menciptakan
profil pelajar yang berakhlak mulia dan rajin beribadah, menciptakan
pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan berkarakter yang mampu memfasilitasi
pelajar sesuai bakat dan minatnya, meningkatkan manajemen satuan pendidikan
yang adaftif, berkarakter, dan menjamin mutu, menciptakan lingkungan sekolah
sebagai tempat perkembangan intelektual, sosial, emosional, ketrampilan, dan
pengembangan budaya lokal dalam kebhinekaan global, menciptakan profil pelajar
yang berakhak mulia, mandiri, bernalar kritis dan kreatif sehingga mampu mengatasi ide dan keterampilan yang inovatif, menjamin hak belajar
setiap anak tanpa terkecuali termasuk anak yang berkebutuhan khusus (inklusi)
dalam proses pembelajaran yang menjunjung tinggi nilai gotong-royong,
menciptakan partisipasi aktif orang tua dan masyarakat dalam keberagaman yang
mewadahi kreatifitas pelajar yang berjiwa kompetitif.
c.
Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai SMPN 2 Slahung
dalam implementasi visi dan misi sekolah telah ditetapkan adalah sebagai
berikut:
1) Tujuan Jangka
Pendek (1 tahun)
a)
Menanamkan kreativitas budaya belajar, budaya senyum salam sapa sopan dan santun
serta ramah lingkungan baik secara lisan, tulisan maupun sikap perbuatan yang
berakar dari kearifan budaya lokal.
b)
Membentuk peserta didik yang beriman dan
bertaqwa serta berakhlak mulia tercermin dalam kehidupann sehari-hari di dalam dan luar sekolah.
c)
Menyelenggarakan proses pembelajaran yang
memacu peserta didik bernalar kritis, kreatif dan inovatif dalam mengembangkan
ide dan gagasan.
d)
Mengoptimalkan sarana prasarana sekolah yang
menunjang peseta didik dalam mengkreasikan ide/gagasan yang
berakar pada nilai budaya lokal.
e)
Menciptakan peserta didik yang mampu bernalar
kritis dalam pelaksanaan kegiatan berbasis proyek yang mengedepankan jiwa
kegotong-royongan
f)
Mencanangkan pilot project 3 unit produksi
catur wulan dalam program penguatan profil pelajar Pancasila yaitu:
(1)
Project produksi keterampilan batik sibori
dan atau ecoprint (lifeskill)
bertujuan awal untuk menunjang program”seragam
sehari berbusana muslim batik kita” dan
RTL marketing commerciality
(2)
Project produksi makanan ringan tradisional
yakni Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) atau Pendekatan
Pengembangan Sekolah Berbasis Aset (PPSBA) merupakan suatu pengembangan yang
berfokus pada kekuatan atau potensi yang dimiliki oleh sekolah pemanfaatan
potensi lingkungan sekitar (life skill)
(3)
Project program tahlil dan yasinan bertujuan
meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada TYME, meyakini dan
mengamalkan aqidah dan syariah Islam, serta menjadikan murid bisa berkontribusi
berani tampil menjadi pemimpin masyarakat.
2) Tujuan Jangka
Panjang (4 tahun )
i. Merancang
pembelajaran yang mengedepankan ciri khas sekolah dan daerah dalam nuansa
kebhinekaan global yang harmonis;
ii. Membentuk
peserta didik yang memiliki kemampuan daya saing, berkarakter, berprestasi dan
memiliki pribadi yang beriman, rajin dan taat beribadah serta saling menghargai
perbedaan dan mencintai lingkungan dan bangsanya;
iii. Menghasilkan
lulusan yang mampu mengimplementasikan Profil Pelajar Pancasila dalam kehidupan
nyata;
iv. Menjadi
pemimpin bagi diri dan temannya untuk menjadi pribadi yang bernalar kritis,
tangguh, percaya diri dan bangga dalam kegotong - royongan.
v. Menguasai
kecakapan dalam berkomunikasi sosial dan berjiwa kompetitif, kreatif dan
mandiri yang tetap menjunjung budaya lokal
vi. Mempunyai
life skill yang mampu berdapatasi dengan perkembangan jaman.
vii. Mampu
mengkreasikan ide/ gagasan yang dituangkan dalam tindakan atau karya yang
berakar dari budaya lokal dalam kebhinekaan global
viii. Mempunyai
karakter yang sopan, santun dan dan mandiri, kreatif yang mampu bersaing sesuai
perkembangan jaman.
ix. Menjadikan
sekolah sebagai tempat untuk mengembangkan proses perkembangan intelektual,
emosional, sosial, ketrampilan dan tumbuh kembang peserta didik sesuai tingkat
kemampuan dan kondisi masing masing peserta didik yang mengedepankan nilai
gotong royong.
x. Menjadikan
masyarakat dan orang tua sebagai mitra bersama dalam menjalankan
penyelenggaraan pendidikan sekolah.
BAB III
PENGORGANISASIAN
PEMBELAJARAN DAN RENCANA PEMBELAJARAN
A. PENGORGANISASIAN
PEMBELAJARAN
1.
STRUKTUR KURIKULUM MERDEKA
Struktur Kurikulum pada pendidikan di SMPN 2 Slahung dibagi menjadi 2 (dua)
kegiatan utama, dan 1 (satu) kegiatan tambahan berupa Ekstrakurikuler.
Kegiatan utama meliputi :
1. Pembelajaran
intrakurikuler; dan
2. Projek penguatan profil
pelajar Pancasila.
Kegiatan pembelajaran
intrakurikuler untuk setiap mata pelajaran mengacu pada capaian pembelajaran.
Kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila ditujukan untuk memperkuat upaya pencapaian profil pelajar
Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan. Beban belajar untuk
setiap muatan atau mata pelajaran dalam Jam Pelajaran (JP) per tahun. Sekolah
mengatur alokasi waktu setiap minggunya secara fleksibel dalam 1(satu) tahun
ajaran. Sekolah menambahkan muatan lokal pelajaran bahasa Jawa yang ditetapkan
oleh pemerintah daerah sesuai dengan karakteristik daerah dan mengacu pada
peraturan gubernur. Muatan lokal bahasa Jawa merupakan mata pelajaran yang
berdiri sendiri.
Projek penguatan profil pelajar Pancasila dialokasikan sekitar 25% (dua
puluh lima persen) total JP per tahun. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar
Pancasila dilakukan secara fleksibel, baik secara muatan maupun secara waktu
pelaksanaan. Secara muatan, kegiatan projek mengacu pada capaian profil pelajar
Pancasila sesuai dengan fase peserta didik, yaitu fase D dan tidak dikaitkan
dengan capaian pembelajaran pada mata pelajaran. Secara pengelolaan waktu,
projek dilaksanakan dengan menjumlah alokasi jam pelajaran projek dari semua
mata pelajaran dengan jumlah total waktu pelaksanaan masing-masing projek
disesuaikan dengan kegiatan tema, topik dan kegiatan projek.
Kurikulum di SMPN 2 Slahung dikembangkan
dengan memperhatikan empat ranah yaitu sosial-emosional, intelektual,
ketrampilan, dan perilaku dengan kompetensi spiritual sebagai payungnya,
Pelaksanaan proses pembelajaran dilaksanakan dalam dua macam bentuk kegiatan,
yaitu pembelajaran regular dan blok. Pembelajaran regular adalah proses
pembelajaran yang dilaksanakan dikelas secara rutin sedangkan sistem blok
dilaksanakan sesuai event tertentu
pada kegiatan projeknya. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dalam waktu 6
hari masuk sekolah.
Muatan kurikulum, sesuai struktur kurikululum
memuat beberapa komponen antara lain muatan pembelajaran intrakurikuler, proyek
penguatan Profil Pelajar Pancasila dan ekstrakurikuler.
a.
Pembelajaran Intrakurikuler
Kegiatan
pembelajaran intrakurikuler dirancang agar anak dapat mencapai kemampuan yang
tertuang di dalam capaian pembelajaran. Intrakurikuler dituangkan dalam bentuk
mata pembelajaran yang ditempuh peserta didik. Adapun mata pelajaran yang
diselenggarakan SMP Negeri 2 Slahung adalah Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
(PABP), Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Bahasa Indonesia,
Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa
Inggris, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Informatika, Mapel
Pilihan (Seni Budaya dan Prakarya) serta Mata Pelajaran muatan lokal (Bahasa
Daerah).
Muatan lokal
merupakan bahan kajian pada satuan pendidikan yang berisi muatan dan proses
pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal yang dimaksud untuk membentuk
pemahaman peserta didik terhadap potensi di daerah tempat tinggalnya. Muatan
lokal di SMP Negeri 2 Slahung sesuai dengan peraturan Gubernur adalah Bahasa
Jawa.
Strategi
pelaksanaan pembelajaran Bahasa Jawa sesuai dengan peraturan Gubernur Jawa
Timur yaitu 2 jam pelajaran per minggu dengan berbasis pada budaya, tata nilai,
dan kearifan lokal yang berkembang di lingkungan masyarakat untuk menciptakan
pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Pembelajaran
bahasa daerah di ajarkan dengan memperhatikan aspek pragmatik, atraktif,
rekreatif, dan komunikatif. Pembelajaran bahasa Jawa diarahkan supaya peserta
didik memiliki kemampuan dan keterampilan berkomunikasi menggunakan bahasa
tersebut dengan baik dan benar, secara lisan maupun tulisan serta
menumbuhkembangkan apresiasi terhadap hasil karya sastra dan budaya daerah.
Pembelajaran
di SMP Negeri 2 Slahung menekankan pada
pembelajaran berbasis literasi dan numerasi.
Dalam pembelajaran berbasis literasi numerasi ini peserta didik
diharapkan mampu untuk mengkreasikan ide/gagasan untuk memperoleh sebuah karya.
Pada akhirnya karya ini akan didokumentasikan dalam berbagai bentuk contohnya
buku, artikel, atau publikasi digital. di era teknologi ini menuntut peserta didik
untuk menguasai beragam informasi dan materi pengetahuan. Oleh karena itu,
kecakapan membaca tentu berperan penting. Kecakapan membaca mencakup kemampuan
memahami makna yang tersurat dan tersirat dari kalimat, paragraf, dan
keseluruhan teks sebagai satu kesatuan. Hal itu menunjukkan bahwa membaca
adalah proses yang kompleks dan menantang. Oleh karena itu, peserta didik di
SMP perlu menguasai strategi untuk meningkatkan keterampilan membaca di semua
mata pelajaran untuk memahami materi pembelajaran.
Selain literasi SMP Negeri 2 Slahung juga
menekankan pembelajaran pada Numerasi, disebut juga literasi numerasi dan
literasi matematika, dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengaplikasikan
konsep dan keterampilan matematika untuk memecahkan masalah praktis dalam
berbagai ragam konteks kehidupan sehari- hari, misalnya, di rumah, pekerjaan,
dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat dan sebagai warga negara. Selain
itu, numerasi juga termasuk kemampuan untuk menganalisis dan menginterpretasi
informasi kuantitatif yang terdapat di sekeliling kita yang ditampilkan dalam
berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, dan sebagainya.) lalu menggunakan
interpretasi hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan.
Numerasi
merupakan kunci bagi peserta didik untuk mengakses dan memahami dunia dan
membekali peserta didik dengan kesadaran dan pemahaman tentang peran penting
matematika di dunia modern. Penekanan pada aplikasi dari matematika yang
berhubungan dengan kehidupan memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan
kemampuan dan kepercayaan diri untuk berpikir secara numerik, spasial, dan data
untuk menafsirkan dan menganalisis secara kritis situasi sehari-hari dan untuk
memecahkan masalah.
Dengan
program pembelajaran numeratif diharapkan peserta didik SMP Negeri 2 Slahung
menjadi numerat, yaitu memiliki keterampilan numerasi yang baik, melibatkan
lebih dari sekadar menguasai matematika dasar saja, tetapi dapat menghubungkan
matematika yang dipelajari di sekolah dengan situasi di luar sekolah yang juga membutuhkan
pemecahan masalah dan penilaian kritis dalam non matematika.
Dalam
pelaksanaan kegiatan pembelajaran berbasis literasi ini tetap harus
mengimplementasikan model dan sintak pembelajaran yang sudah ada diantaranya Problem Based Learning (PBL), Project Based
Learning(PJBL), Discovery Learning, Inquiry Based Learning, dan model
pembelajaran lain yang relevan.Adapun muatan kurikulum dan beban belajar pada
kegiatan intrakurikuler diuraikan pada tabel 1.
Tabel 3.1.a :Struktur Kurikulum dan Beban Belajar SMP
Negeri 2 Slahung
|
NO. |
MATA PELAJARAN |
KEGIATAN REGULER |
PROJECT PENGUATAN PROFIL PANCASILA |
TOTAL JP PER TAHUN |
||
|
PER TAHUN |
PER MGG |
PER TAHUN |
PER MGG |
|||
|
1 |
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (PABP) |
72 |
2 JP |
36 |
1 JP |
108 |
|
2 |
Pendidikan Pancasila |
72 |
2 JP |
36 |
1 JP |
108 |
|
3 |
Bahasa Indonesia |
180 |
5 JP |
36 |
1 JP |
216 |
|
4 |
Matematika |
144 |
4 JP |
36 |
1 JP |
180 |
|
5 |
IPA |
144 |
4 JP |
36 |
1 JP |
180 |
|
6 |
IPS |
108 |
3 JP |
36 |
1 JP |
144 |
|
7 |
Bahasa Inggris |
108 |
3 JP |
36 |
1 JP |
144 |
|
8 |
PJOK |
72 |
2 JP |
36 |
1 JP |
108 |
|
9 |
Informatika |
72 |
2 JP |
36 |
1 JP |
108 |
|
10 |
Mapel Pilihan (Seni Budaya dan
Prakarya) |
72 |
2 JP |
36 |
1 JP |
108 |
|
11 |
Mulok (Bahasa Jawa) |
72 |
2 JP |
36 |
|
72 |
|
12 |
BTQ/Tahfidzul Quran |
* |
* |
- |
- |
- |
|
|
JUMLAH |
1.116 JP |
31 JP |
396 JP |
10 JP |
1.512 JP |
Keterangan : * Setara dengan 2
Jam Pelajaran dengan penilaian berupa deskripsi yang terlampir dalam rapor.
b. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Kegiatan projek
penguatan profil pelajar Pancasila prjek di SMPN 2 Slahung merupakan kegiatan
kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian
kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun
berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pelaksanaan projek penguatan profil
pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan
waktu pelaksanaan. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah
dari intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak
dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler. Kegitan projek ini
dilakukan secara kelompok dengan pendampingan oleh tim yang terdiri dari
koordinator dan fasilitator.
Pelaksanaan
kegiatan proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMPN 2 Slahung dilaksanakan
pada 3 periode waktu yang diatur oleh tim berkoordinasi dengan kepala satuan
pendidikan. Peserta didik harus menyelesaikan 3 projek dengan 3 tema yang berbeda dalam satu tahun,
dengan pelaksanaan 1 tema setiap 4 bulan (caturwulan) dengan alokasi waktu
menyesuaikan rancangan projek. Tema yang diambil mengacu pada Profil Pelajar
Pancasila dan penentuan pemilihan tema ditentukan oleh Team yang dibentuk oleh
sekolah. Masing-masing tema minimal mencantumkan 2
dimensi dari Profil Pelajar Pancasila. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah
dalam penilaian. Perencanaan , pelaksanaan, pendampingan dan penilaian projek dilakukan oleh koordinator
dan fasilitator yang merupakan kolaborasi antara guru beberapa mata pelajaran.
Dalam pelaksanaan dan pendampingan tim
akan berkolaborasi dengan orang tua baik
secara langsung maupun tidak langsung, maupun dengan pihak ke 3 yang sesuai
dengan tema tersebut, Pihak sekolah
mengadakan pemantauan terkait kegiatan proyek
yang dilakukan melalui Koordinator yang ditunjuk sekolah.
Prinsip Proyek Profil
Pelajar Pancasila adalah 1) Berpikir Terbuka; Satuan
pendidikan diharapkan dapat menghidupkan budaya senang menerima masukan,
terbuka terhadap perbedaan, serta berkomitmen terhadap setiap upaya perbaikan
untuk perubahan ke arah yang lebih baik; 2) Senang mempelajari hal baru; Kemampuan
memelihara rasa ingin tahu dan menemukan kepuasan saat menemukan hal baru
adalah bagian dari budaya yang perlu dihidupkan di lingkungan SMP Negeri 2
Slahung. Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang merupakan
program projek akan berjalan secara optimal jika setiap individu memiliki
kesenangan untuk mempelajari hal baru dan mengembangkan diri secara
terus-menerus. Harapannya, kegiatan projek ini pada akhirnya dapat membantu
tercapainya karakter pelajar sepanjang hayat pada setiap individu yang terlibat
di dalamnya. 3) Kolaboratif ; Kegiatan pembelajaran berbasis projek yang dinamis membutuhkan lingkar
sosial yang mendukung dalam pelaksanaannya. Dalam hal ini budaya kolaboratif
menjadi hal yang penting untuk dibangun dibandingkan dengan budaya kompetitif.
Diharapkan budaya kolaboratif dapat mendorong semangat senang bekerja sama,
saling mengapresiasi, dan saling memberikan dukungan satu sama lain. Lebih
jauh, upaya kolaboratif juga perlu dilakukan antar berbagai elemen kunci dalam
tri sentra pendidikan (keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat) sehingga
pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila akan berlangsung secara
menyeluruh dan optimal.
Alur /tahapan
pembuatan projek di sekolah tahap awal (baru Klas VII yang menggunakan
Kurikulum Merdeka) adalah sebagai berikut: 1) Penentuan tema proyek Profil Pelajar
Pancasila ditentukan oleh sekolah melaui tim projek, ; 2) Pemberian opsi tema,
sekolah menelaah isu yang sama untuk semua kelas 3) Penentuan topik ditentukan oleh sekolah;
4) Capaian projek mengacu pada sub
elemen sesuai dengan fase D ; 5) Fasilitator melakukan pendampingan dan
penilaian untuk dilaporkan ke koordinator. Berikut
adalah Kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang dirancang SMPN 2
Slahung.
SMP Negeri 2
Slahung mengatur jadwal belajar yang membuka ruang untuk kolaborasi mengajar antara pendidik dari mata
pelajaran yang berbeda dalam menangani Proyek Profil pelajar Pancasila. Ada
tiga cara menentukan alokasi waktu.
(1)
Menentukan satu atau 2 hari dalam seminggu untuk pelaksanaan projek (misalnya
hari jumat dan Sabtu). Seluruh jam
belajar pada hari itu digunakan untuk projek.
(2)
Mengalokasikan 1—2 jam pelajaran di akhir hari khusus
untuk mengerjakan projek. Bisa digunakan untuk eksplorasi di sekitar satuan
pendidikan sebelum peserta didik pulang.
(3)
Mengumpulkan dan memadatkan pelaksanaan tema dalam satu
periode waktu (misalnya 2 minggu atau 1 bulan), di mana semua pendidik
berkolaborasi mengajar projek setiap hari selama durasi waktu yang ditentukan.
SMP Negeri 2
Slahung mengatur jadwal belajar dengan menggunakan pilihan (1) yaitu menentukan
dua hari dalam seminggu untuk pelaksanaan proyek.
Seluruh jam belajar pada hari itu digunakan untuk proyek. Jadwal seperti pada
tabel berikut :
Tabel 3.b.1 : Model Alokasi Waktu Proyek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila SMP Negeri 2 Slahung
|
Hari dan jadwal kegiatan |
|||||
|
Senin |
Selasa |
Rabu |
Kamis |
Jumat |
Sabtu |
|
|
|
|
|
|
Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila |
|
intra- |
intra- |
intra- |
intra- |
intra- kurikuler, Pelaksanaan P-5 |
|
|
kurikuler |
kurikuler |
kurikuler |
kurikuler |
||
|
dan ekstra- |
dan ekstra- |
dan ekstra- |
dan ekstra- |
||
|
kurikuler |
kurikuler |
kurikuler |
kurikuler |
||
SMP Negeri 2
Slahung menentukan program Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan mempertimbangkan
pengembangan komunitas berbasis aset yang dimiliki baik dari segi sarana,
sumber dana, sumber daya, dan pengembangan visi misi sekolah yang diperkuat
dengan school branding yang
ditetapkan. Pengembangan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini tidak
lepas dari pengembangan bakat siswa sesuai semangat school branding “BANGGA” (Berbudaya, Agamis, Nasionalis, Unggul dan
Antusias) Berikut adalah Kegiatan Proyek Profil Pelajar Pancasila yang
dirancang SMP Negeri 2 Slahung.
