SOAL ESSAY DAN JAWABAN PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK KS ESLADA
1a.
Apa kelebihan anda yang mendukung anda mengikuti program sekolah penggerak?
upaya apa saja yang telah anda lakukan untuk
dalam memajukan sekolah anda bekerja
yang menurut anda sejalan dengan program sekolah penggerak?
(jawaban harus mencakup
nama program contoh implementasi yang dilakukan /minimal 150 kata.
Yang mendukung saya
mengikuti program sekolah penggerak adalah saya mampu memberikan
pelatihan-pelatihan kepada guru-guru dalam melaksanakan pembelajaran secara
online (daring) dengan berbagai aplikasi pembelajaran.
Saya memiliki kemampuan dan
keterampilan dalam mengimplementasikan model google classroom yang bisa memuat
tulisan, gambar dan video baik melalui unggahan sendiri maupun melalui link di
website, youtube, bahkan dari unggahan-unggahan blogger.
saya sudah memberikan
pelatihan teknik pembelajaran online melalui
model google formulir, meskipun lebih sederhanaa dapat untuk mengajar
daring secara praktis, narasi materi dan soal-soal serta jawaban akan secara
langsung bisa diakses dalam bentuk daftar spreadsheet. Kelebihan penerapan
google formulir selain untuk mengajar juga untuk melakukan presensi keaktifan
siswa secara lengkap nama, hari tanggal dalam mengikuti pembelajaran secara
daring, mengontrol kehadiran dan memperoleh prosentase secara otomatis
Saya juga sudaah bisa melatih teknik
pembuatan, aplikas power point dan mengubah nya menjadi video clip pembelajaran
dan menghubungkan dalam unggahan di google classroom dan google formulir
Upaya yang telah saya lakukan yang pada tahun
pelajaraan 2020/2021 di sekolah melaksanakan program IN HOUSE TRAINING MODEL
PEMBELAJARAN ONLINE.
Dalam pelaksanaannya saya
melatih tenaga pendidik (guru-guru) dengan menggunakan pembelajaran aplikasi google classroom(GC) dan google formulir(GF).
Hasil akhir yang saya
dapatkan adalah guru-guru sudah meningkat kemampuan dan keterampilannya dalam
menggunakan google classroom untuk pembelajaran daring. Secra langsung para
guru sudah dapat memanfaatkan IT yang memudahkan menyajikan materi pelajaran.
Mereka juga merasa lebih nyaman, lebih praktis dengan media pembelajaran
aplikasi GC dan GF mereka merasa lebih senang.
1b.Tantangan
tersulit apa yang anda hadapi saat anda menjalankan peran sebagai kepala sekolah? Bagaimana cara anda
mengatasinya? (minimal 50 kata)
Tantangan tersulit yang saya hadapi pada pelaksanaan kegiatan IHT
Pembelajaran Online adalah dari factor tenaga pendidik (guru-guru) dalam
kompetensi teknologi berbasis IT yang masih sangat terbatas, mereka merasa
asing dan mengeluh rumit dan sulit karena menghadapi sesuatu teknologi yang
baru serta daya dukung jaringan internet yang terbatas dan sinyal yang sering
terputus-putus.
Berbagai upaya sudah saya lakukan agar para guru mengikuti kegiatan
tersebut yaitu dengan berbagai motivasi
diantaranya akan memperoleh hasil berbagai kemudahan setelah menguasai
teknologi itu, member contoh keefektifan dalam melakukan proses pembelajaran,
dan pengendalian siswa lebih mudah terdeteksi. Selain itu saya melakukan
pendampingan di setiap hari pasca kegiatan IHT, meminta menambah daya internet
pada pelatihan bersama dari pihak sekolah, serta memohon kepada semua
penggunanya untuk menyesuaikan spect ponsel, atau laptop disertai dengan
kemampuan mengakses berbagai aplikasi yang ada di dalam program GC dan GF
seperti gambar, video, powerpoint dan link yang diinteraksikan.
Sosialisasi kepada siswa, pedoman dan petunjuk telah disampaikan
melalui grup whatsapp.
