ANALISIS KONTEKS MEMBEDAH RAPOR PENDIDIKAN DI ERA TRANSPARANSI BUDAYA SEKOLAH TAHUN 2023, SMPN 2 SLAHUNG
ANALISIS
KONTEKS
MEMBEDAH
RAPOR PENDIDIKAN DI ERA TRANSPARANSI BUDAYA SEKOLAH TAHUN 2023, SMPN 2 SLAHUNG
SMP NEGERI 2 SLAHUNG
NPSN 20510732
Jl. Raya Ponorogo-Pacitan Km 27 Wates Slahung Ponorogo
Kota/Provinsi Kab. Ponorogo, Prov. Jawa Timur
Info Akreditasi : A
PENDAHULUAN
Rasionaisasi
Analisis konteks merupakan
sebuah dokumen yang akan dilakukan publikasi oleh sebuah satuan pendidikan yang
akan memberikan gambaran terhadap rangkaian kinerja awal satuan pendidikan
dengan tujuan untuk dapat memahami berbagai macam kegiatan analisis pada
masing-masing Standar Nasional Pendidikan, Satuan pendidikan
(dalam hal ini khusus SMPN 2 Slahung), untuk
mendapatkan gambaran nyata
tentang kondisi dan situasi sekolah.
Terkait dengan Rapor Pendidikan di SMPN 2 Slahung
tahun 2023, melalui analisis ini ingin mendapatkan gambaran nyata tentang
nilai-nilai dan mutu pendidikan yang dipaparkan secara jelas, transparan
sebagai landasan dan rambu-rambu untuk menyusun program tindak lanjut yang
lebih baik secara transparan sebagai budaya sekolah yang sehat dan maju.
Rapor Pendidikan adalah platform yang
menyediakan data laporan hasil evaluasi sistem pendidikan sebagai penyempurnaan
rapor mutu sebelumnya. Kebijakan evaluasi sistem pendidikan yang baru lebih
menekankan pada orientasi terhadap mutu pendidikan dan sistem yang
terintegrasi.
Rapor Pendidikan sebagai perekaman pelaksanaan Pendidikan dimaksudkan untuk
mengukur indikator yang disusun berdasarkan input, proses,
dan output pendidikan. Indikator tersebut diturunkan dari 8 Standar
Nasional Pendidikan, yang selanjutnya di dalam rapor pndidikan di akumulasikan
menjadi 6 komponen sebagai suatu perubahan berdasarkan konteks-konteks
rekonstruksi Pendidikan secara asional.
Perekaman yang menghasilkan rapor Pendidikan bukan produk satuan Pendidikan
atau satuan pendidikan tidak melakukan pengisian (input) data ke aplikasi,
namun data diambil dari berbagai sistem dan sumber data yang sudah ada, seperti
Dapodik, SIMPKB, ANBK , BPS, dan sumber lain yang relevan.
Fungsi fundamental Rapor Pendidikan dapat dijadikan sebagai:
1.
Referensi utama sebagai dasar analisis, perencanaan, dan tindak lanjut
peningkatan kualitas pendidikan,
2.
Satu-satunya platform untuk melihat hasil Asesmen Nasional,
3.
Sumber data yang objektif dan handal di mana laporan disajikan secara
otomatis dan terintegrasi,
4.
Instrumen pengukuran untuk evaluasi sistem pendidikan secara keseluruhan
baik untuk evaluasi internal maupun eksternal,
5.
Alat ukur yang berorientasi pada mutu dan pemerataan hasil belajar (output),
6.
Platform penyajian data yang terpusat, sehingga satuan pendidikan
tidak perlu menggunakan beragam aplikasi sehingga diharapkan dapat meringankan
beban administrasi.