Tabel 3.b.2 : Program Proyek Profil Penguatan Pelajar
Pancasila SMP Negeri 2 Slahung
|
No |
Tema |
Bentuk Kegiatan |
Dimens PPP |
Sub-Elemen/ Sub-Sub-Elemen |
Target Capaian |
Mapel Terintegrasi |
Waktu |
||
|
7A |
7B |
|
|||||||
|
1. |
Kewira usahaan |
Unjuk Karya membuat batik sibori dan ecoprint |
Gotong Royong |
Kerja sama |
Menyelaraskan tindakan sendiri
dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan
kelompok di lingkungan sekitar, serta memberi semangat kepada orang lain
untuk bekerja efektif dan mencapai tujuan bersama |
PPKn, PJOK, Matematika, Prakarya,BIG, SB |
IPS, IPA, Pendiikan Agama, Bahasa Jawa, BIN |
Setiap hari Jumat dan Sabtu selama bulan Juli sampai Oktober 2022 |
|
|
Koordinasi sosial |
Membagi peran dan menyelaraskan
tindakan dalam kelompok serta menjaga tindakan agar selaras untuk mencapai
tujuan bersama. |
||||||||
|
Kreatif |
Menghasilkan
gagasan yang orisinal |
Menghubungkan gagasan yang ia
miliki dengan informasi atau |
|||||||
|
No |
Tema |
Bentuk Kegiatan |
Dimens PPP |
Sub-Elemen/ Sub-Sub-Elemen |
Target Capaian |
Mapel Terintegrasi |
Waktu |
|
|
7A |
7B |
|
||||||
|
|
|
|
|
|
gagasan baru untuk menghasilkan
kombinasi gagasan baru dan imajinatif untuk mengekspresikan pikiran dan/atau
perasaannya. |
|
|
|
|
Menghasilkan karya dan tindakan
yang orisinal |
Mengeksplorasi dan mengekspresikan
pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta
mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain |
|||||||
|
No |
Tema |
Bentuk Kegiatan |
Dimensi PPP |
Sub-Elemen/
Sub-Sub-Elemen |
Target Capaian |
Mapel
Terintegrasi |
Waktu |
|
|
7A |
7B |
|
||||||
|
2 |
Bangunlah Jiwa dan
Raganya |
Tahlil , yasinan, dan hadrah |
Berkebinekaan
Global |
mengenal dan menghargai budaya *mengeksplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya, kepercayaan, serta praktiknya |
Memahami dinamika budaya yang mencakup pemahaman, kepercayaan, dan praktik keseharian dalam konteks personal dan sosiali. |
|
|
Setiap hari Jumat dan Sabtu selama bulan November 2022 sampai Februari 2023 |
|
Beriman,
Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia |
akhlak beragama Pelaksanaan Ritual Ibadah . |
Melaksanakan ibadah secara rutin dan mandiri sesuai dengan tuntunan agama/kepercayaan, serta berpartisipasi pada perayaan hari-hari besar |
|
|
||||
|
No |
Tema |
Bentuk Kegiatan |
Dimensi PPP |
Sub-Elemen/ Sub-Sub-Elemen |
Target Capaian |
Mapel Terintegrasi |
Waktu |
|
|
7A |
7B |
|
||||||
|
|
|
|
Berkebhinekaan global |
Mengenal dan
menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi
dengan sesama, refleksi dan |
Memahami dinamika
budaya yang mencakup pemahaman, kepercayaan, dan praktik keseharian dalam
konteks personal dan sosial. |
|
|
|
|
No |
Tema |
Bentuk Kegiatan |
Dimensi i PPP |
Sub-Elemen/ Sub-Sub-Elemen |
Target Capaian |
Mapel Terintegrasi |
Waktu |
|
|
7A |
7B |
|
||||||
|
3 |
Kewirausahaaan |
Pengolahan kripik singkong dan pisang |
Kreatif |
Menghasilkan karya dan
tindakan yang orisinal. |
Mengeksplorasi dan
mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau
tindakan, serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain |
PPKn, Bahasa Indonesi a, Matemati -ka, Prakarya Bahasa Inggris, |
IPS, IPA, Pendi- dikan Agama, Bahasa Jawa, Seni Budaya PJOK, |
Setiap hari Jumat dan
Sabtu selama bulan Maret sampai Juni 2023 |
|
|
|
|
Gotong Royong |
Koordinasi Sosial |
Membagi peran dan
menyelaraskan tindakan dalam kelompok serta menjaga tindakan agar selaras
untuk mencapai tujuan bersama. |
|
|
|
|
No |
Tema |
Bentuk Kegiatan |
Dimensi
PPP |
Sub-Elemen/ Sub-Sub-Elemen |
Target Capaian |
Mapel Terintegrasi |
Waktu |
|
|
7A |
7B |
|||||||
|
|
|
|
Mandiri |
Percaya diri, tangguh
(resilient), dan adaptif |
Membuat rencana baru
dengan mengadaptasi, dan memodifikasi strategi yang sudah dibuat ketika upaya
sebelumnya tidak berhasil, serta menjalankan kembali tugasnya dengan keyakinan baru. |
|
|
|
Pembagian Peran Proyek Penguatan
Profil pelajar Pancasila Satuan Pendidikan sebagai berikut : (1) Menyiapkan
sistem dari perencanaan hingga evaluasi dan refleksi projek di skala satuan
pendidikan, termasuk sistem pendokumentasian projek. Sistem ini juga dapat
digunakan sebagai portofolio satuan pendidikan.;(2) Membuka pintu kolaborasi
dengan narasumber untuk memperkaya materi projek: masyarakat, komunitas,
universitas, praktisi. Satuan pendidikan dapat mengidentifikasi orang tua yang
potensial sebagai narasumber dari daftar pekerjaan orang tua atau narasumber
ahli di lingkungan sekitar satuan pendidikan; (3) Mengomunikasikan Projek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila kepada warga satuan pendidikan, orang tua
peserta didik, dan mitra (narasumber dan organisasi terkait); (4) Memastikan
beban kerja pendidik tetap dipertahankan (tidak dikurangi) sehingga alokasi
waktu 1 mata pelajaran “terbagi” 2, intrakurikuler dan projek (projek penguatan
Profil Pelajar Pancasila); (5) Melibatkan pendidik bimbingan dan konseling atau
mentor untuk memfasilitasi proses berjalannya projek dengan memberikan dukungan
baik dalam bidang akademis maupun kebutuhan emosional peserta didik; (6) Menyediakan
kebutuhan sumber daya serta dana yang diperlukan untuk kelangsungan projek.
Koordinator Proyek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila Tugas koordinator proyek Profil Pelajar
Pancasila adalah sebagai berikut: (1) Koordinator
bisa dari wakil kepala satuan pendidikan atau pendidik yang memiliki pengalaman
dan mengembangkan dan mengelola projek; (2) Mengembangkan kemampuan
kepemimpinan dalam mengelola projek di satuan pendidikan; (3) Mengelola sistem
yang dibutuhkan tim pendidik/fasilitator dan peserta didik untuk menyelesaikan
projek dengan sukses, dengan dukungan dan kolaborasi dari koordinator dan tim
kepemimpinan satuan pendidikan; (4) Memastikan kolaborasi pengajaran terjadi di
antara para pendidik dari berbagai mata pelajaran; (4) Memastikan asesmen yang
diberikan sesuai dengan kriteria kesuksesan yang sudah ditetapkan.
Tugas sebagaimana dimaksud di atas dibuktikan dengan: (1) Surat tugas sebagai koordinator projek penguatan profil
pelajar Pancasila dari kepala sekolah; (2) Program dan jadwal kegiatan
koordinator projek penguatan profil pelajar Pancasila yang ditandatangani oleh
kepala satuan pendidikan; (3) Laporan hasil kegiatan koordinator projek
penguatan profil pelajar Pancasila yang ditandatangani oleh kepala pendidikan
Adapun Tugas Guru Mata Pelajaran atau
fasilitator adalah sebagai berikut : (1) Memperhatikan kebutuhan dan minat
belajar setiap peserta didik agar dapat memberikan stimulan atau tantangan yang
berbeda (diferensiasi) bagi setiap peserta didik, sesuai dengan gaya belajar,
daya imajinasi, kreasi dan inovasi, serta perminatan terhadap tema projek; (2)
Mengumpulkan kebutuhan sumber belajar yang dibutuhkan oleh peserta didik secara
proporsional (contoh dalam tahapan belajarnya, peserta didik perlu dibantu
dalam penyediaan hal ini: surat kabar, majalah, jurnal, dan sumber-sumber
pembelajaran lain yang berhubungan dengan projek,, narasumber yang memperkaya
proses pelaksanaan projek. Berkolaborasi dengan seluruh pihak terkait projek
(orang tua, mitra, warga satuan pendidikan, dll dalam pencapaian tujuan
pembelajaran dari setiap tema projek; (3) Melakukan penilaian dengan mengacu
pada standar asesmen yang sudah ditentukan dalam memonitor perkembangan Profil
Pelajar Pancasila yang menjadi fokus sasaran; (4) Mengajarkan keterampilan
proses inkuiri peserta didik dan mendampingi peserta didik untuk mencari
referensi sumber pembelajaran yang dibutuhkan, seperti buku, artikel, tulisan
pada surat kabar/majalah, praktisi atau ahli bidang tertentu dan sumber belajar
lainnya.
Alur Perencanaan Proyek Profil Pelajar Pancasila sebagai
berikut : Pengenalan ; Mengenali dan membangun kesadaran
peserta didik terhadap tema yang sedang dipelajari; Kontekstualisasi ; Menggali
permasalahan di lingkungan sekitar yang terkait dengan topik ; Aksi pembahasan.
Merumuskan peran yang dapat dilakukan melalui aksi nyata ; Refleksi, Menggenapi
proses dengan berbagi karya serta melakukan evaluasi dan refleksi. Tindak
lanjut, Komponen Modul Proyek Profil Pelajar Pancasila : Informasi Umum , Identitas
penulis modul, Sarana dan prasarana, Target peserta didik, Relevansi tema dan
topik projek untuk satuan pendidikan
Komponen Inti
o
Deskripsi singkat projek
o
Dimensi dan subelemen dari Profil Pelajar Pancasila yang
berkaitan
o
Tujuan spesifik untuk fase tersebut
o
Alur kegiatan projek secara umum
o
Assessmen
o
Pertanyaan pemantik
o
Pengayaan dan remedial
o
Refleksi peserta didik dan pendidik
c.
Lampiran
o
Lembar kerja peserta didik
o
Bahan bacaan pendidik dan peserta didik
o
Glosarium
2. MUATAN
KURIKULUM MERDEKA
a. MUATAN
INTRAKURIKULER
1) Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP)
a) Capaian Pembelajaran Umum
Pada akhir
Fase D, pada elemen Al-Qur’an Hadis peserta didik memahami definisi Al-Qur’an
dan Hadis Nabi dan posisinya sebagai sumber ajaran agama Islam. Peserta didik
memahami pentingnya pelestarian alam dan lingkungan sebagai bagian yang tidak
terpisahkan dalam ajaran islam, mampu menjelaskan pemahamannya tentang sikap
moderat dalam beragama serta mampu memahami tingginya semangat keilmuan beberapa
intelektual besar Islam. Dalam elemen akidah, peserta didik mendalami enam
rukun Iman. Dalam elemen akhlak, peserta didik mendalami peran aktivitas salat
sebagai bentuk penjagaan atas diri sendiri dari keburukan, memahami pentingnya
verifikasi (tabayyun) informasi sehingga terhindar dari kebohongan dan berita
palsu serta memahami definisi toleransi dalam tradisi Islam berdasarkan
Al-Qur’an dan Hadis Nabi. Peserta didik juga mulai mengenal dimensi keindahan
dan seni dalam Islam termasuk ekspresi-ekspresinya. Dalam elemen ibadah,
peserta didik memahami internalisasi nilai-nilai dalam sujud dan ibadah salat,
memahami konsep mu‘āmalah, riba, rukhsah, serta mengenal beberapa mazhab fikih,
dan ketentuan mengenai ibadah qurban. Dalam elemen sejarah, peserta didik mampu
menghayati penerapan akhlak mulia dari kisah-kisah penting dari Bani Umayyah,
Abbasiyyah, Turki Usmani, Syafawi dan Mughal sebagai pengantar untuk memahami
alur sejarah masuknya Islam ke Indonesia.
b)
Capaian Pembelajaran per
Elemen
(1) Al-Qur’an dan Hadis
Peserta didik
memahami definisi Al-Qur’an dan Hadis Nabi dan posisinya sebagai sumber ajaran
agama Islam. Peserta didik juga memahami pentingnya pelestarian alam dan
lingkungan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam ajaran Islam. Peserta
didik juga mampu menjelaskan pemahamannya tentang sikap moderat dalam beragama.
Peserta didik juga memahami tingginya semangat keilmuan beberapa intelektual
besar Islam.
(2) Aqidah
Peserta didik mendalami enam rukun Iman.
(3) Akhlak
Peserta didik
mendalami peran aktivitas salat sebagai bentuk penjagaan atas diri sendiri dari
keburukan. Peserta didik juga memahami pentingnya verifikasi (tabayyun)
informasi sehingga dia terhindar dari kebohongan dan berita palsu. Peserta
didik juga memahami definisi toleransi dalam tradisi Islam berdasarkan
ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis-Hadis Nabi. Peserta didik juga mulai mengenal
dimensi keindahan dan seni dalam Islam termasuk ekspresi- ekspresinya.
(4) Fikih
Peserta didik
memahami internalisasi nilai-nilai dalam sujud dan ibadah salat, memahami
konsep muʿāmalah, riba, rukhsah, serta mengenal beberapa mazhab fikih, dan
ketentuan mengenai ibadah qurban.
(5) Sejarah Peradaban Islam
Peserta didik
mampu menghayati penerapan akhlak mulia dari kisah- kisah penting dari Bani
Umayyah, Abbasiyyah, Turki Usmani, Syafawi dan Mughal sebagai pengantar untuk
memahami alur sejarah masuknya Islam ke Indonesia
2) Pendidikan
Pancasila
a) Capaian Pembelajaran Umum
Pada akhir
fase D, peserta didik dapat menjelaskan perubahan budaya seiring waktu dan
sesuai konteks, baik dalam skala lokal, regional, dan nasional; menganggap keragaman
dan perubahan sebagai suatu kenyataan yang ada di dalam kehidupan
bermasyarakat; memahami pentingnya melestarikan dan menjaga tradisi budaya dan
kearifan lokal
untuk
mengembangkan identitas pribadi, sosial, dan bangsa Indonesia; berperan aktif
menjaga dan melestarikan praktik-praktik kearifan lokal di tengah-tengah
masyarakat global. Peserta didik juga dapat menyelaraskan tindakan sendiri
dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan
kelompok; memberi semangat kepada orang lain untuk bekerja efektif dan mencapai
tujuan bersama; mendemonstrasikan kegiatan kelompok yang menunjukkan bahwa
anggota kelompok dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing perlu dan
dapat saling membantu memenuhi kebutuhan mereka; menanggapi secara memadai
terhadap kondisi dan keadaan yang ada di lingkungan sesuai dengan peran dan
kebutuhan yang ada di masyarakat; serta mengupayakan memberi hal yang dianggap
penting dan berharga kepada orang-orang di masyarakat tempat tinggal yang
membutuhkan bantuan. Peserta didik juga mengkaji norma dan aturan, hak dan
kewajiban sebagai warga negara yang diatur dalam UUD Negara Republik Indonesia
Tahun 1945; menyadari pentingnya mematuhi norma dan aturan, menyeimbangkan hak
dan kewajiban; mensintesiskan beberapa pendapat yang berbeda untuk menjadi
kesepakatan bersama; menyadari bahwa proses lahirnya kesepakatan harus
dilakukan secara demokratis; mensimulasikan musyawarah para pendiri bangsa yang
melahirkan Sumpah Pemuda, Pancasila dan, pembukaan UUD Tahun 1945, yang
dilangsungkan secara demokratis; memahami tata urutan perundang-undangan yang
berlaku di Indonesia; dan dapat menghubungkan kaitan satu regulasi dengan
regulasi turunannya. Peserta didik juga memahami wilayah Indonesia sebagai satu
kesatuan yang utuh dan berpartisipasi secara aktif untuk turut serta menjaga
kedaulatan wilayah; mengkaji dasar dan alasan mengapa Indonesia memilih negara
kesatuan sebagai acuan sikap dan tindakan peserta didik dalam membangun
keutuhan NKRI dan kerukunan bangsa; mengidentifikasi peran Indonesia di Asia di
masa mendatang dalam bingkai NKRI; serta memahami sistem penyelenggaraan
pemerintahan di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan NKRI sebagai satu
kesatuan. Peserta didik juga mengkaji secara kritis implementasi Pancasila
dalam kehidupan bernegara dari masa ke masa; menjelaskan secara kronologis
sejarah lahirnya Pancasila; memahami fungsi dan kedudukan Pancasila sebagai
dasar negara, pandangan hidup bangsa dan ideologi negara; serta menerapkan
nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kesehariannya sesuai dengan perkembangan
dan konteks peserta didik.
b) Capaian Pembelajaran per Elemen
(1) Pancasila
Peserta didik
dapat menjelaskan secara kronologis sejarah lahirnya Pancasila; memahami fungsi
dan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa dan
ideologi negara; serta mengkaji implementasi Pancasila dalam kehidupan
bernegara dari masa ke masa. Peserta didik dapat menyelaraskan tindakan sendiri
dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan
kelompok; memberi semangat kepada orang lain untuk bekerja efektif dan mencapai
tujuan bersama; dan mendemonstrasikan kegiatan kelompok yang menunjukkan bahwa
anggota kelompok dengan kelebihan dan kekurangannya masing- masing dapat saling
membantu memenuhi kebutuhan mereka. Peserta didik juga dapat mengupayakan
memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada orang-orang di masyarakat
tempat tinggal yang membutuhkan bantuan; dan menerapkan nilai-nilai Pancasila
dalam kehidupan kesehariannya sesuai dengan perkembangan dan konteks peserta
didik.
(2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Peserta didik dapat mengkaji norma dan aturan, hak dan
kewajiban sebagai warga negara yang diatur dalam UUD NRI Tahun 1945; menyadari
pentingnya mematuhi norma da aturan;
menyeimbangkan hak dan kewajiban; mensintesiskan beberapa pendapat yang berbeda
untuk menjadi kesepakatan bersama; serta menyadari bahwa proses lahirnya
kesepakatan harus dilakukan secara demokratis. Peserta didik juga dapat
mensimulasikan musyawarah para pendiri bangsa yang melahirkan Sumpah Pemuda,
Pancasila, dan UUD 1945, yang dilangsungkan secara demokratis; memahami tata
urutan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia; dan menghubungkan kaitan
satu regulasi dengan regulasi turunannya.
(3) Bhinneka Tunggal Ika
Peserta didik
dapat menjelaskan perubahan budaya seiring waktu dan sesuai konteks, baik dalam
skala lokal, regional dan nasional; menganggap keragaman dan perubahan sebagai
suatu kenyataan
yang ada di
dalam kehidupan bermasyarakat; dan menanggapi secara memadai terhadap kondisi
dan keadaan yang ada di lingkungan sesuai dengan peran dan kebutuhan yang ada
di masyarakat. Peserta didik juga dapat memahami pentingnya melestarikan dan
menjaga tradisi budaya dan kearifan lokal untuk mengembangkan identitas
pribadi, sosial, dan bangsa Indonesia, dan berperan aktif menjaga dan
melestarikan praktik-praktik kearifan lokal di tengah-tengah masyarakat global.