1c. Upaya apa yang anda lakukan untuk tetap menghidupkan semangat sebagai seorang kepala sekolah? (minimal 50 kata)
Upaya-upaya yang saya lakukan untuk tetap menghidupkan semangat dalam
mengimplementasi model pembelajaran online melalui Google Classroom, saya selalu berkoordinasi dengan semua bapak ibu
guru, setiap saat jika menemui kesulitan atau kendala selalu bekerjasama dan
saling membantu untuk memberikan petunjuk, arahan bahkan memberikan contoh dan
cara mengerjakannya, selain itu dalam beberapa kali unggahan tergantung dari
kompetensi dasar mata pelajaran masing-masing menghadapi permasalahan yang
berbeda maka akan menemui sesuatu yang baru lagi misalnya bagaimana mengirim
gambar dengan cara snipping, bagaimana mengambil video dengan link di you
ntube, atau mengunggah power poin secara online dari aplikasi lain.
Pada sisi lain keikutsertaan siswa dalam pembelajaran secara online
juga mudah dipantau dengan melakukan crossceck pada Google Formulir untuk
mengetahui kehadiran mereka.
Akhirnya pada pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) para guru
bias mengevaliasi daan menganalisis bahkan memprosentasi baik tentang asupan
materi, nilai, kehadiran dan kualitas hasil belajarnya.
2.
Tindakan atau keputusan strategis apa yang anda ambil dalam kurun waktu 1
tahun terakhir yang berdampak signifikan
pada sekolah yang anda pimpin?
Pada tahun pelajaran 2020/2021 penerapan pembelajaran online dengan
Google Classroom dan Google formulir telah dilaksanakan sampai akhir Penilaian
Akhir semester (PAS) dan sampai Penilaian Akhir Tahun (PAT) mengalami kemajuan yang sangat
signifikan, karena sudah terbiasa dengan menggunakan system pembelajaran GC dan
GF maka pada tahun pelajaran berikutnya yaitu 2021/2022, berdasarkan pada hasil
akhir selama satu tahun pelajaran maka diambil keputusan program pembelajaran
online GC dan GF ditetapkan sebagai system terefektif dan dilanjutkan kembali
menggunakan system itu.
3. Ceritakan pengalaman anda saat melakukan perubahan signifikan di
sekolah yang anda pimpin?
Pengalaman saya selama bekerja bersama dan bekerja bersama-sama dengan
teman-teman baik dengan para tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan secara
social berjalan sangat baik, kultur yang ada di sekolah wilayah pedesaan
menjunjung norma-norma social, mengedepankan kepentingan-kepentingan bersama,
hamper tidak terjadi sikap-sikap individual di semua warga sekolah, pergaulan
yang cenderung familier, kekeluarhaan memberikan kenyamanan dan kesenangan
dalam bekerja, merasa dalam satu keluarga yang guyup rukun.
Tidak terjadi batas benang
merah antara guru, karyawan, staf pelaksana dan semua warga sekolah terjalin
sangat akrab, menjunjung adab ketika daan sopan santun yang tinggi.
Ada saat tertentu terjadi
gesekan –gesekan dan beda pendapat dan hal itu hamper tidak pernah menimbulkan
masalah. Toleransi warga sekolah dengan adanya perubahan-perubahan member budaya
positif bagi semua warga sekolah dan bahkan wali murid yangsaat tertentu dating
ke sekolah karena kepentingan sekolah anak-anak mereka.
4.ceritakan pengalaman anda sebagai kepala sekolah dalam melakukan
pengembangan dan bimbingan terhadap orang lain dalam rangka mempersiapkan nya
mengemban peran yang menantang?
Saya memiliki pengalaman dalam mengembangkan dan bimbingan terhadap
orang lain dan perannya sangat menantang
yaitu ketika membangun kerjasama dengan lembaga lain, salah satunya adalah
mahasiswa yang menimba pengalaman sebagai guru praktik mengajar. Beberapa
tantangan yang saya berikan adalah memberikan model-model pembelajaran dengan
berbagai system selain system yang sudah
ada di sekolah, ternyata karena permasalahan pembelajaran secara online
dilakukan di semua jenjang lembaga
pendidikan, ternyata mahasiswa praktik sudah jauh lebih menguasai tantangan,
karena penguasaan teknologi informatika usia mahasiswa jauh lebih luas dan
lebih canggih. Para mahasiswa praktek malah mengajari para siswa cara melakukan
google meet, teleconvrence dan zoom dan itu disambut sangat baik oleh para
siswa.
