ANALISIS SWOT SMPN 2 SLAHUNG

 


BAB I

PENDAHULUAN

 

 

 

 

A.      Latar Belakang Masalah

Menuju masyarakat informasi berbasis pengetahuan merupakan tujuan yang hendak dicapai oleh bangsa Indonesia, khususnya dalam menciptakan dan meningkatkan kemandirian bangsa. Untuk itu berbagai kegiatan dan aktivitas dalam mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.

Hal ini tentu saja mengacu pada upaya membekali pengetahuan, keterampilan, keimanan dan ketakwaan, nilai-nilai sosial dan moral, berbudaya dan berkepribadian Indonesia untuk memperkokoh semangat nasionalisme dalam negara kesatuan republic Indonesia. Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, cerdas, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, perlu persiapan dan penataan yang strategis melalui pendidikan.

Setiap pengelola sekolah memiliki pengolahan masing-masing dalam mengembangkan sekolahnya agar dapat memnuhi standar mutu sesuai perkembangan zaman. Standar mutu dapat dikatakan berhasil apabila komponen mutu itu dapat dipenuhi. Komponen yang terdapat di dalam standar mutu pendidikan yaitu diantaranya : Input, Proses dan Output. Tugas manajemen itu diharuskan dapat memunculkan suatu ide-ide yang dapat menjadikan sekolah itu berkembang lebih baik lagi dari sebelumnya, sehingga bagian manajemen ini mampu mengubah komponen proses dengan menggunakan strategi-strategi manajemen dan penggunaan strategi yang digunakan dalam SMP Negeri 2 Slahung  adalah menggunakan analisis SWOT.

Strategi merupakan cara atau siasat yang dipakai dalam melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu dengan tepat. Demikian pula dengan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dalam rangka mewujudkan pendidikan dan pengajaran. Pendidikan yang dilakukan di SMP Negeri 2 Slahung  tentunya juga mempunyai tujuan dan memerlukan strategi yang tepat untuk mencapainya.

Salah satu tahapan manajemen strategi yang merupakan pendekatan analisis lingkungan, digunakan untuk melihat kekuatan dan kelemahan di dalam sekolah sekaligus memantau peluang dan tantangan yang harus dihadapi sekolah. Analisis SWOT yang di gunakan di SMP Negeri 2 Slahung  bertujuan untuk menemukan aspek-aspek penting dalam hal kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Tujuan pengujian adalah memaksimalkan kekuatan, meminimalkan kelemahan, mereduksi ancaman, dan membangun peluang.

 

B.       Tujuan dan Sasaran

1           Tujuan

Tujuan diadakannya program kerja SWOT ini diharapkan untuk dapat melihat seberapa besar pengaruh terhadap peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri 2 Slahung  .

2           Sasaran

Adapun sasaran yang ingin kami capai dalam Program Kerja SWOT di SMP Negeri 2 Slahung  adalah proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi dan kebijakan sekolah. Perencana strategis harus menganalisis faktor-faktor strategis sekolah dalam hal kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam kondisi saat ini. Hal tersebut dapat dilakukan dengan analisis situasi yang populer dengan analisis SWOT

 

C.      Dasar Hukum

1.      Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2.      Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;

3.      Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

4.      Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;

5.      Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;

6.      Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru;

7.      Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;

8.      Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil;

9.      Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2015 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;

10.  Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;

11.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Kepala Sekolah/Madrasah;

12.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Guru;

13.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan;

14.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Satuan Pendidikan;

15.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah;

16.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 25 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Tenaga Perpustakaan Sekolah;

17.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 26 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Tenaga Laboratorium Sekolah;

18.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Konselor;

19.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 32 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru Pendidikan Khusus;

20.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 33 Tahun 2008 tentang Standar Sarana dan Prasarana SDLB, SMPLB, dan SMALB;

21.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan.

22.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 30 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan;

23.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa;

24.  Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;

25.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2010 tentang Program Induksi bagi Guru Pemula;

26.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah;

27.  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 36 Tahun 2014 tentang Pedoman Pendirian, Perubahan, dan Penutupan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;

28.  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah;

29.  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah;

30.  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah;

31.  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan.

