ANALISIS KONTEKS MEMBEDAH RAPOR PENDIDIKAN DI ERA TRANSPARANSI BUDAYA SEKOLAH TAHUN 2023, SMPN 2 SLAHUNG

 


 

 


ANALISIS KONTEKS

MEMBEDAH RAPOR PENDIDIKAN DI ERA TRANSPARANSI BUDAYA SEKOLAH TAHUN 2023, SMPN 2 SLAHUNG

 

 

 

SMP NEGERI 2 SLAHUNG

NPSN 20510732

Jl. Raya Ponorogo-Pacitan Km 27 Wates Slahung Ponorogo

Kota/Provinsi Kab. Ponorogo, Prov. Jawa Timur

Info Akreditasi : A

 

 

PENDAHULUAN

 

Rasionaisasi

Analisis konteks merupakan sebuah dokumen yang akan dilakukan publikasi oleh sebuah satuan pendidikan yang akan memberikan gambaran terhadap rangkaian kinerja awal satuan pendidikan dengan tujuan untuk dapat memahami berbagai macam kegiatan analisis pada masing-masing Standar Nasional Pendidikan, Satuan pendidikan (dalam hal ini khusus SMPN 2 Slahung), untuk mendapatkan gambaran nyata tentang kondisi dan situasi sekolah.

Terkait dengan Rapor Pendidikan di SMPN 2 Slahung tahun 2023, melalui analisis ini ingin mendapatkan gambaran nyata tentang nilai-nilai dan mutu pendidikan yang dipaparkan secara jelas, transparan sebagai landasan dan rambu-rambu untuk menyusun program tindak lanjut yang lebih baik secara transparan sebagai budaya sekolah yang sehat dan maju.

Rapor Pendidikan adalah platform yang menyediakan data laporan hasil evaluasi sistem pendidikan sebagai penyempurnaan rapor mutu sebelumnya. Kebijakan evaluasi sistem pendidikan yang baru lebih menekankan pada orientasi terhadap mutu pendidikan dan sistem yang terintegrasi.

Rapor Pendidikan sebagai perekaman pelaksanaan Pendidikan dimaksudkan untuk mengukur indikator yang disusun berdasarkan input, proses, dan output pendidikan. Indikator tersebut diturunkan dari 8 Standar Nasional Pendidikan, yang selanjutnya di dalam rapor pndidikan di akumulasikan menjadi 6 komponen sebagai suatu perubahan berdasarkan konteks-konteks rekonstruksi Pendidikan secara asional.

Perekaman yang menghasilkan rapor Pendidikan bukan produk satuan Pendidikan atau satuan pendidikan tidak melakukan pengisian (input) data ke aplikasi, namun data diambil dari berbagai sistem dan sumber data yang sudah ada, seperti Dapodik, SIMPKB, ANBK , BPS, dan sumber lain yang relevan.

Fungsi fundamental Rapor Pendidikan dapat dijadikan sebagai:

1.       Referensi utama sebagai dasar analisis, perencanaan, dan tindak lanjut peningkatan kualitas pendidikan,

2.       Satu-satunya platform untuk melihat hasil Asesmen Nasional,

3.       Sumber data yang objektif dan handal di mana laporan disajikan secara otomatis dan terintegrasi,

4.       Instrumen pengukuran untuk evaluasi sistem pendidikan secara keseluruhan baik untuk evaluasi internal maupun eksternal,

5.       Alat ukur yang berorientasi pada mutu dan pemerataan hasil belajar (output),

6.       Platform penyajian data yang terpusat, sehingga satuan pendidikan tidak perlu menggunakan beragam aplikasi sehingga diharapkan dapat meringankan beban administrasi.