Dalam hal ini dapat saya nyatakan bahwa pengembangan dana bimbingan
yang sudah saya lakukan bagi mereka sudah tidak menjadi tantangan baru.
5.
Ceritakan pengalaman anda meningkatkan kesadaran pentingnya untuk terus
mengembangkan kapabilitas diri?
Pengalaman saya saat menjadi wakil kepala sekolah, menjadi koordinator
PKG dan PKB, sampai Calon Kepala Sekolah dan dilantik menjadi kepala sekolah,
dalam meningkatkan kesadaran pentingnya
untuk terus mengembangkan kapabilitas diri, saya selalu menggunakan
berbagai pendekatan diantaranya suka mengajak berdiskusi, memberikan gambaran
cerita atau ilustrasi kesuksesan man of
the top, memberikan contoh dalam
berkata, bersikap dan berbuat, member contoh kerja dan pekerjaan, merendah di
hadapan mereka, mengatakan suatu dengan santun, kejujuran, mengajak belajar
(terutama segala sesuatu mau membaca lebih dahulu), meminta saling menasihati,
sanggup mendengarkan orang lain.
Contoh : suatu hari seorang guru putus asa karena menyelesaikan
permasalahannya sendiri, melakukan pembelajaran daring tidak telaten, padahal
ponselnya juga berkualitas dan mampu, kuota setelah saya periksa juga memiliki banyak. Ketika mengeluh kepada saya, secara luwes saya sampaikan bahwa
memang dari segi kompetensi kurang, saya berusaha membantu dengan telaten dan
pelan-pelan dengan membimbing secara bertahap akhirnya bias menyelesikan juga.
Maka ketika sebelumnya selalu ketinggalan misalnya dalam menyetorkan hasil
nilai akhir untuk di upload di e-raport , akhirnya dapaat selesai bersama-sama.
Dengan cara saya tersebut ternyata hasilnya beliau itu sadar ternyata jika
mampu mengerjakan (kapabilitas diri dimiliki) dapat menyelesaikan pekerjaan
dengan baik. Sampai setiap langkah saya meminta untuk ditulis, maka ketika
beliau lupa bias membaca dan mengatasi sendiri.
6. Ceritkan pengalaman Anda membangun kerjasama dengan pihak di luar
sekolah yang mendatangkan manfaat bagi sekolah?
Pengalaman saya membangun kerjasama dengan pihak di luar sekolah dan
mendatangkan manfaat bagi sekolah cukup banyak dan bahkan hampir bisa saya katakan
rutin setiap periodik tahunan diantaranya adalah :
Saya membangun kerjasama
dengan Koramil dan Mapolsek yang dimohon melatih siswa sangat membantu dalam
kedisiplian, ketegasan dan keterampilan siswa dalam PBB. Hasilnya sangat signifikan dan membanggakan
pada tingkat kedisiplinan siswa dan kecakapan siswa dalam kedisiplinan dan
ketertiban.
Setiap kegiatan sekolah yang bersifat sosial kemasyarakatan atau
kemanusiaan saya selalu bekerja sama dengan masyarakat sekitar sekolah, misalnya saat mengadakan tasyakuran sekolah, saya mengundang masyarakat sekitar sekolah, misalnya lagi kalau sedang ada
kematian warga di sekitar sekolah saya juga mengajak bersama-sama warga sekolah
untuk melakukan ta’ziah. Hasilnya sikap masyarakat khususnya yang tinggal di sekitar
sekolah lingkungan
sekolah memiliki empati
dan ikut merasa handarbeni
terhadap sekolah shingga kalau ada sesuatu permasalahan masyarakat selalu membantu
mengawasi keamanan sekolah. Selain hal tersebut ketika menjelang lebaran mengadakan pengumpulan
beras zakat fitrah dan juga zakat maal saya juga mengadakan kegiatan berbagi rezqi, beras zakat fithrah, termasuk pembagian daging
kurban ‘idul adha. Hasilnya membangun kerjasama seperti ini sangat tampak masyarakat menjadi
simpatik.