Rapor Pendidikan didasari oleh
Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan
yang kemudian diturunkan menjadi, Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2022 Tentang Evaluasi
Sistem Pendidikan Oleh Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah Terhadap
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Dan Pendidikan Menengah
Palform
Rapor Pendidikan adalah platform yang
menyediakan data laporan hasil evaluasi sistem pendidikan sebagai penyempurnaan
dari rapor mutu. Sistem evaluasi pendidikan yang baru lebih menekankan pada
hasil mutu pendidikan dan faktor pendukung yang terintegrasi
Keuntungan-keuntungan
Rapor Pendidikan dapat dijadikan sebagai:
1.
Referensi utama sebagai dasar analisis, perencanaan, dan tindak lanjut peningkatan
kualitas pendidikan,
2.
Satu-satunya platform untuk melihat hasil Asesmen Nasional,
3.
Sumber data yang objektif dan andal di mana laporan disajikan secara
otomatis dan terintegrasi,
4.
Instrumen pengukuran untuk evaluasi sistem pendidikan secara keseluruhan
baik untuk evaluasi internal maupun eksternal,
5.
Alat ukur yang berorientasi pada mutu dan pemerataan hasil belajar
(output),
6.
Platform penyajian data yang terpusat, sehingga satuan pendidikan
tidak perlu menggunakan beragam aplikasi sehingga diharapkan dapat meringankan
beban administrasi.
Teknik melakukan refleksi rapor Pendidikan dengan kegiatan
perencanaan berbasis data (PBD), dapat dijelaskan bahwa satuan pendidikan dapat melakukan
refleksi diri sebagai salah satu bagian perencanaan berbasis data, dengan cara:
1.
Mempelajari dan memverifikasi data dari satuan pendidikan,
2.
Mengevaluasi Rapor Pendidikan dengan kondisi riil, yaitu dengan melakukan
pengamatan, melihat data dan diskusi dengan pemangku kepentingan di satuan
pendidikan,
3.
Menganalisis kondisi satuan pendidikan, seperti bersama guru dan kepala
satuan pendidikan, untuk melihat apakah kondisi satuan pendidikan sudah sesuai
standar atau belum,
4.
Menyimpulkan permasalahan dan akar masalah yang dihadapi, berdasarkan
analisis bersama dengan pemangku kepentingan di satuan pendidikan,
5.
Menyusun perencanaan berdasarkan hasil analisis terhadap permasalahan dan
akar masalah yang sudah dilakukan.
Berdasarkan penalaran sebagai latar belakang sebagai gambaran
umum maka dapat diidenttifikasi permasalahannya, tertertuang dalam ringkasan
kondisi nyata di dalam rapor pendidikan SMPN 2 Slahung pada tahun 2023.
Ringkasan Rapor Pendidikan ini menggunakaan perbandingan dari rapor yang sama
pada tahun sebelumnya yaitu tahun 2022, dapat kami kutip sebagai berikut:
Iklim Kebinekaan SMP
NEGERI 2 SLAHUNG mengalami peningkatan paling tinggi di
antara indikator lain. Dari seluruh capaian tahun ini, Iklim Kebinekaan menjadi indikator
dengan pencapaian terbaik. Meski
demikian, Kualitas pembelajaran adalah
indikator dengan pencapaian terendah,
yang salah satunya disebabkan oleh rendahnya Metode pembelajaran. Salah satu contoh untuk
memperbaiki hal ini melalui peningkatan kompetensi GTK dan
kebijakan yang menunjang aktivasi kognitif.
(sumber: ringkasan rapor Pendidikan SMPN 2 Slahung tahun 2023,
kemendikbudristek RI, 2023)
Permasalahan
penting yang muncul berdasarkan Rapor pendidikaan SMPN 2 Slahung tahun 2023 sebagai berikut:
1.
Bagaimana situasi yang dihadapi oleh SMPN 2 Slahung saat ini tentang
Kemampuan Literasi, Kemampuan Numerasi, Karakter, Iklim Keamanan Sekolah, Iklim Kebinekaan, dan
Kualitas Pembelajaran dalam Rapor Pendidikan tahun 2023?
2.
Bagaimana mengartikan capaian masing-masing dari 6 komponen rapor pendidikan SMPN 2Slahung dalam Rapor Pendidikan tahun 2023?
3.
Bagaimana akar masalah masing-masing dari 6 komponen rapor pendidikan SMPN
2Slahung dalam Rapor Pendidikan tahun 2023?
PEMBAHASAN
Pembahasan ini kami lakukan secara
kronologis berdasarkan pada permasalahan sebagaimana data yang tersaji di rapor
Pendidikan SMPN 2 Slahung, sebagai berikut:
1.
Situasi yang dihadapi oleh SMPN 2
saat ini tentang Kemampuan Literasi, Kemampuan Numerasi, Karakter, Iklim
Keamanan Sekolah, Iklim Kebinekaan, dan Kualitas Pembelajaran dalam Rapor
Pendidikan tahun 2023 dapat di paparkan sebagai berikut:
a. Kemampuan literasi :
b. Kemampuan Numerasi
Komponen Numerasi diblok warna kuning dengan pernyataan
hasil kategori sedang, besaran angka prosentase capaian 66,67% artinya siswa
sudah mencapai kompetensi minimum. Simbol yang muncul adalah strip datar (-/remove),
bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya capaian tidak berubah dari
tahun 2022. Maka dalam Kemampun numerasi di SMPN 2 Slahung dapat dinyatakan
stagnan belum ada pergerakan progresif, meskipun tetap dalam capaian yang sama
dengan tahun sebelumnya.
c. Karakter
d. Iklim Keamanan Sekolah
Iklim keamanan sekolah meskipun masih di zona “baik”
namun pada level kewaspadaan karena nilai prosentasenya turun dengan symbol
anak panah ke bawah berwarna merah, capaian turun 7,36% dari tahun 2022. Kami menyatakan
sementara dengan kewaspadaan karena cukup memprihatinkan dengan penurunan angka
prosentase yang cukup drstis yaitu 7,36% jika dibandingkan dengn tahun 2022.
Catatan sekolah adalah perlu sekali untuk membenahi terkait dengan iklim
keamanan sekolah. Pernyataan sementara bahwa iklim keamanan sekolah meskipun
capaiannya turu masih pada level baik dan zona aman.
e. Iklim Kebhinekaan
Berbanding terbalik dengan Iklim keamanan sekolah, pada
komponen Iklim kebinekaan, menggembirakan sekali hasil Rapor Pendidikan SMPN 2
Slahung, karena di tahun 2023 ini mengalami capaian kenaikan yang sangat
signifikan yaitu Capaian naik 13,07% dari
tahun 2022. Banyak faktor yang mempengaruhi capaian tersebut, akan
terpaparkan di bagian pembahasan selanjutnya sampai ke akar permasalahannya.
f.
Kualitas Pembelajaran
Komponen ke-6 kualitas pembelajaran berada di level terendah diantara 6 kompnen
rapor Pendidikan. Hal ini cukup memprihatinkan dalam skala internal sekolah.
Terlepas dari pertanyaan apa, siapa, mengapa yang menjadi factor penyebabnya
ini adalah akumulasi dari berbagai factor yang ada di sekolah. Kualitas
Pembelajaran berwarna kuning artinya sedang, siap-siap harus dibenahi, menjadi
kewaspadaan, Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu tahun 2022, maka lebih
rendah hasilnya dan turun 1,05% . Dua hal yang menjadi stern warning. Levelnya
sedang warna kuning dan prosentasenya menurun.
Gambar
1
Situasi
kondisi 6 komponen rapen SMPN2 Slahung 2023
2.
Arti capaian masing-masing dari 6 komponen rapor
pendidikan SMPN 2 Slahung dalam Rapor Pendidikan tahun 2023 dapat di paparkan sebagai
berikut:( Sumber data: Asesmen Nasional (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset dan Teknologi)
a.
Kemampuan literasi
Kemampuan Literasi adalah Persentase peserta didik
berdasarkan kemampuan dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi
beragam jenis teks (teks informasional dan teks fiksi).
Apa saja
yang dinilai dari Kemampuan Literasi?
·
Kemampuan
literasi peserta didik baik (88,89%
siswa sudah mencapai kompetensi minimum) artinya Sebagian besar
peserta didik telah mencapai batas kompetensi minimum untuk literasi membaca.
Skor capaian Kemampuan Literasi SMPN
2 Slahung tahun 2023 adalah 88,89, naik 8,11% dari tahun 2022 (skor
82,22).
Dibandingkan satuan
Pendidikan yang lain, SMPN 2 Slahung termasuk Peringkat
menengah atas (21-40%) di Kabupaten Ponorogo, Peringkat atas (1-20%)
secara Nasional.
b.
Kemampuan Numerasi
Kemampuan Numerasi adalah Persentase peserta didik
berdasarkan kemampuan dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan
alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis
konteks yang relevan.
Apa saja
yang dinilai dari Kemampuan Numerasi?
·
Kemampuan
numerasi peserta didik.
Sedang (66,67% siswa sudah mencapai kompetensi minimum artinya
40% - 70% peserta didik telah
mencapai kompetensi minimum untuk numerasi namun perlu upaya mendorong lebih
banyak peserta didik dalam mencapai kompetensi minimum.
Skor capaian Kemampuan Numerasi SMPN
2 Slahung tahun ini 66,67, tidak berubah
dari tahun 2022.
Dibandingkan satuan Pendidikan yang lain, SMPN 2 Slahung
termasuk Peringkat menengah atas (21-40%)
Kabupaten Ponorogo, SMPN 2 Slahung Peringkat
atas (1-20%) secara Nasional
c.
Karakter
Karakter adalah Kecenderungan peserta didik dalam
bersikap dan berperilaku berdasarkan nilai-nilai pelajar Pancasila yang
mencakup beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia,
gotong-royong, kreativitas, nalar kritis, kebinekaan global, serta kemandirian.
Apa saja yang dinilai dari Karakter?
·
Karakter
peserta didik secara holistik.
Baik artinya Peserta didik terbiasa menerapkan nilai-nilai karakter
pelajar pancasila yang berakhlak mulia, bergotong royong, mandiri, kreatif dan
bernalar kritis serta berkebinekaan global dalam kehidupan sehari hari.
Skor capaian Karakter SMPN 2 Slahung tahun
ini 54,94, naik 4,23% dari tahun 2022 (skor 52,71).
Dibandingkan satuan Pendidikan yang lain, SMPN 2 Slahung
termasuk
Peringkat menengah (41-60%) di Kabupaten
Ponorogo, SMPN 2 Slahung Peringkat menengah
atas (21-40%) secara Nasional.
d.
Iklim Keamanan Sekolah
Iklim Keamanan Sekolah adalah Kondisi satuan pendidikan yang
kondusif yang memberikan rasa aman (secara fisik dan psikologis), seperti tidak
adanya perundungan dan hukuman fisik.
Apa saja yang dinilai dari Iklim Keamanan Sekolah?
·
Lingkungan
sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
Baik artinya Satuan pendidikan memiliki lingkungan sekolah yang aman,
terlihat dari kesejahteraan psikologis yang baik dan rendahnya kasus
perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, dan penyalahgunaan narkoba.
Satuan pendidikan dapat mempertahankan kualitas warga sekolah dalam mencegah
dan menangani kasus untuk menciptakan iklim keamanan di lingkungan sekolah.
Skor capaian Iklim Keamanan Sekolah Anda tahun
ini 69,99, turun 7,36% dari tahun 2022 (skor 75,55).
Dibandingkan satuan
Pendidikan yang lain, SMPN 2 Slahung termasuk Peringkat
menengah atas (21-40%) di Kabupaten Ponorogo, Peringkat menengah atas (21-40%)
secara Nasional
e.
Iklim Kebhinekaan
Iklim Kebinekaan adalah Kondisi sekolah yang menunjukkan
adanya sikap dan perilaku kepala sekolah dan guru dalam menerapkan toleransi
agama dan budaya serta komitmen kebangsaan.
Apa saja yang dinilai dari Iklim Kebinekaan?
·
Toleransi
agama/kepercayaan dan budaya di lingkungan sekolah serta komitmen kebangsaan
warga sekolah dalam wujud kesetiaan dan kebanggaan terhadap bangsa.
Baik artinya Satuan pendidikan sudah mampu menghadirkan suasana
proses pembelajaran yang menjunjung tinggi toleransi agama/kepercayaan dan
budaya; mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas; mendukung kesetaraan
agama/kepercayaan, dan budaya; serta memperkuat nasionalisme.
Skor capaian Iklim Kebinekaan SMPN 2 Slahung tahun
ini 68,93, naik 13,07% dari tahun 2022 (skor 60,96).
Dibandingkan Satuan pendidikan
lain, SMPN 2 Slahung termasuk Peringkat
menengah atas (21-40%) di Kabupaten Ponorogo dan Peringkat atas (1-20%) secara
Nasional
f.
Kualitas Pembelajaran
Kualitas Pembelajaran adalah
Kualitas pengelolaan kelas dan penyelenggaraan pembelajaran interaktif yang
sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa.
Apa saja yang dinilai dari Kualitas Pembelajaran?
·
Mutu
dan relevansi pembelajaran secara holistik.
Sedang artinya Pembelajaran mengarah pada
peningkatan kualitas yang ditunjukkan dengan suasana kelas yang mulai kondusif
dan adanya dukungan afektif serta aktivasi kognitif dari guru.
Skor capaian Kualitas Pembelajaran SMPN 2 Slahung tahun ini 59,55, turun 1,05% dari
tahun 2022 (skor 60,18).
Dibandingkan Satuan
Pendidikan yang lain, SMPN 2 Slahung termasuk Peringkat
menengah (41-60%) di Kabupaten Ponorogo, Peringkat
menengah (41-60%) secara Nasional.
3.
Akar masalah masing-masing dari 6 komponen rapor pendidikan SMPN 2 Slahung dalam Rapor Pendidikan
tahun 2023 dapat di paparkan sebagai berikut:
a.
Kemampuan literasi
Akar Masalah dari Kemampuan Literasi adalah
1)
Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam memahami,
menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi beragam jenis teks (teks
informasional dan teks fiksi).
2)
Persebaran
peserta didik SMPN 2 Slahung berdasarkan level kemampuan literasi, yaitu
24% mahir, 64% cakap, 9% mendasar, 2% perlu intervensi.
3)
Tiga
factor yang mempengaruhi yaitu kualitas pembelajaran, kepemimpinan
instruksional dan Refleksi
dan Perbaikan Pembelajaran oleh Guru.
4)
Berdasarkan
faktor kualitas pembelajaran yang menjadi akar permasalahan terdapat 3 aspek
yaitu :
a)
Penggunaan Metode
Pembelajaran, artinya praktik pembelajaran interaktif yang
sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa. Berdasarkan metode
yang diimplementasikan lebih menyoroti pada mutu dan relevansi pembelajaran
melalui praktik metode pembelajaran yang mengaktivasi kognitif peserta didik.
Hal ini dapat dilihat bahwa para guru
dalam penerapan metode pembelajaran mendapatkan Skor capaian 52,5, yang pada akhirnya turun 2,81% dari tahun 2022
(skor 54,02).
b) Manajemen Kelas artinya Pengelolaan kelas yang mendukung
pembelajaran serta penerapan penghargaan dan sanksi secara proporsional. Aspek
mutu dan relevansi pembelajaran melalui manajemen kelas menjadi sorotan yang
sangat kuat yaitu skor capaian Manajemen Kelas Anda tahun ini 59,87, artinya turun
2,51% dari tahun 2022 (skor 61,41).
c) Dukungan Psikologis artinya
Praktik pembelajaran yang memenuhi kebutuhan psikologis siswa untuk menumbuhkan
kepercayaan diri dan perasaan diterima tanpa dibeda-bedakan, aspek yang dinilai
dari Dukungan Psikologis adalah mutu dan relevansi pembelajaran melalui
dukungan psikologis. Skor capaian Dukungan Psikologis Anda tahun ini 66,29, artinya naik 1,8% dari tahun 2022 (skor
65,12).
5). Berdasarkan factor kepemimpinan instruksional, dapat
dijabarkan dalam tiga aspek yaitu :
a)
Pengelolaan
Kurikulum Sekolah artinya Kemampuan
kepala sekolah dalam mengembangkan dan mengelola kurikulum yang bertujuan untuk
meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Hal ini dinilai dari
pengelolaan kurikulum sekolah, pengelolaan kurikulum
sekolah yang mendukung mutu dan relevansi hasil pembelajaran. Dalam al ini
cenderung turun di tahun 2023 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Skor
capaian Pengelolaan Kurikulum Sekolah SMPN 2 Slhaung tahun ini 49,48, maknanya turun 2,37% dari tahun 2022 (skor
50,68).
b)
Visi-misi
Sekolah artinya Perumusan,
penyampaian dan penerapan visi-misi sekolah untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran sosialisasinya masih kurang. Nilai-nilai yang diharapkan dengan
penguasaan visi misi sekolah adalah diperolehnya kebijakan
sekolah yang mendukung mutu dan relevansi hasil pembelajaran. Selama ini skor
capaian Visi-misi SMPN 2 Slahung tahun 2023 adalah
49,91, yakni turun 2,35% dari tahun 2022 (skor 51,11).
c)
Dukungan untuk Refleksi Guru artinya pemberian
dukungan kepada guru untuk melakukan refleksi terhadap proses
pembelajaran. nilai dari Dukungan
untuk Refleksi Guru yaitu dukungan untuk refleksi guru yang mendukung mutu dan
relevansi hasil pembelajaran. Aspek ini skor capaian Dukungan untuk Refleksi
Guru a tahun ini 2023 sebesare 58,2, terdapat kenaikkn naik 13,14%
dari tahun 2022 (skor 51,44).
6). Berdasarkan
factor Refleksi dan Perbaikan Pembelajaran oleh Guru,
terdapat tiga aspek yang menjadi akar permasalahan yaitu :
a). Belajar
tentang Pembelajaran artinya aktivitas belajar guru yang bertujuan
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengajar, dari kriteria yang dinilai
berupa mutu dan relevansi pembelajaran melalui kemauan guru untuk belajar dari
sekitar masih kurang. Sehingga skor capaian Belajar tentang Pembelajaran tahun 2023 memperoleh 52,13, terdapat
kenaikan sedikit yaitu naik 1,7% dari tahun 2022 (skor 51,26).
b). Refleksi atas Praktik Mengajar artinya perbaikan pembelajaran
berdasarkan refleksi yang dilakukan guru.Menggunakan kriteria penilaian dari Refleksi
atas Praktik Mengajar mutu dan relevansi pembelajaran melalui refleksi atas
praktik mengajar yang telah dilakukan. Terdapat kenaikan cukup signifikan dengan skor capaian Refleksi atas Praktik
Mengajar tahun 2023 mencapai 55,57, mengalami kenaikan 5,49% dari
tahun 2022 (skor 52,68).
c). Penerapan
Praktik Inovatif artinya inovasi pembelajaran berdasarkan refleksi yang
dilakukan guru. Kriteria yang dinilai dari Penerapan Praktik Inovatif
adalah mutu dan relevansi pembelajaran melalui pengembangan dan penerapan
praktik baru dari guru. Dalam penilaian ini mencapai skor capaian Penerapan
Praktik Inovatif Anda tahun ini 61,34, terdapat kenaikan
9,61% dari tahun 2022 (skor 55,96), hal ini sangat membanggakan sekolah.
b.
Kemampuan Numerasi
1) Akar
masalah pokok dalam kemampuan numerasi adalah Persentase peserta didik berdasarkan
kemampuan dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat
matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks
yang relevan.
2)
Persebaran
peserta didik Anda berdasarkan level Kemampuan Numerasi yaitu 9% mahir,
58% cakap, 22% mendasar, 11% perlu intervensi
3)
Faktor yang mempengaruhi kemampuan numerasi di SMPN 2 Slahung sebagai
berikut:
a). Capaian kualitas pembelajaran turun,
disebabkan oleh metode Pembelajaran artinya Praktik pembelajaran interaktif yang sesuai dengan tujuan
pembelajaran dan karakteristik siswa, yang dinilai
dari Metode Pembelajaran adalah muttu dan relevansi pembelajaran melalui praktik metode
pembelajaran yang mengaktivasi kognitif peserta didik. Penurunan dalam metode pembelajaran berdasarkan data dapat di
sajikan bahwa Skor capaian Metode Pembelajaran di
SMPN 2 Slahung sebesar 52,5, dan dalam angka prosentase ini turun 2,81% dari tahun 2022 yaitu
skor 54,02
b). Manajemen Kelas artinya
Pengelolaan kelas yang mendukung pembelajaran serta penerapan penghargaan dan
sanksi secara proporsional. Kriteria yang dinilai dari Manajemen Kelas
adalah Mutu dan relevansi pembelajaran melalui manajemen kelas. Skor capaian
Manajemen Kelas Anda tahun ini 59,87,
artinya turun 2,51% dari tahun 2022 (skor 61,41).
c). Dukungan
Psikologis artinya bahwa praktik pembelajaran yang memenuhi kebutuhan
psikologis siswa untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan perasaan diterima tanpa
dibeda-bedakan.kriteria yang dinilai dari Dukungan Psikologis adalah mutu
dan relevansi pembelajaran melalui dukungan psikologis. Skor capaian Dukungan
Psikologis kepada anak di SMPN 2 Slahung tahun 2023 tahun ini 66,29, naik 1,8% dari tahun 2022 (skor 65,12).
Rekomendasi
yang diberikan dari hasil penilaian di rapor Pendidikan yang menjadi inspirasi benahi yaitu :
Satuan Pendidikan meningkatkan kompetensi GTK dengan
mempelajari konten terkait praktik pembelajaran interaktif yang sesuai dengan
tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa
Satuan Pendidikan mengembangkan dan mengimplementasikan
praktik pembelajaran interaktif yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan
karakteristik siswa
Satuan Pendidikan memfasilitasi adanya kebijakan dan
penganggaran untuk mendukung praktik pembelajaran interaktif di sekolah
c.
Karakter
Akar masalah di dalam karakter adalah adanya kecenderungan
peserta didik dalam bersikap dan berperilaku berdasarkan nilai-nilai pelajar
ancasila yang mencakup beriman, bertakwa kepada Tuhan YME,da nberakhlak mulia,
gotong-royong, kreativitas, nalar kritis, kebinekaan global, serta kemandirian.
Factor karakter di SMPN 2 Slahung dipengaruhi 3 hal yaitu kualitas
pembelajaran, kepemimpinan instruksional serta refleksi dan perbaikan kualitas
pembelajaran.Indikator lain
yang perlu ditingkatkan yang berkaitan dengan Kualitas pembelajaran:
1) Kualitas pembelajaran
Membahas
terkait komponen karakter, akar masalah yang dominan adalah tentang capaian
Kualitas Pembelajaran di SMPN 2 Slahung. Kualitas Pembelajaran yang
dijabarkan di sini adalah kualitas pengelolaan kelas dan penyelenggaraan
pembelajaran interaktif yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan
karakteristik siswa. Aspek yang dinilai dari Kualitas Pembelajaran
adalah mutu dan relevansi pembelajaran secara holistik. Maksudnya
Pembelajaran
mengarah pada peningkatan kualitas yang ditunjukkan dengan suasana kelas yang mulai
kondusif dan adanya dukungan afektif serta aktivasi kognitif dari guru. Dalam
hal ini skor capaian Kualitas Pembelajaran SMPN 2 Slahung ini adalah 59,55, hal ini
kualifikasinya menurun 1,05% dari tahun 2022 yang mencapai skor 60,18
3 Aspek utama
yang terdisposisi dalam Rapor Pendidikan yaitu :
Pertama. Metode Pembelajaran artinya Praktik pembelajaran
interaktif yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa.