(1) Negara Kesatuan Republik Indonesia
Peserta didik
dapat memahami wilayah Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh dan
berpartisipasi secara aktif untuk turut serta menjaga kedaulatan wilayah; dan
mengkaji dasar dan alasan mengapa Indonesia memilih negara kesatuan sebagai
acuan sikap dan tindakan peserta didik dalam membangun keutuhan NKRI dan kerukunan
bangsa. Peserta didik juga dapat memahami sistem penyelenggaraan pemerintahan
di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan NKRI sebagai satu kesatuan; dan
mengidentifikasi peran Indonesia di Asia di masa mendatang dalam bingkai NKRI.
3) Bahasa
Indonesia
a)
Capaian Pembelajaran Umum
Pada akhir
fase D, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan
bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial, dan akademis. Peserta didik
mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi informasi paparan tentang topik
yang beragam dan karya sastra. Peserta didik mampu berpartisipasi aktif dalam
diskusi, mempresentasikan, dan menanggapi informasi nonfiksi dan fiksi yang
dipaparkan; Peserta didik menulis berbagai teks untuk menyampaikan pengamatan
dan pengalamannya dengan lebih terstruktur, dan menuliskan tanggapannya terhadap
paparan dan bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuannya. Peserta didik
mengembangkan kompetensi diri melalui pajanan berbagai teks penguatan karakter.
b)
Capaian Pembelajaran per
Elemen
(1)
Menyimak
Peserta didik
mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran,
perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari berbagai tipe teks
(nonfiksi dan fiksi) audiovisual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan
gelar wicara. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai
informasi dari topik aktual yang didengar.
(2)
Membaca dan Memirsa
Peserta didik
memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari
teks deskripsi, narasi, puisi, eksplanasi dan eksposisi dari teks visual dan
audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik
menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, kepedulian, empati
atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik
menggunakan sumber informasi lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta
membandingkan informasi pada teks. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan
mengevaluasi berbagai topik aktual yang dibaca dan dipirsa.
(3)
Berbicara dan
Mempresentasikan
Peserta didik
mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan untuk tujuan
pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan dalam
bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik mampu
menggunakan dan mengembangkan kosakata baru yang memiliki makna denotatif,
konotatif, dan kiasan untuk berbicara dan mempresentasikan. Peserta didik mampu
menggunakan ungkapan sesuai dengan norma kesopanan dalam berkomunikasi. Peserta
didik mampu berdiskusi secara aktif, kontributif, efektif, dan santun. Peserta
didik mampu menuturkan dan menyajikan ungkapan simpati, empati, peduli,
perasaan, dan penghargaan dalam bentuk teks informasional dan fiksi melalui
teks multimodal. Peserta didik mampu mengungkapkan dan mempresentasikan
berbagai topik aktual secara kritis.
(4) Menulis
Peserta didik
mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis untuk
berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik juga
menuliskan hasil penelitian menggunakan metodologi sederhana dengan mengutip sumber
rujukan secara etis. Menyampaikan ungkapan rasa simpati, empati, peduli, dan
pendapat pro/kontra secara etis dalam memberikan penghargaan secara tertulis
dalam teks multimodal. Peserta didik mampu menggunakan dan mengembangkan
kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk
menulis. Peserta didik menyampaikan tulisan berdasarkan fakta, pengalaman, dan
imajinasi secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan
penggunaan kosa kata secara kreatif.
4) Matematika
a) Capaian Pembelajaran Umum
Pada akhir
fase D, peserta didik dapat menyelesaikan masalah kontekstual peserta didik
dengan menggunakan konsep-konsep dan keterampilan matematika yang dpelajari
pada fase ini. Mereka mampu mengoperasikan secara efisien pecahan desimal dan
bilangan berpangkat serta akar pangkatnya, bilangan sangat besar dan bilangan
sangat kecil; melakukan pemfaktoran bilangan prima, menggunakan faktor skala,
proporsi dan laju perubahan, menggunakan pengertian himpunan dan melakukan operasi
binier pada himpunan. Peserta didik dapat menyajikan dan menyelesaikan
persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel dan sistem persamaan linier
dengan dua variabel dengan berbagai cara, mengerjakan operasi aritmatika pada pecahan
aljabar, menyajikan dan menyelesaikan persamaan kuadrat dengan berbagai cara.
Peserta didik dapat menerapkan faktor skala terhadap perubahan keliling, luas,
dan volume pada prisma, silinder, limas, kerucut, dan bola. Peserta didik dapat
membuktikan dan menggunakan teorema yang terkait dengan garis transversal,
segitiga dan segiempat kongruen, serta segitiga dan segiempat sebangun, serta
teorema Phytagoras. Peserta didik dapat melakukan transformasi geometri tunggal
di bidang koordinat Kartesian. Peserta didik juga dapat membuat dan
menginterpretasi histogram dan grafik lingkaran, menggunakan pengertian mean,
median, modus, jangkauan, dan kuartil; menyajikan data dalam bentuk boxplots
untuk mengajukan dan menjawab pertanyaan. Mereka mampu memperkirakan kemunculan
suatu kejadian pada percobaan sederhana dengan menggunakan konsep peluang.
Peserta didik mampu memperkirakan kemunculan dua kejadian pada percobaan
sederhana dengan menggunakan konsep peluang, mengorganisasikan dan menyajikan
data dalam bentuk scatterplots untuk mengajukan dan menjawab pertanyaan.
b). Capaian Pembelajaran per Elemen
(1) Bilangan
Di akhir fase
D, peserta didik dapat membaca, menuliskan, dan membandingkan bilangan bulat,
bilangan rasional, bilangan desimal, bilangan berpangkat dan bilangan berpangkat
tak sebenarnya, bilangan dengan menggunakan notasi ilmiah. Mereka dapat
melakukan operasi aritmetika pada ragam bilangan tersebut dengan beberapa cara
dan menggunakannya dalam menyelesaikan masalah Mereka dapat mengklasifikasi
himpunan bilangan real dengan menggunakan diagram Venn. Mereka dapat memberikan
estimasi/perkiraan hasil operasi aritmetika pada bilangan real dengan
mengajukan alasan yang masuk akal (argumentasi). Mereka dapat menggunakan
faktorisasi prima dan pengertian rasio (skala, proporsi, dan laju perubahan)
dalam penyelesaian masalah
(2) Aljabar
Di akhir fase
D peserta didik dapat menggunakan pola dalam bentuk konfigurasi objek dan
bilangan untuk membuat prediksi. Mereka dapat menemukan sifat-sifat komutatif,
asosiatif, dan distributif operasi aritmetika pada himpunan bilangan real
dengan menggunakan pengertian “sama dengan”, mengenali pola, dan
menggeneralisasikannya dalam persamaan aljabar. Mereka dapat menggunakan
“variabel” dalam menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan linear satu
variabel. Mereka dapat menyajikan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah
dengan menggunakan relasi, fungsi linear, persamaan linear, gradien garis lurus
di bidang koordinat Kartesius. Mereka dapat menyelesaikan sistem persaman
linear dua variabel melalui beberapa cara. Mereka dapat menggunakan sifat-sifat
operasi aritmetika dan “variabel” dalam menyelesaikan persamaan kuadrat dengan
berberapa cara, termasuk faktorisasi dan melengkapkan kuadrat sempurna.
(3) Pengukuran
Di akhir fase
D peserta didik dapat menemukan cara untuk menentukan luas permukaan dan volume
bangun berdimensi tiga (prisma, tabung, bola, limas dan kerucut) dan
menggunakan rumus tersebut untuk menyelesaikan masalah. Mereka dapat menerapkan
rasio pada pengukuran dalam berbagai konteks antara lain: perubahan ukuran
(faktor skala) unsur-unsur suatu bangun terhadap panjang busur, keliling, luas
dan volume; konversi satuan pengukuran dan skala pada gambar.
(4) Geometri
Di akhir fase
D peserta didik dapat membuktikan teorema yang terkait dengan sudut pada garis
transversal, segitiga dan segiempat kongruen, serta segitiga dan segiempat
sebangun. Mereka dapat menggunakan teorema tersebut dalam menyelesaikan masalah
(termasuk menentukan jumlah besar sudut pada sebuah segitiga, menentukan besar
sudut yang belum diketahui pada sebuah segitiga, menghitung tinggi dan jarak).
Mereka dapat membuktikan keabsahan teorema Pythagoras dengan berbagai cara dan
menggunakannya dalam perhitungan jarak antar dua titik pada bidang koordinat
Kartesius. Mereka dapat menggunakan transformasi geometri tunggal (refleksi,
translasi, rotasi, dan dilatasi) pada titik, garis, dan bidang datar di
koordinat Kartesius untuk menyelesaikan masalah
(5) Analisis Data dan Peluang
Di akhir fase
D, peserta didik dapat merumuskan pertanyaan, mengumpulkan, menyajikan, dan
menganalisis data untuk menjawab pertanyaan. Mereka dapat mengunakan proporsi
untuk membuat dugaan terkait suatu populasi berdasarkan sampel yang digunakan.
Mereka dapat menggunakan histogram dan diagram lingkaran untuk menyajikan dan
menginterpretasi data. Mereka dapat menggunakan konsep sampel, rerata (mean),
median, modus, dan jangkauan (range) untuk memaknai dan membandingkan beberapa
himpunan data yang terkait dengan peserta didik dan lingkungannya. Mereka dapat
menginvestigasi kemungkinan adanya perubahan pengukuran pusat tersebut akibat
perubahan data. Mereka dapat menyatakan rangkuman statistika dengan menggunakan
boxplot (box-and- whisker plots). Mereka dapat menjelaskan dan menggunakan
pengertian peluang (probabilitas) dan proporsi (frekuensi relatif) untuk
memperkirakan terjadinya satu dan dua kejadian pada suatu percobaan sederhana
(semua hasil percobaan dapat muncul secara merata).
5) Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA)
a)
Capaian Pembelajaran Umum
Di fase ini, peserta didik 1) menggunakan
berbagai alat bantu dalam melakukan pengukuran dan pengamatan serta
memperhatikan detail yang relevan dari objek yang diamati; 2) secara mandiri,
peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil
pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah; 3) merencanakan
dan melakukan langkah-langkah operasional berdasarkan referensi yang benar
untuk menjawab pertanyaan. Dalam penyelidikan yang dilakukan, peserta didik
menggunakan berbagai jenis variabel untuk membuktikan prediksi, menyajikan data
dalam bentuk tabel, grafik, dan model, serta menjelaskan hasil pengamatan dan
pola atau hubungan pada data secara digital atau non digital; 4) mengumpulkan
data dari penyelidikan yang dilakukannya, menggunakan data sekunder, serta
menggunakan pemahaman sains untuk mengidentifikasi hubungan dan menarik
kesimpulan berdasarkan bukti ilmiah; 5) mengevaluasi kesimpulan melalui
perbandingan dengan teori yang ada, menunjukkan kelebihan dan kekurangan proses
penyelidikan dan efeknya pada data serta menunjukkan permasalahan pada
metodologi; 6) mengomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh yang ditunjang
dengan argumen, bahasa serta konvensi sains yang sesuai konteks penyelidikan
dan menunjukkan pola berpikir sistematis sesuai format yang ditentukan; 7)
melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik dan
sifat asam-basa yang diamati; 8) mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat,
membedakan perubahan fisika dan kimia serta memisahkan campuran sederhana; 9) mendeskripsikan
atom dan senyawa sebagai unit terkecil penyusun materi serta sel sebagai unit
terkecil penyusun makhluk hidup; 10) mengidentifikasi sistem organisasi
kehidupan serta melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan sistem organ
dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ
tersebut (sistem pencernaan,sistem peredaran darah, sistem pernafasan dan
sistem reproduksi); 11) mengidentifikasi pewarisan sifat dan penerapan
bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari; 12) memiliki keteguhan dalam
mengambil keputusan yang benar untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang
membahayakan dirinya dan lingkungan; 13) mampu melakukan pengukuran terhadap
aspek fisis yang mereka temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force),
usaha dan energi, suhu dan kalor (termasuk isolator dan konduktor), gerak dan
gaya, pesawat sederhana, tekanan, getaran dan gelombang, pemantulan dan
pembiasan (alat-alat optik), rangkain listrik dan kemagnetan untuk
menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari; 14)
mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari,
sistem tata surya, struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang
terjadi; 15) mengenal pH sebagai ukuran sifat keasaman suatu zat serta menggunakannya
untuk mengelompokkan materi (asam-basa) berdasarkan pH nya). Dengan pemahaman
ini peserta didik mengenali sifat fisika dan kimia tanah serta hubungannya
dengan organisme serta pelestarian lingkungan.
b)
Capaian Pembelajaran per
Elemen
(1) Pemahaman IPA
Pada akhir
fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda
berdasarkan karakteristik yang diamati, mengidentifikasi sifat dan
karakteristik zat, membedakan perubahan fisik dan kimia serta memisahkan
campuran sederhana. Peserta didik dapat mendeskripsikan atom dan senyawa
sebagai unit terkecil penyusun materi serta sel sebagai unit terkecil penyusun
makhluk hidup, mengidentifikasi sistem organisasi kehidupan serta melakukan
analisis untuk menemukan keterkaitan sistem organ dengan fungsinya serta
kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tersebut. Peserta didik
mengidentifikasi pewarisan sifat dan penerapan bioteknologi dalam kehidupan
sehari-hari. Peserta mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang
mereka temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force), memahami hubungan
konsep usaha dan energi, mengukur besaran suhu yang diakibatkan oleh energi
kalor yang diberikan, sekaligus dapat membedakan isolator dan konduktor kalor. Peserta
didik memahami gerak, gaya dan tekanan, termasuk pesawat sederhana. Peserta
didik memahami getaran dan gelombang, pemantulan dan pembiasan cahaya termasuk
alat-alat optik sederhana yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari
Peserta didik dapat membuat rangkaian listrik sederhana, memahami gejala
kemagnetan dan kelistrikan untuk menye- lesaikan tantangan atau masalah yang
dihadapi dalam kehidupan sehari- hari. Peserta didik mengelaborasikan
pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya
dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang
terjadi.
Peserta didik
mengenal pH sebagai ukuran sifat keasaman suatu zat serta menggunakannya untuk
mengelompokkan materi (asam-basa) berdasarkan pH nya). Dengan pemahaman ini
peserta didik mengenali sifat fisika dan kimia tanah serta hubungannya dengan
organisme serta pelestarian lingkungan. Peserta didik memiliki keteguhan dalam
mengambil keputusan yang benar untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang
membahayakan dirinya dan lingkungan.
(2) Keterampilan proses
Keterampilan
proses meliputi : 1) mengamati Menggunakan berbagai alat bantu dalam melakukan
pengukuran dan pengamatan. Memperhatikan detail yang relevan dari obyek yang
diamati; 2) mempertanyakan dan memprediksi secara mandiri, peserta didik dapat
mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan
membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah; 3) merencanakan dan melakukan
penyelidikan dengan langkah-langkah operasional berdasarkan referensi yang
benar untuk menjawab pertanyaan. Dalam penyelidikan, peserta didik menggunakan
berbagai jenis variabel untuk membuktikan prediksi; 4) memproses, menganalisis
data dan informasi, menyajikan data dalam bentuk tabel, grafik, dan model serta
menjelaskan hasil pengamatan dan pola atau hubungan pada data secara digital
atau non digital. Mengum- pulkan data dari penyelidikan yang dilakukannya,
menggunakan data sekunder, serta menggunakan pemahaman sains untuk
mengidentifikasi hubungan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti ilmiah; 5)
mengevaluasi dan refleksi
6) Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS)
a) Capaian
Pembelajaran Umum
Pada akhir
fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan
diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan antara
kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami potensi
sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara keragaman
kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya. Ia mampu
memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan
hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong
pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki
kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia
dapat menganalisis perkembangan ekonomi di era digital. Peserta didik memahami
tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari
perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu
regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang
positif. Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran
melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati,
menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi
berdasarkan jawaban- jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu
mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, wawancara,
observasi, kuesioner, dan teknik pengumpulan informasi lainnya. Merencanakan
dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi
dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses
analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan
triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan
mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi
prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil
tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan
non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan
mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non digital,
dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar
yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan
melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif.
b) Capaian
Pembelajaran per Elemen
(1) Pemahaman Konsep
Pada akhir
fase ini, peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan
diri dan keluarga serta lingkungan terdekatnya. Ia mampu menganalisis hubungan
antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat serta memahami
potensi sumber daya alamnya. Ia juga mampu menganalisis hubungan antara
keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan kemajemukan budaya.
Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya untuk dapat memenuhi
kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam
mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan
memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era
kontemporer. Ia dapat menganalisis perkem- bangan ekonomi di era digital.
Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan potensi Indonesia menjadi
negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan
dunia di tengah isu-isu regional dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan
kontribusi yang positif.
(2) Keterampilan Proses
Pada akhir
fase ini, Peserta didik mampu memahami dan menerapkan materi pembelajaran
melalui pendekatan keterampilan proses dalam belajarnya, yaitu mengamati,
menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi
berdasarkan jawaban-jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu
mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, wawancara,
observasi, kuesioner, dan teknik pengumpulan informasi lainnya. merencanakan
dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi
dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses
analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan
triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan
mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi
prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil
tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan
non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan
hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non digital, dan
sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman belajar yang
telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan dengan
melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif.
7) Bahasa
Inggris
a) Capaian Pembelajaran Umum
Pada akhir
fase D, peserta didik menggunakan teks lisan, tulisan dan visual dalam bahasa
Inggris untuk berinteraksi dan berkomunikasi dalam konteks yang lebih beragam
dan dalam situasi formal dan informal, berbagai jenis teks seperti narasi,
deskripsi, prosedur, teks khusus (pesan singkat, iklan) dan teks asli menjadi
rujukan utama dalam mempelajari bahasa Inggris di fase ini. Peserta didik
menggunakan bahasa Inggris untuk berdiskusi dan menyampaikan
keinginan/perasaan. Pemahaman mereka terhadap teks tulisan semakin berkembang
dan keterampilan inferensi mulai tampak ketika memahami informasi tersirat.
Mereka memproduksi teks tulisan dan visual dalam bahasa Inggris yang
terstruktur dengan kosa kata yang lebih beragam. Mereka memahami tujuan dan
pemirsa ketika memproduksi teks tulisan dan visual dalam bahasa Inggris.
b) Capaian Pembelajaran per Elemen
(1) Menyimak –
Berbicara
Pada
akhir fase D, peserta didik menggunakan bahasa Inggris untuk berinteraksi dan
saling bertukar ide, pengalaman, minat, pendapat dan pandangan dengan guru,
teman sebaya dan orang lain dalam berbagai macam konteks familiar yang formal
dan informal. Dengan pengulangan dan penggantian kosa kata, peserta didik
memahami ide utama dan detil yang relevan dari diskusi atau presentasi mengenai
berbagai macam topik yang telah familiar dan dalam konteks kehidupan di sekolah
dan di rumah. Mereka terlibat dalam diskusi, misalnya memberikan pendapat,
membuat perbandingan dan menyampaikan preferensi. Mereka menjelaskan dan
memperjelas jawaban mereka menggunakan struktur kalimat dan kata kerja
sederhana.
(2) Membaca –
Memirsa
Pada akhir
fase D, peserta didik membaca dan merespon teks familiar dan tidak familiar
yang mengandung struktur yang telah dipelajari dan kosakata yang familiar
secara mandiri. Mereka mencari dan mengevaluasi ide utama dan informasi spesifik
dalam berbagai jenis teks. Teks ini dapat berbentuk cetak atau digital,
termasuk diantaranya teks visual, multimodal atau interaktif. Mereka
mengidentifikasi tujuan teks dan mulai melakukan inferensi untuk memahami
informasi tersirat dalam sebuah teks.