Kerjasama dengan
pihak luar juga saya laksanakan dengan pihak puskesmas,
bekerjasama dengan komunitas alumni sekolah, kerjasama dengan kepolisian dalam mengamankan berbagai kegiatan yang ada
di sekolah, bekerjasama dengn rekanan sekolah seperti komite, sangat membantu
kebutuhan kelancaran operasional sekolah melalui sumbangan sukarela pihak wali
murid, kerjasama dengan fasilitator, narasumber dalam berbagai kegiatan
peningkatan wawasan keilmuan, peningkatan mutu tenaga pendidik dan
kependidikan, seperti IHT, Workshop, Diklat dan bimbingan Teknis (Bimtek)
sangat bermanfaat dalam menciptan dan mengembangkan berbagai inovasi sekolah
yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan krdibilitas dan eksistensi sekolah
baik di dalam maupun di luar sekolah.
7.
Ceritakan pengalaman anda mengimplementasikan rencana program kerja di sekolah
yang anda pimpin?
Pengalaman mengimplementasikan rencana program kerja sekolah cukup
banyak yang saya laksanakan diantaranya adalah saya mengimplementasikan penilaian
kinerja guru, sebagai
coordinator PKB saya memberikan aplikasi PKG untuk diisi oleh guru-guru untuk evaluasi diri guru. Hal ini saya lakukan karena semua guru supaya
mengetahui berbagai criteria
dan aspek-aspek yang ada dalam komponen PKG. Saya bertujuan agar guru-guru juga
memahami prosedur dan mekanismenya, meskipun pada akhirnya
PKG ditinjau ulang dan evaluasi oleh Tim PKG dan selanjutnya dikerjakan sampai ke Sasaran Kerja Pegawai dan DP3.
Pada implementasi bidang yang lain saya juga menyusun RKJM, RKT, rencana program anggaran
sekolah dan melakukan analisis SWOT melalui tahap review, revisi, finalisasi
dan sosilisasi, bekerja sama dengan tim kerja, dan masih banyak rencana program sekolah nyang lain.
Semua rencana program sekolah saya selalu menerapkan prosedur yaitu
diawali dengan menyusun Surat Keputusan, menentukan penugasan-penugasan,
misalnya memberikan penugasan dalam Tim Penyusun rencana program pembelajaran,
bermuara pada rumpum mata pelajaran implementasinya berdasarkan SK,pelaksanaannya
para guru membuat rencana program, kemudiaan melakukan workshop masing-masing rumpun mata pelajaran akan
berkumpul untuk persiapan bahan perangkat masing-masing, mulai dari program
tahunan, menyusun program pecan efektif, menyusun peta konsep, menganalisis kompetensi dasar
menentukan jumlah JPE, menyusun Rencana Progam Pembelajaran, menyusun rencana
penilaian, menyusun analisis butir soal dan analisis hasil belajar. Dan
akhirnya perangkat sudah bias dilaksanakan dalam proses pembelajaran.
8. Ceritakan pengalaman anda mewujudkan lingkungan pembelajaran yang
mengedepankan toleransi dan atau
inklusif.
Pengalaman
saya dalam mewujudkan lingkungan pembelajaran yang mengedepankan tolerasi
adalah dengan
menerapkan metode diskusi, membangun kebiasaan bergotong royong, membangun
kebersamaan dalam kegiatan sekolah,
pergaulan sehari-hari tanpa membedakan status social, ekonomi, suku ras
dan agama. Contoh konkritnya dalam melaksanakan kegiatan khatmil qur’an mereka
yang beragama non muslim dengan senang hati bertoleransi membantu kelancaran
kegiatan. Saya melarang siswa ke sekolah memakai perhiasan dan asesoris yang
menimbulkan persepsi dan asumsi status ekonomi, yang kaya yang miskin semua
sama dalam memberikan perlakuan. Saya juga selalu menanamkan pembiasaan sikap
saling menolong dalam berbagai kesulitan yang dihadapi sesama teman dengan semata-mata tidak merasa tersinggung atau merasa minder.
.
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar