PROGRAM PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SMPN 2 SLAHUNG
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Peningkatan mutu pendidikan merupakan tujuan yang harus diupayakan
dapat tercapai dalam kurun
waktu tertentu. Peningkatan mutu Pendidikan
dapat dicapai jika didukung oleh seluruh komponen yang ada di sekolah.
Faktor-faktor yang berpengaruh dan menjadi komponen di sekolah berkaitan dengan fasilitas sarana
prasarana yang memadai, manajemen,
kepemimpinan, motivasi, profesionalias
tenaga, etos kerja/kinerja, system
kendali mutu dan pembiayaan yang
tersedia.
Sebuah sekolah yang berusaha peningkatan mutu pendidikan selalu dikaitkan
dengan sumber daya manusia (SDM) dan sarana pendukung yang menyertainya.
Kondisi ini berkaitan langsung denagan proses yang akan berlangsung untuk
meningkatkan mutu pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan hendaknya dilakukan
secara menyeluruh dan komprehensif.
Semua bidang dilakukan upaya peningkatan baik secara kuantitas maupun kualitasnya.
Salah satu cara yang dilakukan untuk peningkatan mutu pendidikan antara lain
adalah menyediakan sarana dan prasarana belajar yang memadai. Upaya peningkatan
mutu pendidikan dapat terlaksana bila semua stakeholder dapat berperan penuh
dalam upaya tersebut.
Berbagai sarana dan prasarana sekolah telah tersedia secara memadai misalnya
ruang kelas, sarana olah raga, ruang perpustakaan¸laboratorium, ruang
keterampilan, termasuk media pembelajaran. Media ini digunakan sebagai medium
transfer antara pemberi pesan dengan obyek atau siswa sehingga apa yang
dikemukakan dapat diterima dengan baik. Dalam pembelajaran berbasis kompetensi
ini, penggunaan media sangat diperlukan.
Guru sedapat mungkin menggunakan alat dalam pembelajaran sehingga interaksi
dapat berlangsung secara optimal.
B. Tujuan
Secara umum
kegiatan ini bertujuan untuk :
1.
Menjadi
acuan pelaksanaan kegiatan sekolah tahu pelajaran 20.../20...
2.
Meningkatkan
nilai akademik mapun non akademik
3.
Meningkatkan
profesionalisme guru dan pegawai
4.
Memberikan
pelayanan yang maksimal kepada peserta didik
5.
Meningkatkan
pemahaman siswa dalam kegiatan pengembangan diri, keagamaan dan kegiatan
lainnya.
C. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional Pasal 38 Ayat 2 dan
Pasal 51 Ayat 1;
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Standar
Nasional Pendidikan;
5. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar
Pengolahan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
6. Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan
Kesiswaan;
7. Permendiknas Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi
Pekerti;
8. Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan
Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Pendidikan;
9. Permendikbud Nomor 19 Tahun 2016 tentang Program
Indonesia Pintar.
D. Sasaran
Sasaran kegiatan ini adalah penigkatan efektifitas semua komponen sekolah
untuk tahun pelajaran 20.../20..., termasuk peningkatan mutu pendidikan baik
pada kegaiatan pengembangan akademik maupun kegaiatan non akademik. Selain itu
usaha peningkatan pada kualitas guru dalam pembelajaran berupa kemampuan dalam
menyusun KTSP, melaksanakan dan memberikan penilaian setelah kegiatan
pembelajaran selesai. Sasaran lainya adalah penambahan pada beberapa sarana
penunjang kegiatan pembelajaran, misalnya sarana olah raga, perpustakaan dan
laboratorium IPA.
Hasil akhir adalah terjadi peningkatan mutu akademik siswa dan non akademik
untuk tahun pelajaran 202/2023
BAB
II
VISI, MISI DAN TUJUAN DAN STRATEGI
PERENCANAAN SEKOLAH
A. Visi
Tantangan dan peluang yang harus direspon
oleh SMPN 2 Slahung, menjadi pemicu sekolah untuk mencanangkan visi sekolah yang
sesuai dengan arah perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Visi sekolah merupakan
cita-cita moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa
datang. Adapun visi SMPN 2 Slahung adalah BANGGA, yaitu: “Berbudaya, Agamis, Nasionalis, Unggul, Antusias”
Dengan Indikator:
1.
Terwujudnya insan yang
berbudaya, berbudi pekerti luhur,
memiliki sikap dan perilaku ramah
terhadap lingkungan
2.
Memiliki sikap dan perilaku yang
mencerminkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3.
Memiliki jiwa nasionalis (jiwa kebangsaan,
bela negara, cinta tanah air
4.
Memiliki keunggulan dalam penguasaan
ilmu pengetahuan dan teknologi, berprestasi, baik individu maupun kelompok.
5.
Memiliki semangat yang bersifat
progresif (bergerak menuju kemajuan), lulusan
berkualitas, berdaya saing nasional dan
internasional.
B. Misi
Berdasarkan visi yang telah dirumuskan, untuk
mewujudkannya diperlukan suatu misi berupa kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan.
Adapun Misi yang dirumuskan berdasar visi adalah sebagai berikut:
1.
Mewujudkan perilaku Berbudaya,
Agamis, Nasionalis, Unggul, Antusias
2.
Mengembangkan program Pembelajaran
Aktif Inovatif Kreatif dan Menyenangkan
3.
Melaksanakan pengembangan kompetensi
lulusan
4.
Meningkatkan kualifikasi pendidik dan
tenaga kependidikan
5.
Menciptakan lingkungan sekolah yang
Hijau, Elok, Bersih, Asri, Tertib
6.
Menjalin hubungan yang harmonis dan
sinergis antara warga sekolah , masyarakat, instansi lain dan pemerintah
7.
Melaksanakan program Pendidikan Anti
Korupsi
8.
Memberikan pelayanan sekolah Ramah
Anak
9.
Menerapakan sekolah aman bencana.
Analisis
misi SMPN 2 Slahung adalah Tindakan nyata
dalam upaya mampu untuk mewujudkan harapan besar mendatang dengan menciptakan
profil pelajar yang berakhlak mulia dan rajin beribadah, menciptakan
pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan berkarakter yang mampu memfasilitasi
pelajar sesuai bakat dan minatnya, meningkatkan manajemen satuan pendidikan
yang adaftif, berkarakter, dan menjamin mutu, menciptakan lingkungan sekolah
sebagai tempat perkembangan intelektual, sosial, emosional, ketrampilan, dan
pengembangan budaya lokal dalam kebhinekaan global, menciptakan profil pelajar
yang berakhak mulia, mandiri, bernalar kritis dan kreatif sehingga mampu mengatasi ide dan
keterampilan yang inovatif, menjamin hak belajar setiap anak tanpa terkecuali
termasuk anak yang berkebutuhan khusus (inklusi) dalam proses pembelajaran yang
menjunjung tinggi nilai gotong-royong, menciptakan partisipasi aktif orang tua
dan masyarakat dalam keberagaman yang mewadahi kreatifitas pelajar yang berjiwa
kompetitif.
C. TUJUAN
Tujuan yang ingin dicapai SMPN 2 Slahung dalam
implementasi visi dan misi sekolah telah ditetapkan adalah sebagai berikut:
1.
Tujuan Jangka Pendek (1 tahun)
a.
Menanamkan kreativitas budaya
belajar, budaya senyum salam sapa sopan dan santun serta ramah lingkungan baik
secara lisan, tulisan maupun sikap perbuatan yang berakar dari kearifan budaya lokal.
b.
Membentuk peserta didik yang beriman
dan bertaqwa serta berakhlak mulia tercermin dalam kehidupann sehari-hari di dalam dan luar
sekolah.
c.
Menyelenggarakan proses pembelajaran
yang memacu peserta didik bernalar kritis, kreatif dan inovatif dalam mengembangkan
ide dan gagasan.
d.
Mengoptimalkan sarana prasarana
sekolah yang menunjang peseta didik dalam mengkreasikan ide/gagasan yang berakar pada nilai
budaya lokal.
e.
Menciptakan peserta didik yang mampu
bernalar kritis dalam pelaksanaan kegiatan berbasis proyek yang mengedepankan jiwa
kegotong-royongan
f.
Mencanangkan pilot project 3 unit
produksi catur wulan dalam program penguatan profil pelajar Pancasila yaitu:
1)
Project produksi keterampilan batik
sibori dan atau ecoprint (lifeskill)
bertujuan awal untuk menunjang program”seragam
sehari berbusana muslim batik kita” dan
RTL marketing commerciality
2)
Project produksi makanan ringan
tradisional yakni Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) atau
Pendekatan Pengembangan Sekolah Berbasis Aset (PPSBA) merupakan suatu
pengembangan yang berfokus pada kekuatan atau potensi yang dimiliki oleh
sekolah pemanfaatan potensi lingkungan sekitar (life skill)
3)
Project program tahlil dan yasinan bertujuan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada
TYME, meyakini dan
mengamalkan aqidah dan syariah Islam, serta menjadikan murid bisa berkontribusi
berani tampil menjadi pemimpin masyarakat.
2.
Tujuan Jangka Panjang (4 tahun )
a.
Merancang pembelajaran yang
mengedepankan ciri khas sekolah dan daerah dalam nuansa kebhinekaan global yang
harmonis;
b.
Membentuk peserta didik yang memiliki
kemampuan daya saing, berkarakter, berprestasi dan memiliki pribadi yang
beriman, rajin dan taat beribadah serta saling menghargai perbedaan dan
mencintai lingkungan dan bangsanya;
c.
Menghasilkan lulusan yang mampu
mengimplementasikan Profil Pelajar Pancasila dalam kehidupan nyata;
d.
Menjadi pemimpin bagi diri dan
temannya untuk menjadi pribadi yang bernalar kritis, tangguh, percaya diri dan
bangga dalam kegotong - royongan.
e.
Menguasai kecakapan dalam berkomunikasi
sosial dan berjiwa kompetitif, kreatif dan mandiri yang tetap menjunjung budaya
lokal
f.
Mempunyai life skill yang mampu
berdapatasi dengan perkembangan jaman.
g.
Mampu mengkreasikan ide/ gagasan yang
dituangkan dalam tindakan atau karya yang berakar dari budaya lokal dalam kebhinekaan
global
h.
Mempunyai karakter yang sopan, santun
dan dan mandiri, kreatif yang mampu bersaing sesuai perkembangan jaman.
i.
Menjadikan sekolah sebagai tempat
untuk mengembangkan proses perkembangan intelektual, emosional, sosial, ketrampilan
dan tumbuh kembang peserta didik sesuai tingkat kemampuan dan kondisi masing
masing peserta didik yang mengedepankan nilai gotong royong.
j.
Menjadikan masyarakat dan orang tua
sebagai mitra bersama dalam menjalankan penyelenggaraan pendidikan sekolah.
D.Strategi
1.
Perencanaan
a.
Menyusun
hasil analisis SWOT fungsi-fungsi sistem SMP Negeri 2 Slahung .
b.
Menetapkan
target periodik prestasi sekolah.
c.
Mengesahkan
regulasi penjaminan mutu edukatif dan administratif sekolah.
d.
Menyusun
program visioner inovatif pendidikan yang religious.
e.
Menyusun
skedul SUPMONEV personal untuk mencapai motivasi kerja optimal.
2.
Pelaksanaan
a.
Menemukan
data permasalahan substansi kekuatan, peluang, hambatan dan ancaman sekolah
berstandar nasional.
b.
Melaksanakan
proses, arah tindakan dan langkah-langkah operasional kerja.
c.
Menata,
merawat, memoderenisasi dan menambah kebutuhan sarana prasarana sekolah.
d.
Menerapkan
profesionalisme pelayanan publik dengan integritas pribadi mapan,
e.
Mengefektifkan
serta mengefesiensikan dana, waktu dan daya yang telah disiapkan.
3.
Pengevaluasian
a.
Tongkat
ketercapaian program-program renstra, renop dan kurikulum sekolah.
b.
Standarisasi
kesejahteraan dan penghasilan sesuai dengan beban kerja tambahan.
c.
Merevisi
regulasi-regulasi sekolah kearah fungsi pengendalian manajerial dan operatif secara
lebih terukur serta teskontrol.
d.
Mengubah
kegiatan prioritas sekolah sesuai dengan realitas anggaran tahun berjalan.
e.
Mengevaluasi
tingkat pencapaian kompetensi hasil pembelajaran.
BAB III
IDENTIFIKASI MASALAH, SASARAN DAN LANGKAH PEMECAHAN MASALAH
A. Identifikasi
Masalah
Permasalahan
yang dihadapi dalam memasuki ahun pelajaran 2022/2023 adalah adanya
implementasi kurikulum di sekolah yang terdiri dari 2 kurikulum meliputi : Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bagi kelas 8 - 9 dan Kurikulum Operasional
Satuan Pendidikan (KOSP) bagi kelas 7.
Tentu
saja dalam mengimplementasikan kedua kurikulum sekaligus akan menimbulkan
berbagai permasalahan-permasalahan baru :
Pada
penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan terdapat kekuatan dan kelemahan. Kekuatan KTSP adalah sebagai sarana untuk
mengembangkan kreativitas sekolah dan sarana mengembangkan keunggulan lokal
yang dapat mendorong terjadinya proses “globalisasi lokal” di Indonesia. Sedangkan
Kelemahan KTSP adalah meninggalkan celah besar dalam upaya pencapaian standar
lulusan dan standar kelulusan.
Dengan
membandingkan dengan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan atau lebih dikenal
dengan kurikulum merdeka kelebihan atau keunggulan bahwa dalam proses
pembelajaran akan lebih maksimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk
mendalami konsep dan memperkuat kompetensinya. Guru bisa lebih leluasa memilih
metode dan perangkat ajar.Kurangnya SDM dan sistem belum terstruktur. Sedang Karena Kurikulum
Merdeka ini masih baru, belum matang persapannya sehingga tentu pastinya
pihak Pemerintah harus melakukan sosialisasi terlebih dahulu dan memerlukan
persiapan yang matang. Hal ini bertujuan agar mempunyai sistem yang terstruktur
dan sistematis
Dalam
essensinya secara prinsip bahwa perbedaan K.13 (KTSP) dan Kurikulum merdeka
bahwa Pembelajaran Kurikulum 2013 umumnya hanya terfokus pada
intrakurikuler (tatap muka), sementara pembelajaran Kurikulum Merdeka menggunakan
paduan pembelajaran intrakurikuler (70-80% dari JP) dan kokurikuler (20-30% JP)
melalui proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Perbedaan
kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka yang mencolok memang sudah dirasakan oleh
banyak pelajar. Lantas apa perbedaan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka? Yuk
simak penjelasannya di bawah ini:
1. Kerangka Dasar
Bedanya
kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka yang pertama yakni mengenai kerangka
dasar. Landasan utama dari kurikulum 2013 ialah tujuan Sistem Pendidikan
Nasional dan Standar Nasional pendidikan.
Sementara
itu, kurikulum merdeka lebih menekankan mengenai pengembangan profil pelajar
pancasila khususnya pada peserta didik.
2. Kompetensi yang dituju
Pada
kurikulum 2013, kompetensi disusun dalam bentuk Kompetensi Dasar (KD) juga
Kompetensi Inti sebagai suatu penilaian. Aspek tersebut seperti sikap sosial,
sikap spiritual, pengetahuan juga keterampilan.
Kemudian
terkait kompetensi yang dituju merdeka belajar dan capaian pembelajaran akan
disusun per fase dimana dinyatakan dalam bentuk paragraf yang memuat
pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam mencapai, menguatkan, juga meningkatkan
kompetensi.
3. Struktur Kurikulum
Pada
kurikulum 2013, jam pembelajaran atau yang disingkat JP akan diatur selama
seminggu. Aturan alokasi waktu pembelajaran ini akan dibahas secara rutin dalam
setiap minggunya pada setiap semester.
Dengan
demikian, peserta didik akan memperoleh nilai hasil belajar untuk setiap
semester yang telah dilakukannya. Sementara kurikulum merdeka ini struktur
pembelajaran terbagi menjadi dua yakni pembelajaran reguler atau pembelajaran
rutin (kegiatan intrakurikuler).
Kemudian
yang kedua yakni mengenai projek penguatan profil pancasila sebagai
pengembangan jiwa berkarakter pancasila pada peserta didik saat ini.
4. Pembelajaran
Pada
kurikulum 2013, pendekatan pembelajaran ialah pendekatan secara saintifik dan
berlaku untuk semua mata pelajaran. Sementara pada pembelajaran kurikulum
merdeka belajar lebih menguatkan pembelajaran yang berbeda sesuai dengan
tahapan capaian dari peserta didik.
5. Penilaian
Perbedaan
selanjutnya yakni pada kurikulum 2013 akan dibagi terkait penilaian pada aspek
sikap, keterampilan, juga pengetahuan. Sementara pada kurikulum yang baru yakni
kurikulum merdeka ada pemisahan terkait penilaian sikap, keterampilan, dan
pengetahuan.
6. Perangkat Ajar yang Disediakan oleh Pemerintah
Terkait
dengan perangkat ajar, maka kurikulum 2013 biasanya menggunakan buku teks atau
buku cetak diberikan pada sekolah-sekolah sebagai bahan pembelajaran. Sementara
pada kurikulum merdeka belajar, sumber belajar bisa menggunakan banyak sumber
yang terdapat di sekitar baik teks bisa juga non teks yang didapatkan selama
pembelajaran.
B. Langkah Pemecahan Masalah
Solusi
Menghadapi Kendala Kurikulum Merdeka
Kebijakan
Kurikulum Merdeka di dunia pendidikan dihadapkan dengan berbagai polemik dan
kendala karena dianggap trasformatif. Pro kontra pun bermunculan sehingga bagi
sebagian besar guru perubahan ini dirasakan cukup berat dan memerlukan adaptasi
yang tidak sebentar. Penulis juga sebagai guru merasakan hal sama karena baru
saja kami beradaptasi dengan kurikulum 2013 sekarang kami harus segera dengan
sikap sempurna beradaptasi lagi dengan program baru.
Perubahan
sebenarnya memiliki manfaat yang besar bagi kelangsungan proses pendidikan.
Perubahan akan membentuk karakter yang dinamis dan mengikuti sesuai
perkembangan zaman. Hanya guru yang memiliki karakter seorang pemimpinlah yang
akan mampu menghadapi perubahan. Guru yang memiliki personality,
behaviour, dan the sence of power tidak akan tertinggal karena
bergerak secara inovatif, mampu bertahan, dan lentur dalam menyesuaikan diri
menyambut perubahan. Berdasarkan permasalahan di atas maka penulis mengidentifikasi
5 sasaran kerja pokok yang menjadi permasalahannya dan memberikan beberapa
solusi dalam menghadapi kendala Kurikulum Merdeka. Lima sasaran kerja yang
diidentifikasi adalah : digital lietrasi, explore referensi,akses pembelajaran,
manajemen waku dan skill yang memadai. Hal ini yang menjadi bahan dalam upaya
peningkatan kompetensi terutama kompetensi guru. Meskipun demikian tidak
terlepas dengan factor-faktor lain pada komponen yang ada di sekolah, perlu
mengintegrasikan dan memberikan pemaparan secara komprehensif.
Oleh karena itu secara rasional solusi menghadapi
kendala Kurikulum Merdeka melalui program:
1. Digital Literacy
Solusi
minimnya wawasan mengenai kurikulum merdeka adalah dengan cara searching berbagai
macam informasi baik di media sosial maupun melalui internet. Sumber yang
aktual dan terpercaya, tidak copy paste, dan biasakan menulis referensi. Perluas
komunitas para pegiat literasi untuk menyerap informasi lebih cepat dan detail.
Telaah dan lakukan library reseach lalu tuangkan dalam
bentuk tulisan agar ilmu yang sedikit bisa menjadi wawasan bagi mereka yang
membutuhkan sehingga nilai manfaat akan jauh lebih efektif dan efisien.
2. Explore Referensi
Guru
merdeka memiliki karakter kreatif, inovatif, dinamis, dan solutif. Buku teks
yang ada di perpustakaan tidak akan memberikan solusi untuk program baru yang
setiap harinya terus berubah sesuai perkembangan zaman.Salah satunya adalah Google
scholar bisa menjadi alternatif untuk memecahkan masalah perihal
referensi mengenai kurikulum merdeka. Alternatif lain adalah file
searching dari berbagai sumber misalnya dari komunitas yang sering
mengikuti pelatihan, seminar, workshop, atau webinar Nasional.
3. Akses Pembelajaran
Lembaga
pendidikan hendaknya memfasilitasi warga belajar yang memiliki keterbatasan
dalam menjangkau akses digital dan jaringan internet untuk mempermudah guru
dalam mengembangkan sarana dan prasarana yang berkaitan dengan pembelajaran.
Metode pembelajaran tatap muka maupun daring keduanya membutuhkan jaringan yang
kuat untuk mewujudkan dan memerangi kendala yang selama ini dihadapi oleh guru.
Kesulitan yang dihadapi oleh peserta didik pun akan menjadi jalan keluar yang
efektif ketika sekolah menyediakan fasilitas lengkap bagi guru maupun peserta
didik.
4. Manajemen Waktu
Guru
merdeka mampu belajar dalam waktu yang cukup untuk menghadapi sebuah perubahan.
Kemampuan yang optimal ketika bergerak dan mencari cara yang inovatif dalam
pembelajaran. Tugas dan tanggung jawab guru akan terasa ringan saat guru mampu
mengatur waktunya sebaik mungkin terutama dengan kesibukan atau masalah lain
yang sedang dihadapi. Manajemen waktu adalah salah satu kunci utama bagi guru dalam
memecahkan masalah trasformasi kurikulum merdeka.
5. Skill yang Memadai
Meningkatkan
kualitas pengetahuan atau kompetensi yang dimiliki guru akan mempermudah jalan
dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Menguasai dan menerapkan keterampilan dasar
sesuai dengan kebutuhan di era digital seperti Ms. Word, pdf,
ppt,exel memiliki email, menulis di media digital,
trasformasi administrasi digital, dan lain sebagainya. Guru sebagai ujung
tombak terdepan dari berbagai perubahan tersebut maka harus siap mengambil berbagai
supaya dan berani belajar atau mencoba sesuatu yang baru sesuai dengan
perkembangan zaman. Guru yang mampu beradaptasi dengan cepat akan mampu
menyiapkan peserta didik menjawab tantangan di masa yang akan datang.
BAB III
PROGRAM RENCANA SASARAN KERJA
Untuk
merealisasikan rencana kerja menggunakan regulasi dengan paparan sasaran,
rincian program, dan jenis program sebagai berikut :
SASARAN I
Sasaran :
Guru dan Peserta Didik.
Rincian Program :
1.
Membuat
program pembinaan
2.
Melaksanakan
kegiatan pembinaan minat dan budaya membaca, pembekalan nilai nilai penting
dalam literasi
3.
Melakukan
monitoring dan pelaporan
Jenis Program : Digital
Literacy
Teknologi
dan dunia digital adalah dua hal yang harus dikuasai ketika kamu ingin masuk
dalam dunia kerja. Kedua hal tersebut telah terintegrasi dalam berbagai macam
hal, mulai dari proses komunikasi, hingga pengambilan keputusan. Jadi akan
sangat disayangkan jika kamu tidak memiliki pemahaman akan hal ini. Nah, jika
kamu ingin sukses di dunia kerja, ada baiknya memahami hal yang satu ini dengan
lebih baik.
1.
Mengenal Digital Literacy yang
Sangat Penting
Kemampuan
untuk mengidentifikasi dan menggunakan teknologi dengan baik, kreatif, dan
kritis untuk berbagai macam hal adalah kemampuan yang biasa disebut dengan nama
digital literacy. Melek akan dunia digital menyiratkan jika kamu
memiliki keterampilan dan kemampuan di beberapa hal, beberapa diantaranya
adalah:
a. Mampu memahami dan menggunakan alat teknologi
b. Menemukan, menggunakan, dan mengevaluasi
informasi secara kritis
c. Mengkurasi sumber data dan media
d. Berkomunikasi, berkolaborasi, dan
berpartisipasi dalam lingkungan online
e. Mengelola identitas online kamu
f.
Menjaga
keamanan dan privasi pribadi kamu di dunia online
g. Membuat konten online
Jika
tingkat kefasihan literasi digital kamu terhadap bidang tertentu bagus, maka
hal ini secara tidak langsung juga akan menunjukan kefasihan kamu terhadap dengan
bidang tersebut. Tentu saja tingkat digital literacy anak sekolah dasar
akan berbeda dengan siswa perguruan tinggi.
Seorang
ahli komputer akan membutuhkan kefasihan tingkat tinggi, sedangkan penggiat
digital marketing harus fasih dalam komunikasi dan kolaborasi online dan
penggunaan media sosial. Keterampilan dan kemampuan yang dipahami dan digunakan
pada dunia pendidikan akan berbeda dengan yang digunakan di dunia kerja
nantinya. Tuntutan untuk bisa menguasai berbagai konteks sangat diperlukan demi
menghasilkan kinerja terbaik yang dibutuhkan oleh perusahaan.
Selain hal
di atas, tentu saja, kamu harus dapat menggunakan, mengevaluasi, dan berkreasi
menggunakan semua bentuk teknologi digital, seperti smartphone, laptop,
dan juga komputer. Lantas, skill apa saja yang dibutuhkan untuk bisa
dikategorikan sebagai seseorang yang “melek digital?”
2. Skill Yang Termasuk ke Dalam Digital Literacy
DL harus mampu memberikan
bekal pada 3 bidang kecakapan dan keterampilan:
1. Berpikir Kritis
Berpikir kritis dalam bentuk yang paling
dasar adalah mengenai kemampuan berpikir untuk diri sendiri, menganalisis dan
mengevaluasi informasi serta argumen, mampu melihat pola dan koneksi, dan
mengidentifikasi dan membangun informasi yang bermakna. Kemampuan ini akan
membantu kamu menentukan mana yang hoax dan mana yang nyata.
2. Adaptabilitas
Teknologi akan terus berkembang. Artinya, akan
ada banyak perubahan baru dalam jangka waktu yang singkat. Jika tidak bisa
beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di dunia teknologi, maka kamu akan
kesusahan dalam menjalankan berbagai macam tugas nantinya.
3. Komunikasi
Kehadiran dunia digital seakan-akan
mempersempit jarak ruang dan waktu. Kamu bisa dengan mudah menghubungi orang
yang berada di negara lain tanpa perlu melalui perjalanan yang panjang.
Semuanya bisa dilakukan dari genggaman tangan saja. Namun untuk bisa
berkomunikasi dengan efektif menggunakan dunia digital bukan lah hal yang
mudah. Selain menguasai perangkat, kamu juga harus paham tata krama di dunia online,
sehingga percakapan yang terjadi bisa berlangsung dengan efektif.
Keterampilan dan kemampuan literasi digital
kamu haruslah dipelihara agar bisa tumbuh, hal ini haruslah ditingkatkan
melalui pembelajaran agar bisa digunakan sesuai dengan tujuannya. Jika kamu
ingin lebih "melek" terhadap dunia digital, mungkin caranya adalah
dengan meningkatkan kemampuan kamu dalam sebuah bidang yang erat hubungannya
dengan dunia digital. Yuk kunjungi MyEduSolve
dan ambil sertifikasi bertaraf internasional seperti Adobe, Microsoft, Project
Management Institute maupun IT Specialist agar bisa meningkatkan kemampuan dan
memvalidasi skill-mu karena digital literacy adalah kemampuan yang harus
kamu miliki untuk siap menghadapi dunia kerja
SASARAN II
Sasaran :
Peserta Didik Dan Guru
Rincian program : penguatan wawasan dengan
menjelajahi bahan bacaan
1.
Untuk
Memperkuat Pernyataan
2.
Untuk
Menambah Wawasan Pembaca
3.
Untuk
Menghindari Plagiarisme
4.
Sebagai
Bentuk Penghargaan pada Karya Orang Lain
Rincian Program :
1.
Membuat
program penjelahan bahan bacaan
2.
penjadwalan
pembinaan
3.
Mengadaan
barang/buku
4.
Membuat
laporan
Jenis kegiatan : (deskripsi)
1.
Untuk
Memperkuat Pernyataan
Dengan adanya referensi tambahan yang mendukung
argumen, suatu penelitian akan memiliki landasan dan dasar yang kuat. Sehingga,
akan dianggap lebih meyakinkan dan bisa bisa dipertanggungjawabkan.
2. Untuk Menambah Wawasan Pembaca
Referensi juga bisa menjadi informasi di luar
pembahasan yang dilakukan peneliti atau penulis. Dalam hal ini, bagi pembaca keberadaan
referensi bisa menjadi informasi tambahan yang menambah wawasan.
3. Untuk Menghindari Plagiarisme
Referensi menjadi sumber informasi sekaligus hak kekayaan
intelektual dari penulis. Oleh sebab itu, saat mencantumkan karya orang lain
sebagai referensi, penulis harus mencantumkan sumber agar terhindar dari
tuduhan plagiat.
4. Sebagai Bentuk Penghargaan pada Karya Orang Lain
Masih berkaitan dengan tujuan yang ketiga, seorang
penulis dan peneliti telah menghabiskan waktu, pikiran, dan tenaga dalam
membuat sebuah karya. Maka dari itu, mencantumkan karya tersebut sebagai suatu
referensi bisa dianggap sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi.
SASARAN III
Sasaran : Kepala Sekolah,guru, Operator dan Peserta Didik
Rincian Program :
Memberikan fasilitas dan sarana Akses
Pembelajaran
dengan
menggunakan langkah:
1.
Pendataan siswa sesuai dengan kemampuan dan minat
2.
Menyiapkan fasilitas pembelajaran
3.
Menyusun program, jadwal, materi kegiatan, melaksanakan kegiatan
4.
Melakukan evaluasi dan pelaporan
5.
Evaluasi program
6.
Mengadakan monitoring
Jenis kegiatan :
Jenis kegiatan dalam akses pembelajaran
dapat dideskripsikan sebagai berikut :
Akun
Pembelajaran diberikan kepada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan
dari berbagai satuan Pendidikan. Dengan Akun Pembelajaran, bisa mengakses
berbagai kebutuhan kegiatan belajar mengajar. Mulai dari mengakses platform
Kemdikbudristek sampai beragam aplikasi yang akan memudahkan kegiatan belajar
mengajar, baik secara tatap muka ataupun jarak jauh.
Cara untuk mendapatkan akun pembelajaran untuk
sekolah adalah:
- Untuk Operator Satuan Pendidikan
1)
Buka
laman pd.data.kemdikbud.go.id,
lalu login
2)
Klik
tombol "Unduh Akun", pilih "Peserta Didik" atau
"PTK" untuk mengunduh file csv berisi nama akun (user ID) dan akses
masuk akun (password) Akun Pembelajaran untuk pengguna di satuan pendidikan
Anda
3)
Buka
file csv yang sudah diunduh, lalu berikan informasi akun (user
ID dan password) kepada pengguna yang bersangkutan secara pribadi
- Untuk Siswa, Guru, dan Tenaga Kependidikan
1)
Dapatkan
nama akun (user ID) dan akses masuk akun (password) Akun Pembelajaran dari
Operator Satuan Pendidikan di sekolah Anda
2)
Buka
halaman mail.google.com,
lalu masukkan nama akun (user ID) dan akses masuk akun (password) yang Anda
dapatkan
3)
Anda
akan diminta untuk menyetujui syarat dan ketentuan penggunaan Akun Pembelajaran
lalu mengganti akses masuk akun (password) Akun Pembelajaran Anda
4)
Selamat!
Anda sudah dapat menggunakan Akun Pembelajaran baru Anda
Selain
mendapatkan data akun belajar.id dari operator sekolah, pendidik dan peserta
didik juga bisa mendapatkan akun secara mandiri melalui website
belajar.id.
- Cara Mendapatkan Akun Belajar.id Untuk Pendidik dan Peserta Didik
1) Buka halaman https://belajar.id/
2) Masukkan data-data berikut:
Nama Lengkap
Nama Ibu Kandung
Tipe Pengguna, pilih Peserta Didik atau Pendidik
Tanggal Lahir
Nomor Pokok Satuan Pendidikan Nasional (NPSN)
3) Klik tombol “Periksa Akun Pembelajaran”
4) Berikutnya Anda akan mendapatkan informasi apakah
Akun Pembelajaran sudah tersedia atau belum. Berikut beberapa kondisi yang
mungkin temui:
Akun tersedia dan sudah aktif
Apabila akun Anda tersedia dan sudah aktif, artinya
Anda sudah bisa menggunakan Akun Pembelajaran Anda untuk mengakses berbagai
aplikasi pembelajaran.
- Akun tersedia, namun belum aktif
Apabila akun Anda tersedia namun belum aktif,
silakan ikuti langkah berikut:
a. Kirim detail akun ke email
pribadi yang terdaftar apabila belum pernah mendapatkan password dengan klik "Kirim
detail akun ke email pribadi saya", Anda akan mendapatkan informasi
berupa akun (User ID) dan kata sandi (password). Pendidik dan Tenaga
Kependidikan juga dapat mengirimkan informasi akun ke nomor handphone yang
terdaftar dengan klik "Kirim SMS detail akun ke nomor saya".
b.
Cek akun (User ID) dan kata sandi (password)
pada email pribadi atau nomor handphone Anda yang terdaftar.
c.
Lakukan aktivasi akun secara mandiri melalui Gmail
Akun tidak ditemukan
Apabila akun belum
tersedia/tidak ditemukan, silakan pastikan kembali data yang dimasukkan pada
saat pemeriksaan sudah sesuai.
Jika Akun Pembelajaran tetap tidak ditemukan, maka
disilakan lakukan pemeriksaan status Akun Pembelajarannya ke Operator
Satuan Pendidikan (Operator Sekolah) .
SASARAN IV
Sasaran : semua warga sekolah
Rincian Program :
Manajemen Waktu
Upaya mengatur waktu yang tepat, efektif dan
efisien, serta terkendali
Rincian program :
- Membuat
Jadwal Kegiatan Harian.
- Mengontrol
Diri. Agenda Tugas
- Menentukan
Prioritas.
- Hindari
Kebiasaan Menunda Pekerjaan.
- Disiplin
dan Konsisten.
- Buat
Suasana Nyaman.
- Membuat
Ringkasan.
- Berusaha
dapat meahami dan bukan menghafal.
Deskripsi manajemen waktu :
Pada
prinsipnya bahwa Manajemen waktu adalah suatu proses untuk melakukan
kontrol atas waktu dengan batas tertentu untuk melakukan tugas
tertentu. Manajemen waktu adalah kemampuan untuk merencanakan dan
menggunakan waktu semaksimal mungkin.
Kemampuan untuk
fokus dan memprioritaskan sebuah tugas adalah kunci bagi siapapun yang ingin
mempertahankan produktivitas di manapun. Masing-masing dari kita tentunya
memiliki tugas-tugas yang ingin dan harus dikerjakan dalam beraktivitas sehari-hari.
Untuk mencapai goal dari tugas-tugas yang dikerjakan, kita harus paham mengenai
manajemen waktu. Manajemen waktu adalah suatu proses untuk melakukan kontrol
atas waktu dengan batas tertentu untuk melakukan tugas tertentu. Manajemen
waktu adalah kemampuan untuk merencanakan dan menggunakan waktu semaksimal
mungkin.
Menurut hukum
Pareto 20/80, 20% adalah waktu yang digunakan untuk bekerja secara efisien,
sedangkan eighty% nya tidak. Lalu kenapa hanya 20% saja yang efektif? Dan
bagaimana cara meningkatkan efektifitas waktu yang digunakan? Berdasarkan hukum
Pareto, jika semakin banyak waktu kerja yang efektif, maka semakin banyak pula
pekerjaannya. Namun hal ini dinilai tidak benar, banyaknya dan kualitas tugas
yang dikerjakan dipengaruhi oleh profesionalisme, kualifikasi, dan pengalaman.
Untuk mencapai efisiensi yang baik, perlu landasan yang kokoh seperti, motivasi
yang tinggi dan juga minat.
Managemen Waktu sendiri juga dapat diartikan
sebagai ilmu dimana manusia dapat menggunakan waktu secara berdaya guna dan berhasil
guna yang dapat Grameds pelajari pada buku Manajemen Waktu:
Filosofi-Teori-Implementasi.
Karakteristik
manajemen waktu yang sukses
1. Evaluasi
Luangkan beberapa hari untuk mencatat waktu yang telah
digunakan untuk mengerjakan tugas sehari-hari. Tentukan apa yang ingin dicapai,
kemudian tandai aktivitas yang tidak termasuk dalam kategori tersebut. Catat
apa saja yang mengganggu atau menghalangi dalam pencapaian tujuan secara tepat
waktu. Catat juga tugas-tugas yang bisa disederhanakan untuk menghemat waktu.
Manajemen waktu ini juga dapat kita mulai sejak
dini, dimana pada anak-anak yang memiliki manajemen waktu yang baik akan
terbawa hingga nantinya dia dewasa. Melalui buku Aku Cerdas Mengelola Waktu,
Grameds dapat mempelajari manajemen waktu yang baik melalui berbagai kisah yang
bertemakan cara mengelola waktu.
2. Rencana dan
prioritas
Luangkan waktu di awal hari dan di malam hari
setiap hari untuk membuat rencana dengan memprioritaskan tugas berdasarkan
tujuan yang ingin dicapai. Jika ada proyek besar, bagi menjadi proyek-proyek
kecil supaya tidak kewalahan. Bawalah kemanapun agenda atau jadwal agar tetap
fokus dan ingat dengan hal-hal yang ingin dikerjakan. Ketika di penghujung hari
ada tugas yang belum selesai, jangan panik. Pindahkan tugas yang belum selesai
ke hari berikutnya.
Dengan begitu, kamu dapat memiliki panduan dalam
aktivitas keseharian yang kamu kerjakan sehingga waktu yang ada tidak terbuang
percuma. Dengan mengelola waktu yang kamu miliki menandakan bahwa ada tujuan
yang ingin dicapai, sehingga pencapaian tujuan tersebut menuju kesuksesan akan
lebih mudah diraih. Seperti halnya yang dibahas pada buku Manage Your Time For
Success, Cerdas Mengelola Waktu Untuk Mencapai Sukses.
3. Eliminasi
pencurian waktu
Hapus gangguan-gangguan yang mengganggu
produktivitas keseharian kamu. Jadwalkan beberapa waktu untuk menjawab email,
membalas panggilan telepon atau sms. Kecuali jika ada panggilan darurat
terjadi. Hal ini untuk menghindari gangguan oleh panggilan dan pesan yang
datang sepanjang hari. Hindari juga menyelam ke dalam media sosial di saat jam
kerja. Kurangi mengobrol dengan rekan kerja supaya tujuan yang ingin kamu capai
bisa terwujud.
4. Delegasi
Jika ada proyek yang besar, delegasikan tugas
kepada bawahan atau rekan kerja. Hal ini memungkinkan rekan kerja atau bawahan
kamu mempelajari keterampilan baru, selain itu hal ini juga tidak akan
menghabiskan waktu kamu seharian. Jika ada rekan kerja atau bawahan yang siap
membantu, jangan tolak, terima bantuan tersebut untuk menghemat waktu.
5. Katakan tidak
Belajarlah untuk mengatakan tidak dengan cara yang
sopan. Hal ini berlaku untuk menolak pekerjaan atau aktivitas tambahan yang
tidak sesuai dengan tujuan kamu. Bergabung dengan teman-teman hanya karena
merasa tidak enak dapat menghabiskan waktu berharga kamu yang lebih baik
digunakan untuk mengerjakan tugas-tugas penting.
6. Rehat
Beristirahat merupakan hal yang penting bagi setiap
manusia. Buatlah jadwal untuk beristirahat dan menjernihkan pikiran. Rencanakan
olahraga yang teratur dan masukkan ke dalam rutinitas harian atau mingguan kamu
supaya tetap sehat dan bugar. Konsumsi juga makanan-makanan yang sehat dan
hindari junk food yang bisa menyebabkan lesu dan kurang fokus. Berhentilah
bekerja jika sudah merasa lelah, jangan sampai pekerjaan juga memakan waktu
istirahat kita yang berharga.
SASARAN V
Sasaran :
Guru
Rincian program : Skill yang Memadai
Empat kompetensi
guru perlu dipahami dan dihayati bagi setiap guru maupun calon guru.
Dengan penguasaan kompetensi pedagogis, kepribadian, sosial dan
profesional maka guru dapat melakukan hal yang semestinya dilakukan guru yang
tentunya sangat dibutuhkan oleh peserta didik
Rincian Program :
Cita-cita ini sangat mulia, disamping dapat berbagi
ilmu kita juga bisa terus belajar dari aktivitas mengajar. Menjadi seorang guru
memang bukan hal yang mudah, karena seorang guru dituntut memiliki beberapa
standar kompetensi sebagai pengajar.
Guru tak hanya mengajarkan berbagai ilmu, tapi juga
harus mengurusi beberapa murid di dalam kelas meskipun dalam waktu yang
ditentukan. Sebagai guru tentunya sukar untuk memenuhi kebutuhan seluruh murid
yang berbeda satu sama lain.
Peraturan Pemerintah Dalam Standar Kompetensi Guru,
meski guru sudah berusaha sebaik mungkin, tak jarang ditemukan kritik atas
kinerjanya. Tentunya guru sudah berniat dari awal untuk bekerja secara
profesional dan menjadi guru yang kompeten. Kendati demikian, bisa jadi terdapat
beberapa hal yang terlewati sehingga mempengaruhi kinerja guru.
Menghadapi berbagai permasalahan tersebut guru tidak
perlu khawatir, agar tujuan awal bisa tercapai, guru dapat mengikuti peraturan
yang ditetapkan oleh pemerintah. Khususnya pada Undang-Undang Nomor 14 tahun
2005, dimana guru dan dosen pada ayat 10 1 disebutkan bahwa "Kompetensi
guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 Kompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh
melalui pendidikan profesi.
Kompetensi yang disebutkan dalam UU No. 14 Tahun
2005 ini merupakan standar kompetensi yang wajib dimiliki guru agar para guru
dapat mengajar dengan baik dan benar. Deskripsi tentang standar kompetensi guru
sebagai berikut;
1.Kompetensi Pedagogik
Kompetensi ini merupakan kemampuan atau
keterampilan guru dalam mengelola proses pembelajaran atau interaksi belajar
mengajar dengan peserta didik. Dalam kompetensi ini terdapat 7 aspek yang wajib
dikuasai, diantaranya;
1) Karakteristik para peserta didik
2) Teori belajar serta prinsip pembelajaran yang
mendidik
3) Pengembangan kurikulum
4) Pembelajaran yang mendidik
5) Pengembangan potensi para peserta didik
6) Cara berkomunikasi
7) Penilaian dan evaluasi belajar
2. Kompetensi Kepribadian
Kompetensi berikutnya tentang kepribadian yang
berkaitan dengan karakter guru dan wajib dimiliki agar menjadi teladan bagi
para peserta didik. Selain itu, para guru juga harus mampu mendidik para
muridnya agar membantu mereka memiliki kepribadian yang baik Terdapat beberapa
kepribadian yang harus dimiliki guru antara lain;
1)
Kepribadian
yang stabil, bertindak sesuai dengan norma sosial dan bangga menjadi guru.
2)
Kepribadian
yang dewasa menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan
memiliki etos kerja sebagai guru.
3)
Kepribadian
yang arif menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik, sekolah
dan masyarakat dan menunjukkan keterbukaan dalam berpikir serta bertindak.
4)
Kepribadian
yang berwibawa meliputi perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta
didik dan memiliki perilaku yang disegani.
5)
Berakhlak
mulia meliputi bertindak sesuai dengan norma religius dan memiliki perilaku yang
diteladani peserta didik.
3. Kompetensi Profesional
Kompetensi ini adalah kemampuan atau keterampilan
yang harus dimiliki guru agar tugas-tugas perguruan dapat diselesaikan dengan
baik dan benar. Keterampilan ini berkaitan dengan hal-hal teknis serta berkaitan
langsung dengan kinerja guru. Indikator kompetensi ini adalah;
1)
Menguasai
materi pelajaran yang diampu, meliputi struktur pelajaran, konsep pelajaran dan
pola pikir keilmuan materi tersebut.
2)
Menguasai
standar kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), dan tujuan pembelajaran dari
pelajaran yang diampu.
3)
Mampu
mengembangkan materi pelajaran dengan kreatif sehingga bisa memberi pengetahuan
reflektif demi mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan.
4)
Mampu
memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran
serta pengembangan diri.
4. Kompetensi Sosial
Ini merupakan kompetensi kemampuan guru dalam
berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan, orang
tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Kemampuan ini meliputi;
1)
Bertindak
objektif, tidak diskriminatif berdasarkan jenis kelamin, agama, ras, kondisi
fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial keluarga.
2)
Berkomunikasi
secara efektif, empatik, dan santun kepada sesama pendidik, tenaga kependidikan,
orang tua atau wali peserta didik dan masyarakat sekitar.
3)
Beradaptasi
di tempat bertugas di seluruh wilayah RI yang memiliki keragaman sosial budaya.
4)
Berkomunikasi
dengan lisan maupun tulisan.
Demikian beberapa standar kompetensi yang wajib
dimiliki oleh guru. Pada umumnya, untuk menentukan seorang guru kompeten,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menyelenggarakan Uji Kompetensi Guru
(UKG), untuk menguji kompetensi pedagogik dan profesional.
Kemudian hasil dari UKG akan menunjukkan penguasaan
kompetensi guru sehingga dapat digunakan oleh pemerintah sebagai bahan
pertimbangan dalam menjalankan program pembinaan dan pengembangan profesi guru.
Hal ini merupakan salah satu syarat setiap sekolah terbaik untuk memiliki guru
dengan standar kompetensi yang dianjurkan pemerintah,
BAB VI
PENUTUP
Dari paparan program peningkatan kompetensi guru di SMP
Negeri 2 Slahung dapat di simpulkan bahwa lima sasaran kerja mliputi digital lietrasi, explore referensi,akses
pembelajaran, manajemen waku dan skill yang memadai. Hal ini yang menjadi bahan
dalam upaya peningkatan kompetensi terutama kompetensi guru
1.
Digital Literacy adalah kemampuan yang biasa disebut dengan nama digital literacy, sehingga mampu memahami dan menggunakan alat teknologi, menemukan,
menggunakan, dan mengevaluasi informasi secara kritis, mengkurasi
sumber data dan media, berkomunikasi, berkolaborasi, dan berpartisipasi dalam lingkungan
online, mengelola identitas online, menjaga
keamanan dan privasi pribadi kamu di dunia online, membuat konten online
2. Explore Referensi menuntut guru merdeka memiliki
karakter kreatif, inovatif, dinamis, dan solutif melalui Google scholar, file searching dan mengikuti berbagai pelatihan, seminar,
workshop, atau webinar Nasional.
3.
Akses
Pembelajaran yang efektif ketika sekolah menyediakan fasilitas lengkap bagi guru maupun
peserta didik.
4. Manajemen Waktu adalah salah satu kunci utama bagi guru dalam memecahkan masalah
trasformasi kurikulum merdeka.
5. Skill yang Memadai
Adalah
menguasai dan
menerapkan keterampilan dasar sesuai dengan kebutuhan di era digital seperti Ms.
Word, pdf, ppt, xel memiliki email, menulis di media digital, trasformasi
administrasi digital sebagai
ujung tombak terdepan
dari berbagai perubahan agar mampu beradaptasi dengan cepat dan mampu menyiapkan peserta didik
menjawab tantangan di masa yang akan datang.
Rahman, M. S.,
Nurhayati, N., & Luawo, D. W. M. (2021). Persepsi Guru Terhadap Kebeijakan
Merdeka Belajar Tentang Penyederhaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Di
MTs Negeri 1 Manado. Journal of Islamic Education: The Teacher of
Civilization, 2(1).
Siregar, N.,
Sahirah, R., & Harahap, A. A. (2020). Konsep Kampus Merdeka Belajar di Era
Revolusi Industri 4.0. Fitrah: Journal of Islamic Education, 1(1),
141-157.
Susanty, S.
(2020). Inovasi pembelajaran daring dalam merdeka belajar. Jurnal
Ilmiah Hospitality, 9(2), 157-166.
Yamin, M., &
Syahrir, S. (2020). Pembangunan pendidikan merdeka belajar (telaah metode
pembelajaran). Jurnal Ilmiah Mandala Education, 6(1).
Komentar
Posting Komentar