(3) Menulis –
Mempresentasikan
Pada akhir
fase D, peserta didik mengomunikasikan ide dan pengalaman mereka melalui
paragraf sederhana dan terstruktur, menunjukkan perkembangan dalam penggunaan
kosa kata spesifik dan struktur kalimat sederhana. Menggunakan contoh, mereka
membuat perencanaan, menulis, dan menyajikan teks informasi, imajinasi dan
persuasi dengan menggunakan kalimat sederhana dan majemuk untuk menyusun
argumen dan menjelaskan atau mempertahankan suatu pendapat.
8) Pendidikan
Jasmani Olah Raga dan Kesehatan (PJOK)
a) Capaian
Pembelajaran Umum
Pada akhir
fase D, peserta didik dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan keterampilan
gerak spesifik sebagai hasil analisis pengetahuan yang benar, melakukan latihan
aktivitas jasmani dan kebugaran untuk kesehatan sesuai dengan prinsip latihan,
menunjukkan perilaku tanggung jawab personal dan sosial serta memonitornya
secara mandiri, selain itu juga dapat mempertahankan nilai-nilai aktivitas
jasmani.
b) Capaian
Pembelajaran per Elemen
(1) Keterampilan Gerak
Pada akhir
fase ini peserta didik dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan hasil
analisis keterampilan gerak spesifik berupa permainan dan olahraga, aktivitas
senam, aktivitas gerak berirama, dan aktivitas permainan dan olahraga air
(kondisional).
(2) Pengetahuan Gerak
Pada akhir fase
ini peserta didik dapat menganalisis fakta, konsep, dan prosedur dalam
melakukan berbagai keterampilan gerak spesifik berupa permainan dan olahraga,
aktivitas senam, aktivitas gerak berirama, dan aktivitas permainan dan olahraga
air (kondisional).
(3) Pemanfaatan Gerak
Pada akhir
fase ini peserta didik dapat menganalisis fakta, konsep, dan prosedur serta
mempraktikkan latihan pengembangan kebugaran jasmani terkait kesehatan
(physicsl fittness related health) dan kebugaran jasmani terkait keterampilan
(physicsl fittness related skills), berdasarkan prinsip latihan (Frequency,
Intensity, Time, Type/FITT) untuk mendapatkan kebugaran dengan status baik.
Peserta didik juga dapat menunjukkan kemampuan dalam mengembangkan pola
perilaku hidup sehat berupa melakukan pencegahan bahaya pergaulan bebas dan
memahami peran aktivitas jasmani terhadap pencegahan penyakit tidak menular
disebabkan kurangnya aktivitas jasmani.
(4) Pengembangan Karakter dan Internalisasi Nilai-nilai Gerak
Pada akhir
fase ini peserta didik proaktif melakukan dan mengajak untuk memelihara dan
memonitor peningkatan derajat kebugaran jasmani dan kemampuan aktivitas jasmani
lainnya, serta menunjukkan keterampilan bekerja sama dengan merujuk peraturan
dan pedoman untuk menyelesaikan perbedaan dan konflik antarm individu. Peserta
didik juga dapat mempertahankan adanya interaksi sosial yang baik dalam aktivitas
jasmani.
9) Informatika
a) Capaian Pembelajaran Umum
Pada akhir
fase D, peserta didik: a) mampu menyadari keberadaan perangkat TIK, dirinya dan
orang lain dalam sebuah lingkungan digital serta mampu beretika sebagai warga
digital, mampu menjelaskan komponen utama dan fungsi dari sebuah komputer dan
bagaimana data dikodifikasi dan disimpan dalam sistem komputer, jaringan
komputer, dan internet; b) mampu mengakses, mengolah, dan mengelola data secara
efisien, terstruktur, dan sistematis, menganalisis, menginterpretasi, dan
melakukan prediksi berdasarkan data dengan menggunakan perkakas atau secara
manual; c) mampu menerapkan berpikir komputasional secara mandiri untuk
menyelesaikan persoalan dengan data diskrit bervolume kecil dan mendisposisikan
berpikir komputasional dalam bidang lain; dan d) mampu mengembangkan atau
menyempurnakan program dalam bahasa blok (visual) dan mampu menggunakan
berbagai aplikasi untuk berkomunikasi, mencari, dan mengelola konten informasi,
serta bergotong royong untuk menciptakan produk dan menjelaskan karakteristik
serta fungsi produk dalam laporan dan presentasi yang menggunakan aplikasi.
b) Capaian
Pembelajaran per Elemen
(1)
Berpikir komputasional
(BK)
Pada akhir
fase D, peserta didik mampu menerapkan berpikir komputa- sional untuk menghasilkan
beberapa solusi dari persoalan dengan data diskrit bervolume kecil serta mendisposisikan
berpikir komputasional dalam bidang lain terutama dalam literasi, numerasi, dan
literasi sains (computationally literate)
(2)
Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK)
Pada akhir
fase D, peserta didik mampu memanfaatkan aplikasi surel dalam berkomunikasi,
aplikasi peramban dalam pencarian informasi di internet, CMS dalam pengelolaan
konten digital, dan memanfaatkan perkakas TIK untuk mendukung pembuatan
laporan, presentasi serta analisis dan interpretasi data
(3)
Sistem komputer (SK)
Pada akhir fase
D, peserta didik mampu mendeskripsikan komponen, fungsi, dan cara kerja
komputer yang membentuk sebuah sistem komputasi, serta menjelaskan proses dan
penggunaan kodifikasi untuk penyimpanan data dalam memori komputer.
(4). Jaringan Komputer dan Internet (JKI)
Pada akhir
fase D, peserta didik menjelaskan Internet dan jaringan lokal, komunikasi data
via ponsel, konektivitas internet melalui jaringan kabel dan nirkabel (bluetooth,
wifi, internet), dan memahami enkripsi untuk memproteksi data, serta mampu
melakukan koneksi perangkat ke jaringan lokal maupun internet yang tersedia.
(4)
Analisis data (AD)
Pada akhir
fase D, peserta didik mampu mengakses, mengolah, mengelola, dan menganalisis
data secara efisien, terstruktur, dan sistematis untuk menginterpretasi dan
memprediksi sekumpulan data dari situasi konkret sehari-hari dengan menggunakan
perkakas TIK atau manual.
(5)
Algoritma dan Pemrograman (AP)
Pada akhir
fase D, peserta didik mampu mengenali objek-objek dan memahami perintah atau
instruksi dalam sebuah lingkungan pemrograman blok/visual untuk mengembangkan
program visual sederhana berdasarkan contoh-contoh yang diberikan dan
mengembangkan karya digital kreatif (game, animasi, atau presentasi),
menerapkan aturan translasi konsep dari satu bahasa visual ke bahasa visual
lainnya, serta mengenal pemrograman tekstual sederhana.
(6)
Dampak Sosial Informatika (DSI)
Pada akhir
fase D, peserta didik menyadari keberadaan dunia digital disekitarnya,
ketersediaan data dan informasi lewat aplikasi media sosial, serta memahami
keterbukaan informasi, memilih informasi yang bersifat publik atau privat,
menjaga keamanan dirinya dalam masyarakat digital dan menerapkan etika dunia
maya.
(7)
Praktik Lintas Bidang
(PLB)
Pada akhir
fase D, peserta didik mampu bergotong royong untuk mengidentifikasi persoalan,
merancang, mengimplementasi, menguji, dan menyempurnakan artefak komputasional
yang merupakan solusi dari persoalan tersebut, serta mengomunikasikan secara
lisan maupun tertulis produk dan proses pengembangan solusinya dalam bentuk
karya kreatif yang menyenangkan.
10.1). Seni
Tari
a). Capaian Pembelajaran
Umum
Pada akhir
fase, peserta didik mampu mengukur hasil pencapaian karya tari dalam menggali latar
belakang tari tradisi berdasarkan jenis, fungsi, dan nilai sebagai inspirasi
dalam membuat gerak tari kreasi dengan mempertimbangkan unsur utama dan unsur
pendukung tari sebagai wujud ekspresi untuk mengajak orang lain atau penonton
bangga terhadap warisan budaya indonesia. Peserta didik mampu mengembangkan
tari kreasi untuk membuat karya tari yang berpijak dari tari tradisi.
b). Capaian Pembelajaran per Elemen
(1) Mengalami (Experiencing)
Pada akhir
fase ini, peserta didik mampu mempertunjukkan hasil gerak tari kreasi
berdasarkan nilai, jenis dan fungsi dari tari tradisi dalam berbagai bentuk
penyajian baik individu ataupun kelompok menggunakan unsur utama dan pendukung
tari.
(2)Merefleksikan (Reflecting)
Pada akhir
fase ini, peserta didik mampu menggali latar belakang nilai, jenis dan fungsi
tari dalam konteks budaya.
(3)Berpikir dan Bekerja
Secara Artistik (Thinking and Working
Artistically)
Pada akhir
fase ini, peserta didik mampu membuat gerak tari kreasi yang merefleksikan
nilai, jenis dan fungsi dari tari tradisi dengan mempertimbangkan unsur utama
dan pendukung tari.
(4)Menciptakan (Creating)
Pada akhir
fase ini, peserta didik mampu mengukur hasil pencapaian karya tari dengan
mempraktekkan tari tradisi berdasarkan nilai, jenis dan fungsi.
(5)Berdampak (Impacting) bagi diri sendiri dan orang lain
Pada akhir
fase ini, peserta didik mampu mengajak orang lain untuk mencintai dan merasa
bangga atas warisan budaya Indonesia khususnya tari tradisi melalui proses
kreatif yang dilakukannya.
10.2). Seni Musik
a). Capaian Pembelajaran
Umum
Pada akhir
Fase D, peserta didik mampu menyimak dengan baik, serta mampu melibatkan diri secara aktif dalam
pengalaman atas bunyi-musik. Peserta didik menunjukkan kepekaannya terhadap
unsur-unsur bunyi- musik dan konteks sederhana dari sajian musik seperti: lirik
lagu, kegunaan musik yang dimainkan, budaya, era, dan style. Peserta didik
menghasilkan gagasan yang kemudian ditindaklanjuti hingga menjadi karya musik
yang otentik dalam sebuah sajian sebagai perwujudan kepekaan akan unsur- unsur
bunyi-musik dengan menunjukkan pengetahuan dan keluasan ragam konteks, baik
secara terencana maupun situasional sesuai dan sadar akan kaidah tata
bunyi-musik. Peserta didik mampu memberi kesan, dan merekam beragam praktik
bermusik baik sendiri maupun bersama-sama yang berfungsi sebagai dokumentasi
maupun alat komunikasi secara lebih umum serta menyadari hubungannya dengan
konteks dan praktik-praktik lain (di luar musik) yang lebih luas. Peserta didik
mampu menjalani kebiasaan praktik musik yang baik dan rutin. Mulai persiapan,
saat penyajian, maupun setelah praktik musik untuk perkembangan dan perbaikan
kelancaran serta keluwesan dalam melakukan praktik musik. Peserta didik
memiliki kemampuan dalam memilih, memainkan, menghasilkan, dan menganalisa
karya-karya musik secara aktif, kreatif, artistik, musikal yang mengandung
nilai-nilai kearifan lokal dan global serta mendapatkan pengalaman dan kesan
baik dan berharga bagi perbaikan dan kemajuan diri sendiri secara utuh dan bagi
kemajuan bersama.
b).
Capaian Pembelajaran per Elemen
(1) Mengalami
(Experiencing)
Pada akhir
fase ini, peserta didik menyimak, melibatkan diri secara aktif dalam pengalaman
atas bunyi-musik, menunjukkan kepekaan akan konteks serta mampu secara aktif
berpartisipasi dalam sajian music
(2) Merefleksikan (Reflecting)
Pada akhir
fase ini, peserta didik mampu menyimak, melibatkan diri secara aktif dalam
pengalaman atas bunyi-musik, menunjukkan kepekaan akan konteks serta mampu
secara aktif berpartisipasi dalam sajian musik.
(3). Berpikir dan
Bekerja Secara Artistik (Thinking and
Working Artistically)
Pada akhir
fase ini, peserta didik mampu menjalani kebiasaan baik dan rutin dalam
berpraktik musik sejak dari persiapan, saat, maupun usai berpraktik musik untuk
perkembangan dan perbaikan kelancaran serta keluwesan bermusik, serta memilih,
memainkan, menghasilkan, dan menganalisa karya-karya musik secara aktif,
kreatif, artistik, musikal, dan mengandung nilai-nilai kearifan lokal baik
secara individu maupun secara berkelompok.
(4). Menciptakan (Creating)
Pada akhir
fase ini, peserta didik mampu menghasilkan gagasan hingga menjadi karya musik
yang otentik dalam sebuah sajian dengan kepekaan akan unsur-unsur bunyi-musik
baik intrinsik maupun ekstrinsik, keragaman konteks, baik secara terencana
maupun situasional sesuai dan sadar akan kaidah tata bunyi/musik.
(5). Berdampak (Impacting) bagi diri
sendiri dan orang lain
Pada akhir
fase ini, Peserta didik mampu menjalani kebiasaan baik dan rutin dalam
berpraktik musik dan aktif dalam kegiatan-kegiatan bermusik lewat bernyanyi,
memainkan media bunyi-musik dan memperluas ragam praktik musiknya serta terus
mengusahakan mendapatkan pengalaman dan kesan baik dan berharga bagi perbaikan
dan kemajuan diri sendiri secara utuh dan bersama.
10.3)
Seni Rupa
a). Capaian Pembelajaran
Umum
Pada akhir
Fase D (Kelas VII, VIII, dan IX SMP) diharapkan peserta didik mampu bekerja
mandiri dan/atau berkelompok dalam menghasilkan sebuah karya, mengapresiasi
berdasarkan perasaan, empati dan penilaian pada karya seni rupa. Fase D masuk
ke dalam masa Naturalisme Semu (Pseudo Naturalistic) yang ditandai kemampuan
peserta didik dalam berpikir abstrak. Di samping itu, peserta didik diharapkan
mulai memiliki kemampuan proporsi (rasa perbandingan) dan gesture (gerak tubuh
obyek) sebagai respon kemampuan perkembangan sosial peserta didik yang semakin
berkembang. Di akhir fase D, peserta didik mampu menuangkan pengalamannya
melalui visual sebagai ekspresi kreatif secara rinci, ditandai penguasaan
ruang, proporsi dan gesture dalam bekerja mandiri dan/atau berkelompok.
Diharapkan pada akhir fase ini, proses kreatif dan kegiatan apresiasi peserta
didik telah mencerminkan penguasaan terhadap bahan, alat, teknik, teknologi dan
prosedur yang mewakili perasaan dan empati peserta didik. Selain itu, peserta
didik juga dapat menyampaikan pesan lisan atau tertulis tentang karya seni rupa
berdasarkan pada pengamatannya terhadap karya seni rupa tersebut.
b). Capaian
Pembelajaran per Elemen
(1).
Mengalami (Experiencing)
Pada akhir
fase D, peserta didik mampu mengamati, mengenal, merekam dan menuangkan
pengalaman dan pengamatannya terhadap lingkungan, perasaan atau empatinya
secara visual dengan menggunakan proporsi, gestur dan ruang. Karya peserta
didik mencerminkan penguasaan terhadap bahan, alat, teknik, teknologi dan
prosedur yang sesuai dengan karyanya.
(2). Merefleksikan (Reflecting)
Pada akhir fase D, peserta didik mampu
menciptakan karya seni dengan menggunakan dan menggabungkan pengetahuan elemen
seni rupa atau prinsip desain dan keterampilan yang telah dipelajari
sebelumnya, dalam konteks ekspresi pribadi atau sesuai topik tertentu.
(3). Berpikir dan
Bekerja Secara Artistik (Thinking and
Working Artistically)
Pada akhir
fase D, peserta didik mampu mengevaluasi dan menganalisa efektivitas pesan dan
penggunaan medium sebuah karya pribadi maupun orang lain, serta menggunakan
informasi tersebut untuk merencanakan langkah pembelajaran selanjutnya.
(4). Menciptakan (Creating)
Pada akhir
fase D, peserta didik mampu berkarya dan mengapresiasi berdasarkan perasaan,
empati dan penilaian pada karya seni secara ekspresif, produktif, inventif dan
inovatif. Peserta didik mampu menggu- nakan kreativitasnya, mengajukan
pertanyaan yang bermakna dan mengembangkan gagasan untuk memecahkan masalah,
menjawab tantangan dan peluang yang ada di lingkungan sekitarnya. Peserta didik
mampu melihat keterhubungan dengan bidang keilmuan lainnya.
(5). Berdampak (Impacting) bagi diri sendiri dan orang
lain
Pada akhir fase D, peserta didik mampu membuat karya
sendiri atas dasar perasaan, minat, dan sesuai akar budaya sehari-hari
11). Bahasa Jawa
a).
Capaian Pembelajaran Umum
Pada akhir
fase D, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan
bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial, dan akademis. Peserta didik
mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi informasi paparan tentang topik
yang beragam dan karya sastra. Peserta didik mampu berpartisipasi aktif dalam
diskusi, mempresentasikan, dan menanggapi informasi nonfiksi dan fiksi yang
dipaparkan; Peserta didik menulis berbagai teks untuk menyampaikan pengamatan
dan pengalamannya dengan lebih terstruktur, dan menuliskan tanggapannya
terhadap paparan dan bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuannya. Peserta
didik mengembangkan kompetensi diri melalui pajanan berbagai teks penguatan
karakter.
b).
Capaian Pembelajaran per Elemen
(1).
Menyimak
Peserta didik
mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran,
perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari berbagai tipe teks
(nonfiksi dan fiksi) audiovisual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan
gelar wicara. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai
informasi dari topik aktual yang didengar.
(2).
Membaca dan Memirsa
Peserta didik
memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari
teks deskripsi, narasi, puisi, eksplanasi dan eksposisi dari teks visual dan
audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik
menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, kepedulian, empati
atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik
menggunakan sumber informasi lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta
membandingkan informasi pada teks. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan
mengevaluasi berbagai topik aktual yang dibaca dan dipirsa.
(3).
Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik
mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan untuk tujuan pengajuan
usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan dalam bentuk monolog
dan dialog logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik mampu menggunakan dan
mengembangkan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan
kiasan untuk berbicara dan mempresentasikan. Peserta didik mampu menggunakan
ungkapan sesuai dengan norma kesopanan dalam berkomunikasi. Peserta didik mampu
berdiskusi secara aktif, kontributif, efektif, dan santun. Peserta didik mampu
menuturkan dan menyajikan ungkapan simpati, empati, peduli, perasaan, dan
penghargaan dalam bentuk teks informasional dan fiksi melalui teks multimodal.
Peserta didik mampu mengungkapkan dan mempresentasikan berbagai topik aktual
secara kritis.
(4).
Menulis
Peserta didik
mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis untuk
berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik juga
menuliskan hasil penelitian menggunakan metodologi sederhana dengan mengutip
sumber rujukan secara etis. Menyampaikan ungkapan rasa simpati, empati, peduli,
dan pendapat pro/kontra secara etis dalam memberikan penghargaan secara
tertulis dalam teks multimodal. Peserta didik mampu menggunakan dan
mengembangkan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan
kiasan untuk menulis. Peserta didik menyampaikan tulisan berdasarkan fakta,
pengalaman, dan imajinasi secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi
dengan penggunaan kosa kata secara kreatif.
b.
MUATAN PROYEK PROFIL PELAJAR PANCASILA
Tema Proyek Profil
Pelajar Pancasila
(1)
Gaya Hidup Berkelanjutan
(2)
Kearifan lokal
(3)
Bhinneka Tunggal Ika
(4)
Bangunlah Jiwa dan Raganya
(5)
Suara Demokrasi
(6)
Berekayasa dan Berteknologi untuk Membanguan NKRI
(7)
Kewirausahaan
Dimensi, Elemen, dan subelemen Proyek
Profil Pelajar Pancasila
a)
Beriman, bertakwa kepada
Tuhan YME, dan berakhlak mulia
Pelajar
Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia adalah
pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ia
memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut
dalam kehidupannya sehari-hari.