D.      Sistematika

BAB I      :  PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

B.     Tujuan, Sasaran

C.     Dasar Hukum

D.    Sistematika

BAB II     :  MOTO JUANG, VISI MISI SMP NEGERI 2 SLAHUNG

A.    Moto Juang

B.     Visi Sekolah

C.     Misi Sekolah

D.    Strategi

E.     Tujuan Sekolah

BAB III    :  LANDASAN TEORI

A.     Analisis SWOT

B.      Strategi Peningkatan Mutu Layanan Berdasarkan Analisis SWOT

BAB IV   :  PENUTUP

A.      Kesimpulan

B.      Saran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

VISI, MISI DAN TUJUAN DAN STRATEGI PERENCANAAN SEKOLAH

 

A.    Visi

Tantangan dan peluang yang harus direspon oleh SMPN 2 Slahung, menjadi pemicu sekolah untuk mencanangkan visi sekolah yang sesuai dengan arah perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Visi sekolah merupakan cita-cita moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang. Adapun visi SMPN 2 Slahung adalah BANGGA, yaitu: “Berbudaya, Agamis, Nasionalis, Unggul, Antusias”

Dengan Indikator:

1.         Terwujudnya insan yang berbudaya,  berbudi pekerti luhur, memiliki sikap dan perilaku  ramah terhadap lingkungan

2.         Memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

3.         Memiliki jiwa nasionalis (jiwa kebangsaan, bela negara, cinta tanah air

4.         Memiliki keunggulan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, berprestasi, baik  individu maupun kelompok.

5.         Memiliki semangat yang bersifat progresif (bergerak menuju kemajuan),  lulusan berkualitas,  berdaya saing nasional dan internasional.

 

B.     Misi

Berdasarkan visi yang telah dirumuskan, untuk mewujudkannya diperlukan suatu misi berupa kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan. Adapun Misi yang dirumuskan berdasar visi adalah sebagai berikut:

1.    Mewujudkan perilaku Berbudaya, Agamis, Nasionalis, Unggul, Antusias

2.    Mengembangkan program Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif dan Menyenangkan

3.    Melaksanakan pengembangan kompetensi lulusan

4.    Meningkatkan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan

5.    Menciptakan lingkungan sekolah yang Hijau, Elok, Bersih, Asri, Tertib

6.    Menjalin hubungan yang harmonis dan sinergis antara warga sekolah , masyarakat, instansi lain dan  pemerintah

7.    Melaksanakan program Pendidikan Anti Korupsi

8.    Memberikan pelayanan sekolah Ramah Anak

9.    Menerapakan sekolah aman bencana.

 

Analisis  misi SMPN 2 Slahung adalah Tindakan nyata dalam upaya mampu untuk mewujudkan harapan besar mendatang dengan menciptakan profil pelajar yang berakhlak mulia dan rajin beribadah, menciptakan pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan berkarakter yang mampu memfasilitasi pelajar sesuai bakat dan minatnya, meningkatkan manajemen satuan pendidikan yang adaftif, berkarakter, dan menjamin mutu, menciptakan lingkungan sekolah sebagai tempat perkembangan intelektual, sosial, emosional, ketrampilan, dan pengembangan budaya lokal dalam kebhinekaan global, menciptakan profil pelajar yang berakhak mulia, mandiri, bernalar kritis dan kreatif sehingga mampu mengatasi ide dan keterampilan yang inovatif, menjamin hak belajar setiap anak tanpa terkecuali termasuk anak yang berkebutuhan khusus (inklusi) dalam proses pembelajaran yang menjunjung tinggi nilai gotong-royong, menciptakan partisipasi aktif orang tua dan masyarakat dalam keberagaman yang mewadahi kreatifitas pelajar yang berjiwa kompetitif.

 

C.    TUJUAN

Tujuan yang ingin dicapai SMPN 2 Slahung dalam implementasi visi dan misi sekolah telah ditetapkan adalah sebagai berikut:

1.      Tujuan Jangka Pendek (1 tahun)

a.       Menanamkan kreativitas budaya belajar, budaya senyum salam sapa sopan dan santun serta ramah lingkungan baik secara lisan, tulisan maupun sikap perbuatan yang berakar dari kearifan budaya lokal.

b.      Membentuk peserta didik yang beriman dan bertaqwa serta berakhlak mulia tercermin dalam kehidupann sehari-hari di dalam dan luar sekolah.

c.       Menyelenggarakan proses pembelajaran yang memacu peserta didik bernalar kritis, kreatif dan inovatif dalam mengembangkan ide dan gagasan.

d.      Mengoptimalkan sarana prasarana sekolah yang menunjang peseta didik dalam mengkreasikan ide/gagasan yang berakar pada nilai budaya lokal.

e.       Menciptakan peserta didik yang mampu bernalar kritis dalam pelaksanaan kegiatan berbasis proyek yang mengedepankan jiwa kegotong-royongan

f.        Mencanangkan pilot project 3 unit produksi catur wulan dalam program penguatan profil pelajar Pancasila yaitu:

1)         Project produksi keterampilan batik sibori dan atau ecoprint (lifeskill) bertujuan awal untuk menunjang program”seragam sehari berbusana muslim batik kita” dan RTL marketing commerciality

2)         Project produksi makanan ringan tradisional yakni Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) atau Pendekatan Pengembangan Sekolah Berbasis Aset (PPSBA) merupakan suatu pengembangan yang berfokus pada kekuatan atau potensi yang dimiliki oleh sekolah pemanfaatan potensi lingkungan sekitar (life skill)

3)         Project program tahlil dan yasinan  bertujuan  meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada TYME, meyakini dan mengamalkan aqidah dan syariah Islam, serta menjadikan murid bisa berkontribusi berani tampil menjadi pemimpin masyarakat.

 

2.      Tujuan Jangka Panjang (4 tahun )

a.         Merancang pembelajaran yang mengedepankan ciri khas sekolah dan daerah dalam nuansa kebhinekaan global yang harmonis;

b.        Membentuk peserta didik yang memiliki kemampuan daya saing, berkarakter, berprestasi dan memiliki pribadi yang beriman, rajin dan taat beribadah serta saling menghargai perbedaan dan mencintai lingkungan dan bangsanya;

c.         Menghasilkan lulusan yang mampu mengimplementasikan Profil Pelajar Pancasila dalam kehidupan nyata;

d.        Menjadi pemimpin bagi diri dan temannya untuk menjadi pribadi yang bernalar kritis, tangguh, percaya diri dan bangga dalam kegotong - royongan.

e.         Menguasai kecakapan dalam berkomunikasi sosial dan berjiwa kompetitif, kreatif dan mandiri yang tetap menjunjung budaya lokal

f.          Mempunyai life skill yang mampu berdapatasi dengan perkembangan jaman.

g.        Mampu mengkreasikan ide/ gagasan yang dituangkan dalam tindakan atau karya yang berakar dari budaya lokal dalam kebhinekaan global

h.        Mempunyai karakter yang sopan, santun dan dan mandiri, kreatif yang mampu bersaing sesuai perkembangan jaman.

i.          Menjadikan sekolah sebagai tempat untuk mengembangkan proses perkembangan intelektual, emosional, sosial, ketrampilan dan tumbuh kembang peserta didik sesuai tingkat kemampuan dan kondisi masing masing peserta didik yang mengedepankan nilai gotong royong.

j.          Menjadikan masyarakat dan orang tua sebagai mitra bersama dalam menjalankan penyelenggaraan pendidikan sekolah.

D.Strategi

1.        Perencanaan

a.         Menyusun hasil analisis SWOT fungsi-fungsi sistem SMP Negeri 2 Slahung .

b.        Menetapkan target periodik prestasi sekolah.

c.         Mengesahkan regulasi penjaminan mutu edukatif dan administratif sekolah.

d.        Menyusun program visioner inovatif pendidikan yang religious.

e.         Menyusun skedul SUPMONEV personal untuk mencapai motivasi kerja optimal.

 

2.        Pelaksanaan

a.         Menemukan data permasalahan substansi kekuatan, peluang, hambatan dan ancaman sekolah berstandar nasional.

b.      Melaksanakan proses, arah tindakan dan langkah-langkah operasional kerja.

c.       Menata, merawat, memoderenisasi dan menambah kebutuhan sarana prasarana sekolah.

d.      Menerapkan profesionalisme pelayanan publik dengan integritas pribadi mapan,

e.       Mengefektifkan serta mengefesiensikan dana, waktu dan daya yang telah disiapkan. 

 

3.      Pengevaluasian

a.       Tongkat ketercapaian program-program renstra, renop dan kurikulum sekolah.

b.      Standarisasi kesejahteraan dan penghasilan sesuai dengan beban kerja tambahan.

c.       Merevisi regulasi-regulasi sekolah kearah fungsi pengendalian manajerial dan operatif secara lebih terukur serta teskontrol.

d.      Mengubah kegiatan prioritas sekolah sesuai dengan realitas anggaran tahun berjalan.

e.       Mengevaluasi tingkat pencapaian kompetensi hasil pembelajaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB III

LANDASAN TEORI

 

 

A.      Analisis Swot

Sallis (2008:221-223) menyatakan bahwa SWOT adalah singkatan dari Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats (Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman).

1.    Strength (Kekuatan)

Yang dimaksud dengan strength atau kekuatan adalah beberapa hal yang merupakan kelebihan dari sekolah yang bersangkutan. Hal-hal yang memiliki potensi yang positif apabila dikembangkan dengan baik. Adapun yang merupakan strength misalnya sebuah rekruitmen yang kuat, tim manajemen yang antusias, hasil ujian yang baik, unit ekstrakurikuler seperti musik, seni, dan drama yang kuat, dukungan orangtua yang baik, moral staf yang baik, dan dukungan pimpinan institusi.

2.    Weakness (Kelemahan)

Weakness atau kelemahan yang dimaksud di sini adalah komponen-komponen yang kurang menunjang suatu keberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang ingin dicapai oleh sekolah. Kelemahan-kelemahan ini adalah bangunan lama dalam kondisi yang jelek, usia rata-rata staf yang terlalu tinggi, kurangnya fasilitas parkir, anggaran belanja yang tidak cukup, dan fasilitas olahraga yang tidak cukup.

3.    Opportunity (Peluang)

Opportunity/peluang adalah kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi apabila potensi-potensi yang ada di sekolah tersebut mampu dikembangkan atau dioptimalkan oleh sekolah. Adapun yang merupakan opportunity misalnya bergabung dengan institusi lokal dengan tempat yang baik dan reputasi yang juga cukup baik, membangun sarana olahraga yang lebih baik, bergairah untuk mendirikan institusi baru, memberi peluang kepada para staf untuk mengembangkan keahlian demi meningkatkan daya tawar, memperluas penggabungan dengan institusi lainnya agar dapat menjadi penyandang dana yang baru.

4.    Threats (Ancaman)

Threats atau ancaman yang dimaksud di sini adalah kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi atau berpengaruh terhadap kesinambungan dan keberlanjutan kegiatan penyelenggaraan di sekolah. Ancaman-ancaman tersebut adalah: kehilangan identitas, kekuatan dan reputasi, resiko kehilangan guru berpengalaman akibat pensiun dini, etos kerja lembaga lain mungkin menjadi dominan, dan kemungkinan kehilangan dukungan dari pimpinan institusi. Analisis SWOT sudah menjadi alat yang umum digunakan dalam perencanaan strategi pendidikan, yang dalam pengelolaannya akan dikaitkan dengan input, proses dan output. SWOT dapat dibagi ke dalam dua elemen yaitu analisis internal (uji kekuatan dan kelemahan) dan analisis eksternal atau lingkungan (peluang dan ancaman). Tujuan dari pengujian ini adalah untuk membuat maksimal kekuatan, membuat minimal kelemahan, mereduksi ancaman, dan membangun peluang. Oleh karena yang dibicarakan di sini adalah mutu pendidikan, maka yang dimaksudkan adalah kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada di sekolah.

Sallis mengatakan salah satu alat yang umum digunakan dalam perencanaan strategi pendidikan termasuk peningkatan mutu sekolah adalah analisis SWOT. Analisis SWOT adalah alat yang efektif dalam menempatkan potensi sekolah. Dipertegas oleh Sharpiin dalam Sagala (2010), analisis SWOT adalah salah satu tahapan manajemen strategi yang merupakan pendekatan analisis lingkungan, digunakan untuk melihat kekuatan dan kelemahan di dalam sekolah sekaligus memantau peluang dan tantangan yang harus dihadapi sekolah. Analisis SWOT bertujuan untuk menemukan aspek-aspek penting dalam hal kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Tujuan pengujian adalah memaksimalkan kekuatan, meminimalkan kelemahan, mereduksi ancaman, dan membangun peluang.

Menurut Rangkuti (2009) proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi dan kebijakan sekolah. Perencana strategis harus menganalisis faktor-faktor strategis sekolah dalam hal kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam kondisi saat ini. Hal tersebut dapat dilakukan dengan analisis situasi yang populer dengan analisis SWOT. Analisis SWOT menurut Trimantara (2007: 6-9) jika dikaitkan dengan kualitas dunia pendidikan, maka dapat diuraikan ke dalam tiga aspek, yaitu:

a.       Input

Segala sesuatu yang harus tersedia karena selalu dibutuhkan untuk berlangsungnya proses pendidikan adalah input. Input pendidikan meliputi kemampuan dasar siswa, sumber daya finansial, fasilitas, program, dan jasa pendukung. Kesiapan input sangat diperlukan agar proses dapat berlangsung dengan baik. Tinggi rendahnya mutu input dapat diukur dari tingkat kesiapan input. Makin tinggi tingkat kesiapan input, makin tinggi pula mutu input tersebut. Umumnya masyarakat berasumsi bahwa masukan siswa yang berkemampuan tinggi akan menghasilkan lulusan yang berkemampuan tinggi pula. Sebaliknya, masukan yang rendah juga akan menghasilkan lulusan yang berkemampuan rendah. Sehingga dalam penerimaan siswa baru, sekolah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan siswa baru yang memiliki kemampuan lebih. Asumsi tersebut tidak sepenuhnya benar. Justru, sekolah yang berkualitas harus mampu mengelola input yang biasa atau sedang-sedang saja menjadi lulusan yang berkemampuan luar biasa. Namun tidak bisa dipungkiri lagi, SMP Negeri 2 Slahung  juga sama dengan sekolah-sekolah negeri lain yang memang menerapkan penyaringan calon siswa dengan menggunakan jurnal kompetisi untuk mendapatkan tempat di SMP Negeri 2 Slahung  sebagai siswa. Semakin tinggi nilai jurnal yang ada, semakin bangga dan bergengsi rasanya sebagai sekolah negeri. Apalagi jika dibandingkan antara jumlah siswa yang bisa diterima dengan calon siswa yang mendaftar lebih banyak yang mendaftar, maka perasaan bangga akan menyertai guru-guru yang ada di sekolah tersebut.

b.      Proses

Kegiatan proses belajar-mengajar sekolah yang berkualitas pasti berkaitan dengan kemampuan guru, fasilitas belajar, kurikulum, metode pembelajaran, program ekstrakurikuler, dan jaringan kerjasama.

1.      Kemampuan guru

Sekolah berkualitas harus memiliki guru yang berkualitas juga. Artinya, guru tersebut harus profesional dalam melaksanakan proses belajar-mengajar. Adapun kompetensi guru yang memungkinkan untuk mengembangkan suatu lembaga pendidikan yang berkualitas adalah mengenai kompetensi penguasaan mata pelajaran, kompetensi dalam pembelajaran, kompetensi dalam pembimbingan, kompetensi komunikasi dengan peserta didik, dan kompetensi dalam mengevaluasi.

2.      Fasilitas belajar

Tidak dapat dipungkiri bahwa sekolah berkualitas harus dilengkapi dengan fasilitas yang memadai bagi siswa untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

3.      Kurikulum

Sekolah berkualitas tidak harus menggunakan kurikulum berstandar internasional. Kurikulum nasional dengan berbagai penyempurnaan sesuai dengan kebutuhan perkembangan siswa pun cukup baik. Perpaduan kedua kurikulum itu akan sangat membantu dalam menghasilkan generasi-generasi masa depan yang lebih unggul dan berkualitas.

4.      Metode pembelajaran

Sekolah yang berkualitas harus menggunakan metode pembelajaran yang membuat siswa menjadi aktif dan kreatif yang disertai dengan kebebasan dalam mengungkapkan pikirannya.

5.      Program ekstrakurikuler

Sekolah berkualitas harus memiliki seperangkat kegiatan ekstrakurikuler yang mampu menampung semua kemampuan, minat, dan bakat siswa. Keragaman ekstrakurikuler akan membuat siswa dapat mengembangkan berbagai kemampuannya di berbagai bidang secara optimal.

6.      Jaringan kerjasama

Dengan adanya kerjasama dengan berbagai instansi akan mempermudah siswa untuk menerapkan sekaligus memahami berbagai sektor kehidupan (life skill). Sekolah unggul memiliki jaringan kerjasama yang baik dengan berbagai instansi, terutama instansi yang berhubungan dengan pendidikan dan pengembangan kompetensi siswa.

c.   Output

Output pendidikan merupakan kinerja sekolah. Kinerja sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses/perilaku sekolah. Kinerja sekolah dapat diukur dalam kualitasnya, efektivitasnya, produktivitasnya, efisiensinya, inovasinya, kualitas kehidupan kerjanya dan moral kerjanya. Berkaitan dengan mutu output sekolah, dapat dijelaskan bahwa output sekolah dikatakan bermutu jika prestasi sekolah, khususnya prestasi belajar siswa, menunjukkan pencapaian tinggi dalam:

1)      Prestasi akademik, berupa ulangan umum, ujian nasional, karya ilmiah, lomba akademik, dan

2)      Prestasi non-akademik, misalnya iman dan taqwa, kejujuran, kesopanan, olah raga, kesenian, keterampilan, dan kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler lainnya seperti mading dan koor.  

 

Lulusan yang berkualitas dihasilkan oleh sekolah yang berkualitas juga. Namun pendidikan yang berkualitas memerlukan proses yang panjang dan berlangsung sepanjang hayat. Keunggulan lulusan tidak hanya ditentukan oleh nilai ujian yang tinggi. Indikasi lulusan yang unggul ini baru dapat diketahui setelah yang bersangkutan memasuki dunia kerja dan terlibat aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Sangat perlu adanya penilaian perbandingan antara input dan output dari sekolah tersebut supaya diketahui kualitas suatu sekolah. Apakah siswa yang bersangkutan mengalami perubahan yang baik setelah melakukan proses pembelajaran di sekolah tersebut atau tidak, hal ini perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahuinya.

 

 

 

 

Berbagi Peluang

 

Diagram 2.1 Analisis SWOT

 

 

 


3.  Mendukung Stategi                                         1.  Mendukung Stategi

 

Kelemahan Internal

 

 

Kekuatan Internal

 

Turn around                                                                          Agresif

 

 


4.  Mendukung Stategi                                         2  Mendukung Stategi

Devensif                                                                                 Diversifikasi

 

Berbagi Ancaman

 

 

 

 

 


B.       Strategi Peningkatan Mutu Layanan Berdasarkan Analisis SWOT

Proses perencanaan strategi dalam konteks pendidikan tidak jauh berbeda dengan yang dipergunakan dalam dunia industri dan komersial. Melalui strategi sebuah institusi akan bisa yakin bagaimana memanfaatkan peluang-peluang baru dan mengembangkan rencana instansi dalam jangka panjang dan berdasarkan pertimbangan rasional.

Strategi peningkatan mutu sekolah tidak lepas dari strategi yang dilakukan dalam rangka Total Quality Management. Alasan yang mendasarinya adalah:

1.        Peningkatan mutu harus memberdayakan dan melibatkan semua unsur yang ada di sekolah;

2.        Peningkatan mutu memiliki tujuan bahwa sekolah dapat memberikan kepuasan kepada murid, orang tua, dan masyarakat.

Mengacu pada manajemen bisnis ada empat tingkatan strategi organisasi dalam peningkatan mutu di sekolah, yaitu strategi societal, corporate, perusahaan, dan fungsional. Dalam konteks organisasi sekolah, strategi societal berarti sekolah memberikan pendidikan yang dibutuhkan masyarakat sebagai tanggung jawab sosialnya. Sekolah menyiapkan sumber daya manusia yang berguna bagi masyarakat luas untuk menggerakkan roda ekonomi dalam berbagai sektor kehidupan. Strategi corporate dalam manajemen sekolah dirancang untuk menerapkan strategi sekolah dalam mencapai tujuan sesuai visi dan misi sekolah. Strategi fungsional sekolah memperhatikan formulasi strategi dalam setiap area fungsional sekolah (manajemen sekolah, manajemen kelas, layanan belajar, mutu lulusan, keuangan, dan sebagainya) yang diterapkan secara bersama. Berkaitan dengan manajemen peningkatan mutu sekolah, Usman (2002) mengatakan bahwa manajemen peningkatan mutu terkandung upaya:

1)   Mengendalikan proses yang berlangsung di sekolah baik kurikuler maupun administrasi,

2)   Melibatkan proses diagnosis dan proses tindakan untuk menindaklanjuti diagnosis, dan

3)   Memerlukan partisipasi semua pihak baik kepala sekolah, guru, staf administrasi, peserta didik, orang tua, dan pakar.

Kegiatan terpenting dalam proses analisis adalah memahami seluruh informasi yang terdapat pada suatu kasus, menganalisis situasi untuk mengetahui isu apa yang terjadi, memutuskan tindakan apa yang harus segera dilakukan untuk memecahkan masalah yang ada dalam sekolah. Menurut Boulton (dalam Rangkuti, 2009) proses untuk melaksanakan analisis kasus dapat dilihat pada diagram analisis kasus. Kasus yang terjadi di sekolah harus dijelaskan sehingga pembaca dapat mengetahui permasalahan yang terjadi. Setelah itu metode yang sesuai yang dapat menjawab semua permasalahan secara tepat dan efektif dipergunakan. Selesai mengumpulkan semua informasi yang berpengaruh terhadap kelangsungan organisasi sekolah, selanjutnya adalah memanfaatkan semua informasi tersebut dalam model-model kuantitatif perumusan strategis sekolah. Salah satu model pemecahan masalah yang dapat digunakan adalah model matriks SWOT dan matriks internal-eksternal.

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.      Kesimpulan

Dari uraian yang telah dipapar tiap Bab, maka kami mengambil kesimpulan sebagaimana berikut :

Analisis SWOT adalah salah satu lagkah yang paling penting dalam memfokuskan startegi dengan mengunakan misi organisasi sebagai konteks manager mengukur kekuatan kelemahan internal (kompetensi ungulan) demikian juga kesempatan dan ancaman eksternal. Tujuannya adalah untuk mengembangkan strategi yang baik dan mengekploitasi kesempatan dan kekuatan menetralisi ancaman dan menghindari kelemahan

 

B.       Saran

1.         Strategi untuk meningkatkan profesionalisme kepengurusan dan pengelolaan SMP Negeri 2 Slahung  adalah dengan menggunakan strategi weaknesses-opportunity melakukan upgreading, pemberian reward.

2.         Apabila analisis SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunity Dan Threats) itu merupakan instrument yang dapat mempengaruhi kualitas maka pengaruh tersebut akan dapat membangkitkan dan meningkatkan kualitas pada SMP Negeri 2 Slahung 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RAMALAN JAYABAYA

ESLADA KRIDA ROMANTIKA