Penilaian dari Metode Pembelajaran adalah mutu dan relevansi pembelajaran
melalui praktik metode pembelajaran yang mengaktivasi kognitif peserta didik. Skor
capaian Metode Pembelajaran tahun 2023 52,5, turun 2,81% dari tahun 2022 (skor
54,02). Hal ini harus mendapatkan penanganan serius, dikarenakan metode pembelajaran
ini memberikan pengaruh besar terhadap asupan materi pelajaran yang disajikan
oleh guru.
Kedua, Manajemen Kelas artinya Pengelolaan kelas yang
endukung pembelajaran serta penerapan penghargaan dan sanksi secara proporsional.
Penilaian dari Manajemen Kelas adalah mutu dan relevansi pembelajaran
melalui manajemen kelas. Data yang tersaji di dalam rapor Pendidikan skor capaian
Manajemen Kelas tahun 2023 adalah 59,87, berarti turun
2,51% dari tahun 2022 yang mencapai skor 61,41.
Ketiga, Dukungan Psikologis artinya praktik pembelajaran yang
memenuhi kebutuhan psikologis siswa untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan
perasaan diterima tanpa dibeda-bedakan. Dalam hal ini penilaian d dasarkan
dari Dukungan Psikologis yaitu mutu dan relevansi pembelajaran melalui
dukungan psikologis. Skor capaian Dukungan Psikologis di SMPN 2 Slahung tahun 2023 menunjukkan data angka sebesar 66,29, terdapat
kenaikan 1,8% dari tahun 2022 yang mencapai skor 65,12.
Berdasarkan dari akar permasalahan yang teruraikan tersebut
maka ada beberapa hal prinsip yang harus di benahi, diantaranya adalah :
Kebinekaan Global, artinya ketertarikan siswa terhadap budaya yang berbeda,
kepedulian terhadap isu-isu global, serta dukungan terhadap kesetaraan gender,
agama, dan budaya mendukung kemampuan siswa dalam aspek karakter. Rekomendasi
yang disarankan dalam rapor Pendidikan terkait hal ini setidaknya terdapat 6
rekomendasi yaitu:
a)
Satuan Pendidikan
meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan guru yang terlibat dalam manajemen
sekolah dengan mempelajari konten terkait pengembangan dan pengelolaan
kurikulum untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
b)
Satuan Pendidikan
melalui kepala sekolah dan guru yang terlibat dalam manajemen sekolah
menerapkan pengembangan dan pengelolaan kurikulum yang bertujuan untuk
meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa
c)
Satuan Pendidikan
memfasilitasi adanya kebijakan dan penganggaran untuk mendukung proses
pengembangan dan pengelolaan kurikulum untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
d)
Satuan Pendidikan
meningkatkan kompetensi Kepala Sekolah dan guru yang terlibat dalam manajemen
sekolah dengan mempelajari konten terkait perumusan, penyampaian dan penerapan
visi-misi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
e)
Satuan Pendidikan
melakukan perumusan, penyampaian dan penerapan visi-misi sekolah untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran dengan melibatkan seluruh warga sekolah
f)
Satuan Pendidikan
memfasilitasi adanya kebijakan dan penganggaran untuk mendukung proses
perumusan, penyampaian, dan penerapan visi-misi sekolah yang partisipatif
d.
Iklim Keamanan Sekolah
e.
Iklim Kebhinekaan
f.
Kualitas Pembelajaran

.jpeg)
Komentar
Posting Komentar