Ada lima
elemen kunci beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia:
(1) Akhlak Beragama;
Mengenal dan Mencintai
Tuhan Yang Maha Esa
o
Memahami kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari
serta mengaitkan pemahamannya tentang kualitas atau sifat-sifat Tuhan dengan
konsep peran manusia di bumi sebagai makhluk Tuhan yang bertanggung jawab.
Pemahaman Agama/Kepercayaan.
o
Memahami makna dan fungsi, unsur-unsur utama agama
/kepercayaan dalam konteks Indonesia, membaca kitab suci, serta memahami ajaran
agama/ kepercayaan terkait hubungan sesama manusia dan alam semesta.
Pelaksanaan Ritual Ibadah
o
Melaksanakan ibadah secara rutin dan mandiri sesuai
dengan tuntunan agama/kepercayaan, serta berpartisipasi pada perayaan hari-hari
besar.
(2) Akhlak Pribadi;
Integritas
o
Berani dan konsisten menyampaikan kebenaran atau fakta serta
memahami konsekuensi-konsekuensinya untuk diri sendiri dan orang lain
Merawat Diri secara Fisik, Mental, dan
Spiritual
o
Mengidentifikasi pentingnya menjaga keseimbangan
kesehatan jasmani, mental, dan rohani serta berupaya menyeimbangkan aktivitas
fisik, sosial dan ibadah.
(3) Akhlak kepada Manusia
Mengutamakan persamaan dengan orang lain
dan menghargai perbedaan.
o
Mengenal perspektif dan emosi/perasaan dari sudut pandang
orang atau kelompok lain yang tidak pernah dijumpai atau dikenalnya.
Mengutamakan persamaan dan menghargai perbedaan sebagai alat pemersatu dalam
keadaan konflik atau perdebatan.
Berempati
kepada orang lain
|
|
o
Memahami perasaan dan sudut pandang orang dan/atau
kelompok lain yang tidak pernah dikenalnya.
(4) Akhlak kepada Alam
Memahami Keterhubungan Ekosistem Bumi
o
Memahami konsep sebab akibat di antara berbagai ciptaan
Tuhan dan mengidentifikasi berbagai sebab yang mempunyai dampak baik atau
buruk, langsung maupun tidak langsung, terhadap alam semesta.
Menjaga
Lingkungan Alam Sekitar
o
Mewujudkan rasa syukur dengan berinisiatif untuk
menyelesaikan permasalahan lingkungan alam sekitarnya dengan mengajukan
alternatif solusi dan mulai menerapkan solusi tersebut.
(5) Akhlak Bernegara.
Melaksanakan Hak dan Kewajiban sebagai
Warga Negara Indonesia
o
Menganalisis peran, hak, dan kewajiban sebagai warga
negara, memahami perlunya mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan
pribadi sebagai wujud dari keimanannya kepada Tuhan YME.
b)
Berkebinekaan global
Pelajar
Indonesia mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya, dan tetap
berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan
rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya dengan budaya luhur yang
positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa.
Elemen
dan kunci kebinekaan global meliputi:
(1)
Mengenal dan
menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan
sesama, refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan.
Mendalami
budaya dan identitas budaya
o
Memahami perubahan budaya seiring waktu dan sesuai
konteks, baik dalam skala lokal, regional, dan nasional.
o
Menjelaskan identitas diri yang terbentuk dari budaya bangsa
Mengeksplorasi dan
membandingkan pengetahuan budaya, kepercayaan, serta praktiknya
o
Memahami dinamika budaya yang mencakupemahaman,
kepercayaan, dan praktik keseharian dalam konteks personal dan sosial.
Menumbuhkan rasa menghormati terhadap
keanekaragaman budaya
o
Memahami pentingnya melestarikan dan merayakan tradisi
budaya untuk mengembangkan identitas pribadi, sosial, dan bangsa Indonesia
serta mulai berupaya melestarikan budaya dalam kehidupan sehari-hari.
(2) Komunikasi dan interaksi
antar budaya.
Berkomunikasi antar budaya
o
Mengeksplorasi pengaruh budaya terhadap penggunaan bahasa
serta dapat mengenali risiko dalam berkomunikasi antarbudaya.
Mempertimbangkan dan
menumbuhkan berbagai perspektif
o
Menjelaskan asumsi-asumsi yang mendasari perspektif
tertentu.
o
Memperkirakan dan mendeskripsikan perasaan serta motivasi
o
Komunitas yang berbeda dengan dirinya yang berada dalam situasi yang sulit.
(3) Refleksi dan bertanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan
Refleksi
terhadap pengalaman kebinekaan.
o
Merefleksikan secara kritis gambaran berbagai kelompok
budaya yang ditemui dan cara meresponnya.
Menghilangkan stereotip
dan prasangka
o
Mengkonfirmasi, mengklarifikasi dan menunjukkan sikap
menolak stereotip serta prasangka tentang gambaran identitas kelompok dan suku
bangsa.
Menyelaraskan
perbedaan budaya
o
Mengidentifikasi dan menyampaikan isu-isu tentang
penghargaan terhadap keragaman dan kesetaraan budaya.
(4) Berkeadilan Sosial
Aktif membangun masyarakat
yang inklusif, adil, dan berkelanjutan
o
Mengidentifikasi masalah yang ada di sekitarnya sebagai
akibat dari pilihan yang dilakukan oleh manusia, serta dampak masalah tersebut
terhadap sistem ekonomi, sosial dan lingkungan, serta mencari solusi yang
memperhatikan prinsip- prinsip keadilan terhadap manusia, alam dan masyarakat
Berpartisipasi dalam proses
pengambilan keputusan bersama
o
Berpartisipasi dalam menentukan kriteria dan metode yang
disepakati bersama untuk menentukan pilihan dan keputusan untuk kepentingan
bersama melalui proses bertukar pikiran secara cermat dan terbuka dengan
panduan pendidik
Memahami peran individu dalam
demokrasi
o
Memahami konsep hakdan kewajiban serta implikasinya
terhadap ekspresi dan perilakunya. Mulai aktif mengambil sikap dan langkah
untuk melindungi hak orang/kelompok lain.
c)
Bergotong royong
Pelajar
Indonesia memiliki kemampuan bergotong-royong, yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan
secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat
berjalan lancar, mudah dan ringan.
Elemen-elemen dari bergotong royong adalah:
Kolaborasi
Kerja sama
o
Menyelaraskan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain
untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar,
serta memberi semangat kepada orang lain untuk bekerja efektif dan mencapai
tujuan bersama.
Komunikasi untuk mencapai tujuan bersama
o
Memahami informasi,
gagasan, emosi, keterampilan dan keprihatinan yang diungkapkan oleh orang lain
menggunakan berbagai simbol dan media secara efektif, serta memanfaatkannya
untuk meningkatkan kualitas hubungan interpersonal guna mencapai tujuan
bersama.
ketergantungan positif
o Mendemonstrasikan
kegiatan kelompok yang menunjukkan bahwa anggota kelompok dengan kelebihan dan
kekurangannya masing-masing perlu dan dapat saling membantu memenuhi kebutuhan.
Koordinasi Sosial
o
Membagi peran dan menyelaraskan tindakan dalam kelompok
serta menjaga tindakan agar selaras untuk mencapai tujuan bersama.
Kepedulian
Tanggap terhadap lingkungan
Sosial
o
Tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai
dengan tuntutan peran sosialnya dan berkontribusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Persepsi sosial
o
Menggunakan pengetahuan tentang sebab dan
alasan orang lain menampilkan reaksi tertentu untuk menentukan tindakan yang
tepat agar orang lain menampilkan respon yang diharapkan.
Berbagi.
o
Mengupayakan memberi hal yang dianggap
penting dan berharga kepada yang membutuhkan bantuan di sekitar tempat tinggal.
d)
Mandiri
Pelajar
Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas
proses dan hasil belajarnya.
Elemen kunci dari mandiri terdiri dari:
o
Kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi
o
Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang
dihadapi
o
Membuat penilaian yang realistis terhadap kemampuan dan
minat, serta prioritas pengembangan diri berdasarkan pengalaman belajar dan aktivitas
lain yang dilakukannya.
o
Mengembangkan refleksi diri
o
Memonitor kemajuan belajar yang dicapai serta memprediksi
tantangan pribadi dan akademik yang akan muncul berlandaskan pada pengalamannya
untuk mempertimbangkan strategi belajar yang sesuai.
Regulasi diri.
Regulasi emosi
o
Memahami dan memprediksi konsekuensi dari emosi dan
pengekspresiannya dan menyusun langkah-langkah untuk mengelola emosinya dalam
pelaksanaan belajar dan berinteraksi dengan orang la
Menunjukkan inisiatif dan bekerja secara mandiri
o
Mengkritisi efektivitas dirinya dalam bekerja secara
mandiri dengan mengidentifikasi hal-hal yang menunjang maupun menghambat dalam
mencapai tujuan.
Mengembangkan pengendalian dan disiplin
diri
o
Berkomitmen dan menjaga konsistensi pencapaian tujuan
yang telah direncanakannya untuk mencapai tujuan belajar dan pengembangan diri
yang diharapkannya
Percaya diri, tangguh (resilient),
dan adaptif
o
Membuat rencana baru dengan mengadaptasi, dan
memodifikasi strategi yang sudah dibuat ketika upaya sebelumnya tidak berhasil,
serta menjalankan kembali tugasnya dengan keyakinan baru.
e)
Bernalar kritis
Pelajar yang
bernalar kritis mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif
maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi,
menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya.
elemen dari
bernalar kritis adalah:
(1) memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
o
Mengajukan pertanyaan
o Mengajukan pertanyaan
untuk klarifikasi dan interpretasi informasi, serta
mencari tahu
penyebab dan
konsekuensi dari informasi tersebut.
o
Mengidentifikasi mengklarifikasi,dan mengolah informasi
dan gagasan
o
Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis
informasi yang relevan
serta
memprioritaskan beberapa gagasan tertentu.
(2) menganalisis dan mengevaluasi penalaran,
Elemen menganalisis dan mengevaluasi
penalaran dan prosedurnya
o
Menalar dengan berbagai argumen dalam mengambil suatu
simpulan atau
keputusan.
(3) merefleksi pemikiran dan proses berpikir,
Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya
sendiri Menjelaskan asumsi yang digunakan, menyadari kecenderungan dan
konsekuensi bias pada pemikirannya, serta berusaha mempertimbangkan perspektif yang berbeda
f)
Kreatif
Pelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan
menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak.
Elemen kunci
dari kreatif terdiri atas:
(1)
menghasilkan gagasan yang
orisinal
o
Menghubungkan gagasan yang ia miliki dengan informasi
atau gagasan baru untuk menghasilkan kombinasi gagasan baru dan imajinatif
untuk mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya.
(2)
menghasilkan karya dan
tindakan yang orisinal.
o
Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau
perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta mengevaluasinya dan
mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain.
c.
Muatan
Ekstra kurikuler SMP Negeri 2 Slahung
1). Pengertian
a)
Ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan
oleh peserta didik di luar jam belajar kurikulum standar sebagai perluasan dari
kegiatan kurikulum dan dilakukan di bawah bimbingan sekolah dengan tujuan untuk
mengembangkan kepribadian, bakat, minat, dan kemampuan peserta didik yang lebih
luas atau di luar minat yang dikembangkan oleh kurikulum.
b)
Ekstrakurikuler wajib merupakan program ekstrakurikuler
yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik, terkecuali bagi peserta didik
dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkannya untuk mengikuti kegiatan
ekstrakurikuler tersebut.
c)
Ekstrakurikuler pilihan merupakan program ekstrakurikuler
yang dapat diikuti oleh peserta didik sesuai dengan bakat dan minatnya
masing-masing.
2). Fungsi dan Tujuan
a)
Fungsi
(1) Fungsi pengembangan, yakni bahwa kegiatan
ekstrakurikuler berfungsi untuk mendukung perkembangan personal peserta didik
melalui perluasan minat, pengembangan potensi, dan pemberian kesempatan untuk
pembentukan karakter dan pelatihan kepemimpinan.
(2) Fungsi sosial, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi
untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik.
(3) Fungsi rekreatif, yakni bahwa kegiatan
ekstrakurikuler dilakukan dalam suasana rileks, menggembirakan, dan menyenangkan
sehingga menunjang proses perkembangan peserta didik.
(4) Fungsi persiapan karir, yakni bahwa kegiatan
ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik
melalui pengembangan kapasitas.
b)
Tujuan
(1)
Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat meningkatkan
kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik.
(2)
Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat mengembangkan
potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal dalam mendukung
pencapaian tujuan pendidikan
3)
Visi dan
Misi
a)
Visi
Visi kegiatan
ekstrakurikuler pada satuan pendidikan adalah berkembangnya potensi, bakat,
minat, kemampuan, kepribadian, dan kemandirian peserta didik secara optimal
melalui kegiatan kegiatan di luar kegiatan intrakurikuler.
b) Misi
Misi kegiatan
ekstrakurikuler pada satuan pendidikan adalah sebagai berikut:
(1) Menyediakan sejumlah
kegiatan yang dapat dipilih dan diikuti sesuai dengan kebutuhan, potensi,
bakat, dan minat peserta didik.
(2) Menyelenggarakan sejumlah
kegiatan yang memberikan kesem- patan kepada peserta didik untuk dapat
mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri secara optimal melalui kegiatan
mandiri dan atau berkelompok.
4)
Jenis
Jenis
ekstrakurikuler yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Slahung ada dua jenis yaitu ekstrakurikuler
wajib dan ekstrakurikuler pilihan. Dua jenis ekstrakurikuler ini ditujukan
untuk mendukung aktualisasi penguatan Profil Pelajar Pancasila.
SMP Negeri 2 Slahung
menetapkan pendidikan kepramukaan dan program tahfidz ditetapkan sebagai
kegiatan ekstrakurikuler wajib.
Hal
ini mengandung makna bahwa ekstrakurikuler wajib tersebut merupakan kegiatan
ekstrakurikuler yang secara sistemik diperankan sebagai wahana penguatan Profil
Pelajar Pancasila yang secara psikopedagogis koheren dengan pengembangan sikap
dan kecakapan dalam pendidikan kepramukaan dan program tahfidz.
Ekstrakurikuler pilihan adalah Kegiatan Ekstrakurikuler yang dapat dikembangkan
dan diselenggarakan oleh satuan pendidikan dan dapat diikuti oleh peserta didik
sesuai bakat dan minatnya masing-masing.
Peserta didik SMP Negeri
2 Slahung diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler wajib dan
satu ekstrakurikuler pilihan.
Kegiatan ekstrakurikuler pilihan meliputi kegiatan :
Tabel 3.2.a
|
KEGIATAN |
JENIS |
|
|
|
|
Keagamaan |
BTQ,
Muhadlarah, Khitobah dan Hadrah. |
|
Kegiatan Krida |
Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK),
Drumband, DG Pramuka |
|
Latihan Kebakatan |
Olimpiade IPA, olimpiade Matematika, olimpiade IPS, olimpiade PAI,
Engglish olimpiade and story
telling, bola volly, futsal, sepak
bola, paduan suara, Seni tari, Seni musik, karawitan |
|
Kegiatan Ilmiah |
Karya Ilmiah Remaja (KIR). |
|
Kegiatan kebahasaan |
Literasi dan English Olympiade, and
Story Telling, Mading |
|
Pengembangan Prestasi |
Bina
prestasi akademik : IPA, Matematika,
IPS Bina prestasi
olah raga |
|
Pembiasaan |
Salat dhuha dan dzuhur, hafalan surat pendek, Gerakan Baksos, Sabtu Sehat, ceria, bersih berseri |
Program Kegiatan Ekstrakurikuler
Tabel. 3.3 Kegiatan Ekstrakurikuler SMPN 2 Slahung
|
No |
Kegiatan |
Tujuan dan Indikator Keberhasilan |
Sasaran |
Pihak Terkait |
|
A. |
Wajib |
|||
|
1 |
Pramuka |
·
Mempersiapkan
peserta didik agar memiliki sikap Dimensi Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, dan Berakhlak MuliaAkhlak Beragama ·
Berkebinekaan Global ·
Gotong Royong ·
Mandiri ·
Bernalar ·
Kreatif |
Kelas VII, VIII,IX |
Kwarcab, Kwaran, Pelatih, Masyarakat |
|
2 |
Tahfidz Alqur’an (Jus’ama,
juz 1,dan 2 ) |
|
Kelas VII, VIII, IX |
.(Pelatih, guru pendamping) |
|
B. |
Pilihan |
|||
|
1 |
Olimpiade Matematika |
Menyiapkan peserta didik untuk mampu berfikir
kritis dalam menghadapi olimpiade dan kompetisi dalam rangka menjadi yang
terbaik di tiap tingkatan dengan karakter berfikir kritis dan mandiri |
Kelas VII, VIII |
Pembina |
|
2 |
Olimpiade IPA |
|||
|
3 |
Olimpiade IPS |
|||
|
4 |
KIR |
|||
|
5 |
Bola Voli |
Menyiapkan peserta didik untuk mengembangkan
kemampuan dalam bidang olah raga dan memperoleh juara dalam kejuaraan olah
raga dengan mengacu pada karakter mandiri maupun gotong royong |
Kelas VII, VIII |
Pelatih dan Pembina |
|
6 |
Tenis Meja |
|||
|
7 |
Sepak Bola |
|||
|
8 |
Cipta/ Baca Puisi, Cerpen |
Menyiapkan peserta didik untukmengembangkan
kemampuan dalam literasi dan memperoleh kejuaraan dalam lomba dengan mengacu pada karakter kreatif |
Kelas VII, VIII |
Dinas Pendidikan, Pelatih |
|
9 |
Jurnalistik/ Majalah Sekolah |
|||
|
10 |
English Club |
|||
|
11 |
Paduan Suara/ Vocal Group |
Menyiapkan dan melatih peserta didik agar dapat
mengembangkan potensinya dalam bidang seni secara maksimal dan dapat
mengapreasikan, sehingga dapat meraih kejuaraan dalam olimpiade/kejuaraan
seni dengan karakter jreatif, mandiri dan gotong-royong |
||
|
12 |
Band, Menyanyi Solo, Cipta Lagu |
|||
|
13 |
Seni Tari |
|||
|
14 |
Seni Lukis |
|||
|
15 |
Batik |
|||
|
16 |
Karawitan |
|||
|
17 |
BTQ |
Menyiapkan dan melatih peserta didik dalam
mengembangkan bakat minatnya dalam bidang keagamaan dan memperoleh juara pada
lomba dengan berkarakter beriman, bertqwa kepada Tuhan YME dan berakhkak Mulia |
Kelas VII, VIII |
Pembina dan Pelatih |
|
18 |
Khitabah |
|||
|
19 |
Samproh/ Hadroh |
|||
3.
PENILAIAN KURIKULUM MERDEKA SMP NEGERI 2 SLAHUNG
a.
PENILAIAN INTRAKURIKULER
1)
Prinsip Penilaian (Asesmen) pada Intrakurikuler
Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses
pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, dan menyediakan informasi yang
holistik sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua, agar
dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya.
Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan
fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu
pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran.
Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid,
dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar dan
menentukan keputusan tentang langkah selanjutnya.
Laporn kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat
sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter
dan kompetensi yang dicapai serta strategi tindak lanjutnya. Dalam hal ini kompetensi bersifat utuh tidak dipecah ke
dalam tiga ranah; pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Hasil asesmen
digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua
sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.
2) Jenis,
Fungsi, Teknik, dan Dokumen
Secara umum penilaian dibedakan menjadi tiga
a) Asesmen sebagai
proses pembelajaran (assessment as Learning),
Asesmen untuk refleksi
proses pembelajaran
Berfungsi sebagai asesmen formatiif
b)
Asesmen untuk proses pembelajaran (assessment for
Learning),
Asesmen untuk perbaikan proses pembelajaran
Berfungsi sebagai asesmen formatif
c) Asesmen
pada akhir proses pembelajaran (assessment of learning).
Asesmen untuk
evaluasi pada akhir proses pembelajaran
Berfungsi sebagai
asesmen sumatif
Catatan:
a)
Perbedaan assessment
as dan for learning adalah assessment as learning lebih melibatkan
peserta didik secara aktif dalam kegiatan asesmen tersebut. Peserta didik
diberi pengalaman untuk belajar menjadi penilai bagi diri sendiri dan temannya.
Penilaian diri (self assessment) dan
penilaian antar teman merupakan contoh assessment
as learning.
b)
Dalam assessment as
learning peserta didik sebaiknya dilibatkan dalam merumuskan prosedur,
kriteria, maupun rubrik/pedoman asesmen sehingga mereka mengetahui dengan pasti
apa yang harus dilakukan agar memperoleh capaian belajar yang maksimal.
Secara
spesifik penilaian yang dilakukan dalam kurikulum merdeka belajar adalah
sebagai berikut.
Tabel 3.3
Jenis, Fungsi, Teknik,
dan Dokumen Penilaian
|
Jenis |
Fungsi |
Teknik |
Dokumen |
|
Formatif (as and for learning) |
o
Mendiagnosis
kemampuan awal dan kebutuhan belajar peserta didik. o
Umpan balik
bagi pendidik untuk memperbaiki proses pembelajaran agar menjadi lebih
bermakna. o
Umpan balik
bagi peserta didik untuk memperbaiki strategi pembelajaran. o
Mendiagnosis
daya serap materi peserta didik dalam aktivitas pembelajaran di kelas. o
Memacu
perubahan suasana kelas sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar peserta
didik dengan program- program pembelajaran yang positif, suportif, dan o
bermakna |
Berbagai teknik asesmen (praktik, produk,
proyek, portofolio, tes tertulis/lisan) |
o Produk hasil belajar o Jurnal refleksi peserta didik o Rencana tindak lanjut atas hasil asesmen o Catatan hasil observasi o Catatan o Anecdotal o Nilai berupa angka |
|
Sumatif di akhir lingkup materi (for and of learning) |
o Alat ukur untuk mengetahui pencapaian hasil
belajar peserta didik dalam satu lingkup materi. o Refleksi pembelajaran dalam satu lingkup
materi. o Umpan balik untuk merancang /perbaikan
proses pembelajaran berikutnya. o Melihat kekuatan dan kelemahan belajar pada
peserta didik selama pembelajaran satu lingkup materi. |
Berbagai teknik asesmen (praktik, produk, proyek,
portofolio, tertulis, tes lisan) |
o Produk hasil belajar. o Nilai berupa angka. |
|
*Sumatif semester (of learning) Merupakan
pilihan. Satuan pendidikan dapat melakukan sumatif pada akhir semester jika satuan |
o
Alat ukur
untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik pada periode
tertentu. o
Mendapatkan
nilai capaian hasil belajar untuk dibandingkan dengan kriteria capaian yang
telah ditetapkan.umpan balik untuk merancang/perbaikan o
proses
pembelajaran |
Praktik, produk, proyek,
portofolio, tertulis. |
o Produk hasil belajar. o Nilai berupa angka. |
|
pendidikan merasa perlu mengkonfirmasi hasil sumatif
akhir lingkup materi untuk mendapatkan data yang lebih lengkap. |
o
semester/tahun
ajaran berikutnya (sama seperti fungsi penilaian formatif) o
d. Melihat
kekuatan dan kelemahan belajar pada peserta didik (sama seperti fungsi pada
asesmen diagnostik) |
|
o |
5)
Pengolahan Nilai
Pengolahan
hasil asesmen dilakukan dengan memanfaatkan hasil formatif dan sumatif.
Terdapat 2 jenis data yaitu data hasil asesmen yang berupa angka (kuantitatif)
serta data hasil asesmen yang berupa narasi (kualitatif).
Tujuan
pengolahan data:
o Memperoleh informasi
hasil belajar yang telah dicapai oleh peserta didik dalam kurun waktu tertentu
yang akan disajikan pada laporan kemajuan belajar.
o Memetakan kekuatan dan
kelemahan peserta didik untuk selanjutnya digunakan sebagai dasar pemberian
umpan balik.
Ada tiga
alternatif pengolahan hasil asesmen yang dapat dijadikan inspirasi
satuan
pendidikan, antara lain:
o Seluruh hasil asesmen
formatif dan sumatif berupa angka diolah menjadi nilai akhir.
o Hasil formatif berupa
angka dan hasil sumatif diolah menjadi nilai akhir.
Data berupa
narasi (kualitatif) digunakan sebagai pertimbangan deskripsi Capaian Kompetensi
dalam rapor.
o Hasil asesmen sumatif diolah
menjadi nilai akhir.
Hasil asesmen
formatif digunakan sebagai pertimbangan deskripsi Capaian Kompetensi dalam
rapor.
SMP Negeri 2 Slahung melaksanakan penilaian formatif, sumatif lingkup materi, dan sumatif akhir semester dengan
pongolahan nilai alternatif 1 dengan pembobotan yang sama yaitu:
a)
Penilaian
kualitatif
Keterangan:
NR: Nilai Rapor
NRF : Nilai
Rata-rata Formatif
NRSL : Nilai Rata-rata Sumatif Lingkup Materi
NSA : Nilai Sumatif Akhir Semester
b)
Penilaian kuantitatif (Narasi)
Narasi
didasarkan pada nilai tertinggi dan terendah angka pada penilaian formatif dari seluruh tujuan pembelajaran masing-masing
siswa pada setiap mata pelajaran dengan deskripsi:
(1) Tertinggi :
sangat menguasai
(2) Terendah :
perlu bimbingan
Contoh :
Nilai 84: Ananda Diva sangat menguasai dalam memperkirakan dan
membulatkan bilangan ke nilai tempat terdekat. Nilai 75: Ananda Diva perlu bimbingan dalam operasional bilangan
bulat.
1.
Format Daftar Nilai
Format Daftar Penilaian yang digunakan guru
dalam penilaian adalah sebagai berikut.
Kelas :
Wali Kelas
|
No. |
Nama |
Formatif |
NRF |
Sumatif
Lingkup Materi (SL) |
NR SL |
Sumatif
Akhir Semester |
Nilai Rapor |
|||||
|
TP1 |
TP2 |
TP3 |
dst |
SL |
SL |
SL |
||||||
|
1. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Mata pelajaran
:
Daftar Nilai
2.
Rapor
Format rapor kurikulum merdeka yang digunakan
SMP Negeri 2 Slahung
Ponorogo adalah sebagai berikut.
Nama Peserta
Didik : Diva
Kelas : 7 (Tujuh)
NISN 00310073
Fase :
D
Sekolah :
SMP Negeri 2 Slahung
Alamat :
Jl. Ponorogo-Pacitan, Km.27 , Wates .
Slahung
Tahun Pelajaran : 2022/2023
|
No. |
Mata Pelajaran |
Nilai Akhir |
Capaian Kompetensi |
|
1. |
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti |
80 |
... |
|
2. |
Pendidikan Pancasila |
85 |
Ananda Diva sangat menguasai Pancasila dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari |
|
Ananda Diva perlu bimbingan dalam membedakan hak
dan kewajiban |
b. PENILAIAN
PROYEK PROFIL PELAJAR PANCASILA SMP NEGERI 2 SLAHUNG
Penilaian
Proyek Profil Pelajar Pancasila
a) Penilaian
Diagnostik, Formatif, dan Sumatif dalam Proyek Profi Pelajar
Pancasila
Tabel 3.3.b
|
Aspek |
Asesmen Diagnostik |
Asesmen Formatif |
Asesmen Sumatif |
|
Waktu penggunaan |
Pada awal perencanaan projek
(identifikasi kesiapan satuan pendidikan), jika membuat sendiri modul projek
Pada saat penentuan dimensi, elemen, dan sub-elemen, jika menggunakan modul projek sudah ada |
Berkala, berkelanjutan selama
projek |
oBiasanya dilakukan pada akhir projek oDapat dilakukan di akhir tahap kegiatan
jika diperlukan (terutama di projek dengan jangka waktu yang panjang) |
|
Pihak yang memberikan asesmen |
Pendidik |
Pendidik, peserta didik secara
pribadi (selfassessment), sesama
peserta didik (peerassessment), mitra
satuan pendidikan dalam projek (misalnya: orang tua,
narasumber projek) |
Pendidik |
|
Contoh bentuk |
Rubrik, observasi, kuesioner,
refleksi, |
Rubrik, umpan balik (dari pendidik
dan sesama |
Rubrik, presentasi, |
|
asesmen |
esai |
peserta didik) baik secara lisan
maupun tertulis, observasi, diskusi, presentasi, jurnal, refleksi, esai |
poster, diorama, produk teknologi
atau seni, esai, kolase, drama |
|
Manfaat untuk tim fasilitasi projek |
•
Menciptakan
baseline (garis dasar) untuk menilai kemampuan awal peserta didik. •
Informasi
ini dipakai untuk merencanakan kegiatan projek yang efektif
dan bermakna untuk peserta didik, untuk
mencapai konsep learning at the right level •
Menentukan
subelemen yang sesuai dengan fasenya •
Mengetahui
perkembangan peserta didik di akhir projek. |
oMengawasi pembelajaran peserta didik selama
projek oMemastikan perkembangan kompetensi peserta
didik sesuai dengan sub-elemen Profil Pelajar Pancasila yang disasar oMengecek pemahaman peserta didik mengenai
isu projek |
oMengukur apakah peserta didik sudah
mengembang kan kompetensi dari subelemen dari elemen dan dimensi Profil
Pelajar Pancasila sesuai fase yang disasar oMenyusun projek
selanjutnya |
|
Manfaat untuk peserta didik |
Memahami performa di awal projek |
o Membantu peserta didik memperbaiki dan
mengembangkan diri o Membantu peserta didik mendapatkan hasil belajar
yang lebih baik dalam asesmen sumatif di akhir o Mengoptimalkan dampak projek |
o Memahami performa di akhir projek o Memahami apakah mereka sudah memenuhi
capaian projek dan sejauh mana o sudah mencap ai fase perkembangan subelemen
dari dimensi Profil Pelajar Pancasila yang disasar |
b)
Mendokumentasikan dan Melaporkan Hasil Proyek
Pelajar Pancasila
1.
Jurnal
Jurnal adalah praktik
mendokumentasikan kumpulan pemikiran, pemahaman, dan penjelasan tentang
ide atau konsep secara tertulis dan biasanya dituangkan dalam sebuah
buku.
Jurnal dapat
merekam proses pembelajaran projek peserta didik secara berkelanjutan dalam
suatu wadah. Jurnal dapat mendorong pendidik melakukan refleksi kritis terhadap
proses pelaksanaan projek sehingga pendidik dapat memahami hal-hal yang perlu
ia kembangkan di kegiatan projek untuk mengoptimalkan pengalaman belajar
peserta didik.
Prinsip-prinsip
penyusunan jurnal
o
Menunjukkan perkembangan. Jurnal berisi catatan yangmenunjukkan perkembangan
individu peserta didik
o Menjadi alat refleksi secara berkala. Jurnal dapat diperiksa
dan dimodifikasi secara berkala.
o
Observasi berkelanjutan. Pendidik melakukan
observasi perkembangan kompetensi peserta didik secara berkelanjutan
2.
Portofolio
Portofolio
merupakan kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya peserta
didik dalam bidang tertentu yang mencerminkan perkembangan (reflektifkritis) dalam
kurun waktu tertentu. Pada akhir periode, portofolio menjadi referensi diskusi
oleh pendidik bersama dengan peserta didik dan selanjutnya diserahkan kepada
pendidik pada kelas berikutnya dan dilaporkan kepada orang tua sebagai bukti
autentik perkembangan peserta didik.
3.
Rapor Proyek Profil Pelajar Pancasila
Rapor terdiri
atas hasil penilaian terhadap performa peserta didik dalam projek. Meskipun ada
beberapa disiplin ilmu terintegrasi dalam projek, namun bagian projek fokus
pada keterpaduan pembelajaran dan perkembangan karakter dan kompetensi sesuai
Profil Pelajar Pancasila.
Penilaian dalam
rapor projek memadukan pengetahuan,sikap, dan keterampilan sebagai satu
komponen. Deskripsi juga disampaikan secara utuh tanpa membedakan aspek
tersebut.
Beberapa hal yang perlu dicermati dalam rapor
yang digunakan di SMP Negeri 2 Slahung
adalah sebagai berikut.
o
Rapor mendeskripsikan skenario masing-masing proyek yang
telah direncanakan oleh sekolah.
Rapor proyek Profil Pelajar Pancasila menggunakan penilaian berdasarkan
dimensi, sub-elemen dan target capaian dengan rentang:
o
SB :
Sangat Berkembang
o
BSH :
Berkembang Sesuai Harapan
o
MB :
Mulai berkembang
o
BB :
Belum Berkembang
Rentang ini digunakan untuk mengukur target capaian setiap proyek sesuai
dengan dimensi dan sub-elemen yang ada dalam proyek.
c)
Evaluasi dan Tindak Lanjut Proyek Profil pelajar
Pancasila
Hal yang harus diperhatikan dalam evaluasi
implementasi projek:
(1)
Evaluasi implementasi projek bersifat menyeluruh.
Evaluasi ini
bukan hanya terhadap pembelajaran peserta didik, tetapi juga terhadap proses
pembelajaran pendidik dalam menyiapkan aktivitas projek juga kesiapan satuan
pendidikan dan warga satuan pendidikan lain dalam menjalankan projek.
(2)
Evaluasi implementasi projek fokus kepada proses
dan bukan hasil akhir.
Jadi, tolok
ukur dari evaluasi adalah perkembangan dan pertumbuhan diri peserta didik,
pendidik, dan satuan pendidikan. Misalnya: yang dievaluasi bukanlah berapa
banyak peserta didik mendapatkan nilai akhir yang tinggi atau kualitas produk,
tetapi yang dievaluasi adalah bagaimana dan seberapa jauh peserta didik
mengalami pembelajaran dan berkembang sebagai individu selama projek berjalan.
Untuk pendidik, perkembangan yang bisa diukur adalah kemampuan pendidik dalam
merancang aktivitas pembelajaran berbasis projek. Untuk satuan pendidikan,
perkembangan yang bisa diukur adalah tingkat kesiapan satuan pendidikan dan
kesinambungan pelaksanaan pembelajaran berbasis projek, serta kerja sama tim
fasilitasi projek.
c. PENILAIAN
EKSTRAKURIKULER KURIKULUM MERDEKA SMP NEGERI 2 SLAHUNG
Penilaian
ekstrakurikuler dilaksanakan dengan menggunakan alat penilaian rubrik,
kuesioner, atau observasi. Hasil penilaian tersebut dituangkan dalam bentuk
penilaian kualitatif dengan deskriptif. Adapun rentang penilaian kualitatif yang
dimaksud adalah sebagai berikut:
o
Sangat berkembang
o
Berkembang
o
Cukup Berkembang
o
Mulai Berkembang
Deskripsi rentang disesuaikan dengan
perkembangan kompetensi esensial pada setiap ekstrakurikuler.
4.
Pengaturan
Beban Belajar
Kurikulum
di SMPN 2 Slahung dikembangkan dengan memperhatikan empat ranah yaitu
sosial-emosional, intelektual, ketrampilan, dan perilaku dengan kompetensi
spiritual sebagai payungnya, yang dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran
intrakurikuler, projek, dan ekstrakurikuler. Pelaksanaan pembelajaran
dilaksanakan dalam waktu 6 hari masuk sekolah.
Selain jam
pelajarn untuk pembelajaran intrakurikuler, SMP Negeri 2 Slahung menambah 1 jam
pelajaran untuk Projek Profil Pelajar Pancasila. Projek penguatan profil
pelajar Pancasila dilaksanakan dengan melatih peserta didik untuk menggali isu
nyata di lingkungan sekitar dan berkolaborasi untuk memecahkan masalah
tersebut. Oleh karena itu, alokasi waktu tersendiri sangat dibutuhkan guna
memastikan projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dapat berjalan dengan baik.
Dalam kurikulum Merdeka ketuntasan hasil belajar tidak lagi diukur dengan
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang berupa nilai kuantitatif melainkan
dilakukan baik nilai kualitatif maupun kuantitatif.
Pengaturan beban belajar dan muatan
pembelajarannya di SMPN 2 Slahung diatur sebagai berikut:
Tabel 3.4 Beban
belajar dan muatan pembelajaran
|
No |
Muatan Pembelajaran |
Beban Belajar (Alokasi Waktu) |
Pengaturan |
|
1. |
Intrakurikuler |
Wajib 1044 JP/Tahun (29/Minggu) |
a.
Beban belajar
ini memuat semua mata pelajaran yang bersifat nasional. b.
Materi
pembelajaran setiap mata pelajaran mengacu pada Capaian Pembelajaran. c.
Diatur dalam
kegiatan regular. |
|
Tambahan
(Mulok) 72 JP/Tahun
(2 JP/Minggu) |
a.
Memuat mata
pelajaran Bahasa Daerah (Bahasa Jawa) yang sesuai karakterisrik Provinsi Jawa
Timur. b.
Diatur dalam
kegiatan reguler. |
||
|
2. |
Proyek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila |
Wajib 360 JP/Tahun |
a.
Muatan
pembelajaran mengacu pada 6 Dimensi projek Profil Pelajar Pancasila. b.
Diatur dalam
kegiatan projek. |
|
3 |
Ekstrakurikuler |
Wajib Sesuai Program |
a.
Pramuka, b.
Tahfiz Alquran |
|
Pilihan Sesuai Program |
c.
Memiliki muatan yang
menjadi kebutuhan dan karakteristik SMPN 2 Slahung d.
Diatur dalam kegiatan di
luar kegiatan regular dan proyek PPP |
Sedangkan
pembagian alokasi waktu lengkap per tahun bisa dilihat pada tabel 3.1.
Pengaturan alokasi waktu perminggu sesuai dengan Permendikbud tentang Prinsip
Dasar Kurikulum Operasional Sekolah adalah total 31 jam pelajaran tatap muka
tiap minggu sudah termasuk mata pelajaran muatan lokal 2 jam pelajaran sesuai
dengan Peraturan Gubernur. Adapun pelaksanaan proyek Profil Pelajar Pancasila
dilaksanakan sekitar 24% dari total waktu pembelajaran yang ada, sebanyak 360
JP perta
Tabel 3.4.a.