Rapor Pendidikan didasari oleh Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan yang kemudian diturunkan menjadi, Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2022 Tentang Evaluasi Sistem Pendidikan Oleh Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Dan Pendidikan Menengah

Palform Rapor Pendidikan adalah platform yang menyediakan data laporan hasil evaluasi sistem pendidikan sebagai penyempurnaan dari rapor mutu. Sistem evaluasi pendidikan yang baru lebih menekankan pada hasil mutu pendidikan dan faktor pendukung yang terintegrasi

Keuntungan-keuntungan Rapor Pendidikan dapat dijadikan sebagai:

1.       Referensi utama sebagai dasar analisis, perencanaan, dan tindak lanjut peningkatan kualitas pendidikan,

2.       Satu-satunya platform untuk melihat hasil Asesmen Nasional,

3.       Sumber data yang objektif dan andal di mana laporan disajikan secara otomatis dan terintegrasi,

4.       Instrumen pengukuran untuk evaluasi sistem pendidikan secara keseluruhan baik untuk evaluasi internal maupun eksternal,

5.       Alat ukur yang berorientasi pada mutu dan pemerataan hasil belajar (output),

6.       Platform penyajian data yang terpusat, sehingga satuan pendidikan tidak perlu menggunakan beragam aplikasi sehingga diharapkan dapat meringankan beban administrasi.

Teknik melakukan refleksi rapor Pendidikan dengan kegiatan perencanaan berbasis data (PBD), dapat dijelaskan bahwa satuan pendidikan dapat melakukan refleksi diri sebagai salah satu bagian perencanaan berbasis data, dengan cara:

1.       Mempelajari dan memverifikasi data dari satuan pendidikan,

2.       Mengevaluasi Rapor Pendidikan dengan kondisi riil, yaitu dengan melakukan pengamatan, melihat data dan diskusi dengan pemangku kepentingan di satuan pendidikan,

3.       Menganalisis kondisi satuan pendidikan, seperti bersama guru dan kepala satuan pendidikan, untuk melihat apakah kondisi satuan pendidikan sudah sesuai standar atau belum,

4.       Menyimpulkan permasalahan dan akar masalah yang dihadapi, berdasarkan analisis bersama dengan pemangku kepentingan di satuan pendidikan,

5.       Menyusun perencanaan berdasarkan hasil analisis terhadap permasalahan dan akar masalah yang sudah dilakukan.

Berdasarkan penalaran sebagai latar belakang sebagai gambaran umum maka dapat diidenttifikasi permasalahannya, tertertuang dalam ringkasan kondisi nyata di dalam rapor pendidikan SMPN 2 Slahung pada tahun 2023. Ringkasan Rapor Pendidikan ini menggunakaan perbandingan dari rapor yang sama pada tahun sebelumnya yaitu tahun 2022, dapat kami kutip sebagai berikut:

 

Iklim Kebinekaan SMP NEGERI 2 SLAHUNG mengalami peningkatan paling tinggi di antara indikator lain. Dari seluruh capaian tahun ini, Iklim Kebinekaan menjadi indikator dengan pencapaian terbaik. Meski demikian, Kualitas pembelajaran adalah indikator dengan pencapaian terendah, yang salah satunya disebabkan oleh rendahnya Metode pembelajaran. Salah satu contoh untuk memperbaiki hal ini melalui peningkatan kompetensi GTK dan kebijakan yang menunjang aktivasi kognitif. (sumber: ringkasan rapor Pendidikan SMPN 2 Slahung tahun 2023, kemendikbudristek RI, 2023)

Permasalahan penting yang muncul berdasarkan Rapor pendidikaan  SMPN 2 Slahung tahun 2023 sebagai berikut:

1.      Bagaimana situasi yang dihadapi oleh SMPN 2 Slahung saat ini tentang Kemampuan Literasi, Kemampuan Numerasi, Karakter, Iklim Keamanan Sekolah, Iklim Kebinekaan, dan Kualitas Pembelajaran dalam Rapor Pendidikan tahun 2023?

2.      Bagaimana mengartikan capaian masing-masing dari 6 komponen rapor pendidikan SMPN 2Slahung dalam Rapor Pendidikan tahun 2023?

3.       Bagaimana akar masalah masing-masing  dari 6 komponen rapor pendidikan SMPN 2Slahung dalam Rapor Pendidikan tahun 2023?

PEMBAHASAN

Pembahasan ini kami lakukan secara kronologis berdasarkan pada permasalahan sebagaimana data yang tersaji di rapor Pendidikan SMPN 2 Slahung, sebagai berikut:

1.      Situasi yang dihadapi oleh SMPN 2  saat ini tentang Kemampuan Literasi, Kemampuan Numerasi, Karakter, Iklim Keamanan Sekolah, Iklim Kebinekaan, dan Kualitas Pembelajaran dalam Rapor Pendidikan tahun 2023 dapat di paparkan sebagai berikut:

a.       Kemampuan literasi :

Rapor Pendidikan pada komponen Kemapuan literasi Baik, diberi blok warna hijau, dengan prosentase sebesar 88,89% siswa sudah mencapai kompetensi minimum. Dalam rapor pendidikan ditSMPN 2 Slahungi dengan symbol anak panah naik (   / arrow_upward), memahami kemampuan literasi baik tersebut memiliki kenaikan prosentasi capaian naik  sebesar 8,11% dari tahun 2022. Berdasarkan hasil hitung kenaikan dimaksud tentu dipengaruhi oleh berbagai factor di sekolah, diantaranya adalah factor, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, ketersediaan fasilitas yang ada di sekolah, factor strategi pembelajaran, pembiasaan dan kesadaran akan arti pentingnya belajar.

 

b.      Kemampuan Numerasi

Komponen Numerasi diblok warna kuning dengan pernyataan hasil kategori sedang, besaran angka prosentase capaian 66,67% artinya siswa sudah mencapai kompetensi minimum. Simbol yang muncul adalah strip datar (-/remove), bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya capaian tidak berubah dari tahun 2022. Maka dalam Kemampun numerasi di SMPN 2 Slahung dapat dinyatakan stagnan belum ada pergerakan progresif, meskipun tetap dalam capaian yang sama dengan tahun sebelumnya.

c.       Karakter

Komponen terkait dengan rapor pendidikan yang termasuk sangat penting adalah pendidikan karakter. Hasil rapor pendidikan tahun 2023 yang tercetak dalam karakter di SMPN 2 Slahung dinyatakan “Baik” (   / arrow_upward) dengan angka Capaian naik 4,23% dari tahun 2022.

d.      Iklim Keamanan Sekolah

Iklim keamanan sekolah meskipun masih di zona “baik” namun pada level kewaspadaan karena nilai prosentasenya turun dengan symbol anak panah ke bawah berwarna merah, capaian turun 7,36% dari tahun 2022. Kami menyatakan sementara dengan kewaspadaan karena cukup memprihatinkan dengan penurunan angka prosentase yang cukup drstis yaitu 7,36% jika dibandingkan dengn tahun 2022. Catatan sekolah adalah perlu sekali untuk membenahi terkait dengan iklim keamanan sekolah. Pernyataan sementara bahwa iklim keamanan sekolah meskipun capaiannya turu masih pada level baik dan zona aman.

e.       Iklim Kebhinekaan

Berbanding terbalik dengan Iklim keamanan sekolah, pada komponen Iklim kebinekaan, menggembirakan sekali hasil Rapor Pendidikan SMPN 2 Slahung, karena di tahun 2023 ini mengalami capaian kenaikan yang sangat signifikan yaitu Capaian naik 13,07% dari tahun 2022. Banyak faktor yang mempengaruhi capaian tersebut, akan terpaparkan di bagian pembahasan selanjutnya sampai ke akar permasalahannya.

f.        Kualitas Pembelajaran

Komponen ke-6 kualitas pembelajaran  berada di level terendah diantara 6 kompnen rapor Pendidikan. Hal ini cukup memprihatinkan dalam skala internal sekolah. Terlepas dari pertanyaan apa, siapa, mengapa yang menjadi factor penyebabnya ini adalah akumulasi dari berbagai factor yang ada di sekolah. Kualitas Pembelajaran berwarna kuning artinya sedang, siap-siap harus dibenahi, menjadi kewaspadaan, Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu tahun 2022, maka lebih rendah hasilnya dan turun 1,05% . Dua hal yang menjadi stern warning. Levelnya sedang warna kuning dan prosentasenya menurun.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar 1

Situasi kondisi 6 komponen rapen SMPN2 Slahung 2023

 

2.      Arti capaian masing-masing dari 6 komponen rapor pendidikan SMPN 2 Slahung dalam Rapor Pendidikan tahun 2023 dapat di paparkan sebagai berikut:( Sumber data: Asesmen Nasional (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi)

a.       Kemampuan literasi

Kemampuan Literasi adalah Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi beragam jenis teks (teks informasional dan teks fiksi).

Apa saja yang dinilai dari Kemampuan Literasi?

·         Kemampuan literasi peserta didik baik (88,89% siswa sudah mencapai kompetensi minimum) artinya Sebagian besar peserta didik telah mencapai batas kompetensi minimum untuk literasi membaca.

Skor capaian Kemampuan Literasi SMPN 2 Slahung tahun 2023 adalah  88,89, naik 8,11% dari tahun 2022 (skor 82,22).

Dibandingkan satuan Pendidikan yang lain, SMPN 2 Slahung termasuk Peringkat menengah atas (21-40%) di Kabupaten Ponorogo, Peringkat atas (1-20%) secara Nasional.

b.      Kemampuan Numerasi

Kemampuan Numerasi adalah Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan.

Apa saja yang dinilai dari Kemampuan Numerasi?

·         Kemampuan numerasi peserta didik.

Sedang (66,67% siswa sudah mencapai kompetensi minimum artinya 40% - 70% peserta didik telah mencapai kompetensi minimum untuk numerasi namun perlu upaya mendorong lebih banyak peserta didik dalam mencapai kompetensi minimum.

Skor capaian Kemampuan Numerasi SMPN 2 Slahung tahun ini 66,67, tidak berubah dari tahun 2022.

Dibandingkan satuan Pendidikan yang lain, SMPN 2 Slahung termasuk Peringkat menengah atas (21-40%) Kabupaten Ponorogo, SMPN 2 Slahung Peringkat atas (1-20%) secara Nasional

c.       Karakter

Karakter adalah Kecenderungan peserta didik dalam bersikap dan berperilaku berdasarkan nilai-nilai pelajar Pancasila yang mencakup beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, gotong-royong, kreativitas, nalar kritis, kebinekaan global, serta kemandirian.

Apa saja yang dinilai dari Karakter?

·         Karakter peserta didik secara holistik.

Baik artinya Peserta didik terbiasa menerapkan nilai-nilai karakter pelajar pancasila yang berakhlak mulia, bergotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis serta berkebinekaan global dalam kehidupan sehari hari.

Skor capaian Karakter SMPN 2 Slahung tahun ini 54,94, naik 4,23% dari tahun 2022 (skor 52,71).

Dibandingkan satuan Pendidikan yang lain, SMPN 2 Slahung termasuk

Peringkat menengah (41-60%) di Kabupaten Ponorogo, SMPN 2 Slahung Peringkat menengah atas (21-40%) secara Nasional.

 

d.      Iklim Keamanan Sekolah

Iklim Keamanan Sekolah adalah Kondisi satuan pendidikan yang kondusif yang memberikan rasa aman (secara fisik dan psikologis), seperti tidak adanya perundungan dan hukuman fisik.

Apa saja yang dinilai dari Iklim Keamanan Sekolah?

·         Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

Baik artinya Satuan pendidikan memiliki lingkungan sekolah yang aman, terlihat dari kesejahteraan psikologis yang baik dan rendahnya kasus perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, dan penyalahgunaan narkoba. Satuan pendidikan dapat mempertahankan kualitas warga sekolah dalam mencegah dan menangani kasus untuk menciptakan iklim keamanan di lingkungan sekolah.

Skor capaian Iklim Keamanan Sekolah Anda tahun ini 69,99, turun 7,36% dari tahun 2022 (skor 75,55).

Dibandingkan satuan Pendidikan yang lain, SMPN 2 Slahung  termasuk Peringkat menengah atas (21-40%) di Kabupaten Ponorogo, Peringkat menengah atas (21-40%) secara Nasional

 

e.       Iklim Kebhinekaan

Iklim Kebinekaan adalah Kondisi sekolah yang menunjukkan adanya sikap dan perilaku kepala sekolah dan guru dalam menerapkan toleransi agama dan budaya serta komitmen kebangsaan.

Apa saja yang dinilai dari Iklim Kebinekaan?

·         Toleransi agama/kepercayaan dan budaya di lingkungan sekolah serta komitmen kebangsaan warga sekolah dalam wujud kesetiaan dan kebanggaan terhadap bangsa.

Baik artinya Satuan pendidikan sudah mampu menghadirkan suasana proses pembelajaran yang menjunjung tinggi toleransi agama/kepercayaan dan budaya; mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas; mendukung kesetaraan agama/kepercayaan, dan budaya; serta memperkuat nasionalisme.

Skor capaian Iklim Kebinekaan SMPN 2 Slahung tahun ini 68,93, naik 13,07% dari tahun 2022 (skor 60,96).

Dibandingkan Satuan pendidikan lain, SMPN 2 Slahung termasuk Peringkat menengah atas (21-40%) di Kabupaten Ponorogo dan Peringkat atas (1-20%) secara Nasional

f.        Kualitas Pembelajaran

Kualitas Pembelajaran adalah

Kualitas pengelolaan kelas dan penyelenggaraan pembelajaran interaktif yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa.

Apa saja yang dinilai dari Kualitas Pembelajaran?

·         Mutu dan relevansi pembelajaran secara holistik.

Sedang artinya Pembelajaran mengarah pada peningkatan kualitas yang ditunjukkan dengan suasana kelas yang mulai kondusif dan adanya dukungan afektif serta aktivasi kognitif dari guru.

Skor capaian Kualitas Pembelajaran SMPN 2 Slahung tahun ini 59,55, turun 1,05% dari tahun 2022 (skor 60,18).

Dibandingkan Satuan Pendidikan yang lain, SMPN 2 Slahung termasuk Peringkat menengah (41-60%) di Kabupaten Ponorogo, Peringkat menengah (41-60%) secara Nasional.

 

3.      Akar masalah masing-masing  dari 6 komponen rapor pendidikan SMPN 2 Slahung dalam Rapor Pendidikan tahun 2023 dapat di paparkan sebagai berikut:

a.       Kemampuan literasi

Akar Masalah dari Kemampuan Literasi adalah

1)      Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi beragam jenis teks (teks informasional dan teks fiksi). 

2)      Persebaran peserta didik SMPN 2 Slahung berdasarkan level kemampuan literasi, yaitu 24% mahir, 64% cakap, 9% mendasar, 2% perlu intervensi.

3)      Tiga factor yang mempengaruhi yaitu kualitas pembelajaran, kepemimpinan instruksional dan Refleksi dan Perbaikan Pembelajaran oleh Guru.

4)      Berdasarkan faktor kualitas pembelajaran yang menjadi akar permasalahan terdapat 3 aspek yaitu :

a)      Penggunaan Metode Pembelajaran, artinya praktik pembelajaran interaktif yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa. Berdasarkan metode yang diimplementasikan lebih menyoroti pada mutu dan relevansi pembelajaran melalui praktik metode pembelajaran yang mengaktivasi kognitif peserta didik. Hal ini dapat dilihat bahwa para guru  dalam penerapan metode pembelajaran mendapatkan Skor capaian   52,5,  yang pada akhirnya turun 2,81% dari tahun 2022 (skor 54,02).

b)      Manajemen Kelas artinya Pengelolaan kelas yang mendukung pembelajaran serta penerapan penghargaan dan sanksi secara proporsional. Aspek mutu dan relevansi pembelajaran melalui manajemen kelas menjadi sorotan yang sangat kuat yaitu skor capaian Manajemen Kelas Anda tahun ini 59,87, artinya turun 2,51% dari tahun 2022 (skor 61,41).

c)      Dukungan Psikologis artinya Praktik pembelajaran yang memenuhi kebutuhan psikologis siswa untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan perasaan diterima tanpa dibeda-bedakan, aspek yang dinilai dari Dukungan Psikologis adalah mutu dan relevansi pembelajaran melalui dukungan psikologis. Skor capaian Dukungan Psikologis Anda tahun ini 66,29, artinya naik 1,8% dari tahun 2022 (skor 65,12).

5). Berdasarkan factor kepemimpinan instruksional, dapat dijabarkan dalam tiga aspek yaitu :

a)      Pengelolaan Kurikulum Sekolah artinya Kemampuan kepala sekolah dalam mengembangkan dan mengelola kurikulum yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Hal ini dinilai dari pengelolaan kurikulum sekolah, pengelolaan kurikulum sekolah yang mendukung mutu dan relevansi hasil pembelajaran. Dalam al ini cenderung turun di tahun 2023 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Skor capaian Pengelolaan Kurikulum Sekolah SMPN 2 Slhaung tahun ini 49,48, maknanya turun 2,37% dari tahun 2022 (skor 50,68).

b)      Visi-misi Sekolah artinya Perumusan, penyampaian dan penerapan visi-misi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sosialisasinya masih kurang. Nilai-nilai yang diharapkan dengan penguasaan visi misi sekolah adalah diperolehnya kebijakan sekolah yang mendukung mutu dan relevansi hasil pembelajaran. Selama ini skor capaian Visi-misi SMPN 2 Slahung tahun 2023 adalah 49,91, yakni turun 2,35% dari tahun 2022 (skor 51,11).

c)      Dukungan untuk Refleksi Guru artinya pemberian dukungan kepada guru untuk melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran.  nilai dari Dukungan untuk Refleksi Guru yaitu dukungan untuk refleksi guru yang mendukung mutu dan relevansi hasil pembelajaran. Aspek ini skor capaian Dukungan untuk Refleksi Guru  a tahun ini 2023 sebesare  58,2, terdapat kenaikkn naik 13,14% dari tahun 2022 (skor 51,44).

6).  Berdasarkan factor  Refleksi dan Perbaikan Pembelajaran oleh Guru, terdapat tiga aspek yang menjadi akar permasalahan yaitu :

a). Belajar tentang Pembelajaran artinya aktivitas belajar guru yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengajar, dari kriteria yang dinilai berupa mutu dan relevansi pembelajaran melalui kemauan guru untuk belajar dari sekitar masih kurang. Sehingga skor capaian Belajar tentang Pembelajaran   tahun 2023 memperoleh 52,13, terdapat kenaikan sedikit yaitu naik 1,7% dari tahun 2022 (skor 51,26).

b).   Refleksi atas Praktik Mengajar artinya perbaikan pembelajaran berdasarkan refleksi yang dilakukan guru.Menggunakan kriteria penilaian dari Refleksi atas Praktik Mengajar mutu dan relevansi pembelajaran melalui refleksi atas praktik mengajar yang telah dilakukan. Terdapat kenaikan cukup signifikan  dengan skor capaian Refleksi atas Praktik Mengajar tahun 2023 mencapai  55,57, mengalami kenaikan 5,49% dari tahun 2022 (skor 52,68).

c). Penerapan Praktik Inovatif artinya inovasi pembelajaran berdasarkan refleksi yang dilakukan guru. Kriteria yang dinilai dari Penerapan Praktik Inovatif adalah mutu dan relevansi pembelajaran melalui pengembangan dan penerapan praktik baru dari guru. Dalam penilaian ini mencapai skor capaian Penerapan Praktik Inovatif Anda tahun ini 61,34, terdapat kenaikan 9,61% dari tahun 2022 (skor 55,96), hal ini sangat membanggakan sekolah.

b.      Kemampuan Numerasi

1)      Akar masalah pokok dalam kemampuan numerasi adalah Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan.

2)      Persebaran peserta didik Anda berdasarkan level Kemampuan Numerasi yaitu 9% mahir, 58% cakap, 22% mendasar, 11% perlu intervensi

3)      Faktor yang mempengaruhi kemampuan numerasi di SMPN 2 Slahung sebagai berikut:

a). Capaian kualitas pembelajaran turun, disebabkan oleh metode Pembelajaran artinya Praktik pembelajaran interaktif yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa,  yang dinilai dari Metode Pembelajaran adalah muttu dan relevansi pembelajaran melalui praktik metode pembelajaran yang mengaktivasi kognitif peserta didik. Penurunan dalam metode pembelajaran berdasarkan data dapat di sajikan bahwa Skor capaian Metode Pembelajaran di SMPN 2 Slahung sebesar 52,5, dan dalam angka prosentase ini turun 2,81% dari tahun 2022 yaitu skor 54,02

b). Manajemen Kelas artinya Pengelolaan kelas yang mendukung pembelajaran serta penerapan penghargaan dan sanksi secara proporsional. Kriteria yang dinilai dari Manajemen Kelas adalah Mutu dan relevansi pembelajaran melalui manajemen kelas. Skor capaian Manajemen Kelas Anda tahun ini 59,87, artinya turun 2,51% dari tahun 2022 (skor 61,41).

c). Dukungan Psikologis artinya bahwa praktik pembelajaran yang memenuhi kebutuhan psikologis siswa untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan perasaan diterima tanpa dibeda-bedakan.kriteria yang dinilai dari Dukungan Psikologis adalah mutu dan relevansi pembelajaran melalui dukungan psikologis. Skor capaian Dukungan Psikologis kepada anak di SMPN 2 Slahung tahun 2023  tahun ini 66,29, naik 1,8% dari tahun 2022 (skor 65,12).

Rekomendasi yang diberikan dari hasil penilaian di rapor Pendidikan  yang menjadi inspirasi benahi yaitu :

Satuan Pendidikan meningkatkan kompetensi GTK dengan mempelajari konten terkait praktik pembelajaran interaktif yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa

Satuan Pendidikan mengembangkan dan mengimplementasikan praktik pembelajaran interaktif yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa

Satuan Pendidikan memfasilitasi adanya kebijakan dan penganggaran untuk mendukung praktik pembelajaran interaktif di sekolah

 

 

c.       Karakter

Akar masalah di dalam karakter adalah adanya kecenderungan peserta didik dalam bersikap dan berperilaku berdasarkan nilai-nilai pelajar ancasila yang mencakup beriman, bertakwa kepada Tuhan YME,da nberakhlak mulia, gotong-royong, kreativitas, nalar kritis, kebinekaan global, serta kemandirian. Factor karakter di SMPN 2 Slahung dipengaruhi 3 hal yaitu kualitas pembelajaran, kepemimpinan instruksional serta refleksi dan perbaikan kualitas pembelajaran.Indikator lain yang perlu ditingkatkan yang berkaitan dengan Kualitas pembelajaran:

 

1)      Kualitas pembelajaran

Membahas terkait komponen karakter, akar masalah yang dominan adalah tentang capaian Kualitas Pembelajaran di SMPN 2 Slahung. Kualitas Pembelajaran yang dijabarkan di sini adalah kualitas pengelolaan kelas dan penyelenggaraan pembelajaran interaktif yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa. Aspek yang dinilai dari Kualitas Pembelajaran adalah mutu dan relevansi pembelajaran secara holistik. Maksudnya