Beban Belajar Kurikulum Merdeka SMP Negeri 2 Slahung
|
No. |
Mata Pelajaran |
Juli 2022 |
Agustus 2022 |
September 2022 |
Oktober 2022 |
November 2022 |
Desember 2022 |
Smt. Gasal |
||||||||||||||||||||||
|
M1 |
M2 |
M3 |
M4 |
M1 |
M2 |
M3 |
M4 |
M1 |
M2 |
M3 |
M4 |
M5 |
M1 |
M2 |
M3 |
M4 |
M1 |
M2 |
M3 |
M4 |
M1 |
M2 |
M3 |
M4 |
M5 |
Intra |
Proyek |
Jml |
||
|
|
|
1 |
2 |
|
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
17 |
18 |
19 |
20 |
21 |
|
|
|
|
|
||
|
1 |
Pend. Agama dan Budi Pekerti |
|
|
2 |
2 |
|
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
|
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
|
2 |
2 |
|
|
30 |
8 |
38 |
|
2 |
Pendidikan Pancasila |
|
|
2 |
2 |
|
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
|
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
|
2 |
2 |
|
|
30 |
8 |
38 |
|
3 |
Bahasa Indonesia |
|
|
5 |
5 |
|
5 |
5 |
5 |
5 |
5 |
5 |
5 |
|
5 |
5 |
5 |
5 |
5 |
5 |
5 |
5 |
|
5 |
5 |
|
|
75 |
20 |
95 |
|
4 |
Matematika |
|
|
4 |
4 |
|
4 |
4 |
4 |
4 |
4 |
4 |
4 |
|
4 |
4 |
4 |
4 |
4 |
4 |
4 |
4 |
|
4 |
4 |
|
|
60 |
16 |
76 |
|
5 |
IPA |
|
|
4 |
4 |
|
4 |
4 |
4 |
4 |
4 |
4 |
4 |
|
4 |
4 |
4 |
4 |
4 |
4 |
4 |
4 |
|
4 |
4 |
|
|
60 |
16 |
76 |
|
6 |
IPS |
|
|
3 |
3 |
|
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
|
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
|
3 |
3 |
|
|
45 |
12 |
57 |
|
7 |
Bahasa Inggris |
|
|
3 |
3 |
|
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
|
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
|
3 |
3 |
|
|
45 |
12 |
57 |
|
8 |
PJOK |
|
|
2 |
2 |
|
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
|
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
|
2 |
2 |
|
|
30 |
8 |
38 |
|
9 |
Informatika |
|
|
2 |
2 |
|
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
|
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
|
2 |
2 |
|
|
30 |
8 |
38 |
|
10 |
MapelPilihan |
|
|
2 |
2 |
|
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
|
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
|
2 |
2 |
|
|
30 |
8 |
38 |
|
11 |
Mulok (Bahasa Jawa) |
|
|
2 |
2 |
|
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
|
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
2 |
|
2 |
2 |
|
|
30 |
8 |
38 |
|
Jumlah |
465 |
124 |
589 |
|||||||||||||||||||||||||||
5.
KRITERIA KENAIKAN LEVEL/KELAS
Peserta didik SMP Negeri 2 Slahung
dinyatakan naik level/kelas apabila memenuhi
syarat:
1)
Menyelesaikan Capaian Pembelajaran Intrakurikuler pada
levelyang diduduki.
2) Capaian Proyek Profil
Pelajar Pancasila pada level yang diduduki minimal
3) berkembang sesuai
harapan.
4) Capaian ekstrakurikuler
pendidikan kepramukaan dan pillihan pada level yang diduduki minimal cukup
berkembang.
5) Ketidakhadiran tanpa izin
(ALPA) maksimal 5% dari jumlah hari efektif dalam satu tahun. Jumlah hari
efektif atahun 2022/2023; 255. Maksimal ketidakhadiran 13 hari.
6) Ketidakhadiran dengan Izin maksimal 5% dari jumlah hari efektif
dalam satu tahun. Jumlah hari efektif tahun 2022/2023; 255. Maksimal ketidakhadiran
13 hari.
7) Ketidakhadiran karena
sakit tidak dijadikan pertimbangan dalam penghitungan minimal kehadiran pada
kenaikan kecuali pada kasus khusus misalnya sakit yang akut yang membutuhkan
perawatan lebih dari 2 minggu yang diperkuat dengan surat keterangan dokter
yang berwenang.
6.
KRITERIA KELULUSAN
Peserta didik SMP Negeri 2 Slahung dinyatakan lulus apabila memenuhi syarat:
1)
Menyelesaikan Capaian Pembelajaran Intrakurikuler pada Fase D dengan kategori minimal baik.
2)
Menyelesaikan Capaian Proyek Profil Pelajar Pancasila
pada Fase D
minimal berkembang sesuai harapan.
3)
Mengikuti ujian akhir semester yang
diselenggarakan oleh satuan pendidikan
4)
Mengikuti kegiatan projek penguatan profil
pelajar pancasila yang dilaksanakan satuan pendidikan , dibuktikan dengan
dokumen portofolio projek.
5)
Nilai kompetensi sikap minimal B/baik.
6)
Memiliki
nilai ekstrakurikuler wajib dan pilihan minimal baik
7)
Ketidakhadiran tanpa izin (ALPA) maksimal 5% dari jumlah
hari efektif dalam satu tahun. Jumlah hari efektif atahun 2022/2023; 255.
Maksimal ketidakhadiran 13 hari.
8)
Ketidakhadiran
dengan Izin maksimal 5% dari jumlah hari efektif dalam satu tahun. Jumlah hari
efektif tahun 2022/2023; 255. Maksimal ketidakhadiran 13 hari
9) Berdasarkan rapat
pleno dewan guru.
7. PENGUATAN
LITERASI DAN NUMERASI UNTUK ASESMEN KOMPETENSI MINIMAL
a) Penguatan
Literasi
Kecakapan
membaca peserta didik di SMP Negeri 2 Slahung perlu ditingkatkan untuk memahami
dan menganalisis khazanah pengetahuan baru. Jeane Chall (1983) menjenjangkan
kemampuan membaca sebagai berikut.
0.
Pramembaca (Prasekolah)
1.
Membaca permulaan (Prasekolah)
2.
Membaca dengan fasih dan
memahami teks pada konteks yang diakrabi (Sekolah Dasar)
3.
Membaca untuk mempelajari
khazanah pengetahuan baru dan informasi yang lebih kaya (SMP).
4.
Membaca analitis
mempertimbangkan perspektif yang berbeda.
5.
Membaca analitis dan kritis
untuk mengonstruksi dan mendekonstruksi pengetahuan (SMA).
Penjenjangan
ini senada dengan taksonomi Barrett yang memetakan pemahaman membaca dalam lima
jenjang, yaitu pemahaman literal, reorganisasi, pemahaman inferensial,
evaluasi, dan apresiasi.
Penjenjangan
kemampuan membaca ini menegaskan bahwa keterampilan membaca perlu diajarkan di
jenjang SMP. Tanpa menguasai keterampilan membaca pada jenjangnya, peserta
didik tidak akan mampu mengakses pengetahuan. Oleh karena itu, kemampuan
membaca ini menjadi tolok ukur kompetensi kecakapan literasi membaca peserta
didik SMP Negeri 2 Slahung.
AKM mengukur
membaca sebagai proses kognitif. Level kognisi pada AKM adalah sebagai berikut.
Tabel 3.7. a.1 Proses Kognitif pada AKM
|
Proses Kognisi |
Kerangka Literasi Membaca pada AKM |
|
1 |
Menemukan Informasi •
Mengakses
dan mencari informasi dalam teks •
Mencari dan
memilih informasi yang relevan |
|
2 |
Mengintegrasi dan Menginterpretasi •
Memahami
teks secara literal •
Menyusun
inferensi, membuat koneksi dan prediksi baik teks tunggal maupun teks jamak |
|
3 |
Mengevaluasi dan Merefleksi •
Menilai
format penyajian dalam teks •
Merefleksi isi teks untuk mengambil keputusan, menetapkan pilihan, serta
mengaitkan isi teks dengan pengalaman pribadi |
a)
Curah Gagasan untuk Mengaktifkan Pengetahuan
Latar
Melakukan
curah gagasan melatih peserta didik untuk melontarkan ide terkait apa, mengapa,
bagaimana, siapa secara seluas-luasnya. Dengan melakukan curah gagasan, peserta
didik diajak untuk memikirkan materi bacaan dan mengaktifkan pengetahuan
latarnya sebelum membaca.
b)
Membuat dan Mengklarifikasi Prediksi
Strategi ini
dilakukan dengan meminta peserta didik mengamati gambar dan judul, mereka
berlatih membuat prediksi tentang materi bacaan. Prediksi tentang materi bacaan
membantu peserta didik menetapkan tujuan dalam membaca.
Sedangkan jenis teks yang digunakan pada AKM
adalah sebagai berikut.
|
Aspek |
Teks pada
Asesmen Kompetensi Minimum |
|
Sumber |
Teks tunggal Teks jamak |
|
Format |
Kontinu Nonkontinu Campuran |
|
Tipe |
Fiksi Nonfiksi (tidak menyebutkan tipe teks,
namun bank soal menunjukkan variasi semua jenis tipe teks sebagaimana halnya
teks PISA) |
|
Konteks |
Personal Sains Sosial budaya |
Tabel 3.7.a.2. Jenis Teks pada AKM
Hal yang harus dilakukan dalam rangka
peningkatan dan penguatan literasi di SMP Negeri 2 Slahung adalah sebagai
berikut.
1)
Guru memodifikasi bahan ajar dan modul untuk memungkinkan
peserta didik membaca.
2)
Guru dalam pembelajaran menggunakan beberapa strategi
membaca sebagai berikut.
a)
Membaca Pemahaman dengan Pendekatan
Konstruktivisme
Pendekatan
konstruktivisme memandang kegiatan membaca sebagai proses mengonstruksi makna
yang dinamis. Keberhasilan proses membangun makna ini ditentukan oleh sikap
aktif peserta didik menanya, melakukan inferensi, visualisasi, dan mengaktifkan
pengetahuan
b)
Membaca Terpandu
Strategi ini
perlu dilatihkan dengan dampingan guru, teman kelompok, atau tutor. Peserta
didik dapat diminta untuk duduk dalam kelompok selama membaca, melatih strategi
membaca, serta mendiskusikan simpulannya terhadap bacaan dengan merujuk pada
pertanyaan pemantik yang disiapkan oleh guru.
c)
Memodelkan Berpikir Nyaring
Model
berpikir nyaring (thinking aloud) adalah sebuah pendekatan metakognitif yang
memverbalkan proses berpikir sehingga dapat didengar sendiri dan didengar oleh
orang lain.
3)
Asesmen diharapkan menggunakan alat ukur yang memancing berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan
komunikatif/ HOTS (Higher Order Thinking
Skill).
b) Penguatan
Numerasi
Salah satu
kompetensi hasil belajar peserta didik yang di ukur pada asesmen nasional mulai
tahun 2021 adalah literasi membaca dan numerasi, yang disebut sebagai Asesmen
Kompetensi Minimum (AKM) (Kemendikbud, 2020). Kompetensi mendasar numerasi yang
diukur mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar
menggunakan konsep dan pengetahuan matematika yang telah dipelajari, serta
keterampilan memilah serta mengolah informasi kuantitatif dan spasial.
Komponen AKM
numerasi selain mencakup konten (bilangan, pengukuran dan geometri, data dan
ketidakpastian, dan aljabar) juga melibatkan proses kognitif, yaitu pemahaman, penerapan,
dan penalaran. Peserta didik diharapkan memahami fakta, prosedur serta alat matematika
yang dapat digunakan di dalam penyelesaian masalah. Selain itu, mereka mampu
menerapkan dan bernalar dengan konsep matematika dalam situasi nyata, baik yang
bersifat rutin maupun nonrutin, dalam berbagai ragam konteks (personal, sosial
budaya, dan saintifik). Seperti pada tabel berikut.
Tabel 3.7.b. Elemen Numerasi
|
Elemen |
Tes AKM |
|
Konten |
•
Aljabar •
Geometri
dan Pengukuran •
Bilangan •
Data dan Ketidakpastian |
|
Level atau Proses Kognitif |
•
Personal •
Sosial
budaya •
Saintifik |
Hal yang harus dilakukan dalam rangka
peningkatan dan penguatan numerasi di SMP Negeri 2 Slahung adalah sebagai
berikut.
o
Guru memodifikasi bahan ajar dan modul untuk memungkinkan
peserta didik belajar numerasi pada setiap mata pelajaran..
o
Guru dalam pembelajaran menggunakan beberapa strategi
numerasi dalam pembelajaran
8.
BIMBINGAN KONSELING KURIKULUM MERDEKA
1) Pengertian
Layanan
Bimbingan dan Konseling di SMP diselenggarakan untuk memfasilitasi perkembangan
peserta didik/konseli agar mampu mengaktualisasikan potensi dirinya atau
mencapai perkembangan secara optimal. Fasilitasi dimaksudkan sebagai upaya
memperlancar proses perkembangan peserta didik/konseli, karena secara kodrati
setiap manusia berpotensi tumbuh dan berkembang untuk mencapai kemandirian
secara optimal.
Kegiatan
layanan dilaksanakan oleh Guru Bimbingan dan Konseling/konselor di SMP secara
sistematis, logis, objektif, berkelanjutan dan terprogram. Kegiatan- kegiatan
ini untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik SMP dalam mencapai tugas
perkembangan kemandirian yang optimal. Kegiatan yang dilaksanakan dalam layanan
Bimbingan dan Konseling mengacu pada Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling.
2) Capaian Layanan Bimbingan
Guru
Bimbingan dan Konseling/konselor dalam menyusun rancangan kegiatan layanan
Bimbingan dan Konseling mengacu pada alur Capaian Layanan Bimbingan dan
Konseling seperti yang tercantum dalam tabel berikut.
Tabel 3.8. Alur Capaian Layanan Bimbingan
Konseling
|
No. |
Aspek Perkembangan |
Tatanan Internal Tujuan |
Fase D (SMP) |
|
1. |
Landasan Hidup Religius |
Pengenalan |
Mengaitkan nilai nilai agama yang telah
dipelajari dengan aktivitas sehari hari. |
|
Akomodasi |
Menghargai berbagai bentuk tata cara ibadah
yang dijalankan olehnya maupun orang lain. |
||
|
Tindakan |
Memperbaiki kebiasaan sehari-hari yang kurang esuai dengan ajaran yang
diyakininya. |
||
|
2. |
Landasan |
Pengenalan |
Mengaitkan norma dan etika kewajiban atas
dasar rasa kasih sayang |
|
3. |
Kesadaran Gender |
Pengenalan |
Menjelaskan fungsi peran sosial
antara laki-laki dan perempuan sesuai dengan budaya dan nilai-nilai yang berlaku. |
|
Akomodasi |
Menghargai fungsi dan peran sebagai
laki-laki atau perempuan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan budaya dan
nilai- nilai yang berlaku. |
||
|
Tindakan |
Menampilkan perilaku yang sesuai
dengan fungsi dan peran sebagai laki-laki atau perempuan dalam kehidupan
sehari-hari sesuai dengan budaya dan nilai- nilai yang berlaku. |
||
|
4 |
Pengembangan Pribadi |
Pengenalan |
Mengidentifikasi berbagai aktivitas
keseharian untuk mengembangkan potensi dan hobi yang dimilikinya. |
|
Akomodasi |
Bersikap positif terhadap aktivitas
keseharian untuk mengembangkan potensi dan hobi yang
dimilikinya. |
||
|
Tindakan |
Melakukan
aktivitas keseharian untuk mengembangkan potensi dan hobi yang dimilikinya. |
||
|
5 |
Perilaku Kewirausahaan / Kemandirian Perilaku Ekonomis |
Pengenalan |
Mengidentifikasi perilaku hemat,
ulet, dan kompetitif dengan karakteristik jiwa
kewirausahaan |
|
Akomodasi |
Menyadari manfaat perilaku hemat,
ulet, kompetitif, dan kolaboratif dengan karakteristik wirausaha. |
||
|
Tindakan |
Menampilkan contoh perilaku hemat,
ulet, kompetitif, dan kolaboratif dalam karakteristik
jiwa kewirausahaan. |
||
|
6 |
Wawasan Kesiapan Karir |
Pengenalan |
Memilih alternatif pendidikan SLTA
yang sesuai dengan kemampuan diri dalam rangka merencanakan karier. |
|
Akomodasi |
Meyakini alternatif pendidikan SLTA yang sesuai dengan kemampuan
diri. |
||
|
Tindakan |
Menentukan pilihan pendidikan SLTA dan pekerjaan yang sesuai
dengan kemampuan diri |
||
|
7 |
Kematangan Hubungan dengan
TemanSebaya |
Pengenalan |
Mengidentifikasi keterkaitan antara
norma diri sendiri dengan fenomena pergaulan di lingkungan
teman sebaya |
|
|
|
Akomodasi |
Menghargai perbedaan norma yang dianut oleh lingkungan teman
sebaya |
|
|
|
Tindakan |
Menyelaraskan norma-norma pergaulan
dengan teman sebaya yang lebih beragam latar belakang |
Alur Capaian
Layanan Bimbingan Konseling ini kemudian dikembangkan atau dijabrkan sesuai
tahapan yang ada.
1)
Dokumen Bimbingan Konseling Kurikulum Merdeka
Dokumen perencanaan program bimbingan dan
konseling sebaiknya terdiri atas:
(a)
Rasional;
(b)
Visi dan Misi;
(c)
Deskripsi Kebutuhan;
(d)
Tujuan;
(e)
Komponen Program;
(f)
Bidang layanan;
(g)
Rencana Operasional (Action Plan);
(h)
Pengembangan Tema/Topik;
(i)
Rencana Evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut;
(j)
Anggaran biaya.
2)
Evaluasi, Pelaporan, dan Tindak Lanjut
(a) Evaluasi
Secara umum
kegiatan evaluasi ditujukan untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan kegiatan
dan ketercapaian tujuan program yang telah ditetapkan. Kegiatan tersebut
dilakukan dengan cara menelaah program Bimbingan dan Konseling yang telah dan
sedang dilaksanakan yang hasilnya dapat menjadi dasar bagi Guru Bimbingan dan
Konseling/konselor untuk mengembangkan dan memperbaiki program selanjutnya.
Selain itu hasil evaluasi dapat digunakan untuk kepentingan penyediaan umpan
balik bagi pelaksana program Bimbingan dan Konseling dalam rangka perbaikan
atau peningkatan implementasi program selanjutnya.
Tahapan
evaluasi antara lain sebagai berikut:
(1) Persiapan, meliputi:
o
Menentukan metode evaluasi (angket, wawancara, observasi
dan lainlain).
o
Menyusun instrumen evaluasi sesuai dengan metode
evaluasi.
o
Menentukan sasaran, teknik pengumpulan data, dan teknik
analisis data.
(2) Pelaksanaan:
Evaluasi
dilaksanakan dengan menggunakan instrumen yang telah disusun. Evaluasi layanan
Bimbingan dan Konseling terdiri atas evaluasi proses dan evaluasi hasil. Evaluasi
proses dilaksanakan setelah selesai pemberian layanan Bimbingan dan Konseling.
Sedangkan evaluasi hasil dilaksanakan di akhir semester atau di akhir tahun
pelajaran.
(3) Rekomendasi:
o
Menganalisis hasil pelaksanaan evaluasi:
o
Menetapkan rekomendasi dan tindak lanjut hasil evaluasi.
(b) Pelaporan
Pelaporan
merupakan langkah lanjutan setelah evaluasi. Isi dalam pelaporanlebih bersifat
mendeskripsikan dan memberi uraian analisis terhadap hasil- hasil yang telah
dicapai dalam kegiatan evaluasi sebelumnya.
(c) Tindak Lanjut
Tindak lanjut
dalam pelaksanaan layanan dapat dimunculkan sebagai bentuk respon cepat
terhadap refleksi yang dilakukan oleh Guru Bimbingan dan Konseling/konselor
atau konselor atas permasalahan-permasalahan yang teridentifikasi selama proses
pemberian layanan.
9.
PROGRAM INKLUSIF
Program Inklusif
adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada
semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan
dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikanatau pembelajaran dalam
lingkungan pendidikan secara bersama- sama dengan peserta didik pada umumnya.
SMP Negeri 2 Slahung berusaha mewadahi
keadilan dalam pendidik- an dengan menerima peserta didik dengan berbagai latar
belakang kemampuan diri. Dalam memfasilitasi program tersebut SMP Negeri 2
Slahung merencanakan program inklusif dengan cara pembimbingan individu pada
peserta didik yang berkebutuhan khusus,baik akademik maupun non- akademik
dengan melibatkan berbagai pihak. Pihak tersebut diantaranya orang tua dan
psikolog.
Diharapkan peserta didik yang berkebutuha
khusus mampu mengembangkan kemampuan yang mereka miliki. Evaluasi dari kegiatan
ini
direncanakan tiap trimester oleh dewan guru
dan pihak-pihak yang berkompeten.
B.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Rencana
pembelajaran disusun untuk merencanakan proses pembelajaran dengan terperinci.
Rencana pembelajaran disusun oleh guru sebelum melaksanakan kegiatan
pembelajaran di kelas. Rencana pembelajaran disusun supaya proses pembelajaran
lebih tertata sesuai dengan alur pembelajaran yang sudah direncanakan. Kegiatan pembelajaran intrakurikuler di
setiap mata pelajaran mengacu pada capaian pembelajaran. Capaian Pembelajaran
diatur oleh SK Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP)
No. 57 Tahun 2022.
Rencana
pembelajaran SMPN 2 Slahung terdiri dari
Silabus dan modul ajar / Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun
sesuai ketentuan, yang mudah dipahami.
Silabus SMPN 2
Slahung disusun dalam bentuk matriks
yang memuat alur tujuan pembelajaran, materi ajar, kegiatan pembelajaran,
penilaian dan sumber belajar.
1.
Alur tujuan
pembelajaran berfungsi mengarahkan guru dalam merencanakan, mengimplementasi
dan mengevaluasi pembelajaran secara keseluruhan sehingga capaian pembelajaran
diperoleh secara sistematis, konsisten, terarah dan terukur.
2.
Materi ajar
merupakan materi pokok yang telah disusun pada alur tujuan pembelajaran.
3.
Kegiatan
pembelajaran dikemas secara umum sebagai acuan untuk menyusun rencana
pelaksaanaan pembelajaran.
4.
Penilaian
merupakan penilaian otentik yang memadukan dimensi sikap, pengetahuan dan
keterampilan selama dan setelah proses pembelajaran. Sumber belajar dipilah
sesuai kebutuhan peserta didik dan merupakan sumber belajar yang mudah
digunakan, berbasis lingkungan, dan mendukung pembelajaran yang kontekstial dan
menyenangkan.
Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) SMPN 2 Slahung
disusun sesuai dengan aturan terbaru yang sudah ditetapkan oleh pusat.
Ada tiga unsur utama yang termuat dalam Modul Ajar/ RPP yaitu: 1) Tujuan
pembelajaran; 2) Langkah-langkah pembelajaran; dan 3 ) Penilaian. Tujuan
pembelajaran merupakan penerjemahan tujuan capaian pembelajaran yang dapat
terukur pencapaian dan keberhasilannya. Langkah kegiatan pembelajaran
menggambarkan keseluruhan aktivitas yang akan dilaksanakan dalam kegiatan
pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran pun diintegrasikan penumbuhan dan
penguatan Profil Pelajar Pancasila, Penilaian merupakan proses mengukur
ketercapaiac selama proses pembelajaran. Penilaian ini mencakup aspek sikap,
pengetahuan dan keterampilan.
C.
Pendampingan,
Evaluasi, Dan Pengembangan Profesional
Evaluasi
dibutuhkan untuk melihat sejauh mana ketercapaian, kesesuaian tujuan, dan
keselarasan di dalam pelaksanaan pembelajaran dengan kondisi yang berkembang
SMPN 2 Slahung menempuh kegiatan yang tertuang dalam tabel berikut:
|
Bentuk Pendampingan dan Pengembangan Profesional |
Teknis Pendampingan dan Pengembangan Profesional |
Waktu |
SDM yang terlibat |
Keterangan |
|
Pendampingan |
Coaching bagi guru
pemula |
Per tahun |
Guru pemula,
Guru yang ditunjuk, KS |
|
|
|
Coaching program- program terbaru |
Menyesuaika n |
Guru Mapel, KS |
Dinas terkait
sebagai penyelenggara |
|
|
Supervisi
Kelas |
Per semester |
Guru, KS |
Sebagai Penilaian Kinerja Guru |
|
Pengembangan Profesi |
Pelatihan Pengembangan Keprofesian |
Per tahun |
Semuaguru,
pengawas, KS |
Rutinitas |
|
|
Pelatihan-pelatihan |
Menyesuaika n |
Guru, KS |
Mandiri, Dinas terkait |
|
Bentuk Evaluasi |
Strategi dalam Evaluasi |
Waktu |
SDM yang terlibat |
Keterangan |
|
Evaluasi
Pembelajaran dan Evaluasi
urikulum Operasional Sekolah |
Menggunakan
jurnal harian, dan penilaian sikap |
Per hari |
Guru,peserta
didik,orang tuaBK, lingkungan |
Daricapaian
pembelajaran, angket peserta didik |
|
|
Mengaktifkan
Paguyuban Kelas |
Per bulan |
Guru, peserta
didik, Orang tua, KS |
Evaluasi
Programdan pelaksanaan
Pembelajaran |
|
|
Assesmen
formatif |
Per unit
belajar |
Guru, peserta
didik, orang tua |
Daricapaian
pembelajaran, angket murid |
|
|
Assesmen formatif,
portofolio |
Per semester |
Guru,peserta didik, orang tua, BK, lingkungan |
Daricapaian
pembelajaran, angket
peserta didik |
|
|
Assesmen
formatif, portofolio, Evaluasi Diri Sekolah |
Per tahun |
Guru,peserta didik, orang tua ,BK,
lingkungan, komite |
Daricapaian
pembelajaran, angket peserta didik, kuisioner orang tua |
|
Evaluasi
Program- Program Sekolah |
Monitoring
kegiatan dari pelaksanaan, pelaporan, tindak lanjut kegiatan |
Setiap selesai kegiatan |
Guru, Komite, KS, Pengawas |
Pelaksanaan Program digilir dengan
harapan adanya pemerataan peran |
PROGRAM PRIORITAS
PROFIL
KEUNGGULAN SMP NEGERI 2 SLAHUNG
|
NO |
ASPEK KEUNGGULAN |
URAIAN |
|
1. |
Penanaman Karakter |
1.
Membudayakan
5S, Doa Asmaul Husna, 2.
Tahfidzul Quran
dan Hafalan Ayat Pendek Harian dengan membuka kelas Tahfidz dan BTQ 3.
Salat duha
dan dzuhur berjamaah. 4.
Pengintegrasian
dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran dan aktivitas di sekolah. |
|
2. |
Kreativitas Literasi |
1. Kegiatan Intrakurikuler (Tugas Mapel dan
lain-lain) 2.
Budaya
Literasi ( Komunitas Gemar Baca Perpustakaa) 3.
Kegiatan
Ekstrakurikuler ( Jurnalistik) 4.
Kegiatan
Majalah (Cerita Eslada) |
|
3. |
Pembinaan Intensif Akademik |
1.
Pembinaan
KSN (Kompetisi Sains Nasional) |
|
4. |
Pembinaan Intensif Nonakademik |
1.
Pembinaan
KOSN (Kompetisi Olahraga Siswa Nasional) 2.
Pembinaan
Kompetensi Seni |
MEMBANGUN PUSAT KEUNGGULAN SEKOLAH
Nama Sekolah : SMP NEGERI 2 SLAHUNG
Kabupaten/Kota :
PONOROGO
School Branding :
…..
|
NO |
KEGIATAN *) |
TUJUAN |
SASARAN |
PENANGGUNG JAWAB |
WAKTU |
SUMBER DANA |
ALOKASI DANA |
|
1. |
Penguatan Sikap Relegius |
Meningkatkan karater siswa dalam: -
Aktivitas
doa dan asmaul khusna -
Salat duha
berjamaah -
Salah
Dzuhur berjamaah -
Peduli sesama -
Peduli
lingkungan -
Iman dan
taqwa |
Siswa |
Tim PABP Mariatul Jamilah,M.pd.I |
1 tahun |
Bos dan dana sumbangan |
Rp. |
|
Intensifikasi Tahfidzul Quran |
Siswa |
Tim Tahfidzul Mariatul
Jamilah,M.pd.I |
1 tahun |
Bos dan dana sumbangan |
Rp |
||
|
2. |
Literasi |
Memotivasi siswa untuk dapat
berkaya menghasilkan kumpulan puisi |
Siswa |
Tim Literasi Sekolah Syahari,M.Pd |
1 tahun |
Pendamping Bos, dan Mandiri |
Rp. |
D. PENDAMPINGAN,
PENGEMBANGAN KALENDER PENDIDIKAN
Setiap
permulaan tahun pelajaran, tim penyusun program sekolah menyusunkalender
pendidikan untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran, minggu efektif belajarr,
waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Pengaturan waktu belajar di sekolah
mengacu kepada standar isi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah,
karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, serta ketentuan
daripemerintah daerah.
Kalender
Pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik
selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran,minggu efektif
belajar, wajtu pembelajaran efektif dan hari libur.
Penetapan
Kalender Pendidikan SMPN 2 Slahung Tahun Ajaran 2022/2023 adalah sebagai
berikut:
a. Permulaan tahun ajaran
2022/2023 dimulai bulan Juli 2021 dan berakhir bulanJuni tahun 2023.
b. Hari libur sekolah
ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Agama
dalam hal yang berkait dengan hari raya keagamaandan Walikota Madiun.
c. Pemerintah Pusat/
Provinsi/ Kota dapat menetapkan hari libur serentak untuksatuan- satuan
pendidikan.
d. Kalender pendidikan SMP
Model 6 disusun berdasarkan kebutuhan dan kegiatan- kegiatan sekolah dipadukan
dengan kalender pendidikan yang disusun Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur
serta memperhatikan peraturan dan kalender kegiatan pemerintah daerah kota
Madiun.
e. Kalender pendidikan
setiap tahun berubah mengikuti peraturan/kalender pendidikan dari Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa Timur, maka dari itu kalenderpendidikan disajikan
dalam bentuk lampiran, sedangkan di sini hanya dipaparkan secara umum atau
garis besarnya saja.
Alokasi waktu
minggu efektif belajar, waktu libur, dan kegiatan lainnya terterapada Tabel
berikut ini.
|
No. |
Kegiatan |
Alokasi
Waktu |
Keterangan |
|
1. |
Minggu
efektif belajar reguler setiap tahun (Kelas
VII-VIII) |
Minimal 36
minggu maksimal 40
minggu |
Digunakan untuk kegiatan pembelajaran
efektif pada setiapsatuan pendidikan |
|
2. |
Minggu
efektif semester ganjil tahun terakhir setiap satuan pendidikan
(Kelas IX) |
Minimal 18
minggu |
|
|
3. |
Minggu
efektif semester genap tahun
terakhir setiap satuan pendidikan
(Kelas IX |
Minimal 14 minggu |
|
|
|
Jeda tengah
semester |
Maksimal 2
minggu |
Satu minggu
setiap semester |
|
|
Jeda antar
semester |
Maksimal 2
minggu |
Antara
semester I dan II |
|
|
Libur akhir
tahun ajaran |
Maksimal 3
minggu |
Digunakan
untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhirdan awal tahun ajaran, serta PPDB |
|
|
Hari libur
keagamaan |
Maksimal 4
minggu |
Disesuaikan
dengan peraturanpemerintah |
|
|
Hari libur
umum/ nasional |
Maksimal 2
minggu |
Disesuaikan
dengan peraturan pemerintah |
|
|
Kegiatan
Akhir Semester |
Maksimum 1
minggu |
Memberi
kesempatan kepadapeserta didik untuk menampilkan hasil pengembangan
diri (Ekskul). |
|
|
|
|
|
KALENDER AKADEMIK SMP NEGERI 2 SLAHUNG TAHUN AJARAN 2022/2023
|
Smt |
Kegiatan |
Juli 2022 |
Agustus 2022 |
September 2022 |
Oktober 2022 |
November 2022 |
Desember 2022 |
||||||||||||||||||||
|
M 1 |
M 2 |
M 3 |
M 4 |
M 1 |
M 2 |
M 3 |
M 4 |
M 1 |
M 2 |
M 3 |
M 4 |
M 5 |
M 1 |
M 2 |
M 3 |
M 4 |
M 1 |
M 2 |
M 3 |
M 4 |
M 1 |
M 2 |
M 3 |
M 4 |
M 5 |
||
|
|
|
1 |
2 |
|
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
17 |
18 |
19 |
20 |
21 |
|
|
||
|
GASAL |
Minggu
efektif belajar reguler semester |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
PSLM |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
PSAS |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Project PPP |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Libur akhir tahun ajaran |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
smt |
Kegiatan |
Jan 2023 |
Feb 2023 |
Mar 2023 |
Apr 2023 |
Mei 2023 |
Juni 2023 |
||||||||||||||||||||
|
M1 |
M2 |
M3 |
M4 |
M1 |
M2 |
M3 |
M4 |
M1 |
M2 |
M3 |
M4 |
M5 |
M1 |
M2 |
M3 |
M4 |
M1 |
M2 |
M3 |
M4 |
M1 |
M2 |
M3 |
M4 |
M5 |
||
|
22 |
23 |
24 |
25 |
26 |
27 |
28 |
29 |
30 |
31 |
32 |
|
33 |
34 |
|
35 |
36 |
37 |
|
|
38 |
39 |
40 |
|
|
|
||
|
GENAP |
Minggu
efektif belajar regulersemester |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
PSLM |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
PSAS |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Project PPP |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Libur akhir tahun ajaran |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
RINCIAN
KALENDER AKADEMIK
|
No |
Kalender Akademik |
Agenda
Kegiatan |
|
|
1 |
|
1-8 Juli : LS 1 9 Juli :
Hari Raya Idul Adha |
|
|
11 Juli 12-14 Juli |
: Penyembelihan Binatang Kurban : MPLS : Kegiatan Kepramukaan : Hari Raya Idul Adha |
||
|
15-16 Juli |
|||
|
20 Juli |
|||
|
23 Juli : Hari Anak Nasional 29 Juli
: Grebeg Sura 30 Juli : Tahun Baru Hidriyah 1444 H |
|||
|
Jumat dan Sabtu |
: Project
PPP |
||
|
|
|||
|
2 |
|
|
|
|
10 Agustus 11 Agustus : |
:Tahun Baru Hijriyah ( 1 Muharam) : Hari Jadi Ponorogo |
||
|
12 Agustus : Hari Remaja Internasional 14 Agustus
: Hari Pramuka |
|||
|
17 Agustus |
: HUT
RI |
||
|
21 Agustus : Hari
Maritim Jumat dan
Sabtu : Project PPP |
|||
|
3 |
|
3 September : Hari
PMI 8September : Hari
Aksara Internasional 9 September : Hari
Olahraga Nasional 14 September : Hari Kunjung
Perpustakaan 16 September : Hari Ozon
Internasional 17 September : Hari Palang
MerahNasional 27-28 September : PTS
Gasal Jumat dan
Sabtu : Project PPP |
|
|
4 |
|
1 Oktober : Hari
Kesaktian Pancasila 2 Oktober : Hari Batik Nasional dan dunia 5 Oktober : Hari TNI 5 Oktober : Hari Guru Sedunia 16 Oktober :
Hari Pangan Sedunia 19 Oktober : Maulid Nabi Muhammad 8 Oktober : Terima Rapor Jumat dan Sabtu : Project PPP |
|
|
5 |
|
10 November : Hari Pahlawan 12 November :
Hari Kesehatan Nas 12 November :
Hari Ayah Nasional 20 November :
Hari Anak Inter 21 November :
Hari Pohon Internasional 21 November :
Hari Televisi Sedunia 25 November : Hari Guru (PGRI) 28 November : Hari Menanam Pohon Indonesia 30 November : PAS Gasal Jumat dan
Sabtu : Project PPP |
|
|
6 |
|
1 Desember :
Hari AIDS sedunia 10 Desember : Hari HAM 13 Desember : Hari Nusantara 1-7 Desember : PAS Gasal 17 Desember :
Terima Rapor 22 Desember : Hari Ibu Nasional 23-30
Desember : LS 2 Jumat dan
Sabtu : Project PPP |
|
|
7 |
|
25 De Jumat dan Sabtu : Project PPP |
|
|
8 |
|
1 Februari :Tahun Baru Imlek 2 Februari :Hari
Lahan Basah Sedunia 9 Februari :Hari
Pers Nasional 28
Februari : Hari Gizi Nasional 28 Februari :Isra' Mi'raj Nabi
Muhammad SAW |
|
|
9 |
|
22 Maret
:Hari Raya Nyepi 21-24
: LPP |
|
|
10 |
|
15-18 April : Efektif Fakultatif 19-27
April : LHR |
|
|
11 |
|
1 Mei : Hari Buruh Internasional 2 Mei : Hari Pendidikan Nasional 6 Mei : Hari Waisak 18 Mei : Kenaikan Isa
Almasih |
|
|
12 |
|
1 Juni
: Hari Lahir Pancasila 2-7 Juni
: PAS Genap 17
Juni : terima rapot 22-30
Juni : LS1 |
|
BAB IV
PENUTUP
Penyusunan
Kurikulum Operasional SMP Negeri 2 Slahung ini dilakukan sebagai upaya untuk
meningkatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Dengan tersusunnya
kurikulum ini, SMP Negeri 2 Slahung telah mempunyai pedoman penyelenggaraan
pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan isi, proses, penilaian, dan
pelaporan pembelajaran. Kurikulum ini mengikat seluruh gerak langkah seluruh
warga SMP Negeri 2 Slahung. Oleh karena itu, konsistensi warga SMP Negeri 2
Slahung terhadap implementasi kurikulum ini sangat menentukan keberhasilan
penyelenggaraan pendidikan di SMP Negeri 2 Slahung.
Kurikulum ini
bukan bersifat abadi. Evaluasi terhadap keefektifan kurikulum ini akan
dilakukan secara terus-menerus sesuai dengan kondisi dan kebutuhan SMP Negeri 2
Slahung. Kritik dan saran sangat diharapkan demi kesempurnaan kurikulum ini.
DAFTAR PUSTAKA
1. Direktorat Pendidikan SMP.2021. Inspirasi
Pembelajaran yang Menguatkan Numerasi Pada Mata Pelajaran Matematika untuk
Jenjang Sekolah Menengah Pertama, Jakarta
2. Direktorat Pendidikan SMP.2021. Inspirasi
Pembelajaran yang Menguatkan Numerasi Pada Mata Pelajaran Non Matematika untuk
Jenjang Sekolah Menengah Pertama, Jakarta
3. Direktorat Pendidikan SMP.2021. Inspirasi
Pembelajaran yang Menguatkan Literasi Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
untuk Jenjang Sekolah Menengah Pertama, Jakarta
4. Direktorat Pendidikan SMP.2021. Inspirasi
Pembelajaran yang Menguatkan Literasi Pada Mata Pelajaran Non Bahasa Indonesia
untuk Jenjang Sekolah Menengah Pertama, Jakarta
5. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, Dan Teknologi
6.
Republik
Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Standar Isi Pada Pendidikan Anak Usia
Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah
7. Purba, Mariati, Nina Purnamasari,
dkk.2022.Prinsip Pengembangan Pembelajaran Berdiferensiasi Differentiated
Instruction) Pada Kurikulum Fleksibel Sebagai Wujud Merdeka Belajar. Jakarta;
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi
8. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, Dan Teknologi
9. Republik Indonesia Nomor 56/M/2022 tentang
Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran
10. Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum,
Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi
Nomor 008/H/Kr/2022 tentang Capaian
Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan
Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka
11. Kepala Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan
Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi. 2021. Panduan Pembelajaran dan Asesmen Jenjang Pendidikan
Dasar dan Menengah (SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA). Jakarta; Kemenristek.
12. Kepala Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan
Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi. 2021. Panduan Pengembangan Penguatan Projek Profil Pelajar
Pancasila (SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA). Jakarta; Kemenristek.
13. Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum,
Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi
Nomor 009/H/Kr/2022 Tentang Dimensi, Elemen, Dan Subelemen Profil Pelajar
Pancasila Pada Kurikulum Merdeka
14. Keputusan Kepala Badan Penelitian Dan
Pengembangan Dan Perbukuan Nomor 028/H/Ku/2021 tentang
Capaian Pembelajaran Paud, SD,
SMP, SMA, SDLB, SMPLB, dan SMALB Pada Program Sekolah Penggerak
15. Kemenristek.2021. Model Inspiratif Layanan
Bimbingan Dan Konseling Sekolah Menengah Pertama (Smp), Jakarta; Pusat
Kurikulum dan Perbukuan
16. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 371/M/2021 tentang Program Sekolah Penggerak
LAMPIRAN

Komentar
Posting Komentar