Pembelajaran mengarah pada peningkatan kualitas yang ditunjukkan dengan suasana kelas yang mulai kondusif dan adanya dukungan afektif serta aktivasi kognitif dari guru. Dalam hal ini skor capaian Kualitas Pembelajaran SMPN 2 Slahung ini adalah  59,55, hal ini kualifikasinya menurun 1,05% dari tahun 2022 yang mencapai skor 60,18

3 Aspek utama yang terdisposisi dalam Rapor Pendidikan yaitu :

Pertama. Metode Pembelajaran artinya Praktik pembelajaran interaktif yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa. Penilaian dari Metode Pembelajaran adalah mutu dan relevansi pembelajaran melalui praktik metode pembelajaran yang mengaktivasi kognitif peserta didik. Skor capaian Metode Pembelajaran tahun 2023  52,5, turun 2,81% dari tahun 2022 (skor 54,02). Hal ini harus mendapatkan penanganan serius, dikarenakan metode pembelajaran ini memberikan pengaruh besar terhadap asupan materi pelajaran yang disajikan oleh guru.

Kedua, Manajemen Kelas artinya Pengelolaan kelas yang endukung pembelajaran serta penerapan penghargaan dan sanksi secara proporsional. Penilaian dari Manajemen Kelas adalah mutu dan relevansi pembelajaran melalui manajemen kelas. Data yang tersaji di dalam rapor Pendidikan skor capaian Manajemen Kelas tahun 2023 adalah 59,87, berarti turun 2,51% dari tahun 2022 yang mencapai skor 61,41.

Ketiga, Dukungan Psikologis artinya praktik pembelajaran yang memenuhi kebutuhan psikologis siswa untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan perasaan diterima tanpa dibeda-bedakan. Dalam hal ini penilaian d dasarkan dari Dukungan Psikologis yaitu mutu dan relevansi pembelajaran melalui dukungan psikologis. Skor capaian Dukungan Psikologis di SMPN 2 Slahung tahun 2023 menunjukkan data angka sebesar 66,29, terdapat kenaikan 1,8% dari tahun 2022 yang mencapai skor 65,12.

 

Berdasarkan dari akar permasalahan yang teruraikan tersebut maka ada beberapa hal prinsip yang harus di benahi, diantaranya adalah :
Kebinekaan Global, artinya ketertarikan siswa terhadap budaya yang berbeda, kepedulian terhadap isu-isu global, serta dukungan terhadap kesetaraan gender, agama, dan budaya mendukung kemampuan siswa dalam aspek karakter. Rekomendasi yang disarankan dalam rapor Pendidikan terkait hal ini setidaknya terdapat 6 rekomendasi yaitu:

a)      Satuan Pendidikan meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan guru yang terlibat dalam manajemen sekolah dengan mempelajari konten terkait pengembangan dan pengelolaan kurikulum untuk meningkatkan kualitas pembelajaran

b)      Satuan Pendidikan melalui kepala sekolah dan guru yang terlibat dalam manajemen sekolah menerapkan pengembangan dan pengelolaan kurikulum yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa

c)      Satuan Pendidikan memfasilitasi adanya kebijakan dan penganggaran untuk mendukung proses pengembangan dan pengelolaan kurikulum untuk meningkatkan kualitas pembelajaran

d)      Satuan Pendidikan meningkatkan kompetensi Kepala Sekolah dan guru yang terlibat dalam manajemen sekolah dengan mempelajari konten terkait perumusan, penyampaian dan penerapan visi-misi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran

e)      Satuan Pendidikan melakukan perumusan, penyampaian dan penerapan visi-misi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan melibatkan seluruh warga sekolah

f)       Satuan Pendidikan memfasilitasi adanya kebijakan dan penganggaran untuk mendukung proses perumusan, penyampaian, dan penerapan visi-misi sekolah yang partisipatif

 

 

d.      Iklim Keamanan Sekolah

 

e.       Iklim Kebhinekaan

f.        Kualitas Pembelajaran




 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RAMALAN JAYABAYA

ESLADA KRIDA ROMANTIKA